Dianto Mampanini: Ini Pinjaman Modal yang Bisa dimanfaatkan Bagi Pelaku Usaha Mikro dan Kecil

Kadiskop UMKM Inhil; H Dianto Mampanini SE MT
Kadiskop UMKM Inhil; H Dianto Mampanini SE MT

Tembilahan, detikriau.org – Kebutuhan modal bukan lagi menjadi persoalan bagi pelaku Usaha Mikro dan Kecil. Asalkan usaha yang dijalankan dinilai layak, modal akan  didapat. Bahkan untuknya tidak diperlukan agunan.

Menurut Kepala Dinas Koperasi UMKM Kabupaten Indragiri Hilir Dianto Mampanini, syaratnya, sebelumnya haruslah menguruskan Izin Usaha Mikro dan Kecil (IUMK). Dengan memiliki IUMK pelaku usaha Mikro dan Kecil bisa mengurus permodalan melalui Bank Rakyat Indonesia (BRI).

“Diskop UMKM Inhil sudah membuat MoU dengan pihak BRI. Jika usaha layak maka akan dibantu. Pinjaman sampai nominal Rp 25 juta tidak diperlukan agunan,” Sampaikan Dianto saat memberikan sambutan pada pembukaan pelatihan menjahit di Aula salah satu Wisma di Kota Tembilahan kemaren.

Jika pelaku usaha memerlukan modal yang lebih besar, juga jangan khawatir. Kata Dianto juga, ada yang namanya Jamkrida. Diskop UMKM juga sudah menjalin kerjsama.

“Jadi kebutuhan modal bukan persoalan lagi. Yang penting ada kesungguhan dan setelah mendapatkan pinjaman modal haruslah tertib dalam mengansur pengembalian,” ingatkannya.

Dianto berpesan bagi pelaku Usaha Mikro dan Kecil yang ingin mendapatkan informasi terkait pinjaman modal ini bisa memintakan penjelasan pada Diskop UMKM Inhil./dro




Bukan Seperti Itu! Bankeu Semestinya Sudah Bisa di Proses Sejak Awal

Tembilahan, detikriau.org – Anggota Badan Anggaran DPRD Inhil, Edy Gunawan menerangkan bahwa Dana Bantuan Keuangan (Bankeu) yang dikucurkan melalui APBD Provinsi Riau TA 2016 persoalan mendasarnya hanya tidak terlapor dalam struktur APBD murni Kab Inhil TA 2016.

Dana ini semestinya sudah bisa dimanfaatkan sejak awal tahun. Persoalan tidak terlapornya pada struktur akan dikoreksi pada APBD Perubahan Inhil Tahun 2016.

“Jadi tidak harus menunggu pengesahan DPRD Inhil dulu. Semestinya sudah bisa diproses sejak awal tahun,” Sampaikan Edy Gunawan melalui sambungan selularnya kepada detikriau.org, selasa (16/11/2016)

Diterangkannya, tidak masuk struktur Bankeu ini disebabkan pengesahan APBD murni Kabupaten Inhil TA 2016 lebih dulu dari pengesahan APBD Provinsi Riau.

“Jadi setelah APBD 2016 kita disyahkan sekira bulan November 2015, barulah Dana Bankeu Provinsi ini masuk pada bulan desember dengan Pergub No 59 Tahun 2015. Makanya Dana ini tidak terlapor pada struktur.” Pertegasnya

Sebelumnya, Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) pengadaan Pompa Apung Pemadam Kebakaran, Rismanto ditemui detikriau.org diruang kerjanya, Selasa (15/11/2016) menerangkan bahwa kegiatan pengadaan pompa apung dengan pagu dana sebesar 12,150 Miliar ini dibiayai melalui Bantuan Keuangan pada APBD Provinsi Riau Tahun Anggaran 2016.

Sebelum bisa dimanfaatkan, Dana Bankeu menurutnya harus diproses dan dijabarkan terlebih dahulu pada APBD dan kemudian dimintakan pengesahan oleh DPRD Inhil. Pengesahan DPRD Inhil menurutnya baru tuntas pada bulan juli 2016.

Setelahnya, dana yang secara aturan memang diperuntukan untuk kegiatan khusus ini haruslah dikomfirmasikan kembali kepada pihak provinsi untuk memastikan ketersediaan dananya.

“Ini yang menjadi penyebab kita terlambat dan permintaan lelang baru bisa kita sampaikan pada tanggal 30 September 2016,” Kata Rismanto

Beredar kabar, pelaksanaan lelang pompa apung pemadam kebakaran untuk seluruh desa di Inhil ini terindikasi sarat rekayasa. Baca: Diduga Lelang Pompa Apung Pemadam Kebakaran untuk Seluruh Desa di Inhil Sarat Rekayasa

Indikasi ini tertangkap dengan kuat dugaan adanya unsur kesengajaan dengan mengatur batasan waktu penyediaan barang bagi peserta lelang.

Rekayasa ini diduga diawali dengan sengaja melakukan proses lelang dipenghujung tahun.

Dengan kondisi ini panitia juga diduga memang mengetahui secara persis bahwa saat dilakukan verifikasi lapangan tidak akan ada satupun perusahaan pendukung yang sanggup mengadakan barang sesuai dengan batasan waktu yang tercantum pada dokumen pengadaan./dro




30 Jurnalis se-Indonesia Ikuti Workshop Bisnis dan HAM Tajaan AJI

PEKANBARU, detikriau.org – Rangkaian Festival Media (Fesmed) Aliansi Jurnalis Independen (AJI), 19-20 November 2016 mendatang, AJI Indonesia bersama International NGO Forum on Indonesian Development (INFID), Oxfam, dan Uni Eropa, menaja workshop bertemakan Bisnis dan HAM.

Pelatihan ini berlangsung selama tiga hari dengan mendatangkan beberapa pemateri. Di hari pertama, Rabu, 16 November 2016, diisi anggota Komisi Nasional Hak Azasi Manusia (Komnas HAM) dan dosen Universitas Airlangga, Imam Prihandono Ph.D.

Peserta workshop berjumlah 30 jurnalis dari berbagai daerah di Indonesia, antara lain Medan, Jakarta, Pontianak, Kediri, Jember, Bojonegoro, Malang dan Pekanbaru.

Senior Program Officer INFID, Mugiyanto, mengatakan, bisnis dalam kaitannya HAM adalah persoalan besar terkait praktik bisnis acapkali terjadi pelanggaran HAM.

Namun, tak jarang terabaikan dan seharusnya mendapat perhatian dari masyarakat terutama pemerintah.

“Mengapa workshop ini menjadi penting karena media melalui para jurnalisnya yang bertugas menyuarakan tidak mampu bersuara (the voice of voiceless) penting untuk terus-menerus menyampaikan isu ini supaya menjadi perhatian pemerintah,” ujar Mugiyanto di Hotel Alpha Pekanbaru.

Dengan adanya materi mengenai Prinsip-prinsip Panduan PBB tentang bisnis kaitannya dengan HAM yang memiliki 3 prinsip, kewajiban negara hukum untuk melindungi HAM dalam praktik bisnis, kewajiban sektor bisnis untuk menghormati HAM dan prinsip tentang masyarakat agar mendapatkan pemulihan.

“Instrumen ini penting untuk dijadikan panduan ketika melakukan peliputan-peliputan, apalagi dengan sebagai rangkaian Fesmed terkait dengan lingkungan hidup, ini menjadi sangat relevan,” kata Mugiyanto.

Ia mengharapkan dengan diangkatnya tema ini kepada para jurnalis akan membuka pemahaman jurnalis terkait hal-hal apa saja dalam bisnis yang melanggar HAM.  “Untuk kemudian bisa mengurangi tingkat pelanggaran HAM pada praktek bisnis,” harapnya.(*)




Terlibat Curanmor, Polsek Kateman Ringkus 4 Orang Tsk

Kateman, detikriau.org – Tim opsnal Polsek Kateman meringkus 4 orang Tsk yang tergabung dalam sindikat tindak pidana pencurian kendaraan bermotor (Curanmor).  Rabu (16/11/2016)

Keempat Tsk Diki, Ijal, Cege, dan Igun diamankan berdasarkan Laporan Polisi tanggal 15 November 2016 perihal tindak pidana Curanmor yang dilaporkan oleh Her, 46 tahun, warga Jl. Tunas Wijaya, Kel. Bandar Sri Gemilang, Kec. Kateman, Kab. Inhil, Prop. Riau.

Menurut penjelasan Kapolres Inhil AKBP Dolifar Manurung SIK melalui Kapolsek Kateman Kompol Bainar, kronologis penangkapan bermula pada selasa (15/11/2016). Her melaporkan terjadinya pencurian terhadap sepeda motor Yamaha Mio BM 2229 GR berwarna biru miliknya terjadi di Gang Komar Kelurahan Bandar Sri Gemilang Kecamatan Kateman pada senin (8/11/2016) sekira pukul 08.00 Wib.

Mendapat laporan tersebut Kapolsek segera memerintahkan Tim Opsnal Polsek Kateman untuk melakukan penyelidikan.

Dari hasil penyelidikan didapat informasi bahwa sepeda motor milik korban itu diduga dipakai oleh DIKI, 21 tahun, warga Gang SMAN 1 Kateman Kelurahan Bandar Sri Gemilang, Kecamatan Kateman.

Sekira pukul 21.00 WIB Tim Opsnal Polsek Kateman yang dipimpin langsung Kapolsek berhasil mengamankan DIKI di Parit 6 Kel. Bandar Sri Gemilang beserta barang bukti berupa 1 Unit sepeda motor milik korban. Saat dilakukan penangkapan DIKI tidak melakukan perlawanan

Dalam pemeriksaan, Diki menerangkan bahwa sepeda motor itu dibelinya dari IJAL, 26 tahun, warga Jalan Pendidikan, Kelurahan Tagaraja, Kec. Kateman

Rabu, tanggal 16 November 2016 sekira pukul 07.00 WIB, Ijal-pun diringkus.  Dimintakan keterangan, Ijal menyatakan bahwa ia hanya Ikut serta menjualkan sepeda motor itu kepada Diki seharga Rp. 2.500.000.- dan dia hanya menerima komisi sebesar Rp. 50.000.-

Menurut Ijal, pelaku dari pencurian tersebut adalah CEGE, 28 tahun, warga Jl. Tunas Mekar, Kel. Tagaraja, Kec. Kateman

Setelah mendapat informasi, Tim Opsnal Polsek Kateman kembali bergerak dan menangkap Cege di Jalan Tunas Mekar Kelurahan Tagaraja Kec. Kateman/

Saat diinterogasi, Cege mengakui aksinya itu dilakukan bersama Igun 20 tahun, warga Prt. 5 Kampung Nelayan, Kel. Bandar Sri Gemilang, Kec. Kateman

Tidak menunggu lama Tim Opsnal Polsek Kateman pada pukul 11.00 WIB di Jalan Jendral Sudirman Kelurahan Tagaraja Kecamatan Kateman akhirnya berhasil diringkus.

“Saat ini 4 orang pelaku beserta 1 (satu) Unit sepeda motor Yamaha Mio warna Biru BM 2229 GR, Nosin MH328D305AK269184, Noka 28D2270669, dan STNK motor tersebut An. korban telah diamankan di Mapolsek Kateman,” Pungkas Kapolsek./Am




Dianto mampanini: Ini Hambatan Kembangkan Usaha Mikro dan Kecil

Kadiskop UMKM Inhil, H Dianto Mampanini saat menyampaikan arahan
Kadiskop UMKM Inhil, H Dianto Mampanini saat menyampaikan arahan

Tembilahan, detikriau.org – Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Kabupaten Indragiri Hilir, H Dianto Mampanini menjelaskan ada beberapa persoalan yang saat ini dihadapi dalam upaya pengembangan Usaha Mikro dan Kecil .

Persoalan-persoalan ini disampaikan Dianto disela penyampaian amarannya saat membuka pelatihan Menjahit disalah satu Wisma di Kota Tembilahan ini diantaranya adalah masalah minimnya keterampilan sumberdaya manusia.

Mengatasi persoalan ini, Pemkab Inhil melalui Dinas Koperasi dan UMKM mengupayakan dengan memberikan berbagai bentuk pelatihan. Setelah mendapatkan pelatihan, agar mampu lebih mengembangkan usahanya, Dianto juga berpesan untuk tidak pernah berhenti berusaha dengan menggali tambahan ilmu pengetahuan dari berbagai sumber.

Persoalan berikutnya menurut Dianto adalah masalah Teknologi. Dalam hal ini adalah peralatan-peralatan produksi yang menunjang dalam setiap usaha. Jika saat ini masih mempergunakan peralatan manual, kedepannya diharapkan bisa diupayakan dengan peralatan yang semi otomatis.

“Artinya untuk maju harus ada kemauan dan cita-cita yang kuat. Semua itu sudah menjadi tuntutan jaman. Jika kita tidak mampu bersaing maka kita akan kalah.” Ingatkan Dianto.

Persoalan lainnya ditambahkan mantan kadis CKPR Inhil ini adalah masalah pemasaran. Pemasaran salah satunya tergantung kepada pelayanan dan kualitas produk. Misalnya kita sudah memiliki kualitas yang baik, maka konsumen pasti akan bertahan dan tidak menutup keungkinan akan semakin berkembang.

“terakhir adalah masalah keterbatasan permodalan. Namun untuk masalah ini kita sudah menjalin MoU dengan beberapa lembaga perbankan. Jika memang usaha kita layak, pasti akan dibantu walaupun tanpa adanya agunan,” Tekankannya mengakhiri./dro




Wakil Rektor UNISI Tutup Resmi Turnamen Voly Ball SMK Se-Riau

“Ini Daftar Nama-Nama Pemenang”

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Mewakili beberapa pihak sponsor, Wakil Rektor Universitas Islam Indragiri (Unisi) Bidang Akademik dan Perencanaan, Vivi Arfiani Siregar SH MH menutup resmi Turnamen Voly Ball pelajar SMK se-Provinsi Riau, Minggu (13/11/2016).

Kegiatan yang berlangsung di GOR Tasik Gemilang Tembilahan ini dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-16 SMKN 2 Tembilahan Tahun 2016 yang disponsori beberapa pihak, salah satunya UNISI Tembilahan.

Dalam sambutannya, Wakil Rektor mengatakan bahwa media lomba seperti ini sangat besar manfaatnya untuk ajang membina prestasi siswa dan sebagai media komunikasi positif insan pendidikan dalam upaya mencapai visi misi sekolah.

“Kami mengapresiasi dan menyatakan salut terhadap kegiatan seperti ini, itu kami buktikan dengan mendukung seoptimal mungkin kegiatan turnamen voly ball antar pelajar SLTA se-Riau dalamrangka HUT SMKN 2 Tembilahan yang ke-16 Tahun 2016 ini yang diselenggarakan oleh SMKN 2 Tembilahan,” ungkap Vivi.

Yang jelas katanya, ajang ini dapat bermanfaat untuk pencarian bakat dan menumbuhkembangkan prestasi khususnya dibidang olahraga bola voly dan ajang seperti ini merupakan media yang sangat positif untuk menjalin komunikasi para insan pendidikan, siswa, guru dan tenaga kependidikan lainnya dalam upaya mencapai visi misi sekolah.

Adapun pemenang turnamen diantaranya:
Putra :
Juara I : SMKN 2 Taluk Kuantan – Kuansing
Juara II : SMKN 1 Reteh – Inhil
Juara III : SMKN 2 Tembilahan – Inhil
Juara Harapan : SMK Bhakti Agromandiri Pelangiran – Inhil

Putri :
Juara I : SMKN 2 Taluk Kuantan – Kuansing
Juara II : SMAN 1 Benai – Kuansing
Juara III : SMAN Pintar Taluk Kuantan – Kuansing
Juara Harapan : SMA Dharma Pendidikan Kempas – Inhil ./ Mirwan