Ketua DPRD Inhil Pinta Pemkab Kembali Anggarkan Dana IKK yang Terpotong Akibat Rasionalisasi Anggaran
Ketua DPRD Inhil H Dani M Nursalam (kiri) berdialog dengan Camat Kecamatan Tanah Merah Yuliargo disela kegiatan touring bersama ISSI di Kecamatan tersebut. minggu (4/12/2016)
Tembilahan, detikriau.org – Ketua DPRD Inhil H Dani M Nursalam meminta pemerintah kabupaten untuk kembali menganggarkan dana IKK yang terpotong akibat rasionalisasi anggaran.
Permintaan ini menurutnya dikarenakan sejumlah Infrastruktur Kota Kecamatan memang membutuhkan perhatian segera.
“contohnya di Kecamatan Tanah Merah. Jika tidak segera kita benahi saya khawatir lambat laun masyarakat terpaksa mempergunakan perahu untuk menuju dari satu rumah kerumah lainnya,” Sampaikan Dani kepada detikriau.org diruang kerjanya Gedung DPRD Inhil jalan HR Subrantas, selasa (6/12/2016) kemaren.
menurut Dani, kondisi ini dikatakannya diketahui dalam kesempatan touring bersama sejumlah anggota Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI) Kabupaten Indragiri Hilir, minggu (4/2/2016) yang lalu.
Dalam kesempatan itu, rombongan touring melintasi sejumlah ruas jalan IKK di Kecamatan Enok dan Tanah Merah.
“Memang butuh perhatian segera. Makanya saya minta Pemkab kembali menganggarkan dana IKK yang terpotong akibat rasionalisasi anggaran dan kalau perlu ditambah agar perbaikan dapat segera dilakukan.” Akhirinya./dro
Tes DNA Jenajah Mrs X baru didapatkan 2 atau 3 Pekan Mendatang.
“Polisi Masih Gali Informasi Penyebab Kematian Korban”
Tembilahan, detikriau.org – Pastikan Identitas Mrs X yang diakui Rudi (26) warga Parit 9 Dusun Taman Sari Desa Pancur Kec. Keritang sebagai orang tuanya telah dilakukan pengambilan sampel darah sebagai data pembanding DNA. Hasilnya baru akan diketahui sekitar 2 atau 3 minggu mendatang.
“Memastikan identitas korban, kita masih harus menunggu tes DNA yang hasilnya baru akan didapatkan 2 atau 3 minggu mendatang. Rudi meyakini Mrs X adalah ibunya yang bernama Misinah (42) yang didasarkan pada pakaian yang dikenakan dan ciri-ciri fisik dari jasad korban,” Sampaikan Kapolres Inhil AKBP Doliofar Manurung SIK melalui Kasat Reskrim Polres Inhil AKP Arry Prasetyo, rabu (7/12/2016)
Jenajah Mrs X ditemukan di areal perkebunan kelapa sawit RT 4 RW 4 Dusun Kruing Desa Tukjimun Kec. Kemuning Kab. Inhil pada Jumat ( 2/12/2016) yang lalu.
Jasad tersebut kemudian dibawa ke RS Bhayangkara Pekanbaru untuk dilakukan otopsi dan kemudian pada Selasa ( 6/12/2016) pukul 23.15 WIB, jenazah dijemput oleh pihak keluarga dan dikebumikan pada hari Rabu tanggal 7 Desember 2016 pukul 10.00 WIB Parit 9 Dusun Taman Sari Desa Pancur Kec. Keritang
Masih menurut Arry, penyebab kematian korban menunggu hasil pemeriksaan otopsi mayat oleh tim dokter forensik RS Bhayangkara Polda Riau
“Sampai saat ini kita masih bekerja keras menggali berbagai informasi dan penyelidikan lebih lanjut terkait kematian korban.” Tutupnya./Am
Galeri Foto Acara Pembukaan pelatihan kerajinan rumah tangga pemanfaatan tempurung kelapa untuk souvenir dan penghias mebel
Jenajah Mrs X Hari Ini dikebumikan di Keritang. Korban diyakini Bernama Misinah
Tembilahan, detikriau.org – Jenajah Mrs X yang ditemukan di areal perkebunan kelapa sawit RT 4 RW 4 Dusun Kruing Desa Tukjimun Kec. Kemuning Kab. Inhil pada Jumat ( 2/12/2016) sekira pukul 14.00 Wib pekan lalu, hari ini dimakamkan di Parit 9 Taman Sari Desa Pancur Kec. Keritang Inhil. Rabu (7/12/2016)
Identitas Mrs X tersebut diyakini bernama Misinah (42 tahun) warga Parit 9 Dusun Taman Sari Desa Pancur Kec. Keritang. Hal tersebut berdasarkan pengakuan dan keyakinan anak korban yang bernama Rudi (26 tahun) dan kerabatnya yang lain yang dikenali dari pakaian yang dikenakan dan ciri – ciri fisik yang tersisa dari jasad tersebut setelah mereka mendatangi RS Bhayangkara Polda Riau
“Dari pemeriksaan tim forensik RS Bhayangkara terhadap Rudi ditemukan ada kemiripan antara Mrs X tersebut dengan orang yang diduga adalah Misnah atau ibu kandung Rudi,” Sampaikan Kapolres Inhil AKBP Dolifar Manurung SIK melalui Paur Humas Ipda Heriman Putra
Sebelumnya Informasi penemuan mayat wanita tak beridentitas disebar oleh Sat Reskrim Polres Inhil dan Polsek Kemuning melalui media kovensional dan online serta medsos lainnya.
Upaya mengetahui identitas korban ini mendapat respon setelah kerabat korban membaca berita di internet dan kemudian menghubungi Polsek Kemuning.
“Hari ini jenajah sudah dikebumikan pihak keluarga di Parit 9 Taman Sari Desa Pancur Kec. Keritang Inhil.” Tutup Heriman./Am
Buka Kegiatan Pelatihan Pemanfaatan Tempurung Kelapa, Dianto Harapkan Peserta Bersungguh-sungguh
Kadiskop UMKM Inhil DR H Dianto Mampanini SE MT
Tembilahan, detikriau.org – Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil Mikro dan Menengah (UMKM) Kabupaten Indragiri Hilir DR H Dianto Mampanini SE MT berharap kepada seluruh peserta yang mengikuti pelatihan-pelatihan yang dilakukan oleh pemerintah dapat mengikutinya dengan bersungguh-sungguh.
Dengannya diharapkan bekal ilmu keterampilan yang didapat akan menjadi daya dorong bagi masyarakat khususnya peserta pelatihan sebagai salah satu sumber usaha dan memberikan tambahan penghasilan.
“Manfaatkan kesempatan-kesempatan itu dengan sebaik-baiknya, serap dan ikuti seluruh kegiatan pelatihan-pelatihan dengan bersungguh-sungguh agar dapat memberi manfaat,” Ujar Dianto dalam sambutannya saat membuka kegiatan pelatihan kerajinan rumah tangga pemanfaatan tempurung kelapa untuk souvenir dan penghias mebel tajaan Diskop UMKM Provinsi Riau disalah satu Hotel di Jalan Lingkar Tembilahan, rabu (7/12/2016)
Dikatakan Dianto, sebagai daerah sumber penghasil kelapa terbesar, bahan baku tempurung tersedia secara melimpah. Selama ini kebanyakan masyarakat baru memanfaatkan produk sampingan buah kelapa ini sebagai arang tempurung yang diolah dengan cara sederhana sehingga nilai ekonomisnya masih sangat rendah.
Dengan pelatihan ini, dengan bekal ilmu yang didapat, iya meyakini tempurung kelapa yang cenderung masih dikategorikan limbah perkebunan di Kabupaten Inhil ini akan dapat diolah menjadi sesuatu yang berharga dan memiliki nilai ekonomis tinggi.
“Syaratnya tentu harus bersungguh-sungguh agar transfer ilmu itu dapat diserap dengan baik,” Tekankan Dianto
Diskop UMKM Inhil menurutnya tidak akan pernah berhenti memberikan dorongan dan melakukan pantauan agar segala usaha yang dilakukan ini akan memberikan dampak positif khususnya bagi peningkatan ekonomi masyarakat.
“Jika penilaian kita nantinya kelompok-kelompok peserta yang mengikuti pelatihan hari ini serius kita akan memberikan dukungan misalnya dengan memberikan bantuan peralatan-peralatan yang dibutuhkan,” Motifasinya.
Sementara itu ketua panitia pelaksana pelatihan Diskop UMKM Provinsi Riau, M Lungga menerangkan bahwa sebelum di Kabupaten Inhil, pihaknya juga sudah melakukan pelatihan serupa di Kabupaten Kepulauan Meranti dan Bagan Siapiapi.
Untuk kegiatan yang dilaksanakan di Kab Inhil kali ini menurut Kasi Usaha Kecil Diskop UMKM Provinsi Riau ini diikuti oleh 20 orang peserta yang terbagi dalam 4 kelompok. Kepada peserta selama pelatihan, biaya penginapan ditanggung oleh pemerintah termasuk diberikan bantuan Akomodasi dan konsumsi, uang saku serta fasilitas administrasi yang dibutuhkan selama pelatihan.
“Peserta atas permintaan kita tapi merupakan rekomendasi dari Dinas Koperasi setempat,” sampaikan Lungga.
Kegiatan pelatihan ini menurutnya dilaksanakan selama 6 hari penuh sejak tanggal 6 – 11 Desember 2016 dengan menghadirkan tenaga pelatih dari Solo
“Semalam kegiatan sudah kita mulai dengan pembentukan kelompok dan pengenalan beberapa peralatan kepada peserta pelatihan. Pembukaannya yang baru dilakukan hari ini.” Tutupnya./dro
Keperdulian Masyarakat Miliki Identitas Kependudukan Masih Minim, Komisi A Desak Disdukcapil “Jemput Bola”
Ketua komisi A DPRD Kabupaten Kepulauan Meranti, E Miratna SH. Foto: net
Selatpanjang, detikriau.org – Ketua komisi A DPRD Kabupaten Kepulauan Meranti, E Miratna mendesak Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) untuk terus gencar melakukan prekaman e-KTP di Meranti. Desakan itu dipicu oleh masih minimnya kepedulian masyarakat tentang pentingnya memiliki identitas yang layak.
Sebagai contoh dirinya mengungkapkan, dari 41 ribu warga wajib KTP di Kecamatan Tebingtinggi baru sekitar 21 ribu jiwa saja yang sudah memilki e-KTP.
“Kita meminta Disdukcapil bersikap reaktif terhadap permasalahan tersebut. Setidaknya, Disdukcapil melakukan “jemput bola” dengan mendatangi masyarakat secara langsung.” Sampaikan E Miratna di Selatpanjang, kemaren
Selain jemput bola, Disdukcapil juga diminta untuk gencar melakukan sosialisasi melalui media. Bisa melakukan publikasi melalui media cetak, elektronik maupun online dengan menjelaskan fungsi dan dampaknya jika tidak melakukan perekaman e-KTP hingga pertengahan tahun 2017.
“Jika ini tidak dilakukan, penduduk bakal mengalami kesulitan mengurus surat-surat yang terkait dengan data kependudukan,” ujarnya. (cr)