Tiga Hari di Lidik, Akhirnya Dua TSK Sabu ini Berhasil Dibekuk

Kedua Tsk saat diamankan di Mapolres Meranti
Kedua Tsk saat diamankan di Mapolres Meranti

Selatpanjang,DetikRiau.org – Tiga hari di lidik oleh jajaran Polres Kabupaten Kepuluan Meranti Provinsi Riau, dua orang Tersangka Tindak Pidana Kasus Narkotika diduga jenis sabu-sabu AI (24) Warga Batang Mahang dan AL (36) Warga Banglas Gang Air Merah Selatpanjang Timur akhirnya dibekuk oleh polisi didua lokasi yang berbeda.

“Kami telah mengamankan dua orang tersangka di dua TKP yang berbeda, yakni Taman CIK Puan dan Jalan Banglas Gang Air Merah,” ungkap Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Barliansyah SIK melalui Paur Humas Polres Meranti Iptu Djonni Rekmamora.

Diceritakannya, saat penangkapan tersangka AI(24) di TKP Taman CIK Puan Jalan Merdeka sekira pukul 23.30 Wib, pihaknya sempat melepaskan tembakan peringatan kepada tersangka yang ingin berupaya kabur dari sergapan Polisi.

“Saat ditangkap di tangan kiri tersangka AI disita satu paket Narkotika diduga jenis sabu-sabu. Petugas juga mengamankan 1 unit HP beserta1 unit sepeda motor Satria FU BM 2891 XB,” ditambahkan Djonni.

Tidak sampai disitu, lanjut Djonni, dari tersangka pertama AI (24), pihaknya juga melakukan pengembangan perkara yang kemudian pukul 23.35 WIB dilakukan penggerebekan pada tersangka tersangka kedua yakni, AL(36). dirumahnya ditemukan 2 paket Narkotika diduga jenis sabu-sabu bersama 1 buah timbangan, 1 unit HP, 1 buah bong, 1 pak plastik untuk pembungkus sabu-sabu dan 5 bungkus plastik bening sisa sabu-sabu.

“Selain BB kita juga mengamankan uang tunai hasil penjualan sebesar Rp350.000. Adapun berat 3 paket sabu-saabu 0,6 gram, kedua tersangka dan barang bukti sudah diamankan di Polres Meranti guna penyidikan lebih lanjut,” terang Djonni.

Untuk itu pihaknya sangat mengharapkan informasi dari masyarakat, apabila menemukan atau melihat dan mendengar ada orang melakukan transaksi Narkoba agar bisa melaporkan Ke Mapolres Meranti

“Ya kita berharap informasi dari masyarakat untuk bekerjasama memberantas narkoba di wilayah Meranti ini. Demi masa depan generasi bangsa,” harapnya./cr

 




Diserang DBD, Dua Warga Meranti Meregang Nyawa

Gbr ilustrasi; net
Gbr ilustrasi; net

Selatpanjang,DetikRiau.org – Awal Tahun 2017 Dinas Kesehatan Kabupaten Kepuluan Meranti mencatat terdapat 8 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD), 2 orang diantaranya meregang nyawa akibat serangan penyakit mematikan tersebut.  

Disamping itu, Dinas Kesehatan Kabupaten Kepuluan Meranti melalui Kepala Bagian Pengendalian Pencegahan Penyakit (P2P) M. Hasrin SKM menjelaskan, untuk menindak lanjuti hal tersebut, Dinkes Meranti terus berupaya menekan angka penderita kasus DBD yakni, melakukan pencegahan secara dini, dari melakukan  koordinasi ke setiap Puskesmas, serta melakukan sosialisasi dari rumah kerumah warga yang rentan terkena dampak DBD.

Untuk mengantisipasi secara efektif menurutnya ialah melakukan pencegahan dengan cara bersih lingkungan, bukan sebaliknya dengan melakukan fogging. Sebab fogging merupakan zat kimia yang tidak baik bagi kesehatan masyarakat.

“Dengan fogging juga hanya bisa membunuh nyamuk dewasa saja, sementara jentik tidak akan mati. Makanya fogging kita lakukan jika sudah ada kasus DBD dilingkungan masyarakat. Cara terbaik mengantisipasi DBD adalah dengan membersihkan lingkungan,” ujarnya.

Untuk persentase peningkatan dan penurunan kasus DBD khususnya di Kabupaten Kepuluan Meranti, turun sekitar 63 persen. Tepatnya sepanjang 2016 lalu Dinkes Meranti mencatat 183 kasus DBD, dan 2015 tercatat sebanyak 310 kasus..

“Terjadi penurunan sekitar 63 persen dari tahun 2015 hingga akhir 2016 lalu. Benar untuk awal tahun Januari 2017 ini sudah tercatat 8 kasus DBD, dua orang diantaranya meninggal dunia,” ujar Hasrin ketika ditemui di ruang kernjanya Kamis siang (26/1).

Perlu diketahui juga pada tahun 2015 lalu terjadi sebanyak 2 korban jiwa akibat DBD di Kepulauan Meranti. Namun Pemkab Meranti pada saat itu belum menetapkan menjadi Kejadian Luar Biasa (KLB) DBD. Sebab KLB ditetapkan jika sudah mencapai 3 korban jiwa.

Untuk itu dirinya sangat mengharapkan partisipasi aktif dari masyarakat untuk peduli lingkungan, terutama menguras penampungan air, mengubur barang bekas, dan menutup tempat penampungan air hingga menghindari gigitan nyamuk./cr




Bupati Kepulauan Meranti Terima LHE AKIP Pemda Tahun 2016

Bupati Kepulauan Meranti, Drs H Irwan MSi (baris kedua, tengah berkaca mata)
Bupati Kepulauan Meranti, Drs H Irwan MSi (baris kedua, tengah berkaca mata)

Selatpanjang,detikriau.org – Bupati Kepulauan Meranti, Drs H Irwan MSi mengikuti acara penyerahan Laporan Hasil Evaluasi Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LHE AKIP) Kabupaten/Kota wilayah Sumatera, Banten dan Jawa Timur, di Hotel Grand Royal Panghegar, Bandung, Rabu 25 Januari 2017.

Penyerahan Laporan LHE AKIP Pemerintah Kabupaten/Kota wilayah Sumatera, Banten dan Jawa Timur langsung dilakukan oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Men-PAN RB) Azman Abnur.

Kepada media usai mengikuti acara penyerahan LHE AKIP tersebut, Bupati Irwan menyatakan komitmennya untuk terus melakukan perubahan dan memperbaiki sistem tata kelola pemerintahan di Kabupaten Kepulauan Meranti.

Salah satunya dikatakan Bupati, dengan melakukan penyelarasan penggunaan anggaran dengan kinerja yang dihasilkan, sehingga terwujud pemerintahan yang berorientasi pada hasil (result oriented government).

“Hal itu kita lakukan dalam rangka efektifitas dan efesiensi dalam penggunaan anggaran yang pada hakekatnya merupakan dana rakyat yang tujuannya adalah untuk mensejahterakan masyarakat,” ujar Bupati.

Komitmen itu ditambahkan Bupati, sesuai dengan arahan Presiden RI yang disampaikan Men-PAN RB, yang meminta instansi pemerintah se-Indonesia untuk mewujudkan birokrasi yang efisien melalui penggunaan anggaran negara sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.

Hasil evaluasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) Kabupaten/Kota di wilayah Sumatera, Banten dan Jawa Timur di tahun 2016, menunjukkan peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Dimana pada tahun 2016 rata-rata nilai evaluasi SAKIP kabupaten/kota adalah 49,87, meningkat dari tahun 2015 yang hanya 46,92.

“Hasil evaluasi SAKIP Kabupaten/Kota tahun 2016 mengalami peningkatan 2,95 poin,” ujar Men-PAN RB Azman Abnur.

Walaupun terjadi peningkatan, namun nilai rata-rata masih di bawah 50, yang artinya masih belum memuaskan.

Agar kedepan mendapat hasil yang memuaskan, ia berharap 4 permasalahan, yakni tujuan atau sasaran yang ditetapkan tidak berorientasi pada hasil, ukuran keberhasilan tidak jelas dan terukur, program/kegiatan yang ditetapkan tidak berkaitan dengan sasaran, dan rincian kegiatan tidak sesuai dengan maksud kegiatan sebagai indikator pengukuran kinerja instansi pemerintah dapat diminimalisir./cr




Ini Daftar Nama Korban Kebakaran Pasar Sambu Guntung

img-20170126-wa0003Kateman, detikriau.org – 113 Kuis pasar sambu guntung ludes dalam sekejab. Amykan jago merah ini menimbulkan kerugian terhadap 79 orang pedagang.

Berikut Ini Daftar Nama Korban

 

1. Marbun.

2. Zulker.

3. Fatimah.

4. Dilawati.

5. Harianto.

6. Nisesmi

7. Harpan.

8. Koperasi PT.

9. Ali Armi.

10. Maswandi.

11. Purwanto

12. Supar.

13. Saily.

14. Fahmi.

15. Mukhtar.

16. Asmawati.

17. Suprihadi.

18. Samsani.

19. Khoirudin.

20. Khairunnas.

21. Aldi C.

22. Usman E.

23. Aldi C.

24. H. Thaha.

25. Rosdiana.

26. PT. AAA.

27. Andri.

28. Suryani.

29. Manakak Sitorus.

30. Radio.

31. Sri Widodo.

32. Ngatimin.

33. Untung.

34. Fahmi.

35. Khairudin Amika.

36. Wakijo.

37. Khairin.

38. H. Thaha.

39. Juwanto.

40. Parlin Purba

41. Zaenal Arifin.

42. Ibnu.

43. Sri Komsatun.

44. Muktar STI.

45. Bagus Hariadi.

46. Zardini.

47. Fahmi.

48. Ari Lesmana.

49. Bahrudin.

50. Edis Siswanto.

51. Pujiono.

52. Witomo.

53. Witomo.

54. Suko Aminoto.

55. Nur Komariah.

56. Munadi.

57. Kahar.

58. Sukoharjo.

59. Samsudin.

60. Ismail

61. Aprianto.

62. Harun.

63. Nurul Hidayah.

64. Irdawati.

65. Mahindra.

66. Daniel.

67. Amransyah.

68. Nuraini.

69. Yena Mariana.

70. Yati.

71. Daniel.

72. Abduk Rahman.

73. Supartriyanto.

74. Edis Siswanto

75. Rusdin Situmorang.

76. Mandala.

77. Winardi / Ma Ririn

78. Abdullah.

79. Sunrando./mirwan

 

 

 




Mesin Pompa Damkar Macet, 113 Petak Kios Jadi Arang

img-20170126-wa0007KATEMAN (detikriau.org) – Sebanyak 113 petak kios di Pasar PT. Pulau Sambu Guntung (PSG) Kecamatan Kateman ludes terbakar, Kamis (26/1/2017).

Berdasarkan informasi dari kepolisian, musibah tersebut mulai berlangsung sekitar pukul 3.40 WIB. Saat itu, di lokasi ada 3 orang penjaga malam Pasar PT. PSG sedang melaksanakan tugas jaga malam menjaga keamanan.

“Disaat sedang patroli keliling pasar, mereka melihat api yang sudah membesar di sebuah kios di Petak B. 10 Pasar Sungai Guntung,” Kapolres Indragiri Hilir (Inhil) AKBP Dolifar Manurung SIK melalui Kapolsek Kateman Kompol Bainar.

Karena melihat api tersebut, para penjaga ini langsung berteriak minta tolong dan kemudian secara bersama-sama masyarakat dan Security PT. PSG berusaha untuk memadamkan api.

Namun akibat air dan mobil damkar PT. PSG sedang macet, api sulit dikendalikan yang mengakibatkan seluruh petak kios Pasar PT. PSG yang terbuat dari kayu habis terbakar.

Dari 113 petak kios, yang disewa sebanyak 79 orang pedagang.

Dari peristiwa tersebut tidak terdapat korban jiwa, namun kerugian materil cukup tinggi berupa barang dagangan sembako, kelontong dan barang harian lainnya dan sampai saat ini belum dapat ditaksir.

“Diperkirakan kerugian mencapai milyaran rupiah. Saat ini api telah berhasil dikendalikan, situasi aman dan terkendali,” pungkasnya. /mirwan

 

/




Virus Jembrana Serang Riau, Meranti Siaga Satu

Selatpanjang,DetikRiau.org – Virus Jembrana serang sapi di Indonesia yang ternyata mewabah juga di Provinsi Riau, membuat Dinas Ketahanan Pangan Tanaman Pangan dan Peternakan (DKPTP2) Pemkab Kepulauan Meranti memberlakukan satatus siaga satu terkait serangan tersebut.

Diungkapkan Plt Sekdakab Kepulauan Meranti, Yulian Norwis, Selain melarang pedagang sapi potong di Meranti mendatangkan daging dari daerah lain. DKPTP2 juga mengeluarkan surat edaran yang ditembuskan ke Balai Karantina, Kecamatan dan Dinas Perhubungan untuk menutup sementara lalulintas sapi dari daerah lain.

“Saya sudah perintahkan seluruh penyuluh dan dokter hewan untuk standby di tempat masing-masing, mereka harus memberikan laporan per hari terkait perkembangan kasus ini, jika ada gejala Jembrana segera dimusnahkan. Selain itu saya sudah keluarkan surat edaran bagi mereka agar tidak mengambil sapi dari daerah yang terindikasi Jembrana, terutama dari daerah Siak, Rohul dan Kampar,” ujarnya rabu siang kepada wartawan DetikRiau.org.

Yulian juga menyatakan hingga saat ini Kabupaten Kepulauan Meranti masih aman dari penyakit Jembrana, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir. Ia juga mengimbau kepada para pedagang sapi potong untuk tidak tergiur dengan harga sapi murah dari Kabupaten Siak.

Ia juga menyarankan agar masyarakat agar membeli daging dari para peternak atau pedagang ternak asli di Meranti.

“Jangan sampai tergiur harga murah. Saat ini beredar harga per ekornya (sapi potong red) dari Siak hanya Rp 3 juta. Soalnya virus ini menular melalui lalat, jika lalat menghinggapi daging sapi yang tertular Jembrana, kemudian hinggap ke sapi sehat bisa tertular,” ujarnya.

Menurutnya, meskipun tidak membahayakan bagi manusia, namun virus Jembrana ini bisa memusnahkan populasi sapi Bali di Meranti dalam sekejap. Saat ini kata Yulian, populasi sapi Bali di Meranti mencapai 3.500 ekor. Jumlah itu katanya, tersebar di empat kecamatan.

“Empat kecamatan itu adalah Tebingtinggi Barat, Timur, Rangsang Barat dan Merbau. Keempat kecamatan tersebut merupakan sentra sapi,” ujarnya.

Pejabat yang akrab disapa Icut ini juga mengimbau bagi para peternak yang menemukan gejala klinis Jembrana di ternaknya agar segera menghubungi petugas di kecamatan masing-masing. Ia menjelaskan, gejala klinis pada penyakit Jembrana, dapat dilihat dari tanda-tanda sapi yang mengalami depresi, nafsu makan menurun, diikuti dengan diare encer berdarah.

Gejala lainnya, seperti erosi pada selaput lendir mulut dan gusi, serta keluarnya air liur berlebihan. Selain itu, keringat berdarah pada punggung, perut, dan kaki yang terjadi akibat gigitan serangga atau lalat pengisap darah, juga dapat dijadikan acuan.

Pencegahan yang paling efektif adalah dengan vaksinasi secara rutin. Jika sudah ter ke sapi yang lain,” ujar Icut./cr