Polres Inhil Bekuk Residivis Kambuhan Penyalahgunaan Narkotika

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Polres Indragiri Hilir (Inhil) membekuk salah seorang pelaku tindak pidana penyalahgunaan narkotika berinisal E (44) warga jalan Pangeran Hidayat Tembilahan.

Residivis yang juga pernah diperkarakan dengan kasus yang sama di tahun 2016 ini ditangkap di depan Kafe Bambu jalan Telaga Biru Tembilahan Hulu sekitar pukul 3.30 WIB, Jum’at (18/11/2016).

Kronologis penangkapan berawal sekira pukul 02.00 WIB. Anggota Sat Res Narkoba Polres Inhil mendapat informasi bahwa ada seseorang laki-laki yang sering  menawarkan pil extacy di depan Kafe Bambu Jalan Telaga Biru Kelurahan Tembilahan Hulu  Kecamatan Tembilahan Hulu

Mendapat informasi tersebut Kasat Narkoba AKP Bachtiar SH SIK memerintahkan kepada Tim Opsnal Sat Res Narkoba untuk melakukan penyelidikan sekaligus penangkapan terhadap pelaku

Setelah dapat dipastikan keberadaan pelaku dan barang bukti, pada pukul 03.30 WIB dilakukan penangkapan dan sekaligus pengeledahan terhadap pelaku.

Saat penangkapan ditubuh korban ditemukan sebanyak 10 butir pil extacy merek everlove warna hijau dan merah muda di bungkus plastik putih bening yang disembunyikan didalam plastik Mi Goreng.

Ikut diamankan sebagai barang bukti 1 unit HP merk Nokia warna hitam, uang tunai sebesar Rp 150 ribu beserta 1 unit sepeda motor merek Yamaha Fino warna merah maron les putih silver dengan Nomor Polisi BM 4643 GU yang dipergunakan oleh pelaku.

“Saat ini pelaku beserta barang bukti sudah diamankan untuk pengembangan dan penyidikan lebih lanjut,” Sampaikan Kapolres Inhil AKBP Dolifar Manurung SIK melalui Kasat Narkoba, AKP Bachtiar SIK.

Kasat juga menambahkan bahwa pihaknya akan terus memerangi peredaran Narkoba, untuk itu ia memintakan peran aktif masyarakat memberikan informasi jika mengetahui adanya penyalahgunaan narkoba./*/Mirwan




Amankan Listrik dimusim Penghujan dan Banjir Pasang

 

Iklan layanan gratis ini merupakan partisipasi detikriau.org untuk keamanan dan keselamatan masyarakat….




Pemilik Media Online Prancis Isi Workshop Konten Media Lokal

sabine-torresPEKANBARU – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia bekerjasama dengan AJI Pekanbaru, Canal France International (CFI) dan Development and Peace gelar workshop “Membuat Konten bagi Media Online Lokal,” Hotel Grand Tjokro, Pekanbaru, Kamis, 17 November 2016.

Pemateri pemilik media online Perancis, TV Sud, Sabine Torres. Pelatihan dikhususkan bagi media online ini  digelar selama 2 (dua) hari, 17 dan 18 November 2016, diikuti 15 pengelola media online dari Kota Pekanbaru, Kabupaten Rokan Hulu, Kabupaten Siak, dan Kota Palembang.

Kegiatan ini merupakan rangkaian dari Festival Media AJI 2016, puncak acaranya digelar pada 19 dan 20 November 2016. Saat pembukaan workshop, pengurus AJI Indonesia bidang penyiaran, Bayu Wardhana mengungkapkan, workshop media online ini digelar sebagai bentuk kepedulian AJI terhadap perkembangan media online lokal.

Pasalnya, saat ini media online di Indonesia masih kurang gencar mengangkat isu lokal. “Banyak media online lokal tapi kontennya masih kurang atau tidak mengembangkan diri dengan konten lokal,” tutur Bayu.

Padahal, menurut Bayu, banyak isu lokal yang menarik diangkat.Namun sebagian besar media lokal justru lebih banyak menyajikan berita-beritanasional.Ia mencontohkan, media lokal cenderungl ebih tertarik mengangkat isu politik nasional sedangkan porsi politik daerah  kurang dilirik.

Selain itu, lanjutnya,banyak pengelola media lokal kurang memahami bagaimana karakteristik penyajian konten untuk media online. “Banyak media online dengan gaya penyajian media cetak dibawa ke online padahal beda. Kita hadirkan Sabine karena punya pengalaman mengembangkan media lokal Prancis.Itu sudah dibuktikan dengan TVSud-nya,” ujar jurnalis lndependen.id ini.

Dalam pemaparannya,Sabine Torres menjelaskan, wartawan harus bisa memahami psikologis pembaca. Ia menambahkan,jurnalis sebaiknya memposisikan diri sebagai pembaca ketika menulis berita. Bahkan jurnalis harus lebih mengetahui detail karakteristik pembaca.

“Wartawan harus mengenali sasaran pembacanya.Jadi kontennya tepat ke pembaca,” tegasnya.

Selanjutnya, Sabine menjelaskan untuk meningkatkan kualitas media lokal, yang perlu dibenahi pertama dari segi konten, kedua editing dan broadcasting secara profesional.
Kemudian yang tak kalah penting adalah memanfaatkan kecanggihan teknologi dan media digital dalam membagikan berita.Hal ini sangat penting agar informasi sampai kesasaran pembacanya.

“Jika kredibel maka akan diperhatikan pengiklan, dengan begitu dapat mengelola finansial secara mandiri,” kata CEO myvideoplace.tv.

Jurnalis bertuahpos.com,  Riki Ariyanto, yang mengikuti workshop tersebut mengatakan, pelatihan tersebutlebih membuka wawasannya terkait pengelolaan media online lokal. “Akan lebih mempertimbangkan segmentasi.Selama ini cenderung menulis yang jurnalis sukai, bukan yang pembaca sukai,” katanya.(Rilis)




Tutup Pelatihan Fungsi Teknis Binmas, Kapolres Berikan Wejangan Bagi Peserta

Tembilahan, detikriau.org – Kapolres Inhil, AKBP Dolifar Manurung SIK menutup resmi kegiatan pelatihan Fungsi Teknis Binmas. Kegiatan yang dilaksanakan di Aula Bakti Rekonfu Polres Inhil jalan Gadjah Mada Tembilahan ini turut dihadiri oleh Kabid Binmas, AKP Juli Afdal, Kasub Bag Hukum Bag Sumda AKP Ali Zahari, Instruktur Fungsi Teknis Binmas IPDA H Darmi Pangabean, Kanit Bin Polmas Sat Binmas IPDA Erol Simbolon beserta Panitia Pelaksana Pelatihan Fungsi Teknis Binmas, kamis (17/11/2016).

Dalam pengarahannya Kapolres menekankan kepada seluruh peserta untuk bisa menerapkan dan mengaplikasikan di tempat penugasannya informasi dan pengetahuan yang sudah didapatkan di pelatihan ini.

Sebagai unsur 3 pilar di Desa yaitu Kepala Desa, Bhabinkamtibmas dan Babinsa, harus jadi pilar yang kokoh agar Desa pun jadi kokoh, Bhabinkamtimas sebagai bagian dari 3 pilar tersebut harus menunjukan kwalitas dan pengabdian yang terbaik

“ Kalau kita punya niat baik dan tulus untuk membantu masyarakat, yakinlah itu akan mengangkat harkat dan derjat Pribadi, yang pada ujungnya akan mengangkat harkat dan martabat Polri pada umumnya,” Pesan Kapolres

Bhabinkamtibmas adalah contoh dan tauladan dari masyarakat maka jagalah prilaku dan sikap dilapangan

“Jangan takut untuk berkreasi dan berinovasi dalam melaksanakan program dan bila ada hambatan jangan sungkan untuk melaporkannya pada pimpinan.” Akhir Kapolres sambil mengatakan bahwa apa yang kita lakukan dengan ikhlas akan terdengar gaungnya sampai ke Polda bahkan sampai ke Mabes serta akan mendapat balasan yang setimpal dari-NYA

Pelatihan Fungsi Teknis Binmas ini diikuti oleh 30 orang peserta yang terdiri dari Bhabinkamtibmas dan personel Sat Binmas Polres Inhil dimulai yang dimulai sejak hari Senin tanggal 14 November sampai Kamis tanggal 17 November 2016 dengan Instruktur dari Personel Polres Inhil yang sudah mendapat Pelatihan dari Lemdiklat Polri dan dari Personel Sat Binmas lainnya./Am




Hari Ke-2 Operasi Zebra Siak 2016, Polres Inhil Tindak 33 Pengemudi Kendaraan Bermotor

Tembilahan, detikriau.org – Hari kedua pelaksanaan Operasi Zebra Siak 2016, Satuan Lantas Polres Inhil mengeluarkan sebanyak 33 lembar surat tilang terhadap pengendara roda 2 dan roda 4 dengan barang bukti berupa 7 buah STNK, 3 lembar SIM dan 23 Kendaraan bermotor serta mengeluarkan 37 lembar surat teguran. Kamis (17/11/2016)

Berdasarkan keterangan Kasat Lantas Polres Inhil AKP JUSLI SH, pelaksanaan Operasi Zebra hari ini dilaksanakan dengan cara hunting system dengan menyusuri jalan-jalan seputaran Kota Tembilahan oleh Sat Gas IV Operasi Zebra Siak 2016 yang dipimpin oleh Kasat Gas IV IPDA ISMAIL

“Hari ini kita melakukan penindakan kepada pengendara sepeda motor dan mobil dengan Tilang sebanyak 33 lembar dengan rincian barang bukti 7 STNK, 3 SIM dan 23 Ranmor dan terhadap pelanggaran yang bersifat ringan berupa teguran sebanyak 37 lembar,” Sampaikan AKP Jusli

Menurut AKP Jusli, pada umumnya pelanggaran terbanyak dan sering dilakukan pengendara sepeda motor adalah tidak mengenakan helm termasuk tidak memiliki / tidak membawa SIM dan STNK

AKP Jusli menghimbau kepada pengendara sepeda motor untuk selalu membawa kelengkapan surat-surat kendaraan, melengkapi kendaraannya dengan peralatan standar seperti kaca spion dan nomor polisi serta selalu memakai helm ketika mengendarai kendaraan bermotor

Kasat juga menghimbau kepada masyarakat untuk mematuhi aturan dan rambu-rambu lalu lintas serta menjaga sopan santun berlalu lintas saat berkendaraan demi keselamatan bersama dan mencapai kamseltibcar lantas

“Operasi Zebra Siak 2016 ditujukan untuk meningkatkan kepatuhan hukum masyarakat dalam berlalu lintas khususnya di wilayah hukum Polres Indragiri Hilir.” Akhiri Kasat Lantas./ dro




Ini Penting Diketahui Pelanggan Listrik 450 VA

JAKARTA – Kebijakan pemerintah mencabut subsidi pelanggan listrik 900 VA dipastikan mulai diterapkan Januari 2017.

Kini pemerintah mencari cara untuk memangkas subsidi listrik bagi pelanggan 450 VA.

Anggota Dewan Energi Nasional (DEN) Syamsir Abduh menyatakan, pelanggan listrik 450 VA yang berstatus keluarga miskin tetap akan mendapatkan subsidi dari negara.

Namun, subsidinya tidak berbentuk selisih tarif listrik yang dibayarkan negara ke PLN.

Bentuk subsidi nantinya berupa bantuan langsung.

Pola yang berlaku saat ini membuat pelanggan 450 VA hanya membayar sepertiga dari tarif listrik normal.

Untuk November, tarif rumah tangga adalah Rp 1.461 per kWh. Maka, biaya 450 VA mencapai Rp 487 per kWh.

’’Intinya, harga listrik nanti berdasar keekonomian. Masyarakat yang berhak cukup membayar sesuai kemampuan,’’ jelasnya.

Syamsir lantas membuat pengandaian kalau tarif keekonomian listrik ialah Rp 900 per kWh.

Lantas, rata-rata kemampuan daya beli masyarakat, misalnya, Rp 500 per kWh.

Kekurangan sebesar Rp 400 akan diberikan dalam bentuk subsidi yang mirip distribusi kartu Indonesia pintar.

’’Bantuan bisa sampai dengan baik. Pemerintah confidence dengan itu,” terangnya.

Selain media penyaluran subsidi, sejumlah kementerian masih membahas cara menentukan rasio kemampuan daya bayar masyarakat.

Sebab, tiap rumah tangga mempunyai kebutuhan berbeda. Pemerintah ingin subsidi listrik disalurkan kepada warga miskin seperti di negara maju, yakni diskon khusus untuk membeli barang di supermarket.

Dalam pembahasan di sidang DEN pada Senin (14/11), cara tersebut diharapkan bisa berjalan pada 2017.

Namun, dia tidak tahu pasti kapan bisa berjalan karena itu masih usulan dan perlu diperdalam.

Nanti ada tim yang membahas detil pelaksanaannya, termasuk komunikasi dengan stakeholder.

Saat pemerintah menjalankan cara tersebut, bukan tidak mungkin tarif dasar listrik 450 VA menjadi normal seperti 900 VA maupun 1.300 VA yang per 1 Januari sudah sama.

’’Mungkin nanti ada tahapan tidak lagi disubsidi. Seperti premium yang tidak lagi bersubsidi,’’ katanya./JPNN