Kunjungan Supervisi di Inhil, Dir Pam Obvit Polda Riau Berikan Barang Ini untuk personel Pos Yan

Tembilahan, detikriau.org – Dir Pam Obvit Polda Riau AKBP Drs Hisbullah lakukan Kunjungan Supervisi Dalam Rangka Pengecekan Pos Pelayanan Ops Lilin Siak 2016  di Pelabuhan Pelindo dan Pos Pengamanan Operasi Siak 2016 di Jalan Jendral Sudirman Tembilahan, selasa (27/12/2016)

Hadir bersama AKBP Drs Hisbullah  yang juga menjabat selaku Ka Tim I Supervisi Ops Lilin Siak 2016 Polda Riau ini Kabag Dal Ops Ro Ops Polda Riau, AKBP. Arsyad Nur Siregar  SH, Ka Sub Bag Anev Bag Bin Opsnal Dit Lantas Polda Riau, KOMPOL I Nyoman Sudiana, dan Kasi Turjawali Dit Sabhara Polda Riau, AKP Doktor F Sagala

Kunjungan Tim Supervisi Polda Riau ini didampingi langsung oleh Kapolres Inhil AKBP Dolifar Manurung S.IK selaku Ka Ops Res dan Waka Polres Inhil KOMPOL Azwar SSos MSi MH selaku Waka Ops Res diikuti Para Kabag serta Kasat Fung Polres Inhil

“maksud kkunjungan Tim Supervisi Polda Riau beserta rombongan tersebut adalah untuk melakukan pengecekan kelengkapan administrasi dan kesiapan anggota di Pos Yan dan Pos Pam dalam menghadapi Pengamanan Natal 2016 dan Tahun Baru 2017,” Ujar Kapolres Inhil AKBP Dolifar Manurung melalui Perwira Humas, Ipda Heriman Putra

Saat berada di Pos Yan Pelabuhan Pelindo, Ka Tim dan rombongan juga memantau keberangkatan arus penumpang Speed Boat tujuan Batam dan tempat – tempat lain di Kabupaten Inhil serta kegiatan di Perairan Sungai Indragiri dengan memakai Kapal Patroli Sat Polair Polres Inhil Pol IV – 2602 yang dinakhodai oleh Kasat Polair Polres Inhil AKP Awaluddin Dalimunthe.

Dir Pam Obvit juga menyerahkan secara simbolis minuman penambah energy bagi personel Pos Yan yang diterima oleh Kapolsek Kawasan Pelabuhan IPDA Agus Susanto selaku Ka Pos Yan Pelabuhan Pelindo dan bagi Personel Pos Pam yang diterima Kaur Reg Ident Sat Lantas Polres Inhil selaku Ka Pos Pam Jalan Sudirman Tembilahan./Am




Stop Percaya Hari dan Angka Sial, Ini Alasannya

stop-percaya-hari-dan-angka-sial-ini-alasannyadetikriau.org  – Meski sudah hidup pada zaman modern, namun manusia tidak bisa lepas dari mitos dan takhayul. Ada saja hal-hal yang masih dianggap tabu dan dipercaya meski sudah hidup diera kecanggihan teknologi  yang maju. Salah satu yang masih dipercaya adalah tentang mitos hari dan angka yang dianggap sial.

Dua hal ini dihindari untuk menjauhkan diri dari keburukan yang dipercaya akan menimpa orang-orang yang menggunakan. Tidak heran jika banyak orang yang batal menggelar acara pada hari-hari tertentu dengan alasan bisa tertimpa sial.

Padahal sejatinya semua hari dan angka adalah baik. Rasulullah SAW juga menyatakan keharaman dari kebiasaan tersebut. Pasalnya bisa berdampak buruk jika tetap percaya hal tersebut. Berikut selengkapnya.

Sebagai contoh, masyarakat begitu takut menyelenggarakan acara pada bulan Muharram. Bulan yang di Indonesia akrab disebut bulan Suro ini memang terkenal angker. Sehingga jarang sekali digunakan untuk menyelenggarakan semisal pernikahan dan pesta lainnya. Konon, mereka yang tetap nekat menggelar kegiatan di bulan ini akan tertimpa sial.

Demikian dengan angka 13. Angka ini begitu ditakuti karena dianggap menjadi angka sial. Jika mengalami sesuatu karena mendapatkan angka itu, pasti akan disangkut pautkan terhadap mitos yang selama ini berkembang di masyarakat.

Perlu diketahui, kepercayaan terhadap hari, angka, tanggal dan hal lainnya yang dianggap membawa sial adalah kebiasaan masyarakat jahiliyah pada zaman dahulu. Islam datang dengan cahaya menghapus dan mengharamkan hal tersebut.

Namun kini, sepertinya banyak muslim yang justru kembali ke zaman itu. Dengan mempercayai adanya hari dan angka sial.

”Allah ’Azza wa Jalla berfirman,’Aku disakiti oleh anak Adam. Dia mencela waktu, padahal Aku adalah (pengatur) waktu, Akulah yang membolak-balikkan malam dan siang.” (HR. Muslim no. 6000)

”Allah ’Azza wa Jalla berfirman,’Aku disakiti oleh anak Adam. Dia mengatakan ’Ya khoybah dahr’ [ungkapan mencela waktu, pen]. Janganlah seseorang di antara kalian mengatakan ’Ya khoybah dahr’ (dalam rangka mencela waktu, pen). Karena Aku adalah (pengatur) waktu. Aku-lah yang membalikkan malam dan siang. Jika suka, Aku akan menggenggam keduanya.”  (HR. Muslim no. 6001)

Dari hadist di atas dapat disimpulkan jika Allah SWT marah jika hamba-Nya mencela waktu. Pasalnya, Dia lah pengatur waktu dan yang berkuasa membolak balikkan itu.

Dalam hadist lain, Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu mengabarkan bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda:

“Tidak ada penularan penyakit (dengan sendirinya), tidak ada thiyarah (menganggap sial dengan sesuatu), tidak ada kesialan dengan keberadaan burung hantu dan tidak ada pula kesialan bulan Shafar.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Kita harus tahu, mencela waktu dan menganggap sial sesuatu dapat membuat manusia terjerumus ke lembah dosa. Celaan untuk kedua hal ini adalah termasuk dalam kategori syirik akbar (syirik yang mengekuarka pelakunya dari Islam).

Dengan celaan itu, kita menyandarkan berbagai kejadian pada selain Allah. Padahal siapa yang meyakini ada pencipta selain Allah, maka termasuk kafir.  Untuk itu, berhati-hatilah dalam berucap. Berhati-hatilah dalam melakukan sesuatu. Bukankah selalu ada malaikat yang melihat tindak tanduk kita.

sumber: infoyunik.com




Gergaji Terali Besi, Tiga Napi Rutan Pasir Penyu Kabur

Rengat, detikriau.org – Tiga tahanan Polsek Pasirpenyu, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Provinsi Riau melarikan diri dari sel tahanan, dengan cara menggergaji jeruji besi. Aksi ketiganya diilakukan Senin (26/12/2016) dini hari.

Ketiga tahanan tersebut kabur diduga dengan cara menggergaji jeruji sel. Kejadiannya disinyalir dilakukan pukul 02.00 WIB, Senin dini hari tadi, saat semua orang sedang beristirahat. Polisi sampai kini masih melakukan pengejaran.

Identitas ketiga napi yang kabur adalah Bambang (45), narapidana kasus pencurian, kemudian Oskar (21) kasus narkoba, dan Irfan (21), juga tahanan kasus narkoba. Ketiganya adalah warga Inhu, Provinsi Riau.

Kapolres Inhu AKBP Abas Basuni mengatakan, pihaknya masih melakukan penyelidikan untuk melacak pelarian tiga tahanan ini. Selain itu petugas yang berjaga saat kejadian turut dimintai keterangannya.

“Kita libatkan Propam untuk memeriksa anggota yang jaga. Diduga ketiga orang itu kabur setelah menggergaji jeruji besi, ini masih kita selidiki,” ujar Abas Basuni./dro

Sumber: potretnews.com

 




Tertimpa Pohon, Karyawan PT BDL Meregang Nyawa

GAUNG (detikriau.org) – Djoko Suprihatin (54) tewas dengan kondisi cedera, Minggu (25/12/2016) sekitar pukul 13.30 WIB. Pasalnya, warga Jawa Tengah ini ditimpa pohon saat bekerja di Lokasi Kerja PT BDL Scunder 60 petak 037 Desa Gembira Kecamatan Gaung.

Berdasarkan keterangan dari kepolisian, saat itu si korban sedang mengawasi pekerja yang sedang melakukan penebangan kayu akasia milik Perusahaan PT BDL.

Kemudian, ketika korban akan pergi ke lokasi yang lainnya, korban sudah dilarang melewati areal pohon yang sedang ditebang karena saat itu ada pohon yang sudah ditebang tapi belum tumbang dan batangnya masih tersangkut pada batang lainnya, namun korban tetap melewati areal tersebut. Tiba-tiba datang angin kencang dan pohon akasia itupun langsung tumbang dan menimpa korban.

“Melihat kejadian tersebut pekerja yang lain langsung berlari mendekati dan menolong korban, namun kondisi korban saat ditolong sudah tidak sadarkan diri dan dari hidung dan mulut korban mengeluarkan darah,” ungkap Kapolres Inhil AKBP Dolifar Manurung melalui Kapolsek Gaung IPTU Walsum, Senin (26/12/2016).

Selanjutnya, korban dibawa ke Mes PT BDL untuk mendapatkan pertolongan, tapi akhirnya korban tidak ditolong lagi setelah sebelumnya sempat dirawat oleh dokter.

Dari pemeriksaan medis di Puskesmas Teluk Pinang, terdapat beberapa cedera pada tubuh korban diantaranya di kepala atas mengalami luka dan tulang tengkorak kepala retak, kemudian pada tangan sebelah kanan korban mengalami retak pada tulang dan luka gores serta di bagian punggung membiru dan lebam./Mirwan




DPC PKB Inhil Gelar Pendidikan Kader Pertama

Ketua DPW PKB Riau, Abdul Wahid
Ketua DPW PKB Riau, Abdul Wahid

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) menggelar pendidikan kader pertama.

Kegiatan di aula salah satu Hotel di kota Tembilahan yang dihadiri Ketua DPC PKB Kabupaten Inhil Dani M Nursalam beserta sejumlah kader PKB ini dibuka resmi oleh Ketua DPW PKB Provinsi Riau Abdul Wahid, Minggu (25/12/2016)

“Kita punya keinginan besar kalau PKB ini bisa menang baik di tingkat Provinsi maupun ke daerah-daerah pada pilkada-pilkada mendatang,” kata Abdul Wahid.

Ketua DPC PKB Inhil, H Dani M Nursalam
Ketua DPC PKB Inhil, H Dani M Nursalam

Sementara itu, Ketua DPC PKB Kabupaten Inhil Dani M Nursalam dalam sambutannya menyampaikan ucapkan terima kasih kepada para kader yang telah hadir serta para petinggi PKB.

Menurutnya, keberadaan PKB saat ini cukup berpengaruh terhadap kebijakan pemerintah. Pasalnya, PKB terus mengalami peningkatan dalam perolehan kursi di DPRD.

“Saya yakin, kader PKB mampu menjadi fasilitator dalam mempercepat proses pembangunan daerah,” tuturnya.

Sekedar untuk diketahui, para peserta pagi pendidikan tersebut diikuti sebanyak 100 orang terdiri dari 60 orang anggota setiap kecamatan di Inhil dan 40 orang simpatisan PKB Kabupaten Inhil./ Mirwan




Pastikan Kesiapan Petugas, Kapolres Inhil Tinjau Pos Pam Natal 2016 dan Tahun Baru 2017

Tembilahan, detikriau.org – Kapolres Inhil, AKBP Dolifar Manurung Sik Pos melakukan peninjauan Pos Pengamanan Natal 2016 dan Tahun baru 2017 di Jalan Sudirman Tembilahan. Sabtu (24/12/2016)

Selain mengecek kesiapan Personel dan kelengkapan administrasi di Pos Pam tersebut, Kapolres juga menekankan pentingnya Ka Pos Pam serta Personel lainnya untuk menguasai situasi dan kondisi lapangan sesuai dengan informasi yang disajikan di Panel Data Ops Lilin Siak 2016 serta dapat mencari solusi terhadap permasalahan yang mungkin terjadi.

Kapolres juga menekankan kepada prtugas saat melayani masyarakat selalu dilakukan dengan cara yang humanis agar simpati masyarakat terhadap Polri semakin meningkat.

“dan jangan lupa jaga kesehatan agar dapat selalu prima menghadapi Operasi Kemanusian ini,” Pesan Kapolres.

Sekedar memberitahu, kunjungan Kapolres pada Pos Pengamanan Natal 2016 dan Tahun 2017 Polres Inhil di Jalan Sudirman Tembilahan disambut oleh Ka Pos Pam II AIPTU Janwardi dan Personel Pos Pam sebanyak 12 orang yang terdiri dari gabungan berbagai Bag, Sat, Si dan Polsek Polres Inhil

Dalam kunjungan supervisi ini Kapolres didampingi Kasat Reskrim Arry Prasetyo, Kasat Lantas Jusli, Kasat Sabhara Alakdin Napitupulu dan Kasat Polair Awaluddin Dalimunthe./Am