Pintu Rumah Terkunci, Begitu Masuk Ibu Ini Temukan Anak Gadisnya Seperti Ini

img-20170130-wa0006GAS, detikriau.org – Seorang gadis remaja, Iis (17 tahun) nekad mengakhiri hidupnya dengan cara menggantung lehernya sendiri dengan sehelai kain sarung. Kejadian tersebut terjadi pada hari Minggu, tanggal 29 Januari 2017 sekira Pukul 10.00 WIB, di rumah orang tuanya di Jalan Lintas Tembilahan Desa Rambaian, Kec. GAS, Kab. Inhil.

Kapolres Inhil AKBP Dolifar Manurung SIK, melalui Kapolsek Gaung Anak Serka AKP Dwi Wanto menceritakan awal kejadian tersebut. Pagi itu, pukul 09.20 WIB, ibu korban, Rohani, pergi mencuci pakaian di parit yang ada didepan rumahnya, sedangkan korban tinggal sendiri di rumah.

Sekitar empat puluh menit kemudian, tepatnya pada pukul 10.00 WIB, ibu korban kembali ke rumah, dan melihat pintu depan serta pintu belakang rumah sudah terkunci dari dalam. Ibunya lalu memanggil- manggil korban, namun tidak terdengar jawaban dari korban.

Merasa heran, kemudian Ibu korban mendobrak pintu belakang rumah dan terlihat pemandangan yang memilukan, dimana saat itu, korban sudah dalam keadaan tergantung dengan cara mengikatkan kain panjang pada broti atap dapur rumahnya.

Karena panik dan histeris, Rohani berteriak minta tolong sambil menangis merangkul korban, lalu datanglah tetangganya, Yuli dan mereka berdua mencoba menolong korban dengan cara membuka ikatan kain sarung yang terpasang di leher korban, namun kondisi korban sudah dalam keadaan lemas. Tim Medis dari Pustu Desa Rambaian dipanggil untuk melakukan pertolongan, tapi upaya itu tak berhasil, dan korban dinyatakan sudah meninggal dunia.

Masyarakat lalu menginformasikan kejadian tersebut Ke Polsek GAS. Atas perintah Kapolsek GAS AKP Dwi Wanto, PS. Kanit Reskrim Polsek GAS AIPTU Shatber S. Simanjuntak dan Babhinkamtibmas Rambaian BRIPKA. R. Pardede datang bersama Tim medis dari Puskesmas Desa Sungai Iliran yang dipimpin oleh Yuni untuk memeriksa mayat korban, dari hasil pemeriksaan ditemukan beberapa tanda yaitu pada kemaluan korban ditemukan keluar air seni, pada leher ditemukan lebam biru bekas jeratan kain, dan di sekujur tubuh korban tidak ada ditemukan tanda – tanda kekerasan, baik karena benda tumpul maupun benda tajam.

“Menurut keterangan dari pikeluarga, mereka tidak mengetahui penyebab Iis nekat mengakhiri hidupnya, karena pagi itu, korban dan ibunya masih makan pagi bersama dan diantara mereka tidak ada persoalan berarti.”pungkas kapolsek./*/humas polres inhil

 




UMUR

detikriau.org – Hamka mengisahkan dalam Tasawuf Modern, bahwa di Barat ada seorang sangat kaya raya bernama Rockefeller. Sebelum menjadi kaya, ia merindukan kebahagiaan yang dikiranya akan dapat diperoleh dengan kekayaan. Setelah harta benda yang berlimpah sudah berada dalam genggaman, dalam umur 97 tahun (1937), ia merasa semua itu tak punya arti. Menjelang ajal, ia merasa bahwa bahagia adalah ketika umurnya digenapkan 100 tahun. Namun takdir bicara lain. Di tahun itu juga ia meninggal dunia. Tak mampu ia membeli waktu tiga tahun dengan seluruh kekayaannya!

Sementara, di belahan bumi lain, di Surakarta, ada seorang nenek bernama Mbah Suro yang hidup mencapai umur 150 tahun, sedang ia sangat miskin. Acap kali ia merasakan kebosanan hidup oleh karena ketiadaan harta benda. Bila saja nasib dan umur bisa diatur sekehandak manusia, apa salahnya bila ia memberikan tiga tahun saja jatah hidupnya untuk Rockefeller. Jika memang bisa, agaknya si kaya raya bersedia menggantinya dengan separuh kekayaan yang ia miliki.

”Allah-lah yang telah menciptakan kamu, kemudian ia mewafatkan kamu. Di antara kamu ada yang di panjangkan umurnya sampai tua renta, sehingga menjadi tak tahu apa-apa sesudah dia mengetahui segala-galanya. Sesungguhnya Allah Mahatahu, Mahakuasa.” (an-Nahl: 70)

Umur setua mereka terbilang langka di zaman kita. Namun Rockefeller masih saja merasakan kekurangan, ingin minta tambahan.

“Umur umatku berkisar antara 60 sampai 70 tahun. Amat sedikit dari mereka yang lebih dari itu.” (Hr. Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Hakim. Dishahihkan oleh al-Albani dalam al-Silsilah al-Shahihah, no. 757).

Selesainya hidup di dunia, akan ada kehidupan berikutnya. Di sanalah semua kelakuan semasa di dunia akan dimintai pertanggungjawabannya. Namun ada saja manusia yang tak percaya.

”Dialah Yang menciptakan kamu dari tanah, sesudah itu ditentukannya ajal (kematianmu), dan ada lagi suatu ajal yang ada pada sisi-Nya (yang Dia sendirilah mengetahuinya), kemudian kamu masih ragu-ragu (tentang berbangkit itu).” (al-An’am: 2).

Hanya penyesalan hadiah terbaik mereka. Tiada kesempatan sezarah pun untuk mengulang. Tiada lorong untuk merangkak pergi.

“Dan mereka berteriak di dalam neraka itu, ‘Ya Tuhan kami keluarkan kami, niscaya kami akan mengerjakan amal shalih, berbeda dengan yang telah kami kerjakan.’ Dan apakah Kami tidak memanjangkan umur kalian dalam masa yang cukup untuk berfikir bagi orang yang mau berfikir, dan datang kepada kalian pemberi peringatan? Maka rasakanlah, dan tidak ada bagi orang-orang yang zhalim seorang penolong pun.” (al-Fathir: 37)

Pembahasan umur tak bisa dipisahkan dengan masalah waktu. Allah swt berfirman,

“Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shalih, dan nasihat-menasihati dalam mentaati kebenaran, dan nasihat-menasihati dalam menetapi kesabaran.” (al ‘Ashr: 1-3)

Tiada lain, umur ada hanya untuk iman dan kebajikan. al-Ghazali mengajak kita merenung,

“Aku tidak mempunyai barang dagangan kecuali umur. Apabila ia habis, maka habislah modalku, sehingga putuslah harapan untuk berniaga dan mencari keuntungan lagi. Allah telah memberiku tempo pada hari yang baru ini, memerpanjang usiaku dan memberi kenikmatan.” Dan mengajak kita agar setiap hari meluangkan waktu barang sesaat guna menetapkan syarat-syarat terhadap jiwa (musyarathah).

Syaikh Abdul Wahhab bin Ahmad asy-Sya’rani, Seorang sufi besar, dalam Bahrul Maurud, menulis, “Telah diambil perjanjian dari kita, apabila umur telah mencapai 40 tahun, hendaklah bersiap-siap melipat kasur dan selalu ingat pada setiap tarik nafas, bahwa kita sedang berjalan menuju akhirat, sampai tak merasa tenang lagi rasanya hidup di dunia ini.” Melipat kasur ia maksudkan dengan mengurangi tidur untuk menambah ibadah.

‘Abdurrahman bin Abi Bakrah, dari ayahnya, Abu Bakrah, mengatakan, ada orang bertanya kepada Rasulullah saw,

“Wahai Rasulullah, manusia mana yang dikatakan baik?” Beliau menjawab, “Yang panjang umurnya namun baik amalnya.” “Lalu manusia mana yang dikatakan jelek?” Beliau menjawab, “Yang panjang umurnya namun jelek amalnya.” (Hr. Tirmidzi no. 2330, shahih menurut al-Albani).

Panjang pendeknya umur bukanlah urusan kita. Manusia hanya menjalani kehendakNya saja. Jadi, yang perlu kita fikirkan ialah bagaimana umur bisa barakah. Rasulullah saw memberi jawabannya,

“Siapa yang suka diluaskan rizkinya dan dipanjangkan umurnya, hendaknya ia menyambung silaturahim.” (Hr. Bukhari dan Muslim)

Sebagian ulama menafsiri panjang umur di sini adalah barakahnya umur.

“Shalat seorang laki-laki dengan berjama’ah dibanding shalatnya di rumah atau di pasarnya lebih utama (dilipat gandakan) pahalanya dengan dua puluh lima kali lipat…” (Hr. Bukhari dan Muslim).

“Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Mahaluas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (al-Baqarah: 261)

Itulah cara-cara menjadikan umur berbarakah.

Sebagai penutup, mari kita renungi hadist ini. Dari Ibnu ‘Abbas, Rasulullah saw bersabda,

“Manfaatkan lima perkara sebelum lima perkara. Masa mudamu sebelum datang masa tuamu, waktu sehatmu sebelum datang waktu sakitmu, masa kayamu sebelum datang masa kefakiranmu, saat luangmu sebelum datang saat sibukmu, masa hidupmu sebelum datang kematianmu.”
(Hr. Hakim dalam al-Mustadrak, shahih menurut al-Albani, dalam al-Jami’ ash-Shaghir). Wallahu a’lam.

baca sumber; panjimas.com




Polres Inhil Gagalkan Peredaran Ratusan Narkoba Asal Malaysia

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Petugas kepolisian Polres Indragiri Hilir (Inhil) berhasil membekuk seorang pria, A (30) warga Teluk Pinang Kecamatan Gaung Anak Serka (Gas), Sabtu (28/1/2017) sekitar pukul 15.00 WIB.

Pembekukan tersebut dilakukan di Kuala Getek Kelurahan Sungai Beringin, Tembilahan. Saat itu, Tsk didapati mengantongi sebanyak 230 butir pil ekstasi dan 1 paket sedang shabu-shabu seberat 41 gram.

Kapolres Inhil AKBP Dolifar Manurung SIK melalui Kasat Res Narkoba Polres Inhil AKP Bachtiar SH mengatakan, penangkapan tersebut bermula dari informasi masyaraka bahwa ada yang akan membawa narkotika yang berasal dari Malaysia.

Dari informasi itu, petugas langsung bergegas melakukan penyelidikan dan didapat informasi yang akurat, bahwa pelaku dimaksud akan datang dari Teluk Pinang melewati Jembatan Kuala Getek.

Dipimpin langsung oleh Kasat Res Narkoba, Unit Opsnal melakukan melakukan pengintaian dan menunggu pelaku hingga akhirnya pelaku yang mengendarai sepeda motor Suzuki Fu 125 warna merah BM 4288 GV muncul dan kendaraan pelaku langsung diberhentikan.

“Namun pelaku berusaha untuk lari dan membuang kantong plastik warna putih. Usaha pelaku berhasil digagalkan dan pelaku kembali ditangkap lebih kurang 15 meter dari tempat dia membuang kantong plastik tersebut,” katanya.

Tak lama kemudian, pencarian plastik yang dibuang pelaku itupun ditemukan. Dimana, isi plastuk tersebut terdapat satu kotak handphone Samsung galaxi J1 Ace yang berisikan 1 paket sedang shabu-shabu dan 230 butir pil ekstasi.

Ketika diinterogasi, pelaku mengaku baru sampai dari Malaysia via Batam sekira pukul 14.00 WIB, dan pelaku mengaku bahwa shabu-shabu dan ekstasi tersebut didapat dengan cara membeli di Malaysia seharga RM 20.000,-.

Saat ini pelaku dan barang bukti, sudah diamankan di Polres Inhil untuk proses penyidikan lebih lanjut./Mirwan




Kantor UPT Pertanian Desa Air Balui Jadi Tempat Nikmati Ganja, Polisi Amankan 2 Tsk

Kemuning, detikriau.org – Unit Opsnal Polsek Kemuning mengamankan seorang pria pengangguran dan seorang ibu rumah tangga karena diduga memiliki, menguasai dan menyimpan narkotika jenis daun Ganja. Penangkapan kedua tersangka terjadi pada hari Jumat, tanggal 27 Januari 2017, sekira pukul 21.00 WIB di dua lokasi berbeda.

Tersangka laki-laki berinisial Ran (29 tahun) diamankan saat sedang fly menikmati daun ganja di Kantor Pertanian Dusun Benuang Desa Air Balui, dan seorang perempuan Si (36 tahun) diamankan dirumahnya di Dusun Mudo, Desa Air Balui, Kec. Kemuning, Kab. Inhil.

Dari tersangka Ran disita sebanyak 2 (dua) paket kecil diduga narkotika jenis daun ganja dan dari tersangka Si disita sebanyak 42 (empat puluh dua) paket sedang diduga narkotika jenis daun ganja siap edar beserta uang sebanyak Rp.40 ribu hasil penjualan barang haram tersebut.

Kapolres Inhil AKBP Dolifar Manurung SIK, melalui Kapolsek Kemuning KOMPOL Taufik Suardi SH, mengatakan bahwa penangkapan kedua tersangka berawal dari adanya keprihatinan dan kepedulian masyarakat yang memberi informasi kepada Kapolsek Kemuning, KOMPOL Taufik Suardi, S.H, bahwa di area Kantor Pertanian Dusun Benuang Desa Air Balui kerap dimanfaatkan orang melakukan aktifitas menghisap ganja.

Mendapatkan informasi, Kapolsek memerintahkan Unit Opsnal Polsek Kemuning yang dipimpin oleh IPDA Taat Priyanto  untuk melakukan penyelidikan terhadap kebenaran informasi.

Sesampainya di TKP, ternyata informasi tersebut benar adanya dan ditemukan seorang laki – laki yang sedang menikmati lintingan rokok yang diduga berisikan daun ganja dan segera diamankan. Saat digeledah, ditemukan dari saku celana sebelah kanannya, 2 paket kecil diduga narkotika jenis daun ganja.

Ketika dilakukan interogasi, tersangka Ran mengakui daun ganja tersebut dibelinya dari seorang perempuan yang bernama Si, beralamat di Pasar Desa Air Balui Kec. Kemuning.

Tanpa membuang waktu, Unit Opsnal Polsek Kemuning membawa tersangka Ran menuju ke rumah tersangka Si, dan langsung menangkap perempuan yang diduga telah menjadi bandar narkotika jenis daun ganja.

Disaksikan oleh Ketua RT setempat, dilakukan penggeledahan rumah tersangka Si dan ditemukan didalam kantong plastik warna hitam, 42 (empat puluh dua) paket daun ganja siap edar.

“Saat ini kedua tersangka beserta barang bukti, telah diamankan di Polsek Kemuning guna proses penyidikan lebih lanjut.” Ujar Kapolsek./Am




Tidak Miliki KTP, 15 Ledies Tempat Hiburan Malam “Diangkut” Satpol PP

Selatpanjang,DetikRiau.org – Memang menjadi nasib para wanita yang bekerja sebagai pelayan di tempat-tempat hiburan malam. selain menjadi penghibur ternyata mereka juga tidak memiliki kartu identitas yang resmi.

Sebagaimana yang terjadi di kota Selatpanjang Kabupaten Kepulauan Meranti, sebanyak 15 ladies ikut terjaring razia yang dilakukan Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Kepualauan Meranti, Kamis malam (26/1).

Dari pantauan wartawan, belasan ledies itu terjaring ketika sedang melayani para lelaki di empat titik tempat hiburan malam yang menjadi target razia tersebut, diantaranya, Pujasera H5, Pujasera O2, Pujasera Alang, serta Pujasera Dragon.

Kepada Wartawan, Kasatpol PP Kabupaten Kepulauan Meranti, melalui Kasi Pembinaan Masyarakat Masdiana SPd mengungkapkan, pelaksanaan razia itu sendiri berkaitan dengan kepemilikan Kartu Tanda Penduduk (KTP). Operasi KTP ini dilakukan pihaknya tidak lepas dari upaya untuk menjaga Keamanan dan Keteriban Masyarakat (Kantibmas).

Selain itu razia merupakan panduan dari Surat Edaran Keramaian, Penertiban dan Keamanan.

Dalam razia itu 30 personil telah diterjunkan, ketika diperiksa sebanyak 15 orang ladies berparas cantik sebagai pelayan tersebut tidak mampu menunjukkan KTP, sehingga mereka digiring ke kantor, ujar Masdiana.

“Dari hasil introgasi, 15 orang wanita yang berprofesi sebagai pelayan tamu tersebut mengaku memang tidak memiliki KTP,” ujarnya.

Dikatannya, untuk tahap awal pihaknya masih memberikan sanksi berupa penandatanganan surat pertanyaan segera mendaftar dan melakukan perekaman e-KTP di Dinas terkait. Tekan Masdalina lagi, jika pernyataan itu tidak digubris, seketika kembali kedapatan, Kasat memerintahkan akan memulangkan para ledies tersebut ke kampungnya masing masing.

“Kegiatan demikian akan rutin kita gelar. Untuk tahap awal tahun ini kita vocus pada tempat huburan malam guna mencari tahu mana saja warga yang tidak memiliki identitas diri, apalagi yang belum mempergunakan KTP elektronik. Semua pihak sudah kita lakukan koordinasi, baik itu Polisi, TNI, dan pihak kecamatan,” Ujar Masdalina./cr




Pria di Meranti Ini Ngoceh Dapatkan Kaos Berlogo Palu Arit dari Megawati. Siapa Dia ?

Selatpanjang,DetikRiau.org –  Mengenakan baju kaos beratribut Partai Komunis Indonesia (PKI), Jali (47) diamankan oleh Babinsa Rayon Militer 02 Tebingtinggi Kabupaten Kepulaun Meranti, Riau. Lucunya, pria yang belakangan diketahui “kurang waras” ini mengaku mendapatkan baju berlambang palu arit itu dari “Megawati”.

Diceritakan Komandan Rayon Militer 02 Tebingtinggi Kabupaten Kepuluan Meranti-RIAU, Mayor Bismi Tambunan SE, dari hasil laporan warga setempat, Jali merupakan warga Desa Padang Kamal Kecamatan Merbau. Ia diamankan beberapa hari lalu tepatnya selasa (24/1/2017)

Tambahnya lagi, sekira dua hari berkeliaran di Desa Alai Kecamatan Tebingtinggi Barat menggunakan baju merah berlolo palu arit itu, menurut keterangan jajaranyan Babinsa Serka Junaidi, ternyata pria itu baru diketahui dalam kondisi tidak waras sehingga segala keterangan dan informasi yang dirangkum diyakini tidak akurat.

“Pria itu tidak waras, ketika ditanya dari mana dia mendapat kaos tersebut, masak dia jawab dari Megawati. Setelah kami menggali informasi dari warga setempat, ternyata memang benar si Jali(24) ini memang tidak waras,”  ujarnya Bismi Tambunan kepada wartawan, Jumat pagi (27/1)

Parahnya lagi ketika jajaranya ingin mengamankan baju kaos tersebut, Jali(47) sempat menolak. Meskipun pada akhirnya petugas bisa mengamankan kaos itu setelah dibujuk rayu dengan menuruti beberapa kemauannya.

“Untuk mendapatkan kaos itupun kita harus membujuk dengan memberikan apa yang dia mau, mulai dari makan, minum dan rokok,” ujarnya.

Untuk itu dirinya sangat berterimakasih atas peran masyarakat yang memberikan informasi tersebut.

Untuk sosialisasi Bismi mengaku sudah sering menyampaikan dalam sosialiasi Bela Negara, terutama untuk mewujudkan warga negera yang memiliki sikap teratur dalam bertindak secara menyeluruh, terpadu dan berlanjut dengan dilandasi oleh kecintaan kepada tanah air.

“Guna menumbuhkan kesadaran akan hak dan kewajiban serta kehormatan Negara, saya sering menyampaikan dalam sosialiasi Bela Negara, sehingga pemuda dan penerus bangsa terutamanya di Kabupaten Kepuluan Meranti, memiliki kecintaan yang sangat tulus terhadap tanah air,”Akhirinya.

Hingga berita ini dirilis detikriau.org belum mendapat informasi darimana sebenarnya baju kaos beratribut “PKI” ini diperoleh Jali. /cr