Tingkatkan Kualitas Layanan, PLN Tembilahan Luncurkan “Yantek”

“Pelayanan GRATIS. Pelanggan dihimbau tidak berikan imbalan kepada petugas”

Tembilahan, detikriau.org – Sempena peringatan Hari Listrik Nasional (HLN) ke 71, Manajemen PLN Rayon Tembilahan resmi meluncurkan program layanan yang dinamai “Pelayanan Teknik”.

Pelayanan yang disingkat “Yantek” ini merupakan wujud dari komitmen PLN dalam meningkatkan kualitas layanan khususnya dibidang teknik dan pengaduan gangguan rumah pelanggan.

Menurut Manajer PLN Rayon Tembilahan, Syaeful Hanan dalam siaran Pers-nya menerangkan bahwa program ini diluncurkan untuk mempermudah dan memberikan kenyamanan dalam melayani laporan gangguan pelanggan.

“Kita telah menyiapkan petugas pada beberapa tempat seperti di kota Tembilahan, Pulau Palas, dan Bagan Jaya.  Dengan begitu respon dan penanganan gangguan akan lebih cepat teratasi.” Sampaikan Syaeful

Untuk kenyamanan pelanggan ditambahkan Syaeful, petugas mengenakan seragam resmi, memakai kartu identitas dan juga di lengkapi dengan armada mobil dan motor yang berlogo.

“Pelayanan ini kita berikan secara GRATIS. Oleh karenanya kita harapkan pelanggan tidak memberi imbalan apapaun kepada petugas Yantek,” Himbau Syaeful.

Diterangkannya, jika terjadi gangguan di SMP (sambungan masuk pelayanan), masyarakat dapat menghubungi kontak center 123, jika menggunakan telepon seluler di tambah kode Area,  seperti contoh(0768)123. Dan jika melalui telepon rumah langsung dengan menekan 123.

“Respon Time petugas adalah 45 menit dan dalam waktu kurang dari 3 jam gangguan akan di atasi.” Pungkas Syaeful./Am




Peringati Hari Sumpah Pemuda ke 88, Polres Inhil Gelar Apel Bendera

Wakapolres Inhil Kompol Azwar SSos MSi MH saat tampil sebagai Irup upcara bendera peringatan hari Sumpah Pemuda ke-88 di Halaman kantor Mapolres Inhil
Wakapolres Inhil Kompol Azwar SSos MSi MH saat tampil sebagai Irup upcara bendera peringatan hari Sumpah Pemuda ke-88 di Halaman kantor Mapolres Inhil

Tembilahan, detikriau.org – Peringati Hari Sumpah Pemuda ke-88, Satuan Kepolisian Polres Indragiri Hilir melaksanakan apel bendera yang dilaksanakan dihalaman Mapolres Inhil, Jalan Gadjah Mada Tembilahan. Tampil sebagai Pembina upacara Wakapolres Inhil Kompol Azwar SSos MSi MH, Jum’at (28/10/2016)

Dalam amarannya, Membacakan amanat tertulis Menpora RI, Wakapolres menyampaikan beberapa catatan pesan dari Presiden pertama RI Soekarno. Dalam sebuah pidato terbuka Soekarno pernah menyampaikan sebait kalimat “Beri aku 1000 orang tua, niscaya akan aku cabut semeru dan akarnya. Beri aku 10 orang pemuda, niscaya akan aku guncang dunia”. Bait kalimat ini menggambarkan bahwa pemuda  mempunyai peran yang sangat besar dalam kemajuan bangsa.

Saat ini, dari 252 juta-an penduduk Indonesia, 24,5 persen atau kurang lebih sebanyak 61 juta jiwa adalah pemuda.

Mulai tahun 2020 sampai dengan tahun 2035, Bangsa Indonesia akan menikmati suatu era langka yakni Bonus Demografi. Dimana terdapat sebanyak 64 % Tenaga Kerja Produktif dari keseluruhan total jumlah penduduk Indonesia yang berarti dari 100 orang penduduk ada 64 orang usia pekerja.

Namun jumlah yang besar itu belumlah cukup karena yang diperlukan Bangsa Indonesia adalah pemuda yang unggul dan berkualitas untuk mengangkat nama Bangsa Indonesia di mata dunia.

“untuk itu sudah menjadi tugas kita semua untuk memastikan Bonus Demografi tersebut menjadi berkah bagi Indonesia dalam mencapai kemajuan Bangsa,” sampaikan Wakapolres.

Upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda ke–88 yang dimulai pukul 07.30 WIB ini berlangsung dalam suasana aman dan terkendali.

Tampil sebagai Perwira upacara Kaur Bin Ops Sat Intelkam Polres Inhil Iptu Agus Sihombing, Komandan upacara Kasi Propam Polres Inhil Ipda Trisno, Pengibar Bendera Briptu Andre, Bripda Wina Aulia Siregar dan Bripda Martin Siregar, Pembaca naskah  pembukaan UUD 1945 dari Sat Intelkam Polres Inhil Brigadir Ulfiance serta pembaca teks keputusan Konggres Pemuda Indonesia dari Sat Intelkam Polres Inhil Briptu Yudi./rls/dro




Dianiaya, Bidan Puskesmas Pelangiran Polisikan Suami

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Eka Dewi Shita (43) laporkan suaminya ke polisi, Kamis (27/10/2016) kemarin. Pasalnya, bidan di UPT Puskesmas Kecamatan Pelangiran ini menjadi korban tindak pidana  kekerasan dalam rumah tangga.

Pelaku, NA (51) melakukan kekerasan tersebut di kediamannya Pasar Baru Kelurahan Pelangiran Besar Kecamatan Pelangiran sekitar pukul 13.00 WIB.

Kapolres Indragiri Hilir (Inhil) AKBP Dolifar Manurung melalui Paur Humas, Ipda Heriman Putra membenarkan adanya peristiwa tersebut. Bahkan kasus itu sedang dalam proses petugas Polsek setempat.

“Pelaku telah diamankan di Mapolsek Pelangiran untuk dilakukan proses lebih lanjut,” ungkap Heriman Putra, Jum’at (28/10/2016).

Dipaparkan, insiden itu bermula sekitar pukul 12.30 WIB. Saat itu, korban sedang bekerja di Puskesmas. Sedangkan suaminya menunggu di sebuah warung di sekitar Puskesmas.

Ketika menghampiri ke warung, tak banyak bicara lagi, pelaku langsung menyiram dengan air kemasan tepat ke arah wajah korban.

“Saat itu korban tidak melawan dan kembali ke Puskesmas untuk mengambil peralatan kerja serta langsung pulang dirumah. Tapi sesampainya di rumah, kembali terjadi pertengkaran mulut antara keduanya hingga korban dipukul dengan tangan kiri,” jelasnya.

Akibatnya, korban mengalami luka lebam dan bengkak dengan ukuran 7×8 cm pada bagian alis sebelah kiri, luka lecet pada pangkal leher dan luka gores di dahi sepanjang 7 cm.

“Pelaku diancam dengan UU nomor 23 tahun 2004 tentang penghapusan kekerasan dalam rumah tangga dengan ancaman penjara maksimal 5 tahun dan denda maksimal 15 juta,” pungkasnya./Mirwan




Hati-Hati! Kamera Canggih Ini Bisa Laporkan Anda ke Polisi

Foto net
Foto net

JAKARTA — Kendati berbahaya, menggunakan ponsel saat berkendara mungkin telah menjadi kebiasaan bagi sebagian orang. Namun, kali ini mereka mungkin akan berpikir dua kali untuk melakukannya jika tidak ingin berurusan dengan polisi.

Kini, telah hadir sebuah kamera berkecepatan tinggi yang dirancang untuk menginformasikan kepada petugas kepolisian terkait pengendara yang sengaja menggunakan ponsel saat mengemudi. Teknologi futuristik pada kamera juga dapat memantau sejumlah aktivitas lainnya misal seseorang yang meninggalkan paket mencurigakan dan penyusup yang mencoba mengakses sebuah lokasi.

Teknologi ini berasal dari sebuah kolaborasi antara Movidius dan produsen kamera keamanan Cina, Hikvision. Teknologi ini memungkinkan kamera untuk mengidentifikasi model mobil dan mendeteksi apakah pengendara mengenakan sabuk pengaman atau tidak. Kamera ini didaulat bisa mengubah masa depan dunia pengawasan.

CEO Movidius Remi El-Ouazzane menyebut teknologi ini sebagai sebuah kemajuan yang dapat merevolusi cara berpikir seseorang tentang keamanan pribadi dan publik. “Kemampuan otomatis memproses video secara real-time akan berdampak besar pada pemakaian infrastruktur kota,” kata Remi dikutip Mail Online, belum lama ini.

Kamera tersebut memiliki pengolahan informasi otomatis sehingga tidak memerlukan cloud untuk memprosesnya. Hal ini mengurangi transmisi informasi ke server pusat atau operator manusia kecuali jika adalaporan ancaman serius atau pelanggaran.

Movidius dan Hikvision mengklaim bahwa kamera canggih ini dapat tingkat akurasi tingi hingga 9 persen. CEO Hikvision Hu Yangzhong mengatakan ada sejumlah besar keuntungan yang akan dibuat ketika datang ke jaringan dan sistem kamera cerdas. Kamera ini akan ditampilkan untuk pertama kalinya pada 13 pameran internasional Cina yang mengusung tema Keamanan Publik yang berlangsung pada 25-28 Oktober./republika

 

 




Kepala UPT Disbun Kecamatan Reteh Akui Pekerjaan Tanggul di Sungai Keluang Tidak Sesuai Bestek

Tembilahan, detikriau.org – Kepala UPT Dinas Perkebunan Kecamatan Reteh Kabupaten Indragiri Hilir Sugiono mengakui pengerjaan proyek tanggul di Dusun Sinar Pelita Desa Pulau Ruku tidak memuaskan. Bahkan ia juga membenarkan hasil fisik pekerjaan dikerjakan tidak sesuai bestek.

Menurut Sugiono, seharusnya memang tinggi tanggul setinggi 1,25 M dengan lebar atas 3 M dan lebar bawah 4 meter.

“Saya akui pekerjaan tidak memuaskan dan juga tidak sesuai bestek. Tapi kondisi ini terjadi disebabkan beberapa hambatan dilapangan,” Sampaikannya melalui sambungan selular kepada detikriau.org, kamis (27/10/2016)

Diterangkan Sugiono, proyek tanggul sepanjang 4 KM itu memang didanai melalui APBD Inhil Tahun Anggaran 2015 namun ia mengaku lupa besaran biaya yang dianggarkan.

Dalam proses pengerjaan kata Sugiono, ternyata masyarakat tidak mengijinkan lahan mereka digali untuk pengambilan material tanah keperluan pembuatan tanggul. Pekerja akhirnya hanya melakukan pengambilan tanah dipinggiran tanggul.

Kondisi tersebut semakin dipersulit dengan terjadinya kerusakan satu-satunya alat berat yang dipergunakan.

Dengan kondisi seperti ini, meski hasil pekerjaan tidak sesuai bestek namun realisasi fisik pekerjaan, Dinas hanya menghitung berdasarkan kubikasi.

“Saya juga merasa kecewa dengan hasil pekerjaan. Apalagi sepengetahuan saya sampai saat ini biaya konsumsi pekerja dan mapping belum dibayarkan oleh rekanan pelaksana. Alat berat yang rusak sampai hari ini juga masih berada dilokasi,”diterangkan Sugiono

“saya lupa siapa rekanan pelaksananya. Untuk teknisnya coba pertanyakan kepada pejabat di Disbun Kabupaten, Surya,” Tutup Sugiono.

Dikomfirmasi ulang, tokoh masyarakat setempat, M Sultan membantah bahwa masyarakat tidak mengijinkan lahan mereka digali untuk diambil material tanah keperluan pembuatan tanggul.

Menurutnya, sulitnya pengambilan material tanah untuk proyek penyelamatan perkebunan masyarakat itu satu-satunya hambatan hanya dikarenakan keterbatasan kemampuan alat berat.

“Alat beratnya berukuran kecil sehingga tidak bisa berkerja optimal untuk melakukan penggalian, bukan karena masyarakat.” Bantah M Sultan./ dro




HMI Tembilahan Gelar Konfercab Ke-VI Tahun 2016

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Pengurus Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Tembilahan menggelar Konferensi Cabang (Konfercab) yang ke-VI, Kamis (27/10/2016).

Kegiatan yang berlangsung di aula salah satu hotel di kota Tembilahan ini dihadiri Staf Ahli Bupati Inhil, Pahrolrozy, pengurus Kahmi serta sejumlah undangan lainnya.

Ketua HMI Cabang Tembilahan, Ishak Mastar menyebutkan, Koncercab kali ini berlangsung untuk memilih ketua baru HMI Cabang Tembilahan periode berikutnya.

“Kita dari pengurus berkumpul untuk bermusyawarah dan memilih ketua baru periode yang akan datang,” ujarnya.

Untuk diketahui, kegiatan itu berlangsung dengan mengangkat tema Strategi Kebudayaan HMI Untuk Inhil Bermarwah dan Bermartabat.

Dari tema tersebut, dinilainya cukup jelas bahwa HMI Cabang Tembilahan ini siap berkontribusi terhadap kemajuan Kabupaten Inhil kedepannya./ Mirwan