Curi Hp, Polisi Ringkus Seorang Warga Jalan Tanjung Harapan

foto ilustrasi; net
foto ilustrasi; net

Tembilahan, detikriau.org – Sat Reskrim Polsek Tembilahan membekuk And (22) warga Jalan Tanjung Harapan Kelurahan Sungai Beringin Kecamatan Tembilahan. Polisi meringkus And di toko perjualan dan service HP di Jalan Sederhana Kec Tembilahan Hulu bersama barang bukti Handphone merk VIVO V5 type 1601 warna crown gold yang dilaporkan hilang oleh Rah (27) warga jalan Stadion Kelurahan Sungai Beringin Kec Tembilahan.

“kita menerima laporan kehilangan dari Rah (27) pada rabu (7/12/2016). Hasil penyelidikan, pelaku mengarah kepada tersangka,” Sampaikan Kapolres Inhil AKBP Dolifar Manurung SIK melalui Kapolsek Tembilahan IPTU Zulhendra

Disampaikannya, tindakan pencurian yang dilakukan tsk terjadi pada selasa (6/12/2016) sekira pukul 10.00 Wib dirumah kediaman pelapor.

Sekira pukul 09.00 Wib dihari kejadian, korban sedang berada seorang diri.  Dua unit handphone miliknya merk VIVO V5 type 1601 warna crown gold  dan handphone merk LENOVO S 8990 warna hitam dilaetakkan diatas kasur tempat ia berbaring sambil menonton acara tv dan karena mengantuk korban pun tertidur

Sekira pukul 10.00 WIB korban terbangun namun korban tidak menemukan lagi 2 unit handphone miliknya di tempatnya terakhir diletakan.  korban berusaha melakukan pencarian disekitar rumah namun hp tersebut tidak juga ditemukannya kembali

Atas kejadian tersebut korban mengalami kerugian sebesar Rp 4.800.000 (empat juta delapan ratus ribu rupiah) dan selanjutnya melaporkan kejadian kehilangan tersebut ke Polsek Tembilahan Kota

Mendapat laporan, Kapolsek memerintahkan Kanit Reskrim Bripka Delni Atma Saputra SH, dan Kanit Intelkam, Bripka Danu Hidayat beserta 3 orang personel untuk melakulan penyelidikan. hasilnya diperoleh informasi tentang siapa pelakunya

Sekira pukul 19.30 WIB, di sebuah toko perjualan dan service HP, di Jalan Sederhana Kec.  Tembilahan Hulu, Personel Polsek Tembilahan berhasil melacak keberadaan pelaku dan melakukan penangkapan.

Pelaku pada saat itu sedang melakukan perbaikan handphone merk VIVO V type 1601 warna crown gold sama dengan handphone milik korban yang hilang.

“saat ini pelaku beserta barang bukti Handphone merk VIVO V5 type 1601 warna crown gold, dengan nomor imei 862501030882215 telah diamankan di Mapolsek Tembilahan untuk penyidikan lebih lanjut.” Akhiri Kapolsek./Am




Ooooh, Tagih Hutang Janji yang Latarbelakangai Kedatangan Puluhan Masyarakat Pungkat ke Kantor Bupati

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Sekira pukul 10.00 Wib, puluhan massa yang tergabung dalam Organisasi Rakyat Pungkat Bersatu (ORPB) tiba di gedung kantor Bupati Inhil.

Merekapun melakukan aski demontrasi dan berorasi menuntut janji Pemkab Inhil untuk membantu menangani penyelesaian konflik antara masyarakat dengan perusahaaan PT Setia Agrindo Lestrai (SAL).

“Sampai hari ini janji Pemkab Inhil yang disampaikan Bupati setahun yang lalu tidak juga kunjung terealisasi. Kami menuntut janji dan meminta Buati untuk hadir menemui kami.” Pekik Koordinator Massa, Asmar melalui corong megaphone-nya, kamis (8/12/2016

Namun kedatangan masyarakat kali ini-pun kembali harus menelan kecewaan. Bupati Inhil sedang tidak berada ditempat. Dikabarkan sedang dalam perjalanan menuju Pekanbaru.

Dikantor Bupati, massa hanya disambut oleh Kepala Kesbangpolinmas Kabupaten Inhil, Darusallam serta beberapa pejabat dilngkungan Pemkab Inhil.

Tidak berhasil menemui Bupati, beberapa perwakilan masyarakat pungkat melakukan pertemuan yang dihadiri Asisten II Setda Inhil, Rudiansyah, Kepala Kesbangpolinmas Darussalam, Kabag Umum, Ahmad Ramani dan Kepala BLH Helmi dan Staf Ahli Bupati Fahrolrozy.

Sementara itu, Deputi Walhi Riau, Boy Even Sembiring saat mendampingi massa menyampaikan bahwa pihaknya akan terus mendukung gerakan masyarakat dalam memperjuangan apa yang menjadi haknya dan memantau aktivitas-aktivitas perusahaan yang dalam operasinya merusak lingkungan.

“Tidak ada alasan bagi pemerintah (Bupati, red) tidak mau bertemu dengan masyarakatnya sendiri. Yang jelas kita tunggu pihak pemda untuk menjadwalkan pertemuan dengan Bupati,” tegas Boy./Mirwan




Rotasi Bumi Melambat, Sehari Jadi 25 Jam?

DURHAM, detikriau.org — Tim peneliti asal Universitas Durham, Inggris, melakukan penelitian pada berbagai peristiwa gerhana dan peristiwa luar angkasa lainnya dalam kurun waktu 27 abad terakhir. Penelitian itu mengungkap informasi baru mengenai rotasi bumi yang melambat seiring berjalannya waktu.

Dengan ini, satu hari yang lamanya 24 jam mempunyai kemungkinan untuk bertambah. Meski ada kemungkinan bertambah, namun penambahannya butuh waktu yang sangat lama agar benar-benar memiliki efek bagi kehidupan. Diungkap oleh pemimpin penelitian, Leslie Morrison, proses perlambatan sangat panjang.

Dalam kurun waktu 2.700 tahun, perlambatan rotasi bumi hampir dua milidetik. Oleh karena itu, diperlukan 6.7 juta tahun untuk melambat selama satu menit. Untuk menjadikan satu hari 25 jam diperlukan waktu 200 tahun lagi.

Dilansir dari Sky News, Rabu (7/12/2016), data itu didapat dari penelitian fakta gerhana dan peristiwa-peristiwa luar angkasa sejak 720 sebelum masehi hingga 2015. Data yang didapat ini mematahkan perkiraan Morrison sebelumnya yang mengira perlambatan rotasi bumi lebih besar dari data tersebut. Sebelumnya diperkirakan perlu 5.2 juta tahun untuk menambah satu menit rotasi.

“Data yang diungkap sebelumnya hanya kira-kira, karena tenaga geofisika yang membuat bumi berotasi tidak bergerak dalam keadaan konstan,” jelas Morrison dikutip detikriau.org melalui harianjogja.com.

Rotasi bumi juga dipengaruhi oleh beberapa faktor dari dalam bumi. Perubahan permukaan kutub, aktivitas elektromagnetik inti bumi dan permukaan air laut menjadi beberapa faktor yang memengaruhi rotasi bumi./*

Baca sumber




Dikabarkan Pagi Ini Puluhan Warga Pungkat Serbu Kantor Bupati Inhil

Foto ilustrasi; net
Foto ilustrasi; net

Tembilahan, detikriau.org – dikabarkan pagi ini sekitar 60-an massa yang mengatasnamakan Organisasi Rakyat Pungkat Bersatu (ORPB) akan mendatangi gedung kantor Bupati Inhil.

Kedatangan Massa warga Desa pungkat Kecamatan Gaung Kabupaten Inhil ini juga dikabarkan akan dihadiri langsung oleh Deputi Walhi Prov. Riau Boy Evan Sembiring

“rencana pagi ini kamis (8/12/2016). Warga mulai kumpul di Pelabuhan depan RSUD Puri Husada sekira pukul 09.00 WIB,” Ujar sumber detikriau.org melalui sambungan WA

Geruduk massa dikabarkan berkenaan dengan hari anti Korupsi International dan Hari HAM International, peserta aksi Unjuk Rasa akan mendorong Pemerintah Kab. Inhil untuk melakukan pemberian izin secara transparan dan berpihak kepada masyarakat kecil.

Selain itu juga meminta Pemkab Mencabut ijin  PT Setia Agrindo Lestari (PT SAL) di Desa Pungkat./dro




Hingga Tanggal 11 Desember “Jokowi” Berada di Tembilahan. Ada Apa?

Jokowi (kiri) pose bersama Kadiskop UMKM Inhil, DR Dianto Mampanini SE MT (dua dari kanan) sambil memperlihatkan contoh kerajinan rumahtangga berbahan tempurung kelapa
Jokowi (kiri) pose bersama Kadiskop UMKM Inhil, DR H Dianto Mampanini SE MT (dua dari kanan) sambil memperlihatkan contoh kerajinan rumahtangga berbahan tempurung kelapa

Tembilahan, detikriau.org – Sejak tanggal 6 Desember hingga 11 desember 2016 Jokowi akan berada di Kabupaten Indragiri Hilir. Jokowi menginap di salah satu Hotel di jalan lingkar Tembilahan.

Namun Jokowi yang satu ini bukanlah Presiden RI Joko Widodo. Ia adalah Jokowiyono.

Jokowiyono pernah menjadi teman satu komunitas koperasi di Solo bersama Joko Widodo sebelum orang yang kini menjadi pemimpin nomor 1 di Indonesia itu menjadi Walikota Solo.

Jokowiyono  hadir di kota Tembilahan sebagai tenaga pelatih pembuatan kerajinan rumah tangga pemanfaatan tempurung kelapa untuk souvenir dan penghias mebel.

“Sebelum kegiatan di Tembilahan, saya juga telah memberikan pelatihan serupa di Kabupaten Kepulauan Meranti dan Bagan Siapiapi.”sampaikan Jokowi kepada detikriau.org, rabu (7/12/2016)

Mengetahui ketersedian bahan baku tempurung kelapa yang begitu melimpah di Kabupaten Inhil menurutnya jikalah bisa dimanfaatkan dan dikelola dengan serius, ia meyakini akan berdampak yang sangat besar terhadap penghidupan masyarakat.

Di solo menurutnya juga, untuk mendapatkan bahan-baku tempurung kelapa, mereka harus membeli seharga Rp 200 – Rp 300 per butir dan kadang-kadang bahan baku itupun tidak tersedia.

“Disini semua tersedia dengan melimpah. Bahkan katanya cenderung masih dianggap sebagai limbah. Ini potensi luar biasa asalkan kita mampu mengelola dan memanfaatkannya dengan benar,” pendapat Jokowi

Ia juga meyakini jika peserta pelatihan kali ini mampu dan serius menyerap transfer ilmu dengan baik, kedepannya bukan tidak mungkin kerajinan dari tempurung kelapa akan menjadi salah satu daya tarik wisata bagi Kabupaten Inhil.

“Sepertinya daerah Kasongan di Yogyakarta. Hanya dengan mengolah material tanah menjadi berbagai produk kerajinan, kasongan kini menjadi salah satu tujuan wisata.” Dicontohkannya./dro




Pasokan Listrik PLN Kembali Terputus. Ini Sebabnya

Tembilahan, detikriau.org – Hujan deras disertai petir menyebabkan kerusakan disejumlah jaringan milik PLN Rayon Tembilahan. Masyarakat mengeluh disebabkan selama berjam-jam pasokan listrik terputus.

“semalam pasokan listrik kita juga terputus. Kalau tidak salah saya sekitar jam 1.30 Wib dinihari baru tersambung kembali. Malam ini hal itu kembali berulang.” Keluh Indra, warga Tembilahan Hulu kepada detikriau.org melalui sambungan telepon selularnya. Rabu (7/12/2016) sekira pukul 21.15 Wib

Tidak hanya Indra, Hamidi Warga Tembilahan Kota juga melalui sambungan selularnya-pun mengeluhkan terputusnya pasokan listrik kerumah-nya.

Hamidi berharap pihak PLN dapat segera menyikapi persoalan ini agar hak masyarakat untuk mendapatkan penerangan tidak terkecewakan.

“Dengan pergantian meteran lsitrik sistem pulsa. Rasanya tidak mungkin lagi masyarakat menunggak kewajibannya. Kondisi ini harusnya diiringi dengan peningkatan pelayanan oleh pihak PLN.” Tuntutnya.

Terkait keluahan masyarakat, manajer PLN Rayon Tembilahan, Syaiful Hanan dikomfirmasi detikriau.org menyampaikan permintaan maaf.

Menurutnya terputusnya pasokan listrik kerumah-rumah pelanggan dalam 2 hari belakangan ini disebabkan kondisi alam, hujan lebat diiringi petir.

“Kami memohon maaf. Ada gangguan jaringan saat hujan petir tadi. Kita sudah menemukan titik gangguannya dan saat ini sedang dalam pekerjaan. Mudah-mudahan segera selesai dan kembali normal,” Jawab Syaiful melalui sambungan WA, rabu (7/12/2016) pukul 21.57 Wib

Pemadaman yang terjadi Selasa (6/12/2016) ditambahkan Syaiful juga disebabkan hal yang sama. Bahkan terputusnya pasokan listrik saat itu terjadi secara total.

“Malam ini hanya jaringan kedaerah jalan Telaga Biru (Baharuddin Jusuf. Red) dan sekitarnya saja yang terganggu. Kedepan kita akan lebih tingkatkan lagi pemeliharaan jaringan. Kami meminta maaf kepada seluruh pelanggan atas ketidaknyamanan ini.” Akhiri Syaiful./ dro