Jangan Dulu Menyembelih Hewan Kurban Sebelum Baca Ini

detikriau.org – Satu hal yang paling sakral dalam momen Idul Adha selain sembahyang lebaran adalah pada saat menyembelih hewan untuk kurban.

Menyembelih dalam syariat Islam adalah langkah melenyapkan ruh binatang dengan cara memotong leher kerongkongan dan tenggorokan serta dua urat nadi dengan alat yang tajam, kecuali gigi dan tulang atau cara lain yang dibenarkan oleh syariat Islam.

Binatang yang tidak disembelih hukumnya haram karena status binatang itu sama dengan bangkai.

Berikut adalah rukun dalam menyembelih:

  1. Penyembelih beragama Islam.
    2. Binatang yang disembelih binatang yang halal, baik halal zatnya maupun halal cara memperolehnya bukan hasil mencuri atau menipu.
    3. Alat penyembelih harus tajam agar dapat mempercepat proses kematian binatang dan tidak terlalu menderita sewaktu disembelih.
    4. Tujuan penyembelihan untuk tujuan yang diridhoi Allah SWT dan bukan untuk tujuan tumbal atau untuk sajian nenek moyang berhala atau upacara kemusrikan lainnya.

Adapun tata cara atau urutan dalam menyembelih hewan kurban sebagai berikut:

  1. Binatang yang akan disembelih direbahkan, kemudian kakinya diikat lalu dihadapkan ke sebelah rusuknya yang kiri agar mudah menyembelihnya.
    2. Menghadapkan diri ke arah kiblat begitu pula binatang yang akan disembelih.
    3. Potonglah urat nadi dan kerongkongannya yang ada di kiri kanan leher, sampai putus agar lekas mati.
    4. Bagi binatang yang lehernya agak panjang maka menyembelihnya di pangkal leher sebelah atas agar lekas mati.
    5. Bagi binatang yang tidak dapat disembelih lehernya karena liar atau jatuh dalam lobang sehingga tidak bisa disembelih lehernya, maka menyembelihnya dilakukan di mana saja dari badannya asal kematiannya itu disebabkan oleh sembelihan bukan karena sebab lain dengan tidak lupa menyebut nama Allah.
    6. Setelah hewan atau binatang itu benar-benar mati baru boleh dikuliti.

Selain rukun dan tata cara ada pula hal-hal yang dimakruhkan saat menyembelih hewan kurban, diantaranya:

  1. Menyembelih sampai putus lehernya.
    2. Menyembelih dengan alat tumpul.
    3. Menguliti atau memotong-motong hewan itu sebelum nyawanya hilang.

Adapun keterangan dari hukum makruh itu sendiri ialah sebuah larangan yang jika dilanggar tidak terdapat konsekuensi bila melakukannya. Atau dengan kata lain perbuatan makruh dapat diartikan sebagai perbuatan yang sebaiknya tidak dilakukan.

Sedangkan untuk jenis dan persyaratan hewan kurban yang boleh untuk dikurbankan antara lain, hewan yang paling baik, gemuk ,sehat, dan tidak cacat seperti pincang atau matanya buta. Selain persyaratan tersebut kita harus memperhatikan usia dari hewan kurban./jitunews.com

 

 




Awas Tabung Gas. Warga-pun Lari Berhamburan

Tembilahan, detikriau.org – Teriakan “Awas tabung Gas” dari salah seorang warga ditengah upaya pemadaman api pada peristiwa kebakaran di jalan H Arif antara gang 2 dan gang 3 Kecamatan Tembilahan Hulu sontak membuat warga kaget.

Teriakan yang  tidak diketahui sumbernya ini menjadikan jerambah kayu dimana TKP kebakaran terjadi bergoyang akibat beban dari ratusan warga yang berupaya menjauhi lokasi.

“Awas ada tabung gas. Menjauh…menjauh,” teriak salah seorang warga yang seketika berlari menjauhi lokasi.

Untungnya hingga beberapa saat ledakan yang dikhawatirkan tidak terjadi dan warga-pun kembali bahu-membahu melakukan upaya pemadaman.

Menurut penuturan warga setempat, dilokasi ini sudah beberapa kali diamuk jago merah.

Perkampungan penduduk yang berdiri dipesisir bantaran sungai Indragiri ini dijubeli ratusan rumah penduduk dan hampir seluruhnya berbahan kayu. bahkan atap bangunan rumah sebahagian masih berbahan atap daun.  /Mirwan




Malam Idul Adha, Jago Merah Amuk Perumahan Penduduk di Jalan H Arief Tembilahan Hulu

Tembilahan, detikriau.org – Perumahan penduduk di jalan H Arief antara gang 2 dan gang 3 Kecamatan Tembilahan Hulu ludes diamuk si jago merah. Kondisi perumahan yang berdempetan dengan lebar gang hanya 1 meteran mempersulit upaya pemadaman oleh petugas damkar.

Untungnya dengan upaya gotongroyong dari warga setempat membuat amukan api yang diperkirakan mulai terjadi pada pukul 21.20 Wib itu sudah mulai dapat dikendalikan sekitar pukul 22.15 Wib.

Pantauan lapangan detikriau.org, ratusan warga bahu membahu dengan peralatan seadanya berupaya memadamkan kobaran api. Dengan kondisi air pasang dalam, pasokan air menjadi lebih mudah.

Hampir seluruh rumah warga disekitar lokasi kebakaran terlihat hanya berbahan kayu dan sebahagian besar sudah tampak  rapuh termakan usia. Belum lagi badan jalan yang lebarnya juga hanya satu meteran itu seluruhnya juga hanya terbuat dari bahan kayu.

Saat peristiwa kebakaran, jerambah kayu ini dijubeli ratusan warga yang ikut menyaksikan dan sebahagian ikut memberikan bantuan.

“kita belum tau darimana asal api. Awal diketahui api mulai membesar sekitar pukul 21.20 Wib,” Ujar salah seorang warga di TKP.

Kapolres Indragiri Hilir (Inhil) AKBP Dolifar Manurung dikomfirmasi melalui Paur Humas, Ipda Heriman Putra membenarkan adanya musibah tersebut.

“benar. di jalan H Arif Parit 11  Tembilahan Hulu sedang kebakaran. Sekarang petugas masih dilapangan.” ungkapnya./ Mirwan




Jelang Idul Adha, Harga Kebutuhan Pokok Melonjak

Tembilahan, detikriau.org – Mungkin sudah menjadi kebiasaan, setiap menjelang tibanya perayaan hari besar sejumlah harga kebutuhan akan mengalami kenaikan. Demikian pula dengan perayaan Idul Adha tahun ini. biasanya daging ayam kampung bersih masih didagangkan Rp 65 ribu – Rp 75 ribu per kilo, satu hari menjelang Idul Adha harga melonjak menjadi Rp 120 ribu per kilo. Pedagang berdalih kenaikan harga disebabkan harga beli dari pemasok juga melonjak.

“baru semalam, sabtu (10/9/2016) saya beli ayam kampung bersih Rp 75 ribu perkilo. Hari ini harga sudah melonjak menjadi Rp 120 ribu,” Ujar Ayuk, warga jalan Kayu Jati Kecamatan Tembilahan Hulu, ahad (11/9/2016)

Tidak hanya daging ayam yang mengalami kenaikan. Menurut ayuk, cabe merah yang biasanya hanya diperdagangkan dikisaran harga Rp 35 – Rp 40 ribu perkilo, hari ini menjadi Rp 85 ribu.

Ipit, warga Tembilahan Hulu lainnya juga membenarkan kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok ini. Menurutnya, ayam ras yang biasanya hanya dibeli dikisaran harga Rp 26 – Rp 30 ribu perkilo, hari ini naik menjadi Rp 40 ribu. Telor ayam ras dari Rp 36 ribu per papan ( 30 butir. Red) naik menjadi Rp 38 ribu.

“Santan kelapa juga naik tinggi. Biasanya hanya Rp 12 ribu perkilo hari ini naik menjadi Rp 16 ribu per kilo,” kata Ipit

Menurut pengakuan salah seorang pedagang dipasar Umbut Kelapa jalan Kayu Jati Tembilahan Hulu kenaikan harga ini disebabkan tingginya permintaan masyarakat sementara pasokan barang terbatas.

“Harga beli kita juga naik bang. Kalau tak mau rugi tentunya harga jual juga harus naik.” Ujarnya

Pedagang beras juga mengaku adanya kenaikan harga. Tapi menurut mereka kenaikan ini sudah terjadi beberapa minggu sebelumnya.

“naik juga bang. Beras kurik biasanya Rp 125 ribu perkampit 10 kg sekarang menjadi Rp 140 ribu. Termasuk beberapa merek beras lainnya.” Jawabnya./ Am




Ini Loh Mengapa Daging Kurban Jangan Dicuci

dagingDetikriau.org – Banyak anggapan beredar bahwa daging sapi atau kambing tidak perlu dicuci. Anggapan ini benar. Tapi apa alasannya?

“Daging khawatir terkontaminasi air yang tidak higienis. Jadi enggak perlu dicuci,” ucap Abubakar Sujana, Executive Chef sebuah hotel di Jakarta Barat kepada Okezone.

Selain itu daging yang dicuci juga dapat menghilangkan juice dari dagingnya. Sehingga ketika diolah, rasanya jadi kurang nikmat.

Jika tak biasa dan merasa sedikit jijik dengan daging tidak dicuci. Anda bisa membersihkan daging tersebut dengan cara direbus.

Langkah pertama yang perlu dilakukan adalah potong daging sesuai kebutuhan. Lalu rebus dengan air mendidih sampai keluar buih-buih dari rebusan dan buang buih pertama.

“Buih-buih pertama yang keluar itu kotorannya. Jangan khawatir cara ini bisa membunuh kuman dan berlaku untuk daging kambing atau sapi,” tutup dia.

Setelah itu angkat daging dari panci dan siap diolah menjadi berbagai hidangan lezat.

Sumber

 

 

 




Tabrak Tiang Listrik, Pengendara Sepeda Motor Tewas

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Misbakun (15) tewas akibat kecelakaan tunggal ketika sedang mengendara sepeda motor Yamaha Vixion BM 4047 BM di jalan Lintas Provinsi Kelurahan Kempas Jaya Kecamatan, Jum’at (9/9/2016) kemarin, sekitar pukul 11.30 WIB.

Saat itu, warga RW 10 RT 10 Blok C Kelurahan Kempas ini sedang dalam perjalanan dari Tembilahan menuju Rengat dengan kecepatan tinggi. Sesampainya di TKP, remaja tersebut hilang kendali hingga menabrak tiang listrik di sebelah kiri badan jalan.

“Di TKP, kondisi jalan berlubang dan tikungan. Makanya pengendara hilang kendali,” ungkap Kapolres Indragiri Hilir (Inhil) AKBP Dolifar Manurung melalui Paur Humas, Ipda Heriman Putra, Sabtu (10/9/2016).

Kata Paur Humas kondisi korban cukup mengenaskan karena mengalami luka memar pada bagian dada sebelah Kiri, telinga, hidung dan mulut mengeluarkan darah. Sempat diberi pertolongan, namun sesampainya di Puskesmas Kempas ia meninggal dunia.

Saat itu, pria ini tidak sendiri melainkan berboncengan dengan rekannya, Agung Wahyudi. Namun si penumpang tersebut hanya mengalami luka lecet pada bagian wajah sebelah kiri.

“Selain itu kondisi sepeda motor juga mengalami sedikit kerusakan hingga ditanggung kerugian kurang lebih Rp 1 juta,” tutupnya./Mirwan