Bukan dirampok, Kata Kapolres Korban Merupakan Pelaku Penyalahgunaan Narkoba

Kapolres Indragiri Hilir (Inhil) AKBP Dolifar Manurung Sik
Kapolres Indragiri Hilir (Inhil) AKBP Dolifar Manurung Sik

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Kapolres Indragiri Hilir (Inhil) AKBP Dolifar Manurung Sik menyebutkan bahwa tindakan penganiayaan anggotanya di KM 8 Petalongan Kecamatan Keritang Jum’at kemarin adalah menjalankan tugas pemberantasan peredaran Narkoba. Rampok di Keritang Aniaya Korban Hingga Meninggal dan Rampas Uang Belasan Juta Rupiah

Pernyataan tersebut dilontarkannya di hadapan sejumlah awak media di kediamannya jalan M Boya Tembilahan, Selasa (9/8/2016) malam. Menurut Doli, yang dinyatakan korban penganiayaan itu merupakan pelaku tindak pidana Narkotika.

“Dua petugas kita sedang membekuk pelaku yang diduga memiliki Narkoba jenis sabu-sabu seberat kurang lebih 5 gram, kini barang bukti tersebut berhasil diamankan,” katanya.

Persoalan penganiayaan, lanjut Kapolres, disaat melakukan penggeledahan melakukan perlawanan hingga terjadi kekerasan. Tak hanya demikian, tak lama berselang waktu hendak membawa ke Mapolsek, puluhan warga setempat kata Kapolres berkerumun mengejar petugas terindikasi menolak pelaku Narkoba diamankan.

“Anggota kita merasa terancam di lapangan makanya mengamankan diri dan gagal mengamankan pelaku Narkoba,” tambahnya.

Untuk persoalan raibnya uang tunai belasan juta dari kantong korban penganiayaan, diakui Kapolres ada ketidak seimbangan dalam operasi tersebut yang membutuhkan waktu untuk diselidiki. Jika memang kesalahan petugas, ia berjanji akan menindak tegas.

“Tugas yang dilakukan anggota memang kurang sesuai dengan standar, namun kalau indikasi mengambil uang tunai itu juga harus ada bukti yang akurat serta adanya saksi,” tandasnya.

 




Rampok di Keritang Aniaya Korban Hingga Meninggal dan Rampas Uang Belasan Juta Rupiah

images“Kepada Anaknya Korban Mengaku Kenali Pelaku. Dua Diantaranya disebut Oknum Anggota dijajaran Polres Inhil”

KERITANG (detikriau.org) – Aksi pencurian dengan kekerasan terjadi di KM 8 desa Petalongan Kecamatan Keritang, Jum’at (5/8/2016) malam. Aksi para begal ini tidak hanya berhasil merampas uang tunai senilai Rp 15 juta, namun juga mengakibatkan korban, Indra Gamal (55) meninggal dunia.

Menurut penuturan anak korban, Acep (33) kepada detikriau.org, Selasa (9/8), peristiwa perampokan yang menghilangkan nyawa orangtuanya itu terjadi di pasar KM 8 sekitar pukul 23.30 WIB. Saat itu, korban hanya seorang diri dan sempat diculik pelaku.

“Pagi Sabtu (6/8, red) kami temukan bapak di perkebunan dalam desa Petalongan. Kondisinya saat itu masih bernafas namun sudah kritis akibat dianiaya dan langsung dilarikan ke Rumah Sakit Indrasari Rengat untuk mendapatkan perawatan. Sayangnya nyawa Bapak tak bisa bertahan lama. Ia meninggal dunia pada hari minggu,” sampaikan Acep.

Sebelum meninggal, lanjutnya, korban sempat menceritakan bahwa pelaku penganiayaan  berjumlah 5 orang bahkan dikenali. Dua diantaranya disebutkan adalah oknum anggota dijajaran Polres Indragiri Hilir, sedangkan 3 lainnya warga sipil.

Menurut Acep, atas dasar pengakuan orangtuanya sebelum menghembuskan nafas terakhir, dua adiknya hari ini juga sudah menyampaikan laporan ke Propam Polres Inhil

Terkait peristiwa ini, Paur Humas Polres Inhil Ipda Heriman Putra ketika dimintakan komfirmasi terkesan enggan menjawab.

“Maaf, langsung sama pak Kapolres aja pak,” kata Paur Humas singkat./Mirwan




Digasak Bajak Laut, Korban Diikat dan Ditinggal Dalam Pompong. Uang Jutaan Ludes

GAUNG (detikriau.org) – Peristiwa perampokan terjadi di perairan Kempas Ladang Desa Terusan Kempas Kecamatan Gaung, Senin (8/8/2016). Korbannya adalah Amin (43) seorang petani asal Desa Simpang Gaung.

Kapolres Indragiri Hilir (Inhil) AKBP Dolifar Manurung Sik melalui Paur Humas, Ipda Heriman Putra menyebutkan, berdasarkan keterangan korban peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 14.00 WIB.

Waktu itu, korban sedang di perjalanan menggunakan pompong dari Desa Tokolan Kecamatan Mandah hendak pulang ke rumah. Sekitar pukul 14.00 WIB, korban didekati oleh pelaku yang diperkirakan berjumlah 8 orang menggunakan Speedboat.

“Seluruh pelaku menggunakan topeng. Kala itu korban dipukul dibagian belakang kepala dengan menggunakan tangan hingga menyebabkan korban pingsan,” kata Heriman Putra, Selasa (9/8/2016).

Disaat pingsan, pelaku mengikat tangan dan kaki korban menggunakan lakban hitam serta mengambil uang tunai berjumlah Rp 5.500.000 dan meninggalkan korban dalam pompong dengan keadaan terikat.

Selanjutnya, sekitar pukul 17.00 WIB pompong milik korban ditemukan oleh Patroli Pol Air Polres Inhil dan langsung dibawa ke Puskesmas Kuala Lahang untuk mendapatkan perawatan.

“Saat ini petugas Sat Polair Polres Inhil bersama Polsek Gaung masih melakukan penyelidikan keberadaan pelaku,” tandasnya.




Ratusan Meter Kabel PLN di Kemuning Dicuri OTK

Kemuning (detikriau.org) – Sepanjang 120 meter kabel Optik Gardu milik PLN Rayon Rengat hilang diduga akibat ulah tangan jahil di jalan Lintas Timur Dusun Leboy Desa Keritang Kecamatan Kemuning, Senin (8/8/2016) kemarin.

Raibnya kabel listrik ini mula diketahui sekitar pukul 12.00 WIB. Saat itu salah seorang pegawai PLN, Mardi (38) dihubungi oleh saksi menanyakan penyebab mati lampu di sekitar TKP. Pasalnya, listrik tersebut belum menyala sejak pukul 03.00 WIB.

Atas dasar informasi itu, pegawai PLN langsung mengecek di TKP hingga akhirnya diketahui kalau kabel ukuran 150 mm (4×10 m) dan 70 mm (8×10 m) dengan total sepanjang 120 meter sudah raib.

Dari peristiwa tersebut, pihak PLN mengalami kerugian mencapai Rp 8 juta dan melaporkan ke Polsek Kemuning meminta untuk diusut tuntas.

“Laporan sudah masuk. Kini, petugas kepolisian setempat masih melakukan penyelidikan,” ungkap Kapolres Indragiri Hilir (Inhil) AKBP Dolifar Manurung Sik melalui Paur Humas, Ipda Heriman Putra, Selasa (9/8/2016)./Mirwan




Samakan Persepsi, Kesbangpol Inhu Gelar Dialog Dengan Masyarakat

“Masalah Ketahanan Ekonomi dan SDA”

Rengat, detikriau.org – Kesamaan persepsi antara masyarakat dan pemerintah dalam menghadapi masalah terkait ketahanan ekonomi dan sumber daya alam (SDA) suatu daerah menjadi sesuatu hal yang penting untuk dikomunikasikan.

Sebagai bentuk upayanya, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Inhu menggelar forum dialog di Aula Wisma Ferdy Pematang Reba Kecamatan Rengat Barat, Selasa (9/8/2016).

Kegiatan yang dibuka Wakil Bupati Inhu H Khairizal itu turut menghadirkan dua narasumber yakni Direktur Ketahanan Ekonomi Sosial dan Budaya Dirjen Kesbangpol Jakarta dan Rudolf Butar-Butar dari Badan Kesbangpol Propinsi Riau.

“Selain untuk menyamakan persepsi tentang potensi ketahanan ekonomi dan SDA yang ada di Inhu serta bagaimana mengembangkan dan memberdayakannya, forum dialog ini juga menjadi upaya untuk mengetahui potensi konflik sekaligus upaya pencegahan terjadinya konflik itu sendiri,”ujar Kepala Kesbangpol Inhu H Adri Bahar selaku Ketua Pelaksana.

Maka dari itu, ia mengharapkan agar seluruh peserta yang ikut dalam forum dialog ini dapat mengikuti kegiatan ini dapat mengikutinya dengan baik.

Sementara itu, Wakil Bupati Inhu H Khairizal menganggap forum dialog antara pemerintah dengan masyarakat seperti ini perlu untuk dilakukan. Sebab, upaya pengelolaan potensi sumber daya alam dan ekonomi di Inhu sejauh ini dinilai belum begitu maksimal.

Untuk itu, melalui kegiatan ini diharapkan akan memunculkan satu persepsi yang sama sebagai upaya untuk meminimalisir munculnya masalah terkait dengan ketahanan ekonomi dan SDA di daerah masing­-masing.

Wabup juga meminta agar koordinasi antara setiap mitra kerja, dalam hal ini masyarakat dengan Pemkab Inhu perlu untuk terus dilakukan guna suksesnya  pelaksanan pembangunan.

Total, sebanyak 80 peserta dari tujuh kecamatan di Inhu ikut serta pada forum dialog ini.

Turut hadir pada kegiatan itu, sejumlah Kepala Dinas, Kepala Kantor dan pejabat lain di lingkungan Pemkab Inhu (zal)




Sukseskan Program Pemberian Obat Filariasis Massal, Pemkab Inhu Gelar Rakor

Rengat, detikriau.org – 1 Oktober 2016 mendatang, program pemberian obat massal penyakit filariasis (kaki gajah) tahap V akan dilakukan serentak diseluruh wilayah di Indonesia. Sebagai bentuk komitmen serta kesiapan guna mensukseskan kegiatan itu, Pemkab Inhu menggelar rapat koordinasi di Aula Bappeda dan Litbang Inhu, Senin (8/8/2016).

Rakor yang dibuka Asisten Pemerintahan dan Kesra Inhu H Asryan tersebut turut menghadirkan narasumber drg Tyas dari Dinas Kesehatan Propinsi Riau.

“Tahun ini merupakan tahun ke lima pemberian obat pencegahan massal dari penyakit filariasis. Secara umum, upaya yang dilakukan Pemkab Inhu pada tahap sebelumnya telah mencapai target. Dan,1 oktober nanti kegiatan ini akan dilakukan serentak di seluruh wilayah yang tergolong dalam wilayah endemis penyakit ini,” ujar Sekretaris Dinas Kesehatan Inhu Rika Varia Nora.

Menurutnya, sasaran pemberian obat pencegahan massal filariasis ini adalah seluruh masyarakat Inhu yang tergolong pada kelompok usia diatas dua tahun kecuali ibu yang dalam kondisi hamil. Sejauh ini, lanjut Rika sudah ditemukan sejumlah kasus penyakit filariasis di tiga kecamatan di Inhu. Diantaranya, Kecamatan Rengat Barat, Sungai Lala dan Kelayang.

“Penyakit ini tidak dapat diobati, untuk itu upaya yang dilakukan Dinkes Inhu yakni melakukan tata kelola agar tidak memperburuk kondisi penderita,” tambahnya.

Ia mengharapkan, melalui rakor ini akan terbentuk komitmen untuk mensukseskan gerakan pemberian obat massal penyakit filariasis sehingga nantinya penderita penyakit ini tidak bertambah dan tahun 2020 mendatang tidak lagi ditemukan.

Harapan yang sama juga disampaikan  Asisten Pemerintahan dan Kesra Inhu H Asryan. Menurut Asryan, melalui rapat koordinasi ini diharapkan mampu membangun semangat dalam upaya pengoptimalan bulan eliminasi kaki gajah sekaligus untuk mengevaluasi kendala yang ditemukan pada tahapan sebelumnya.

Untuk itu, ia menghimbau agar semua pihak yang terkait dapat membangun satu komitmen guna mensukseskan pemberian obat pencegahan massal filariasis pada 1 oktober mendatang.

“Saya berharap, melalui rakor ini dapat memacu semangat semua pihak terkait untuk membentuk satu komitmen demi mencapai hasil yang terbaik. Semoga kerja keras kita dapat memberikan hasil terbaik bahwa masyarakat Inhu terhindar dari penyakit ini,” jelas H Asryan.

Turut hadir pada rapat koordinasi ini beberapa perwakilan FKPD, Camat serta sejumlah utusan dari UPTD Puskesmas se Kabupaten Inhu. (Zal)