Mabes Polri Sebut Penyanderaan Tujuh Petugas KLHK di Rokan Hulu Dilakukan Secara Spontan

Irjen Boy Rafli Amar
Irjen Boy Rafli Amar

JAKARTA – Mabes Polri mengetahui soal adanya massa yang menyandera di Bonai, Darussalam, Rokan Hulu, Riau pekan lalu.

Ada tujuh petugas Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, staf penyidik pegawai negeri sipil (PPNS), dan polisi kehutanan Dinas Kehutanan Provinsi Riau yang disandera saat itu.

Kepala Divisi Humas Mabes Polri, Irjen Pol Boy Rafli Amar mengatakan atas kasus ini, Kapolres Rokan Hulu sudah menuju lokasi dan ‎menyelesaikan semuanya.

“Kapolres Rokan Hulu sudah mengambil alih langsung. Itu penyanderaan spontan yang dilakukan penduduk,” kata Boy ‎disela-sela Rakernis Korlantas, Jakarta Utara, Senin (5/9/2016)

Lanjut Boy, saat itu Kapolres hadir bersama anggota mencoba memfasilitasi dan berdialog dengan ninik mamak yang ada di Rokan Hulu.

Diungkapkan Boy, dari hasil dialog, Kapolres berupaya mengakomodir keinginan warga‎ yakni bertemu dengan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya.

Terakhir, Boy juga mengimbau agar ‎ke depan masyarakat tidak melakukan hal anarkis dan mengambil langkah sendiri untuk menyelesaikan masalah.

“Diharapkan kalau ada masalah didialogkan, itu lebih elegan dan bermartabat dibanding melakukan perbuatan yang melanggar hukum,” katanya.

sumber: tribunnews.com




Menteri Siti Nurbaya Tuding PT APSL di Belakang Penyanderaan 7 Petugasnya

Petugas Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) sedang berada di lokasi kawasan hutan atau lahan yang terbakar yang berada dalam penguasaan PT APSL.
Petugas Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) sedang berada di lokasi kawasan hutan atau lahan yang terbakar yang berada dalam penguasaan PT APSL.

PEKANBARU, detikriau.org – Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Menteri LHK) Siti Nurbaya mengecam keras penyanderaan tujuh petugas KLHK, staf penyidik pegawai negeri sipil (PPNS) dan polisi kehutanan dari Dinas Kehutanan Provinsi Riau di Bonai Darussalam, Rokan Hulu, pekan lalu. Ia menyebut hal itu sebagai tindakan melawan hukuBonai Darussalamm yang merendahkan kewibawaan negara.

Melalui keterangan tertulisnya, Minggu (4/9/2016), Menteri Siti Nurbaya mengatakan penegakan hukum yang dilakukan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mendapat perlawanan dari pelaku kebakaran lahan dan perambah kawasan hutan.

Menurut dia, penyanderaan dilakukan segerombolan massa yang diindikasi kuat dikerahkan oleh perusahaan perkebunan kelapa sawit, PT Andika Permata Sawit Lestari (APSL). Peristiwa penyanderaan terjadi pada Jumat pekan lalu, saat penyidik KLHK selesai menjalankan tugas menyegel kawasan hutan atau lahan yang terbakar yang berada dalam penguasaan PT APSL.

“Penyanderaan tujuh petugas itu merupakan tindakan melawan hukum yang merendahkan kewibawaan negara. Apalagi diindikasikan adanya keterlibatan pihak perusahaan,” demikian ditegaskan Menteri Siti Nurbaya.

Dikatakannya, penyidik KLHK dan polisi kehutanan (Polhut) merupakan aparat penegakan hukum berdasarkan undang-undang (UU), yang mempunyai kewenangan untuk melakukan penyelidikan dan penyidikan atas kasus kebakaran hutan dan lahan.

Siti Nurbaya menceritakan kronologi penyanderan. Tim KLHK awalnya turun ke Bonai untuk menindaklanjuti arahan darinya untuk melakukan penyelidikan penyebab meluasnya titik api di Riau dalam beberapa pekan terakhir, yang telah mengganggu masyarakat. Sekaligus menyelidiki laporan mengenai sudah adanya masyarakat di Bonai Darussalam yang mengungsi karena kabut asap.

Dari penginderaan satelit terlihat, sumber titik api penyebab asap sampai ke daerah lainnya di Riau itu, salah satunya berasal dari kawasan yang dikuasai oleh PT APSL. “Sejak titik api meluas, saya menegaskan untuk dilakukan penyelidikan di areal yang terbakar. Maka tim dipimpin langsung Dirjen Gakkum (Direktur Jenderal Penegakan Hukum Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan) KLHK, turun ke lokasi di Riau,” ujar Menteri LHK.

Tim KLHK kemudian melakukan penyegelan lahan yang terbakar dengan memasang plang dan memberi garis PPNS (PPNS Line). Usai melakukan penyegelan, Jumat sore, saat hendak menyeberang Sungai Rokan untuk pulang, mereka dihadang sekelompok massa.

Massa, yang kemudian semakin banyak hingga berjumlah sekitar 50 orang, meminta mereka turun dari mobil dan dibawa ke suatu tempat tak jauh dari lokasi tersebut. Tim KLHK didesak menghapus foto-foto, video serta mencopot plang yang dipasang di lokasi lahan. Demi keselamatan petugas, plang penyegelan akhirnya dicabut.

“Begitu juga dengan foto-foto yang disimpan di dalam kamera digital, semua dihapus dengan disaksikan para penyandera,” demikian pernyataan Menteri Siti Nurbaya.

“Namun data foto dalam kamera drone berhasil diselamatkan. Dari kamera drone inilah, bukti foto dan video luasan lahan yang terbakar, termasuk rumah pekerja (diklaim sebagai masyarakat) yang terbakar, berhasil didapatkan,” imbuhnya.

Ketujuh petugas KLHK itu akhirnya bisa dibebaskan setelah Kapolres Rokan Hulu AKBP Yusup Rahmanto turun tangan melakukan mediasi dengan warga.

Ingin ketemu menteri

Kapolres Rokan Hulu (Rohul) AKBP Yusup Rahmanto membenarkan saat kejadian, Jumat (2/9), pihaknya memang menemukan tujuh petugas tidak dizinkan untuk menyeberang Sungai Rokan dengan ponton oleh warga.

Dia menerangkan, awalnya tujuh petugas dari KLHK mendatangi kantor PT Andika Permata Sawit Lestari (APSL) untuk meminta informasi dan melihat ratusan hektare areal gambut yang terbakar di Jurong, Desa Bonai, Kecamatan Bonai Darussalam, Rokan Hulu.

Setelahnya, rombongan KLHK menuju lokasi areal terbakar, Mereka kemudian melakukan penyegelan, dengan memasang plang dan garis PPNS. Mereka juga mengambil dokumentasi, baik foto dan video, areal kebakaran di dua lokasi.

Sekitar pukul 16.30 WIB, ketujuh petugas keluar dari areal terbakar. Namun, ketika hendak menyeberang Sungai Rokan mengunakan ponton, mereka dihadang oleh sekelompok warga. Di antaranya pengurus Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA) Desa Bonai. Mereka batal menyeberang dan dibawa ke suatu tempat.

“Mendengar kabar itu, saya dan beberapa anggota Polres langsung menuju ke Jurong. Sekitar pukul 23:30 saya sampai ke TKP. Dan memang ketujuh petugas tidak diizinkan untuk menyeberang. Kita pun melakukan mediasi,” paparnya saat dihubungi melalui via telepon, Minggu.

Dari mediasi tersebut, warga mengajukan sedikitnya tiga tuntutan. Pertama, meminta tim KLHK mencabut segel atau plang yang sudah dipasang di lahan gambut yang terbakar. Kedua, menghapus hasil rekaman video dan foto-foto dokumentasi yang telah dibuat oleh tim.

Ketiga, mereka meminta pimpinan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan datang ke Desa Bonai untuk melihat langsung dan berdialog dengan warga. “Dari yang saya tangkap, mereka ingin ketemu Ibu Menteri (Siti Nurbaya) untuk mendengarkan aspirasi masyarakat bawah. Makanya dmereka menahan para petugas untuk menyeberang,” papara Kapolres.

AKBP Yusup Rahmanto melanjutkan, setelah mediasi, akhirnya tujuh petugas KLHK dibebaskan, dengan syarat dua unit mobil dan perlengkapan tetap ditinggalkan di tempat kejadian. “Karena sudah larut malam, saya meminta warga untuk mengizinkan petugas menginap dulu. Dan kami menginap di Polsek Bonai. Saya mengintruksikan intel untuk menjaga dua unit mobil tersebut dan perlengkapannya,” kata Kapolres.

Keesokan harinya, Sabtu (3/9/2016) sekitar pukul 10:00 WIB, Kapolres dan tujuh petugas kembali mendatangi warga untuk mediasi lagi. Kapolres menyatakan siap menjembatani keinginan warga untuk bertemu dengan pejabat yang berwenang terkait perizinan lahan dan perkebunan. Termasuk keinginan bertemu dengan Menteri LHK Siti Nurbaya.

Dalam mediasi itu, warga juga meminta media massa baik cetak maupun elektronik untuk tidak membuat pemberitaan yang seolah-olah kebakaran tersebut adalah akibat ulah masyarakat. “Saya hanya menyampaikan saja, tuntutan mereka salah satunya itu terkait pemberitaan di media. Menurut warga mereka sudah menjadi korban, kok malah di sudutkan,” terang Kapolres.

Setelah mediasi itu tim KLHK bisa pulang ke Pasirpangaraian dengan membawa dua mobil dinas dan peralatan mereka. “Kita pastikan tidak ada tindakan kekerasan terhadap petugas KLHK,” ucap Kapolres.

Sumber: tribunnews.com

 

 




Curi 4 Slop Rokok, Warga Seberang Tembilahan Ini Diringkus Polisi

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Ba (48), warga Kelurahan Seberang Tembilahan Kecamatan Tembilahan harus meringkuk di sel tahanan akibat nekad mencuri Rokok di sebuah warung di Kampung Betuah Kelurahan Tembilahan, Minggu (4/9/2016).

Berdasarkan keterangan Kepolisian, pada hari itu sekitar pukul 12.00 WIB, saksi sekaligus korban, Eri sedang menyapu lantai di ruang tengah Rumah kediamannya di Kampung Betuah Seberang Tembilahan.

Saat itu, salah seorang warga memberitahu kepadanya bahwa rokok diwarung miliknya telah dicuri sambil menunjuk kepada pelaku.

“Saksi kemudian mengecek rokok ditempat rokok biasa diletakan. ditemukan rokok tersebut memang sudah berkurang. Mengetahui itu, Eri langsung keluar dan mengejar orang yang diduga sebagai pelaku,” jelas Kapolres Indragiri Hilir (Inhil) AKBP Dolifar Manurung melalui Paur Humas, Ipda Heriman Putra, Senin (5/9/2016).

Kemudian, Eri melihat rokok terselip di celana bagian belakang tersangka dan seketika dia berteriak kata maling. “Mendengar teriakan tersebut tersangka langsung melarikan diri,” tambahnya.

Tidak bisa mengejar pelaku, saksi melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian Polsek Tembilahan. Kemudian pada pukul 13.00 WIB kepolisian Polsek mendatangi TKP.

“Tim kemudian berhasil melakukan penangkapan terhadap di duga pelaku, BA  di jalan Lorong Semangka Kelurahan Seberang Tembilahan berikut barang bukti,” katanya.

Atas kejadian tersebut pelapor mengalami kerugian 4 slop atau 40 bungkus rokok merk sampoerna dengan total berjumlah sekitar Rp 716.000.

“Saat ini tersangka dan barang bukti diamankan di polsek Tembilahan kasus ini ditangani Unit Reskrim Polsek Tembilahan,” imbuhnya.

Untuk diketahui, berdasarkan catatan kepolisian, sebelumnya pada tahun 2003 pelaku juga pernah di hukum juga dengan kasus pencurian. /Mirwan




Sekda Inhil Berikan Kuliah Umum Kepada 313 Mahasiswa Baru STAI Auliaurrasyidin Tembilahan

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Sekretaris Daerah Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) H Said Syarifuddin memberikan Kuliah Umum Kepada 313 Mahasiswa/Siswi STAI Auliyaurrasidin Tahun 2016/2017, Senin (5/9/2016).

Kegiatan yang dilaksanakan di gedung Abdurrahman Siddiq di parit 6 Tembilahan Hulu sekaligus juga dilakukan penutupan  Orientasi Pengenalan Akademik & Kemahasiswaan (OPAK) STAI Auliaurrasyidin Tembilahan tahun 2016.

Selain Sekda, terlihat hadir Ketua Yayasan, Ketua STAI Drs. Muhammad Ilyas, MA, Dr.Ir.H.Sahrudin,MM,  Drs.Helmi.D,M.Pd dan dosen-dosen, Mahasiswa, khususnya 313 Mahasiswa baru STAI Auliaurrasyidin.

Sekda menyampaikan kuliah umum Tentang  Perkembangan dan Tantangan Tantangan Ekonomi Syariah  Di Indonesia menyampaikan bahwa lembaga islam, pemaham tentang ekonomi syariah diperlukan bagi seluruh mahasiswa, baik program study ekonomi syariah maupun program study.

“Saya menghimbau kepada mahasiswa baru untuk belajar dengan baik, bagaimana menggali ilmu semaksimal mungkin dan berprilakulah sebagai mahasiswa islam yang selalu mengikuti ajaran-ajaran islam,” kata Said Syarifuddin.

Selain itu, Said Syarifuddin yang juga diminta oleh pihak STAI Auliaurrasyidin untuk mengajar beberapa mata kuliah yang ada di program study syariah tidak menolak permintaan tersebut. “Insyaallah saya akan mengajar disini kalau memang di butuhkan oleh STAI,” tambahnya.

Sedangkan Ketua STAI Auliyaurrasidin, Drs. Muhammad Ilyas, MA saat diwawancarai mengatakan tujuan pelaksanaan kuliah umum ini setiap tahun dan setiap mahasiswa baru adalah untuk mengantar mahasiswa untuk kuliah selajutnya

Ia juga mengaku sangat bersyukur kehadiran Sekda Kabupaten Inhil karena bersedia memberikan materi yang ada sangkut paudnya masalah ekonomi syari’ah.

Atas kesediaan Sekda yang menjadi dosen di STAI Auliaurrasyidin, Ilyas sangat senang dan menyambut bai kehadiran Sekda untuk mengajar disini kalau memang bersedia menjadi dosen.

Kemudian, untuk Ilyas juga berpesan kepada seluruh mahasiswa/i untuk serius dalam menimba ilmu di STAI Auliyaurrasidin.

“Jangan kecewakan orang tua yang telah berkorban untuk membiayai kalian untuk menimba ilmu disini. Wujudkan harapan mereka agar kalian bisa menjadi orang terbaik dan bermanfaat bagi masyarakat,” imbuhnya.

STAI Auliaurrasyidin Tembilahan menyediakan 4 Prodi pendidikan bagi mahasiswanya, yakni Pendidikan Agama Islam (PA), Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), Ekonomi Syariah dan PGRA Pendidikan./Mirwan




Penggunaan Rokok ELektrik, Amankah Buat Kesehatan ?

detikriau.org – Rokok elektronik atau rokok elektrik sedang menjadi fenomena baru di tengah masyarakat termasuk di kota Tembilahan Kabupaten Inhil, Riau. Banyak yang beralih ke rokok elektrik karena menganggap cara merokok seperti ini aman dan lebih trendi, tanpa mengurangi kenikmatan merokok tembakau itu sendiri. Yang menjadi pertanyaan apakah rokok elektrik aman bagi kesehatan?

Rokok elektrik atau biasa juga disebut dengan sistem pengiriman nikotin elektronik (ENDS) adalah alat penguap bertenaga baterai yang dapat menimbulkan sensasi seperti merokok tembakau. Tampilannya pun ada yang menyerupai rokok dan ada pula yang didesain berbeda.

Rokok elektrik pertama kali dipatenkan oleh apoteker asal Tiongkok, Hon Lik, pada tahun 2003. Kemudian dipasarkan di Tiongkok pada tahun 2004 melalui perusahaan Golden Dragon Holdings (kini bernama Ruyan).

Di dalam rokok elektrik terdapat tabung berisi larutan cair yang bisa diisi ulang. Larutan ini mengandung nikotin, propilen glikol, gliserin, dan perasa. Larutan ini dipanaskan, kemudian muncul uap selayaknya asap. Sebagian perusahaan menjual cairan perasa tertentu. Antara lain perasa mentol/mint, karamel, buah-buahan, kopi, atau cokelat.

Nikotin

Nikotin merupakan zat yang terdapat pada daun tembakau. Nikotin berfungsi  sebagai obat perangsang dan memberikan efek candu. Itulah sebabnya banyak perokok yang sulit berhenti merokok.

Propilen glikol

Propilen glikol merupakan cairan senyawa organik yang tidak berbau dan tidak berwarna, namun memiliki rasa agak manis. FDA atau Lembaga Pengawas Makanan dan Obat-obatan Amerika Serikat telah menyatakan bahwa senyawa ini aman jika digunakan dalam kadar rendah.

Gliserin

Gliserin adalah cairan kental tidak berbau dan tidak berwarna. Zat ini sering digunakan pada perpaduan formulasi farmasi. Cairan manis yang dianggap tidak beracun ini sering pula dipakai oleh industri makanan. Gliserin berfungsi sebagai pengantar rasa dan nikotin dalam penggunaan rokok elektronik.

Hingga kini status keamanan rokok elektrik terutama yang dampak jangka panjangnya masih diperbincangkan karena klaim dari produsen belum sepenuhnya terbukti. Beberapa penelitian menemukan bahwa rokok elektrik dapat memicu inflamasi dalam tubuh, infeksi paru-paru dan meningkatkan risiko asma, stroke serta penyakit jantung.

Dikutip melalui laman alodokter.com, Craig Youngblood, presiden perusahaan pembuat rokok elektrik InLife mempromosikan bahwa produk buatannya lebih aman daripada rokok tembakau. Dia juga menyatakan rokok elektrik bebas polusi dan tidak berbau karena mengeluarkan uap, bukan asap.

Namun pernyataan Craig ini ternyata dibantah oleh Norman Edelman, kepala medis dari American Lung Association menurutnya pernyataan bahwa rokok elektrik lebih aman belum cukup valid karena efek jangka panjang rokok elektrik belum diuji secara klinis.

Sementara itu Badan Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) merilis sebuah laporan berisi anjuran untuk tidak menggunakan rokok elektrik di dalam ruangan karena produk ini bisa mengeluarkan racun seperti rokok biasa. Meski tidak mengeluarkan asap, uap rokok elektrik yang mengandung zat kimia berbahaya juga dapat menimbulkan polusi udara. WHO juga menganjurkan untuk tidak menjual rokok elektrik kepada orang-orang di bawah usia 18 tahun.

Di-review oleh dr. Fransisca Alvionita, FDA (Food and Drug Administration) di Amerika Serikat sudah merilis data dari 18 penelitian mengenai rokok jenis ini. Nikotin cair sintesis yang terkandung di dalamnya ternyata bisa membuat paru-paru teriritasi. Saat rokok diisap, cairan ini akan berubah menjadi carbonyl yang mengakibatkan kanker.

Begitu pula di Indonesia, Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) telah memperingatkan masyarakat bahwa rokok elektrik yang beredar di pasaran adalah produk ilegal dan belum terbukti keamanannya. Menurut BPOM, rokok elektrik mengandung nikotin cair dan bahan pelarut propilen glikol, dieter glikol, dan gliserin. Jika semua bahan itu dipanaskan akan menghasilkan senyawa nitrosamine. Senyawa tersebut dapat menyebabkan kanker.

Kini, rokok elektrik juga memiliki fitur suhu sehingga bisa mengatur kadar nikotin. Akan tetapi, semakin tinggi pengaturan suhu, maka semakin banyak pula carbonyl yang diproduksi. Selain itu, jumlah formaldehida akan menyamai rokok biasa. Padahal formaldehida bisa membahayakan paru-paru. Asap buatan pada rokok ini juga akan menimbulkan aerosol yang sangat berisiko bagi kesehatan paru-paru.

Nikotin cair sintesis dalam rokok jenis ini juga mengandung perasa buatan dan pengawet makanan. Bahan-bahan ini aman bila dikonsumsi secara biasa, tapi lain soal bila diisap. Bakteri penyebab pneumonia juga akan makin kebal seiring Anda mengisap rokok ini.

Hingga kini status keamanan rokok elektrik terutama yang dampak jangka panjangnya masih diperbincangkan karena klaim dari produsen belum sepenuhnya terbukti. Beberapa penelitian menemukan bahwa rokok elektrik dapat memicu inflamasi dalam tubuh, infeksi paru-paru dan meningkatkan risiko asma, stroke serta penyakit jantung./*

 

 

 

 

 




Coba Lihat Garis Tangan Mu. Jika Berbentuk Huruf M, Ini Artinya…..

tanganDetikriau.org – Pernah dengar yang namanya seni meramal telapak tangan? Terdengar aneh memang, karena lewat telapak tangan masa depan seseorang bisa diperkirakan. Namun rupanya ilmu yang di luar negeri dikenal dengan nama Palmistry ini sudah ada sejak ribuan tahun lalu di India.

Bukan tanpa alasan kenapa India menjadi tempat awal mula seni Palmistry ini. Karena ternyata metode ini lahir dari astrologi Hindu yang disebutkan dalam buku China, I Ching. Tak heran kalau akhirnya seni meramal telapak tangan ini tersebar ke seluruh Asia dan Eropa hingga saat ini.

Yap, meskipun zaman sudah berubah semakin modern, faktanya masih banyak saja orang-orang yang gemar diramal. Dan beberapa hari terakhir ini netizens digemparkan oleh topik bahwa mereka yang punya garis tangan membentuk huruf M, bakal diliputi oleh keberuntungan. Apakah benar?

Haritanoe
Haritanoe

BJ Habibie
BJ Habibie

Foto-Foto. net
Foto-Foto. net

Sebelumnya, dalam berbagai literatur seni meramal telapak tangan, mereka yang punya garis tangan membentuk huruf M disebut sebagai sosok yang langka. Huruf M sendiri terbentuk dari garis jantung, garis kepala, garis kehidupan dan garis takdir di telapak tangan yang saling menyatu sehingga terlihat huruf M yang jelas. Karena tak semua orang dikaruniai garis tangan berbentuk huruf M ini, mereka yang memilikinya dianggap sebagai pribadi yang istimewa, seperti dilansir Sun Gazing.

Konon katanya, mereka pemilik garis tangan membentuk huruf M bakal diberkati dengan nasib baik dan beruntung dalam hal pekerjaan yang mereka pilih karena punya motivasi individu yang sangat kuat serta disiplin. Kadang kala mereka akan bekerja di bidang hukum atau politik dan bisa melangkah menuju posisi teratas. Masih kurang? Pemilik garis tangan M dipercaya sebagai sosok yang punya intuisi luar biasa sehingga mereka bakal punya partner bisnis kuat dalam berbagai usaha karena ditetapkan oleh hati dan pikiran mereka.

Selain itu kelebihan mereka yang punya garis tangan membentuk huruf M adalah mereka dengan mudah bisa mengetahui seseorang berbohong atau tidak. Dengan intuisi yang kuat, akan sulit untuk berbohong atau berkhianat pada mereka pemilik garis tangan langka ini. Tak heran kalau akhirnya mereka diramalkan bakal punya kualitas baik dalam hal kepemimpinan, nasib hingga kekayaan. Jadi, apakah kamu punya garis tangan membentuk huruf M?./*