Tahukah Kamu Sejarah Awal Pemberian Gelar ‘Haji’ ?

Oleh: Alwi Shahab

pemberangkatan jamaah haji indonesia tempo doeloe
pemberangkatan jamaah haji indonesia tempo doeloe

detikriau.org – Sungguh mudah perjalanan ibadah haji saat ini. Hanya dalam tempo 10 jam pesawat yang kita tumpangi sudah tiba di Arab Saudi. Hal semacam ini tidak pernah terbayangkan oleh mereka yang menunaikan ibadah haji di masa-masa lampau. Apalagi, sampai awal 1970-an perjalanan ke Tanah Suci masih melalui kapal laut. Hingga untuk menunaikan rukun Islam ke lima diperlukan waktu tiga bulan, baru kembali ke Tanah Air.

Tapi, jauh sebelum adanya kapal laut, hasrat umat Islam di Indonesia untuk menunaikan ibadah haji cukup besar. Ini terbukti dengan beberapa laporan yang menyebut para jamaah haji tersebut menggunakan kapal layar.

Hingga mereka mengarungi lautan selama berbulan-bulan, bahkan sampai memakan waktu dua tahun. Ini disebabkan karena kapal layar harus berhenti di beberapa pelabuhan. Resiko perjalanan cukup besar. Sering kali menghadapi perompak, gelombang dahsyat, dan penyakit.

Kesulitan transportasi ini makin dipersulit dengan adanya politik pemerintah kolonial Belanda untuk mengendorkan semangat umat Islam Indonesia pergi ke Tanah Suci. Bagi Belanda, ibadah haji merupakan bahaya besar dalam mempertahankan politik kolonialnya di Indonesia.

Belanda Kontrol Muslim Indonesia yang Ingin Berhaji

Yang ditakutkan Belanda, selama di Tanah Suci itu, para jamaah haji Indonesia mengadakan kontak dengan jamaah dari berbagai negara. Apalagi waktu itu, banyak pemberontakan di Tanah Air melawan penjajahan digerakkan para haji.

Berbagai peraturan dikeluarkan pihak kolonial untuk menghambat umat Islam berhaji. Pada 1825, dikeluarkan ordonansi. Isinya melarang umat Islam pergi ke haji tanpa pas jalan.

Untuk mendapatkan pas jalan mereka harus membayar 110 gulden. Uang sebesar itu nilainya sangat tinggi. Mengingat harga rumah sederhana hanya 50 gulden. Demikian keras peraturan itu, sehingga mereka yang pergi haji tanpa pas kembalinya akan dikenakan denda dua kali lipat. Sementara, pulangnya para haji ini harus menempuh ujian terlebih dahulu, sebelum berhak mendapatkan gelar ‘haji’ di depan namanya dan menggunakan pakaian haji.

Meskipun berbagai kendala dilakukan pihak kolonial, tapi tidak pernah meruntuhkan hasrat umat Islam Indonesia untuk menunaikan ibadah haji. Apalagi, pada pertengahan abad ke-19 kapal bermesin (uap) mulai beroperasi melintasi benua.

Diperas

Cukup banyak jamaah Indonesia yang bertolak ke Tanah Suci melalui Singapura. Yang tinggal di Pulau Jawa, berangkat melalui dua pelabuhan, Batavia dan Surabaya. Setelah beristirahat beberapa lama di Singapura, barulah ke Jeddah.

Sayangnya, sejak dulu (hingga kini), jamaah haji kerap menjadi korban penipun. Mulai dari saat berangkat di Tanah Air mereka sudah ‘diperas’ oleh para “syekh”. Pengertian syekh di sini adalah agen atau para calo tiket kapal dari perusahaan-perusahaan milik Inggris dan Belanda.

Kadang-kadang para calon haji karena kehabisan perbekalan dan menjadi korban penipuan syekh akhirnya hanya sampai di Sinapura. Karena itu pada akhir abad ke-18 dan ke-19 dikenal istilah ‘Haji Singapura’. Karena para calon haji ini hanya sampai di kota itu saja perjalanannya, jadi korban syekh dan calo-calo.

Baru pada medio 1920 mulai ada kapal yang berangkat dari Indonesia ke Jeddah, yang dilakukan oleh maskapal pelayaran Belanda: Nederland, Rotterdam dan Semerong Blouw dari Inggris, yang tergabung dalam Kongsi Tiga, nama perusahaan pelayaran pengangkutan haji yang terkenal kala itu.

Menempuh Perjalanan Panjang

Tapi, pergi haji tahun itu harus tahan mental. Beberapa penderitaan selama pelayaran lebih satu bulan itu harus dijalani oleh para calon jamaah haji. Sebelum sampai ke Jeddah, para jamaah harus diturunkan di Kamerun, Afrika Utara. Di sini mereka dikarantina selama tiga hari. Mereka diperlakukan tidak manusia, mandi dengan air asin dan mendapatkan makanan sangat minim.

Sepulang dari ibadah haji, jangan harap para jamaah bisa langsung kembali ke keluarganya. Mereka kembali di karatina dengan jangka waktu yang sama, di Pulau Onrust, salah satu pulau dari Kepulauan Seribu di Teluk Jakarta. Bahkan para jamaah haji masih diperlakukan tidak wajar, seperti ditelanjangi.

Akibat perlakuan yang sangat merendahkan derajat umat Islam ini, sejumlah ulama khususnya di Pulau Jawa mengeluarkan fatwa: “Tidak wajib bagi kaum wanita pergi haji berhubung dengan perlakuan yang kurang baik di jalan.”

Perlakuan diluar kemanusiaan juga dilakukan oleh perusahaan ‘Kongsi Tiga’. Menurut buku Lintasan Sejarah Perjalanan Jamaah Haji Indonesia, para jamaah, baik pria, wanita dan anak-anak ditempatkan di ruangan yang sangat sempit siang dan malam. Akibatnya norma-norma kesopanan dan tata susila tidak terjamin walaupun perjalanan itu dalam rangka ibadah haji.

Ordonansi Haji

Yang menyedihkan, saat berada di Tanah Suci pun penderitaan jamaah ini belum juga berakhir. Tragedi seperti terjadi di kapal terulang kembali. Tanpa mengenal kemanusiaan dan hanya mengejar keuntungan, oleh para syekh mereka ditempatkan di ruangan yang tidak baik ventilasi udaranya maupun sanitasinya.

Menurut buku tersebut: “Pemeriksaan-pemeriksaan terhadap para jamaah baik oleh perusahaan pelayaran ‘Kongsi Tiga’ dan broker-broker-nya yang terdiri dari orang pribumi sendiri, penipuan-penipuan oleh para tengkulak haji serta para badal syekh (agen para syekh di Indonesia) melakukan pemerasan-pemerasan secara legal dan memperoleh perlindungan dari pemerintah Hindia Belanda. Intinya calon jamaah haji merupakan sumbernya memperoleh penghasilan dan pemerasan yang sangat empuk.”

Bagaimana kejamnya pemerasan dan penderitaan jamaah haji dapat dibaca dalam propektus Komite Perbaikan Haji yang diterbitkan 1 Januari 1938, yang sebagian kita kutip: “Serendah derajat, sejelek nasib dan seburuk moril dari bangsa kita tidak ada yang lebih buruk, dari derajat dan derajat nasibnya orang haji bangsa kita dalam kapal. Mereka lebih rendah dan lebih jelek dari kuli kontrak, hanya menang moril boleh jadi ….”

Akibatnya terjadi aksi-aksi protes di Tanah Air. KH Ahmad Dahlan (Pendiri dan Ketua Umum PP Muhammadiyah) pada 1912 mendirikan Bagian Penolong Haji yang diketuai KH M. Sudjak. Usaha perbaikan haji yang dirintis pendiri Muhammadiyah ini mendapatkan dukungan luas masyarakat. Akibatnya pada 1922 Volksraad (parlemen pada masa kolonial), mengadakan perubahan-perubahan dalam Ordonansi Haji.

sumber: republika




Setengah Kota Amatrice ‘Hilang’ Akibat Gempa di Italia

foto: bbc.com
foto: bbc.com

Detikriau.org – Salah satu kota di tengah Italia, Amatrice, luluh lantak akibat gempa berkekuatan 6,2 skala Richter yang mengguncang negara itu pada Rabu (24/8). Gubernur Amatrice, Sergio Pirozzi, bahkan menyebut setengah dari kota yang dipimpinnya itu “menghilang.”

“Ruas jalan masuk dan keluar hancur. Setengah dari kota ini hilang,” ujar Pirozzi kepada stasiun televisi lokal, RAI, seperti dikutip Reuters.

Melanjutkan pernyataannya, Pirozzi berkata, “Orang-orang tertimpa reruntuhan. Ada pula tanah longsor dan jembatan-jembatan yang kemungkinan runtuh.”

Badan Perlindungan Sipil Italia mengatakan bahwa gempa bumi ini “parah” dan mereka sudah menerima banyak laporan kerusakan.

Hingga hari Kamis (25/8/2016), jumlah korban tewas terdata sebanyak 247 orang. Selain korban tewas, 368 orang mengalami luka, beberapa orang di antaranya dalam kondisi kritis dan sejumlah korban masih terjebak dibawah reruntuhan.

Gempa yang menghancurkan banyak bangunan tersebut membuat warga panik dan berhamburan ke jalan-jalan.

Sementara itu, warga yang selamat dari amukan gempa terpaksa menghabiskan waktu pada malam yang dingin di bawah tenda. Mereka belum mau kembali ke kediaman masing-masing karena khawatir masih ada gempa susulan.

Survei Geologi AS (USGS) menyatakan gempa 6,2 SR yang melanda di dekat Kota Norcia, Umbria, terjadi pada pukul 03.36 waktu setempat rabu (25/8).

Tim penyelamat masih mencari dan menarik korban di antara puing-puing bangunan dengan tangan kosong. Kebanyakan korban yang dievakuasi dalam kondisi berdarah. Suara jeritan untuk minta tolong juga masih terdengar di bawah reruntuhan bangunan.

Kantor berita Italia, Ansa, melaporkan kawasan terparah adalah Amatrice setelah kota kecil itu terbelah dua. Di antara para korban tewas, terdapat bayi perempuan berusia sembilan bulan yang ditarik dari puing-puing rumahnya.

Wali Kota Accumoli, Stefano Petrucci, mengatakan sejumlah bangunan telah rusak parah. Dia belum bisa memastikan jumlah warganya yang  terkubur dipuing-puing bangunan.

”Semua rumah telah runtuh di Pescara del Tronto,” katanya kepada stasun televisi RAI. ”Saya belum pernah melihat adegan apokaliptik (seperti ini),” lanjut dia.

”Empat orang berada di bawah reruntuhan, tetapi mereka tidak menunjukkan tanda-tanda kehidupan. Dua orang tua dan dua anak,” ujarnya.

Seorang fotografer bernama Emiliano Grillotti mengatakan ada petugas penyelamat menggali puing-puing bangunan yang hancur dengan tangan kosong untuk menyelamatkan empat keluarga. Petugas itu bertindak cepat setelah mendengar salah satu dari anak berteriak.

Wali Kota Amatrice, Sergio Pirozzi, mengatakan daerahnya telah mengalami kerusakan yang luas.

”Setengah kota hilang,” katanya.”Ada orang-orang di bawah reruntuhan. Ada tanah longsor dan jembatan runtuh,” katanya lagi.

”Tujuan utama sekarang adalah untuk menyelamatkan banyak nyawa yang mungkin bisa. Ada suara-suara di bawah reruntuhan, kita harus menyelamatkan orang-orang di sana,” imbuh dia.

Meski gempa terjadi di kawasan pedesaan Umbria, Marche, dan Lazio, sebagian besar korban berasal dari kota Roma. Sebab, banyak rumah di ketiga kawasan itu adalah milik warga Roma yang menempatinya hanya pada saat liburan musim panas.

Ini merupakan gempa terkuat di Italia setelah yang menimpa kota L’Aquila pada 2009 dan menewaskan sekitar 300 orang.

Guncangan gempa ini bisa dirasakan hingga Roma yang berjarak 150 kilometer dari pusat gempa. Gempa ini mengakibatkan Pemerintah Roma memerintahkan pemeriksaan struktur bangunan bersejarah Colloseum./*

sumber: sindonews /  cnnindonesia 

 




Ini Puluhan Nama Korban Terdampak Angin Ribut di Mandah

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Sebanyak 25 unit rumah warga Kecamatan Mandah diterjang badai, Rabu (24/8/2016) kemarin sekitar pukul 02.30 WIB.

Dari 25 tersebut, 4 diantaranya belum terdata secara akurat karena lokasinya belum bisa terjangkau di Desa Batangsari dikarenakan faktor geografis.

“Yang terdata itu di desa Belaras, sebanyak 21 unit, ada yang rusak ringan dan ada juga yang berat,” ungkap Kapolres Indragiri Hilir (Inhil) AKBP Dolifar Manurung melalui Paur Humas Ipda Heriman Putra.

21 korban tersebut adalah Raja Alfin, Mila, Rasid, Jahse, Andi Masinau, Muhari, Dengkang, Rusli, Manaf dan Salmah mengalami rusak berat pada atap Seng.

Mukhtar, Boy, Sudirman, SDN 005 Belaras dan Majelis taklim mengalami rusak ringan pada atap seng.

Selanjutnya Amirudin, Tukia, Atong, Jainudin dan Marka mengalami rusak ringan di bagian atap terbuat dari daun. Terakhir, Marhamah, rumahnya mengalami rusak parah pada atap daun.

“21 korban ini rumahnya berada di pinggir sungai, dan mayoritas bangunannya terbuat dari kayu rata-rata bangunan lama,” paparnya.

Atas kejadian tersebut, lanjutnya, tidak ada korban jiwa sebab pada umumnya para korban mengetahui dan segera berpindah kerumah keluarganya.

“Untuk kerugian materi, hingga saat ini belum bisa ditaksir,” tutup Paur Humas./Mirwan

 




Bahas Rencana Aski Pencegahan Korupsi, Tim Korsupgah KPK Kunjungi Kabupaten Inhu

Rengat, detikriau.org – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melaksanakan Koordinasi dan Supervisi Pencegahan Korupsi (Korsupgah) di Kabupaten Inhu, Kamis (25/8). Korsupgah ini merupakan tindak lanjut dari penandatangan komitmen bersama pemberantasan korupsi yang telah dilakukan seluruh kepala daerah se Provinsi Riau di Pekanbaru, April 2016 lalu.

Tim Korsupgah KPK yang datang ke Kabupaten Inhu berjumlah tiga orang terdiri dari Najib, Tri Budi dan Ardiansyah. Tim Korsupgah diterima Bupati Inhu H Yopi Arianto didampingi sejumlah pejabat dilingkungan Pemkab Inhu di ruang kerjanya.

Usai menggelar pertemuan dengan Bupati H Yopi Arianto, Tim Korsupgah KPK langsung menggelar pertemuan dengan sejumlah SKPD yang dipimpin Wakil Bupati Inhu H Khairizal di ruang rapat Kantor Bappeda dan Litbang Inhu.

Selain itu, Tim Korsupgah KPK juga melakukan peninjauan di Unit Layanan Pengadaan (ULP) Kabupaten Inhu serta proses pengurusan perizinan di Badan Penanaman Modal Daerah, Pelayanan Perizinan Terpadu (BPMD-PPT) Kabupaten Indragiri Hulu.

“Kehadiran kami di Kabupaten Inhu dalam rangka Koordinasi dan Supervisi Pencegahan Korupsi sekaligus tindak lanjut dari penandatangan komitmen bersama pemberantasan korupsi oleh seluruh kepala daerah di Riau pada bulan April lalu,” ujar Ketua Tim Korsupgah KPK.

Dijelaskan Najib, dalam pelaksanaan Korsupgah ini, pihaknya membahas rencana aksi program pemberantasan korupsi terintegrasi yang telah disusun Kabupaten Inhu dengan fokus pada proses perencanaan, pengadaan barang dan jasa serta perizinan.

“Dalam pelaksanaannya, kita akan melakukan monitoring dan jika ada persoalan ataupun kendala-kendala kita akan carikan solusinya sehingga upaya pencegahan korupsi di Kabupaten Inhu dapat terlaksana dengan baik,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Inhu H Khairizal menyambut baik kehadiran Tim Korsupgah KPK. Ia berharap kehadiran tim Korupgah KPK mampu memberikan masukan demi perbaikan terhadap upaya pemberantasan korupsi di Kabupaten Inhu.

“Salah satu fokus pembahasan tim KPK adalah terkait kesiapan penggunaan teknologi informasi oleh Pemkab Inhu dalam penyelenggaraan pemerintahan. Dan saat ini Pemkab Inhu tengah melakukan upaya integrasi terhadap berbagai aplikasi yang telah digunakan SKPD,” ucapnya.(zal)

 




Inilah Nomor Darurat untuk Menghubungi Allah

Perkembangan teknologi semakin mempermudah manusia dalam urusan berkomunikasi. Berbicara jarak jauh ini bisa saja membahas mengenai profesi, kegiatan sehari-hari, bahkan urusan pribadi. Manusia hanya tinggal tekan nomor saja agar bisa terhubung satu sama lain.

Berbagai permasalahan kehidupan seolah sudah ada nomornya masing-masing. Namun tetap saja, mereka yang kita hubungi lewat nomor darurat ini adalah manusia yang tidak sepenuhnya mampu menyelesaikan persoalan yang terjadi.

Sayangnya diantara kita jarang terbesit untuk menghubungi Allah? Padahal Dia memiliki nomor-nomor darurat yang bisa dihubungi. Nomor ini tidak pernah berganti, dan menjadi jalan keluar bagi manusia yang memiliki permasalahan duniawi. Berapa saja nomornya?

Nomor-nomor ini bisa anda cari di dalam Alquran. Di sana Allah menjelaskan bagaimana mengatasi persoalan yang kerap kali dialami manusia. Sayangnya, manusia kerap kali memilih sesamanya untuk berbagi dibanding Sang Pencipta.

Padahal, tidak jarang mengadu kepada manusia justru akan menimbulkan persoalan baru. Berikut ini nomor yang bisa anda hubungi sesuai kondisi kehidupan yang anda alami.

1. Jika Sedang Sedih Hubungi 2:286
Nomor pertama yang bisa anda hubungi adalah 2: 286, yang artinya Surah ke dua dalam Alquran ayat 25. Nomor ini merujuk pada surat Albaqarah ayat ke-286. Anda bisa menghubungi Allah melalui surat ini ketika sedang bersedih hati.

Ayolah, jangan lagi mengadu kepada teman, sahabat atau saudara ketika hati sedang sedih. Karena tidak jarang apa yang kita ceritakan justru membebani dan membuat hati mereka pedih.

Hubungi saja Allah dengan membaca surat ini. Dalami maknanya, dan ketika hatimu bergetar artinya saat itu kita sedang terhubung dengan Allah. Surat ini memiliki arti sebagai berikut:

“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.” (Lihat QS.Al-Baqarah : 286).

Bagaimana? Bukankah Dia yang memberikan kesedihan itu? Sehingga kita tidak perlu untuk berlarut-larut untuk bersedih. Karena sesuai janji-Nya, Allah hanya memberikan ujian sesuai kesanggupan hamba-Nya.
Boleh juga untuk menambahkan nomor lainnya ketika sedih itu datang. Yakni pada nomor 2:216 yang berarti dalam Surat Albaqarah ayat 216 yang artinya

“…boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui”. (Lihat QS.Al-Baqarah : 216)

2. Jika Mencari Teman Hubungi Nomor 9:129
Kita kerap kali merasa kesepian dalam kehidupan. Tidak jarang hal ini justru membuat frustasi dan kehilangan arah. Namun tenang saja, Allah juga menyediakan nomor darurat untuk dihubungi. Angka ini merujuk pada Surat At Taubah ayat 129 yang artinya

“….Cukuplah Allah bagiku; tidak ada Ilah selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakal…….” (Lihat QS.At-Taubah : 129)

3. Jika Hati Tidak Tentram Hubungi Nomor 13:28
Nomor ini merujuk pada surat Al-Ra’d ayat 28. Ini menjadi jawaban untuk manusia yang tidak tentram dalam menjalani kehidupannya. Lihatlah bagaimana Allah memberi jawaban untuk mereka yang hatinya tidak tentram. Surat tersebut memiliki arti:

“(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.” (QS: Al Ra`d:28).

4. Jika Merasa Tidak Dihargai Hubungi nomor 79:22
Ketika merasa tidak dihargai orang, kita biasanya akan marah-marah sendiri, menceritakan kekesalan yang dialami kepada orang lain dan tindakan negatif lainnya. Bersabarlah cobalah bercerita dengan Allah dengan menghubungi nomor 79:22 berikut ini. Nomor ini merujuk pada surat Al-Insan Ayat 22 yang artinya:

“Sesungguhnya ini adalah balasan untukmu, dan usahamu adalah disyukuri (diberi balasan)”. (QS. 79:22)

Nah lihatlah bahwa ternyata apa yang kita dapatkan merupakan balasan atas perlakuan kita sendiri. Boleh jadi hari ini kita berlaku baik, namun apa kita ingat kalau mungkin saja bertahun-tahun lalu kita juga pernah tidak menghargai orang lain. Sehingga balasannya baru diterima hari ini.

5. Jika Merasa dalam Kesulitan Hubungi Nomor 94-5-6
Dalam hidup kita sering kali mengalami kesulitan. Dalam berbagai aspek, rasanya ujian tidak henti-henti menghampiri dan membuat kita berputus asa.  Jika merasa hidup sulit, maka jangan langsung menghubungi orang lain. Karena mengadu kepada Allah ternyata lebih menenangkan hati. Silakan hubungi 94-5-6 yang merujuk pada surat Al-Insyirah ayat 5 dan 6 yang artinya:

“Maka sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan,” (QS. Al-Insyirah: 5-6).

Lihatlah bagaimana Sang Pemberi Kesulitan ini menjanjikan kemudahan kepada kita. Jawaban ini tentu tidak diberikan oleh manusia jika kita mengadu kepada mereka. Manusia tidak bisa menjamin kemudahan dibalik kesulitan itu, layaknya Allah SWT.

Semoga nomor-nomor ini bisa menjadi jalan keluar bagi Anda yang membutuhkan pertolongan. Bacalah, jika hati bergetar artinya kita sedang terhubung dengan Sang Pemberi kehidupan.

sumber: infoyunik




Warga Resah, Begal Mengganas di Perairan Sungai Indragiri

Tembilahan, detikriau.org – Aksi begal diperairan sungai Indragiri dalam beberapa minggu belakangan membikin resah warga. Sekelompok pelaku yang dikabarkan beraksi  mempergunakan speedboat dengan penutup wajah ini mengganas disepanjang perairan di Kecamatan Tembilahan Hulu hingga Kecamatan Tempuling.

Menurut informasi dilapangan, begal perairan diperkirakan berjumlah sekitar 7 orang ini tidak hanya beraksi dimalam hari. Disiang hari-pun tanpa mengenal takut mereka mencegat dan menjarah barang-barang berharga milik korban yang sedang melintasi perairan.

“Iya, warga menjadi resah. Bahkan ada warga Sungai Nibung yang sudah pindah ke Pulau Palas karena takut menjadi korban,” akui Kepala Desa Sungai Intan Kecamatan Tembilahan Hulu, Ahmad Effendi dikomfirmasi wartawan melalui sambungan selularnya, rabu (24/8/2016)

Diakui Effendi juga, keresahan warga ini sudah disampaikannya kepada aparat berwenang dan berharap untuk segera disikapi.

“takut kalau begal juga melakukan aksi hingga kedaratan, kita juga mulai intensifkan ronda malam,” tambah adik kandung salah seorang anggota DPRD Inhil ini mengakhiri.

Dikomfirmasi wartawan secara terpisah, Kapolres Inhil AKBP Dolifar Manurung membenarkan pihaknya sudah mendapatkan laporan terkait aksi begal ini. Kepolisian menurutnya saat ini sedang melakukan penyelidikan.

“kita sudah terjunkan petugas kelokasi untuk melakukan penyelidikan,” sampaikan Kapolres sembari meminta jika ada warga yang menjadi korban untuk segera menyampaikan laporan kepada pos kepolisian terdekat./ dro