432 Personil Polres Inhil Siap Amankan Hari Natal dan Tahun Baru

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Sebanyak 432 personil Polres Indragiri Hilir (Inhil) telah disiapoan untuk mengamankan perayaan hari natal dan menyambut tahun baru 2017.

Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Kapolres Inhil AKBP Dolifar Manurung setelah mengikuti apel gelar pasukan operasi lilin siak 2016 di lapangan Gadjah Mada Tembilahan, Kamis (22/12/2016).

“Ada 432 personil yang kita libatkan dalam pengamanan nantinya. Tapi kita juga dibantu oleh sejumlah personil lain seperti TNI, Satpol PP, Dishub, Dinas Kesehatan, Polindo dan BPBD Inhil,” kata Dolifar.

Upaya yang dilakukan, pihaknya mendirikan sedikitnya 5 Pos yakni 3 Pos diantaranya sebagai Pos pengamanan dan 2 Pos lagi merupakan Pos pelayanan.

Lokasinya, 3 Pos pengamanan ini ditempatkan di Jalan Jendral Sudirman, Selensen Kecamatan Kemuning dan Jembatan Rumbai Jaya. Sedangkan untuk 2 Pos Pelayanan didirikan di Pelabuhan Polindo dan Pelabuhan HK Sungai Guntung.

“Semua Pos yang kita dirikan ini berfungsi untuk membantu melayani masyarakat yang membutuhkan pertolongan polisi dan akan berlangsung selama 10 hari hingga tanggal 1 Januari 2017,” tambahnya./mirwan




‘om tolelot om’ Mendunia. Apa sih ceritanya?

foto: liputan6.com
foto: liputan6.com

Detikriau.org – Jika Anda membuka media sosial saat ini, linimasa Anda mungkin akan dipenuhi dengan guyonan lucu ‘om telolet om’. Sebagian mulai mengeluh ‘Aduh apa sih!’ tapi sebagian lagi ikut dalam keriangannya.

Tak ada yang bisa lepas dari jeratan ‘om tolelot om’, bahkan Donald Trump, presiden terpilih Amerika Serikat tak lepas dari serbuan orang-orang yang memintanya membunyikan klakson bus.

Jika Anda baru keluar dari pertapaan di gua terpencil nun jauh di sana, inilah cerita singkatnya.

‘Om telolet om’ adalah sebuah teriakan yang biasa diucapkan oleh anak-anak di pinggir jalan ketika sebuah bus melintas dengan harapan sopir akan membunyikan klakson yang unik. “Telolet telolet,” begitu bunyinya.

Ini mendadak jadi populer Selasa (20/12) malam setelah berbagai DJ terkenal mencuitkannya. Tapi sebelum itu, video-video lucu memperlihatkan orang-orang dewasa meminta ‘telolet’ ke supir bus sudah lebih dulu viral di Facebook. Tampaknya ada tren ‘telolet challenge’ dan ‘demam telolet’ yang sudah beberapa pekan menggerilya dari satu akun ke akun lain.

Dalam video-video yang memancing tawa itu, terlihat ekspresi kegembiraan tersendiri ketika Anda berhasil meminta supir membunyikan klakson dengan lambaian tangan dan teriakan, “Om telolet ommmmmm!” beramai-ramai.

Hingga berita ini ditulis, ‘om telolet om’ sudah disebut 445.000 kali di Twitter (menjadi salah satu topik populer dunia) dan juga disinggung lebih dari 80.000 kali di Facebook.

“Fenomena Om telolet Om membuat saya gembira karena ternyata masih banyak orang asik di dunia ini. Seneng ya seneng aja gituuuu…..,” cuit fotografer @arbainrambey.

“Indonesia giving the world the best meme to close 2016 in the best possible way. OM TELOLET OM,” kata yang lain. (red- Indonesia memberikan meme terbaik untuk menutup tahun 2016 dengan cara yang paling keren. OM TELOLET OM!)

Lainnya memberi peringatan serius. “Jangan sampai om telolet om diklaim oleh negara tetangga maka dari itu om tolong om @jokowi jadikan tanggal 21/12 sebagai libur hari telolet nasional.”

Siapa yang pertama?

Tapi bagaimana telolet ini bermula? Siapa yang bertanggung jawab atas kegaduhan ini?

Zaenal Arifin dari Bismania Community mengatakan bahwa bunyi klakson telolet sudah mulai terdengar satu dekade lalu. Klakson itu tidak spesifik dimiliki oleh jenis bus tertentu, melainkan hasil modifikasi yang dilakukan perusahan otobus (PO).

“Awalnya tiga corong, kemudian ada yang empat corong (lubang suara angin), bahkan ada yang enam lubang yang kemudian bunyinya dimodifikasi sesuai kreativitas,” katanya. “Konsepnya seperti nada dering monophonic ponsel, lagu-lagunya ondel-ondel, lagunya ‘Jablay’ Titi Kamal.”

Dia mengklaim bahwa kebiasaan meminta klakson itu dimulai dari kebiasaan para penggemar bus yang sering memotret bus. “Sebagai balasan, supir bis biasanya kasih dim atau kasih klakson.”

Adalah perusahaan otobus Efisiensi yang pertama mempopulerkan klakson telolet tersebut, kata Zaenal.

Manajer Komersil PO Efisiensi Syukron Wahyudi menceritakan bahwa sekitar 10 tahun lalu pemiliknya, Teuku Eri Rubiansah, pergi ke Arab Saudi dan mendengar bunyi klakson yang unik.

“Mendengar suara klakson di sana berbeda, dia memutuskan membeli untuk bisnya. Khususnya di bus reguler dari Cilacap Jogja, Purwokerto – Jogja, dan Purbalingga – Jogja.”

Tapi awalnya klakson ini ternyata malah direspons negatif karena suaranya yang dinilai terlalu keras. Sampai-sampai, pihak PO meminta sopir-sopir mereka tidak membunyikan klakson itu di tempat-tempat tertentu karena masyarakat tidak terima dengan bunyi itu, cerita Syukron.

“Mulai disukai tiga empat tahun terakhir karena mulai banyak PO-PO yang juga menggunakan. Di beberapa daerah tertentu malah orang-orang minta klaksonnya dibunyikan. Kita merasa bangga juga, karena bisa dibilang kita yang pertama yang pakai klakson tiga corong.”

Jadi, sudah merasa tertarik ikut ‘tantangan telolet’? Sebelum Anda pergi ke ke pinggir jalan dan menanti bus idaman, ini bisa jadi pemanasan.

sumber:bbcindonesia




Apakah Benar Jagung Manis Beracun ?

Tembilahan, detikriau.org – Staf Pengajar Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan, Fakultas Teknologi Pertanian IPB, Adil Basuki Ahza meyakini 90 persen pesan berantai Pangan Rekayasa Genetik (PRG) tidak benar.

Menurut Adil, sebagaimana dikutip melalui liputan6.com, sebelum dilepas kepasar varietas PRG harus melalui serangkaian pengujian. Mulai dari tes struktur, toksisitas, uji kepada hewan, dilepaskan ke kelompok terbatas, baru kemudian dipasarkan.

“Menurut saya pesan tersebut 90 persen tidak benar ya. Pertama-tama definisi beracun itu apa? Sekarang lihat saja padi yang disemprot pestisida. Apakah itu sudah pasti bebas racun? (Penggunaan kata) racun harus didefinisikan dahulu apa,” kata Adil.

Misalnya ingin menghasilkan bahan pangan yang tahan dari serangan hama. Pertama-tama dilakukan uji apakah benar bisa tahan dari serangan hama penyakit. Lalu tingkat kadar senyawa yang menimbulkan reaksi naik atau tidak. Lalu dicek toksisitas apakah muncul senyawa beracun. Kemudian dilakukan pengujian pada hewan dahulu. Lalu, disebarkan secara terbatas, baru kemudian dirilis secara internasional seperti dicontohkan Adil.

“Sebelum sebuah produk atau varietas PRG dilepas ke masyarakat itu kompleks. Tidak sembarang seseorang melepas sebuah varietas,” tutur Adil saat dihubungi dalam sambungan telepon oleh liputan6.com pada Senin (29/8/2016).

Ketika sebuah varietas sudah dilepas ke masyarakat, Komisi Keamanan Pangan dari Kementerian Pertanian akan melakukan penelitian dan pengujian di lapangan. Sehingga petani tidak bisa sembarangan menanam jagung atau kedelai PRG.

“Jadi masyarakat tenang-tenang saja. Tak perlu gelisah. Pasti pemerintah sudah lakukan pengujian,” kata Adil.

Faktanya lagi sebagian produk jagung, kedelai, dan beras impor merupakan hasil PRG.

“Suka atau tidak suka kita pasti akan makan makanan yang dimodifikasi genetik untuk mengejar pertambahan manusia,” lanjut pria yang juga aktif di Lab Rekayasa Proses Pangan Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan IPB.

Lalu mengenai konsumsi PRG bisa memicu tumor, Adil pun tak setuju. Kembali lagi, sebelum varietas PRG dijual ke masyarakat pasti sudah melalui aneka tes. Ketika produk tersebut aman baru diperkenankan dijual.

Jika tidak ada PRG lalu menggunakan proses produksi pangan secara alamiah cenderung hasilnya tidak stabil. Hal ini malah membuat kebutuhan manusia yang begitu besar jadi tidak terpenuhi.

Isu Lama

Sementara itu Tejo Wahyu Jatmiko dari Koordinator Aliansi untuk Desa Sejahtera mengungkap inti pesan broadcast ini sebenarnya sudah didengungkan sejak 16 tahun lalu.

“Pernyataan dari US (Amerika Serikat) itu hanya menegaskan peringatan kami sejak 16 tahun lalu. Kami sudah memprotes karena ketidakcukupan kajian ilmiah dan keamanan pangan,” kata Tejo dalam singkat.

Menurut Tejo, selama ini pemerintah Indonesia menganggap produk-produk PGR dari luar negeri itu aman karena dianggap memiliki substansi yang sama. Sehingga tidak ada kewajiban pengujian terhadap varietas PRG. Di luar negeri, tepatnya profesor asal Prancis–Serralini–sudah melakukan kajian terbaru dengan pendekatan pada sisi keamanan PRG.

“Jadi karena dianggap secara substansi sama maka dinyatakan aman. Meski belum dilakukan pengujian keamanan pangannya. Itulah yang ditentang kawan-kawan pecinta lingkungan,” kata Tejo./liputan6.com/dro




Hati-Hati, Jagung Manis di “Broadcast” Beracun

“Jagung Manis Adalah Makanan Genetika ( GMF )  yang DiGunakan Oleh Orang Barat Sana Sebagai Makanan Binatang.” 

Tembilahan, detikriau.org – Dalam beberapa hari terakhir menyebar pesan berantai (broadcast) di kota Tembilahan yang mengabarkan tentang bahaya Pangan Rekayasa Genetika ( GMF  :   Genetically Modified Foods ).

Pesan berantai dari sumber yang tidak menerangkan jelas siapa penulisnya ini mengkategorikan Pangan Rekayasa Genetika adalah sejenis makanan yang sangat beracun dan sebagian besar penyakit tumor dinyatakan ada kaitannya dengan GMF.

Bahkan juga dipertegas, katanya, Orang Amerika Tidak Makan; Uni  Eropa  MeLarang;   DiLarang Keras Oleh Sistem Pangan Khusus China;   DiLarang Keras Oleh Expo Dunia; DiLarang Keras Oleh Asian Games;  Orang Afrika Rela Mati KeLaparan daripada Konsumsi GMF;  DiLarang Keras oleh Universiade;   dan Rusia MemBuktikan Bahwa GMF Dapat MemBuat Hewan Punah dalam Tiga Generasi. 

Sontak pesan ini membuat masyarakat cukup resah. Apalagi juga disebutkan salah satu contoh pangan rekayasa gentik adalah “jagung manis” yang cukup banyak diperdagangkan di kota Tembilahan dan sangat digemari.

Apalagi dimalam pergantian tahun, biasanya jagung manis akan ramai diburu konsumen.

Pesan broadcast secara lengkap itu bertuliskan:

Berita Mengerikan Akhirnya DiBuka Untuk Publik  : 

Amerika Serikat Akhirnya Secara Resmi MengUmumkan Bahwa  :   Pangan Rekayasa Genetika ( GMF  :   Genetically Modified Foods )  adalah SeJenis Makanan yang Sangat Beracun.

SeBagian Besar Penyakit Tumor Ada Kaitannya dengan GMF.

Segera Sebarkan Info Ini kepada Teman dan Saudara Anda !.
Mintalah mereka BerHati  -hati !.

Saat Pergi Belanja di Mall Harus Lihat dengan Teliti  : 

Kalau Barcode yang DiMulai dengan  Angka  “ 8 ”  ,,
Itu Artinya Makanan yang Telah DiModifikasi Secara Genetika !.

Tidak Peduli Makanan Apa Saja,,
Asalkan Pengolahannya Secara Genetika,,
Jangan Beli Apalagi DiMakan !.

SeBagus Apapun Alasan Para Ahli dalam MemPromosikan Makanan Genetika dan MengKleim Bahwa Makanan tersebut Tidak MemBahayakan,,
Tapi kita Harus Tahu Bahwa  : 

Orang Amerika Tidak Makan; 

Uni  Eropa  MeLarang;  

DiLarang Keras Oleh Sistem Pangan Khusus China;  

DiLarang Keras Oleh Expo Dunia; 

DiLarang Keras Oleh Asian Games; 

Orang Afrika Rela Mati KeLaparan daripada Konsumsi GMF; 

DiLarang Keras oleh Universiade; 

Rusia MemBuktikan Bahwa GMF Dapat MemBuat Hewan Punah dalam Tiga Generasi. 

Hindari Konsumsi Makanan – makanan  ( Beracun ) Seperti di Bawah Ini  : 

Tomat Sapi Genetika BerWarna Merah Mengandung Racun Kalajengking; 

Jagung Manis adalah Sungguhan Rekayasa Genetika; 

Ubi Jalar Warna Ungu adalah Hasil Modifikasi Genetika. 

Jagung manis adalah   Makanan yang Dimodifikasi Secara Genetika oleh Amerika,,
Selama ini Jagung Manis yang kita Konsumsi SeBenarnya . . . . .

Adalah Makanan Genetika ( GMF )  yang DiGunakan Oleh Orang Barat Sana Sebagai Makanan Binatang. 

Namun,,  Selama BerTahun – tahun Masih Banyak Orang Sama Sekali Tidak Tahu,, 

Masih Saja Suka MemBeli Jagung Manis untuk DiMakan.

Himbauan untuk Semua Orang,,
Baik Kaum Muda,,
yang Belum Menikah,,
Atau  yang Belum Punya Anak,,
Jangan  Makan  Lagi !.

Setelah Pesan yang Begitu Mengerikan ini DiUmumkan,,    Harap Semua Orang Dapat BerPikir Demi KeBaikan Sendiri dan Keluarga,, 

Harus Di  camkan Baik – baik  :
Jangan Pernah Konsumsi Makanan Genetika  (GMF) Lagi.

Harus DiIngat Bahwa. . . Semua Jenis Makanan dan Buahan yang Bukan Musiman Secara Alami,,  Tidak Boleh Makan.

For ;

SeSibuk Apapun Anda,,   Tolong Sempatkan Diri Untuk Dibagikan ke yang Lain./dro




Persiapkan Natal, Tahun Baru 2017 dan Libur Sekolah . Pemkab Inhil Gelar Rakor Lintas Sektoral

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Menyambut perayaan Natal dan Tahun baru 2017 yang bersamaan dengan masa libur sekolah, Pemkab Inhil melaksanakan rapat koordinasi (Rakor) lintas sektoral di Balai Kantor Bupati Inhil, Tembilahan, Rabu (21/12/2016).

Rakor yang dipimpin Sekda ini juga dihadiri unsur Forkopimda, Asisten II, Dishub, Satpol PP, tokoh masyarakat, Organisasi-organisasi, Kepala PLN dan sejumlah pejabat esselon lainnya.

“Kita berharap seluruh masyarakat untuk menjaga lingkungan masing-masing agar tetap aman dan terkendali,” kata Sekda.

Ia mengajak untuk bersama-sama menciptakan kondisi yang kondusif, lancar dan aman. Sekecil apapun gangguan, semua komponen diminta dengan cepat mengatasinya.

“Tanpa kerjasama kita dan tanpa andanya partisipasi kita bersama, maka pelaksanaan itu juga tidak bisa terlaksana dengan baik,” imbuhnya./Mirwan




Agus: Program Perbaikan Perkebunan Harus Dilakukan Secara Nyata

Anggota DPRD Provinsi Riau dapil Inhil, Agus Triansyah
Anggota DPRD Provinsi Riau dapil Inhil, Agus Triansyah

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Anggota DPRD Provinsi Riau dapil Inhil, Agus Triansyah menyarankan kepada Pemkab Inhil untuk bekerja ekstra dalam memperbaiki kerusakan perkebunan masyarakat.

Ia menilai, sejak jaman dahulu, khususnya di Kabupaten Inhil, sektor perkebunan merupakan salah satu sumber utama perekonomian masyarakat. Dengan perekonomian yang mencukupi, efeknya akan menjadi salah satu daya dukung demi meningkatkan sektor-sektor yang lain seperti pendidikan dan lain sebagainya.

“Khususnya Dinas Perkebunan. Saya sampaikan bahwa saat ini masyarakat sedang menantikan kerja seriusnya untuk lakukan perbaikan perkebunan yang rusak,” ujar Agus, Selasa (20/12/2016).

Untuk membantu upaya perbaikan perkebunan masyarakat yang rusak, politisi Partai Demokrat ini mengaku telah memberikan bantuan alat berat berupa eksavator. Tujuannya, tidak lain agar kinerja  Pemkab Inhil dalam memperbaiki kerusakan perkebunan dapat dilakukan secara nyata..

“Menurut saya mayoritas masyarakat Inhil  banyak menggantungkan hidupnya di sektor perkebunan, solusi sudah kita berikan bagi Kabupaten Inhil dengan mengadakan eksavator tentunya bukan sekedar progam semata namun harus diwujudkan dengan kerja nyata di lapangan,” pungkas Putra pengusaha Inhil H Syamsuddin Uti ini./Mirwan