H Dianto Mampanini Pinta Petugas Evaluasi Database Koperasi dan UMKM Bekerja Dengan Benar
Kepala Dinas Koperasi H Dianto Mampanini (dua dari kiri) saat membuka resmi kegiatan Rakor Persiapan Updating Database Koperasi dan UMKM di Aula salah satu Hotel di Kota Tembilahan, senin (7/11/2016)
Tembilahan, detikriau.org – Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil Mikro dan Menengah (Diskop UMKM) Kabupaten Indragiri Hilir, H Dianto Mampanini SE MT meminta kepada seluruh petugas yang nantinya akan melakukan Evaluasi Database Koperasi secara langsung dilapangan untuk bekerja dengan benar dan sesuai petunjuk yang telah diberikan.
Dengan terkumpulnya akurasi data yang lengkap diharapkan akan memberikan kemudahan dalam melakukan pembinaan.
Menurut Dianto, berdasarkan data yang disampaikan PPKL, diseluruh Inhil terdata sebanyak 146 Koperasi Aktif dan 331 koperasi tidak aktif.
“Ini yang coba kita lakukan verifikasi ulang. Jika dilihat dari data ini, jumlah Koperasi aktif lebih sedikit dibandingkan dengan Koperasi tidak aktif. Kita ingin dapatkan data selengkap-lengkapnya mengenai hal ini karena hasilnya akan menjadi pedoman bagi kita untuk melakukan berbagai langkah upaya pembinaan terhadap Koperasi dan UMKM di Inhil kedepannya, ” Sampaikan Kadiskop UMKM Inhil, H Dianto Mampanini kepada detikriau.org usai membuka resmi kegiatan Rapat Koordinasi Persiapan Updating Database Koperasi dan UMKM di Aula salah satu Hotel di Kota Tembilahan, senin (7/11/2016)
Dalam verifikasi ulang, ditambahkan Mantan Kepala Dinas Cipta Karya dan Perumahan Rakyat Inhil ini, Diskop akan mengumpulkan data Valid. Dilapangan akan dikumpulkan data akurat terutama terhadap koperasi yang tidak aktif. apakah Koperasi-Koperasi yang tidak aktif itu disebabkan pengurusnya atau dikarenakan aktifitasnya yang memang tidak ada.
Terhadap Koperasi yang tidak aktif, nantinya petugas akan memintakan Justifikasi dari Kepala Desa atau Kelurahan setempat. Setelahnya Diskop akan mengambil sikap dengan memasukkan koperasi-koperasi yang benar-benar tidak aktif ini kedalam usulan untuk dibekukan.
Kedepannya ia berharap Koperasi-Koperasi yang terdata tidak lagi banyak dari perhitungan jumlah tetapi lebih kepada kualitas. “Makanya saya meminta agar petugas pendata melaksanakan pendataan secara efektif untuk mengumpulkan data dengan benar dan dapat dipertanggungjawabkan,” Tegas Dianto
Masih menurut Dianto, hingga saat ini, dari total seluruh Koperasi yang terdata, hanya 62 Koperasi yang sudah melakukan Rapat Anggota Tahunan (RAT). Minimnya pelaksanaan RAT oleh Koperasi ini menurutnya bisa dikarenakan koperasi-koperasi tersebut memang tidak ada aktifitas atau bisa juga disebabkan kelemahan atau ketidakmampuan pengurus dalam menyajikan laporan.
Oleh karenanya, Diskop UMKM Inhil telah membuat suatu aplikasi system informasi manajemen koperasi untuk mengatasi persoalan bagaimana membuat laporan akuntasi bagi koperasi.
“melalui sistem ini nantinya pengurus koperasi akan mampu menyediakan bahan laporan dalam melaksanakan RAT.” Akhiri Dianto.
Rapat Koordinasi Persiapan Updating Database Koperasi dan UMKM yang dilaksanakan Diskop UMKM Inhil ini diagendakan selama 2 hari terhitung sejak Senin 7/11/2016 – Selasa 8/11/2016./adv/dro
Kemenag Tidak Dapat Memberikan Saksi Ahli untuk Kasus Ahok
JAKARTA – Menteri Agama, Lukman Hakin Saifudin menjelaskan bahwa pihaknya tidak dalam kapasitas dapat memberikan ahli kesaksian dalam kasus dugaan penistaan agama yang dilaporkan kepada Gubernur DKI Jakarta nonaktif, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.
Menurutnya, Kementerian Agama tidak memiliki seseorang yang ahli dalam bahasa dan juga ahli agama.
“Jajaran Kemenag tak memenuhi kualifikasi itu kemenag bukan ahli bahasa ataupun ahli agama,” kata Lukman saat ditemui di kawasan Car Free Day, Jakarta, Minggu (6/11/2016).
Ditambahkan olehnya, pihak kepolisian dapat meminta saksi ahli kepada para alim ulama yang ahli dalam keilmuan agama dan bahasa, karena Kemenag adalah pemerintah.
“Ahli agama silakan tanya ke ulama dan tokoh agama, karena kemenag kan pemerintah, jadi tidak bisa,” lanjut Lukman.
Diketahui, Penyidik Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri telah melayangkan surat panggilan bagi
Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok ke Bareskrim terkait dugaan penistaan agama.
Sesuai dengan surat panggilan, Ahok dipanggil sebagai saksi pada Senin (7/11/2016) pukul 10.00 WIB. Penyidik berharap Ahok kooperatif dan memenuhi panggilan tersebut.
“Surat panggilan sudah dikirim untuk diperiksa Senin (7/11/2016) pukul 10.00 WIB. Pemanggilan sebagai saksi karena ada keterangan yang kurang dan perlu didalami,” beber Kabareskrim Komjen Ari Dono, Kamis (3/11/2016) di Bareskrim./tribunnews.com
Kisah Hidup: Introveksi Diri Sebelum Sesal Tiba.
“Tuhan, maafkan hamba Tuhan, hamba tak mampu menjadi istri yang baik. Hamba tak sempat memberikan rasa sayang yang pantas untuk suami hamba yang dengan tulus menyayangi keluarga ini. Aku malu pada diriku. Hanya tangis dan penyesalan yang kini ada.”
gbr ilustrasi. net
Detikriau.org – Penyesalan selalu datangnya terlambat. Saat rangkai kisah yang memompa rasa sesal dan salah itu menguak, ucap maaf kadang tak bisa lagi terucap. Sebuah tulisan kecil penyesalan seorang istri “Surat untuk Suamiku yang Telah Tiada” ini mungkin bisa menjadi cerminan langkah diri. Sebelum sesal itu menyeruak…….
Surat untuk Suamiku yang Telah Tiada
Membaca itu, benar-benar baru kusadari betapa suamiku menyayangi putraku.
UMMU Salamah ra. (Istri Nabi) meriwayatkan Nabi Muhammad SAW pernah bersabda: “Seorang perempuan, yang ditinggal mati suami dan sang suami tersebut senang padanya, akan masuk Surga,” (HR. Bukhari dan Muslim).
Suamiku kini telah tiada dan penyesalanku yang terus ada. Ini adalah kisah nyata di kehidupanku. Seorang suami yang kucintai yang kini telah tiada. Begitu besar pengorbanan seorang suamiku pada keluargaku. Begitu tulus kasih sayangnya untukku dan anakku.
Suamiku adalah seorang pekerja keras. Dia membangun segala yang ada di keluarga ini dari nol besar hingga menjadi seperti saat ini. Sesuatu yang kami rasa sudah lebih dari cukup.
Aku merasa sangat berdosa ketika teringat suamiku pulang bekerja dan aku menyambutnya dengan amarah,tak kuberikan secangkir teh hangat melainkan kuberikan segenggam luapan amarah.
Selalu kukatakan pada dia bahwa dia tak peduli padaku,tak mengerti aku,dan selalu saja sibuk dengan pekerjaannya.
Tapi kini aku tahu.
Semua ucapanku selama ini salah.dan hanya menjadi penyesalanku karena dia telah tiada. Temannya mengatakan padaku sepeninggal kepergiannya. Bahwa dia selalu membanggakan aku dan anakku di depan rekan kerjanya.
Dia berkata, “Setiap kali kami ajak dia makan siang, mas Anwar jarang sekali ikut kalau tidak penting sekali, alasannya selalu tak jelas. Dan lain waktu aku sempat menanyakan kenapa dia jarang sekali mau makan siang, dia menjawab, “Aku belum melihat istriku makan siang dan aku belum melihat anakku minum susu dengan riang. Lalu bagaimana aku bisa makan siang.” Saat itu tertegun, aku salut pada suamimu. Dia sosok yang sangat sayang pada keluarganya. Suamimu bukan saja orang yang sangat sayang pada keluarga,tapi suamimu adalah sosok pemimpin yang hebat. Selalu mampu memberikan solusi-solusi jitu pada perusahaan.”
Aku menahan air mataku karena aku tak ingin menangis di depan rekan kerja suamiku. Aku sedih karena saat ini aku sudah kehilangan sosok yang hebat.
Teringat akan amarahku pada suamiku, aku selalu mengatakan dia slalu menyibukkan diri pada pekerjaan,dia tak pernah peduli pada anak kita. Namun itu semua salah. Sepeninggal suamiku. Aku menemukan dokumen2 pekerjaannya. Dan aku tak kuasa menahan tangis membaca di tiap lembar di sebuah buku catatan kecil di tumpukan dokumen itu, yang salah satunya berbunyi :
“Perusahaan kecil CV. Anwar Sejahtera di bangun atas keringat yang tak pernah kurasa. Kuharap nanti bukan lagi CV. Anwar Sejahtera, melainkan akan di teruskan oleh putra kesayanganku dengan nama PT. Syahril Anwar Sejahtera. Maaf nak, ayah tidak bisa memberikanmu sebuah kasih sayang berupa belaian. Tapi cukuplah ibumu yang memberikan kelembutan kasih sayang secara langsung. Ayah ingin lakukan seperti ibumu. Tapi kamu adalah laki-laki. Kamu harus kuat. Dan kamu harus menjadi laki-laki hebat. Dan ayah rasa,kasih sayang yang lebih tepat ayah berikan adalah kasih sayang berupa ilmu dan pelajaran. Maaf ayah agak keras padamu nak. Tapi kamulah laki-laki. Sosok yang akan menjadi pemimpin, sosok yang harus kuat menahan terpaan angin dari manapun. Dan ayah yakin kamu dapat menjadi seperti itu.”
Membaca itu, benar-benar baru kusadari betapa suamiku menyayangi putraku. Betapa dia mempersiapkan masa depan putraku sedari dini. Betapa dia memikirkan jalan untuk kebaikan anak kita.
Setiap suamiku pulang kerja. Dia selalu mengatakan, “Ibu capai? Istirahat dulu saja.”
Dengan kasar kukatakan, “Ya jelas aku capai, semua pekerjaan rumah aku kerjakan. Urus anak, urus cucian, masak, ayah tahunya ya pulang datang bersih.”
Sungguh, bagaimana perasaan suamiku saat itu. Tapi dia hanya diam saja. Sembari tersenyum dan pergi ke dapur membuat teh atau kopi hangat sendiri. Padahal kusadari. Beban dia sebagai kepala rumah tangga jauh lebih berat di banding aku. Pekerjaannya jika salah pasti sering di maki-maki pelanggan. Tidak kenal panas ataupun hujan dia jalani pekerjaannya dengan penuh ikhlas.
Suamiku meninggalkanku setelah terkena serangan jantung di ruang kerjanya. tepat setelah aku menelponnya dan memaki-makinya. Sungguh aku berdosa. Selama hidupnya tak pernah aku tahu bahwa dia mengidap penyakit jantung. Hanya setelah sepeninggalnya aku tahu dari pegawainya yang sering mengantarnya ke klinik spesialis jantung yang murah di kota kami. Pegawai tersebut bercerita kepadaku bahwa sempat dia menanyakan pada suamiku:
“Pak kenapa cari klinik yang termurah? Saya rasa bapak bisa berobat di tempat yang lebih mahal dan lebih memiliki pelayanan yang baik dan standar pengobatan yang lebih baik pula.”
Dan suamiku menjawab, “Tak usahlah terlalu mahal. Aku cukup saja, aku ingin tahu seberapa lama aku dapat bertahan. Tidak lebih. Dan aku tak mau memotong tabungan untuk hari depan anakku dan keluargaku. Aku tak ingin gara-gara jantungku yang rusak ini mereka menjadi kesusahan. Dan jangan sampai istriku tahu aku mengidap penyakit jantung. Aku takut istriku menyayangiku karena iba. Aku ingin rasa sayang yang tulus dan ikhlas.”
Tuhan, maafkan hamba Tuhan, hamba tak mampu menjadi istri yang baik. Hamba tak sempat memberikan rasa sayang yang pantas untuk suami hamba yang dengan tulus menyayangi keluarga ini. Aku malu pada diriku. Hanya tangis dan penyesalan yang kini ada.
Saya menulis ini sebagai renungan kita bersama. Agar kesalahan yang saya lakukan tidak di lakukan oleh wanita-wanita yang lain. Karena penyesalan yang datang di akhir tak berguna apa-apa. Hanyalah penyesalan dan tak merubah apa-apa.
Banggalah pada suamimu yang senantiasa meneteskan keringatnya hingga lupa membasuhnya dan mengering tanpa dia sadari.
Banggalah pada suamimu, karena ucapan itu adalah pemberian yang paling mudah dan paling indah jika suamimu mendengarnya.
Sambut kepulangannya di rumah dengan senyum dan sapaan hangat. Kecup keningnya agar dia merasakan ketenangan setelah menahan beban berat di luar sana.
Sambutlah dengan penuh rasa tulus ikhlas untuk menyayangi suamimu. Selagi dia kembali dalam keadaan dapat membuka mata lebar-lebar. Dan bukan kembali sembari memejamkan mata tuk selamanya.
Teruntuk suamiku.
Maafkan aku sayang.
Terlambat sudah kata ini ku ucapkan.
Aku janji pada diriku sendiri teruntukmu.
Putramu ini akan kubesarkan seperti caramu.
Putra kita ini akan menjadi sosok yang sepertimu.
Aku bangga padamu,aku sayang padamu.
Tokoh Tionghoa: Pelawak Saja Diterima di Istana, Ini Umat Islam tidak Dilayani
JAKARTA — Ketua Komunitas Tionghoa Antikorupsi (Komtak), Lieus Sungkharisma, menilai kasus dugaan penistaan agama yang melilit Gubernur Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) saat ini dapat merusak citra Indonesia sebagai negara Pancasila. Namun, dia melihat persoalan tersebut justru tidak mendapat perhatian yang serius dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) selaku kepala negara.
“Saya betul-betul menyesalkan sikap Jokowi yang kurang sensitif dalam melihat persoalan yang terjadi,” kata Lieus kepada Republika.co.id, Sabtu (5/11).
Dia pun menyayangkan sikap tak negarawan Jokowi yang terkesan menghindar menemui perwakilan demonstran di Istana Negara, Jumat (4/11) lalu. Menurut Lieus, Jokowi seharusnya bisa memahami betapa seriusnya kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan Ahok, karena berpotensi merusak keutuhan bangsa.
“Pelawak aja diterima sama presiden di istana. Ini yang datang umat Islam dari seluruh Indonesia yang marah karena agamanya dihina, tapi malah tidak dilayani oleh presiden. Enggakbener ini Jokowi,” ucapnya.
Lieus menuturkan, umat Islam di Indonesia sudah begitu sabar menunggu kepastian hukum atas masalah dugaan penistaan agama yang dilakukan Ahok. Sayangnya, aparat penegak hukum malah terkesan lamban mengusut kasus tersebut.
“Jangan karena si Ahok sekarang ini sedang jadi gubernur, lalu dia mendapat perlakuan istimewa. Siapa pun yang salah, hukum tetap harus ditegakkan,” ujarnya.
Jokowi sebelumnya lebih memilih mengunjungi Bandara Soekarno-Hatta di Tangerang, Banten, daripada menemui perwakilan demonstran Muslim yang melakukan aksi damai di depan Istana Negara, Jumat (4/11). Hingga selepas Magrib, mantan wali kota Solo itu tidak juga menunjukkan batang hidungnya di hadapan perwakilan pengunjuk rasa.
Kehadiran Jokowi di Istana Negara baru diketahui publik setelah massa demonstran bubar, lewat siaran di sejumlah stasiun televisi, menjelang tengah malam. Pemerintah berdalih Jokowi tidak bisa menemui demonstran hari itu karena sulitnya akses menuju kantornya yang berada di Jalan Merdeka Utara, Jakarta Pusat.
Sekretaris Kabinet Pramono Anung mengatakan, Jokowi saat di bandara telah meminta untuk kembali ke Istana Negara. “Tapi aksesnya susah,” kata politikus PDI Perjuangan itu./republika
BMKG: Terjadi Perubahan Cuaca Mendadak Saat Demo 4 November
JAKARTA — Sebagaimana telah diprediksikan oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) sebelumnya, bahwa pada hari ini, Jumat (4/11), antara siang menjelang sore muncul potensi hujan di wilayah Jabodetabek dan sekitarnya. Pantauan Radar Cuaca BMKG menunjukkan daerah pertumbuhan awan hujan yang terkonsentrasi di wilayah Selatan dan Barat Daya Jakarta.
Kondisi tersebut, sebagaimana dikutip dari siaran pers tertulis BMKG kepada Republika.co.id, Jumat (4/11), akhirnya mengakibatkan hujan lebat di beberapa tempat sekitar Jakarta Selatan, Tangerang Selatan, Depok dan Bogor.
Namun yang menarik, menurut Kepala Bidang Layanan Informasi Cuaca BMKG Ana Oktavia, terdapat perubahan kondisi angin yang mengakibatkan munculnya penyebaran arah dan kecepatan angin atau divergensi tepat di wilayah Jakarta. “Artinya zona tersebut menyebabkan kandungan uap air terurai dan tidak terdapat proses pertumbuhan awan di sekitar Jakarta khususnya wilayah Pusat, Utara dan Timur,” ujarnya menjelaskan.
Keadaan tersebut, menurut Ana, dapat dilihat dari pengamatan Citra Satelit Cuaca Himawari, dimana wilayah Banten, Jakarta Selatan, Depok, Bogor dan Tangerang Selatan terjadi hujan dan wilayah Jakarta Pusat dan sekitarnya berubah menjadi cerah berawan.
“Kandungan uap air yang cukup basah di wilayah jabodetabek yang terpantau sejak pagi hari cenderung bergeser ke wilayah Banten dan Jawa Barat bagian Selatan serta mengakibatkan hujan lebat disertai petir terjadi di wilayah tersebut,” kata Ana menambahkan./republika
Siswa MTs dan MA Darul Panjatkan Dzikir Untuk Aksi Demo
CONCONG (detikriau.org) – Para pelajar MTs dan MA Darul Falah Desa Kampung Baru Kecamatan Concong menggelar zikir berjamaah serta membacakan shalawat dan doa bersama di gedung sekolahnya, Jum’at (4/11/2016).
Zikir tersebut dilaksanakan terkait demonstran ummat Muslim di DKI Jakarta. Diketahui, muslim Indonesia menuntut agar penegakan hukum segera diproses atas penistaan yang dilakukan Gubernur Ahok.
“Kita berharap dengan adanya pembcaan zikir dan do’a ini, segala bntuk usaha yang dilakukan pejuang islam diberikan kemudahan oleh Allah SWT,” ungkap Kepala MA Darul Falah, Wais Alqarni S.Pdi kepada detikriau.org.
Tak bisa berangkat, menurut Wais cukup membntu degan do’a dari kejauhan sesuai hadits Rasulullah SAW.
“Selain itu juga kita juga berharap semoga dengan adanya kegiatan ini bisa memberikan pemahaman kepada siswa/i sebagai generasi muda untuk menjaga dan semoga lebih dapat menumbuhkan kecintaan mereka terhadap islam,” imbuhnya./Mirwan