Di Perusahaan Bra Ini, Pekerja Laki-Laki Diminta Memakai Payudara Palsu

detikriau.org – Perusahaan bra ini meminta staff laki-lakinya untuk memakai payudara palsu agar bisa memahami perempuan.

Perusahaan bra bernama PrimaDonna itu para staffnya diberi semacam payudara buatan yang seperti barbel sehingga penggunanya akan merasakan sendiri bagaimana rasanya memiliki payudara yang besar dan berat.

CEO yang punya ide unik itu sendiri bernama Ignace Van Doorselaere.

Ignace berkata bahwa hanya ada satu cara untuk membuat para lelaki memahami perempuan yaitu mencoba sendiri bagaimana rasanya memiliki payudara.

Payudara buatan yang harus dipakai oleh para staff itu ukurannya adalah E dan beratnya sekitar satu hingga satu setengah kilogram per dada.

Seharian penuh, para staff laki-laki ini harus terus memakai payudara buatan tersebut.

Mereka memang diminta untuk merasakan sendiri bagaimana dada yang berat bisa membuat punggung dan leher menjadi sakit.

“Hanya dengan cara inilah mereka bisa memahami betapa pentingnya memakai bra yang pas dan mendukung dada dengan baik,” katanya. (intisari/boredpanda.com)

baca sumber




Merinding Saat Jenazah Berbicara Waktu dimandikan. Apa yang dikatakannya Sangat Mengejutkan

detikriau.org – Sewaktu waktu ajal menjemput, tidak ada seseorang juga yang dapat menghentikan.

Dalam satu kitab karya Imam Abdirrahin bin Ahmad Al Qadhiy, diterangkan bagaiman sakitnya raga waktu ruh mulai dicabut.

Hal semacam ini dikisahkan Rasulullah SAW pada Aisyah ra.

“Dan datanglah sakaratul mautdengan sebenarnya Itulah yang anda selalu lari darinya”.

Dilansir Ohbulan.com, Selasa (23/8/2016), dalam satu hadits yang diriwayatkan oleh Aisyah ra, dikisahkan bila satu hari ia tengah duduk di dalam rumah dan mengatakan salam.

Aisyah ra merencanakan untuk berdiri dan menyongsong kedatangan kekasih Allah itu.

“Duduklah di tempatmu, tidak usah berdiri wahai Ummul Mukminin, ”begitu ucap Rasulullah SAW.

Lantas Rasulullah SAW ikut duduk dan menempatkan kepalanya di pangkuan Aisyah, Tak berapa lama lantas Rasulullah SAW juga tidur terlentang.

Saat itu Aisyah ra dapatkan uban yang ada di jenggot Rasulullah SAW dan lihat 19 helai rambut yang memutih.

Jadi Aisyah juga menangis sampai air matanya jatuh menetes di muka Rasulullah SAW sampai pada akhirnya ia juga terbangun dari tidurnya.

“Wahai ummul mukminin, apa yang bikin anda menangis? “ tutur Rasulullah SAW.

Jadi Aisyah ra bercerita apa yang ia rasakan sesudah lihat uban-uban Rasulullah SAW itu.

“Tahukah anda, kondisi apakah yang paling menyusahkan untuk mayit? ” Kata Rasulullah SAW.

“Tidak ada kondisi yang paling menyusahkan atas diri mayit dari saat keluar dari rumahnya, anak-anak yang ditinggalkan ada di belakangnya, serta menangisinya, ” kata Aisyah.

“Itu memanglah menyakitkan, tetapi masih ada lagi yang jalan pedih dari itu, ” sahut Rasulullah SAW.

“Tidak ada keadaan yang lebih berat atas diri mayit dari saat dia dimasukkan dalam liang kubur dan dikubur di bawah tanah, beberapa kerabat, anak dan istrinyameninggalkannya pulang.”

“Lalu datanglah Malaikat Munkar dan Nakir dalam kuburnya, ” papar Aisyah lagi.

Rasulullah SAW tersenyum mendengar pembicaraan itu. Lalu beliau menjelaskan pada bila sebenarnya saat yang paling berat untuk mayit yakni waktu datangnya “Tukang Memandikan Mayit”.

Mereka keluarkan cincin dari jari-jari orang yang mati itu, melepas pakaiannya kemusian memandikannya.

Waktu itu, ruhnya memanggil saat saksikan jasadnya telanjang dengan suara yang dapat didengar oleh semuanya makhluk kecuali jin dan manusia.

“Apa yang diserukan oleh ruh itu ya Rasulullah? “tanya Aisyah.

“Hai tukang memandikan, untuk Allah saya memohon kepadamu agar engkau mencopot bajuku dengan rencana- ide, karena sesungguhnya saat ini saya tengah istirahat dari sakitnya pencabutan nyawa dari Malaikat Maut, “begitu ungkap Rasulullah SAW.

“Lalu apa yang diserukan lagi oleh ruh …? “tanya Aisyah ra lagi.

“Hai tukang memandikan, untuk Allah jangan sampai engkau tuangkan air panas, jangan sampai engkau gunakan air panas dan jangan sampai juga air dingin, sesungguhnya jasadku telah terbakar sebab dicabutnya nyawaku, “papar Rasulullah SAW.

“Lalu waktu dimandikan, apa yang diserukan oleh ruh itu …? “tanya Aisyah ra lagi. Dan waktu dimandikan, ruh itu berkata,

“Demi Allah, hai tukang memandikan, jangan pernah engkau pegang diriku begitu kuat, sesungguhnya jasadku masih tetap terluka karena keluarnya nyawa, “tutur Rasulullah SAW.

Baca Sumber

 




Satres Narkoba Polres Inhu Amankan 1.135 Butir Ekstasi Beserta 1 Paket Sedang Sabu-Sabu

Tsk bersama barang bukti. Foto: pelitariau
Tsk bersama barang bukti. Foto: pelitariau

Pekanbaru, detikriau.org – Satuan Reserse Narkoba Kepolisian Resor Indragiri Hulu berhasil mengamankan sebanyak 1.135 butir pil ekstasi beserta satu paket sedang sabu-sabu dari tangan tersangka RA (44). Tsk ditangkap polisi pada sabtu (27/8/2016) sekira pukul 16.30 Wib di Kecamatan Pasir Penyu, Kabupaten Inhu.

Menurut keterangan pihak kepolisian, kepemilikan ribuan pil haram ini bermula dari informasi masyarakat dan kemudian dilakukan pengembangan hingga berhasil mengindentifikasi Tsk.

“dari penyelidikan dan pemetaan, pelaku berhasil diamankan saat berada di Jalan Namboyan, Kelurahan Sekar Mawar, Pasir Penyu. Saat penangkapan, dari tangan tersangka saat itu hanya ditemukan 115 butir ekstasi,” kata Kepala Bidang Humas Polda Riau, AKBP Guntur Aryo Tejo di Pekanbaru, Minggu (28/8/2016)

lanjut Aryo, dari hasil pengembangan kerumah kediaman Tsk, petugas kembali berhasil menemukan sebanyak 1.020 butir pil ekstasi.

Selain ekstasi turut ditemukan alat hisap sabu-sabu, dua kaca pirek, timbangan elektrik dan satu paket sedang sabu-sabu. Seluruh total sitaan diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah.

Saat ini pelaku berikut barang bukti diamankan di Mapolres Indragiri Hulu guna penyelidikan dan pengembangan lebih lanjut, termasuk diantaranya mengungkap jaringan pengedar lainnya.

“Petugas masih terus mengembangkan kasus ini guna mengungkap kemungkinan jaringan lainnya,” Sampaikan Aryo.

Editor: dro

Baca Sumber

 




Memalak Buat Beli Miras, M Bonyok dimassa Warga Getek

TEMBILAHAN (detikriau.org) – M (35) warga gang Kalimantan Kelurahan Sungai Beringin Kecamatan Tembilahan bonyok dimassa warga. Sebelumnya, M bersama seorang rekannya W yang berhasil kabur menjalankan aksi memalak Er (17) dijembatan getek, Sungai Luar, sabtu (27/8/2016)

Berdasarkan informasi dari pihak kepolisian, kronologis bermula saat korban Er warga jalan H Arief Tembilahan sekira pukul 20.30 Wib sedang asik nongkrong bersama rekannya di pinggiran jembatan. Tidak berselang lama, M dan W dengan mempergunakan kendaraan bermotor roda dua datang menghampiri dan langsung meminta sejumlah uang kepada korban.

“Dek minta uang buat nambah beli minuman” ujar korban seraya menirukan ucapan pelaku dihadapan petugas kepolisian.

Saat itu korban menjawab tidak ada. Mendengar itu, pelaku mengancam korban dengan sesuatu benda yang diduga badik kearah dibagian perut korban sembari menggeledah kantong celana korban dan mengambil paksa 1 unit Handphone. Usainya kedua pelaku langsung melarikan diri.

Saat pelaku kabur, korban segera membuntuti dan kemudian meminta bantuan dari warga setempat untuk membekuk pelaku.

“W berhasil kabur sedangkan M berhasil diringkus. Pelaku kini sudah diamankan di Mapolres Inhil untuk menjalani proses lebih lanjut,” Ujar Kapolres Indragiri Hilir (Inhil) AKBP Dolifar Manurung melalui Paur Humas, Ipda Heriman Putra, Ahad (28/8/2016)./ Mirwan




Akhir Agustus, UNISI Gelar PKKMB Tahun 2016

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Universitas Islam Indragiri (Unisi) bakal menggelar Kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) TA 2016/2017. Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung sejak tanggal 30 Agustus hingga 2 September 2016 di Kampus Unisi Tembilahan.

Wakil Rektor III Unisi Bidang Kemahasiswaan, Junaidi SHI M Hum menerangkan, kegiatan tersebut sepenuhnya merujuk pada edaran Dirjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemenristekdikti RI Nomor: 253/B/SE/VIII/2016 tertanggal 16 Agustus 2016 tentang Pengenalan Kehidupan Kampus Bagi Mahasiswa Baru.

Dimana, diantara isi edaran itu yakni pertama Perguruan Tinggi adalah institusi yang mendapat amanah untuk menghasilkan insan intelektual, ilmuan, dan/atau profesional yang berbudaya dan kreatif, toleran, demokratis, berkarakter tangguh, serta berani membela kebenaran untuk kepentingan bangsa.

Kedua bahwa Program PKKMB merupakan program institusi bukan program mahasiswa, karena itu PKKMB menjadi tanggung jawab pimpinan perguruan tinggi dengan kepanitiaan melibatkan unsur pimpinan perguruan tinggi, dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa. Perguruan tinggi dapat menerbitkan peraturan tentang tata perilaku mahasiswa yang berisi tata tertib dan sanksi untuk menghindari pelanggaran atas norma, etika dan hukum.

Selanjutnya PKKMB diisi dengan materi tentang pengenalan kehidupan kampus baik akademik maupun non akademik disertai materi wawasan kebangsaan, kesadaran bela negara, pencegahan, penanggulangan dan penyalahgunaan narkoba, serta meredam radikalisme dengan metode yang tepat;
PKKMB diharapkan mampu menumbuhkan keakraban di antara mahasiswa, agar terjadi transfer informasi tentang pengembangan penalaran dan kreativitas mahasiswa, serta organisasi kemahasiswaan yang ada di kampus.

Terus yang keempat PKKMB diharapkan mampu menumbuhkan keakraban di antara mahasiswa agar terjadi transfer informasi tentang pengembangan penalaran dan kreativitas mahasiswa, serta organisasi kemahasiswaan yang ada di kampus.

Dan terakhir, penyelenggaraan PKKMB difokuskan pada upaya pendewasaan dan pembelajaran dengan tertib dan tidak ada kekerasan verbal, fisik maupun mental.

“Saya yakin kegiatan yang berbasis akademik ini sukses karena didukung oleh semua unsur yang ada dalam lingkup civitas akademika Universitas,” kata Junaidi, Minggu (28/8/2016).

Dengan demikian, Dosen yang sedang menempuh pendidikan Doktoral ini berharap kegiatan tahun ini bisa tepat sasaran dan memberikan informasi yang proporsional kepada mahasiswa baru.

“Kami juga berharap, sesuai dengan tema yang diangkat, yaitu sinergisitas antara perilaku, etika dan religiusitas, maka mahasiswa baru bisa memahami etika dan sopan santun seperti apa mereka idealnya ketika sudah menyandang predikat mahasiswa,” tutupnya./Mirwan




Aksi Begal di Teluk Pantaian. Rampas Jutaan Rupiah Harta Pedagang

gambar ilustrasi begal. net
gambar ilustrasi begal. netbegal

TEMBILAHAN (detikriau.org) – AH (27) babak belur dianiaya oleh dua orang tak dikenal, Sabtu (27/8/2016) kemarin sekitar pukul 19.00 WIB. Saat itu, warga Desa Sungai Dusun Kecamatan Batang Tuaka ini sedang diperjalanan seorang diri menggunakan sepeda motor dari Desa Sungai Baru menuju Teluk Pinang.

Sesampainya di TKP, tepatnya di parit 16 Desa Teluk Pantaian Kecamatan Gas, pria bekerja sebagai pedagang ini dicegat oleh 2 OTK dan langsung menarik secara paksa tas sandang korban.

“Saat itu korban mencoba melakukan perlawanan, namun kedua pelaku langsung memukul bagian kepala korban dan salah satu pelaku mengeluarkan pisau langsung menikam korban,” papar Kapolres Indragiri Hilir (Inhil) AKBP Dolifar Manurung melalui Paur Humas, Ipda Heriman Putra, Minggu (28/8/2016).

Ketika ditikam, lanjut Paur Humas, korban berusaha menangkis hingga mengakibatkan luka robek pada tangan kanan korban. Selain itu, akibat perlawanan juga dialaminya luka lebam dimata kiri dan luka memar disudut sebelah kiri dahi.

“Akhirnya, pelakupun berhasi membawa kabur tas milik korban dengan nilai kerugian materi kurang lebih Rp 2.350.000. Kini pelaku masih dalam pengejaran petugas Polsek Gas,” tutupnya./ Mirwan