Satgas Saber Pungli Inhil dikukuhkan. Masih Berani Bermain?

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar (Satgas Saber Pungli) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) sudah diberi kewenangan bekerja. Pasalnya, pengurus Tim Satgas ini telah dikukuhkan secara resmi, Senin (6/2/2017) sore.

Pengukuhan tersebut dilakukan langsung oleh Bupati Inhil HM Wardan di Gedung Engku Kelana Tembilahan. Saat itu, dihadiri unsur Forkopimda Kabupaten Inhil, sejumlah Kepala Instansi Vertikal, para pejabat di lingkungan Pemkab Inhil serta tokoh agama dan tokoh masyarakat.

Bupati mengatakan, pembentukan unit Satgas Saber Pungli itu sebagai tindak lanjut dari Peraturan Presiden Republik Indonesia nomor 87 tahun 2016 tentang satuan tugas sapu bersih pungutan liar yang ditujukan untuk mewujudkan pemerintahan yang bersih dan bebas pungli.

“Satgas Saber Pungli ini bertugas memberantas pungutan liar secara efektif dan efisien dengan memanfaatkan personil, satuan kerja dan sarana prasarana yang ada secara optimal,” ungkap Wardan.

Dalam melakukan tugas tersebut, Satgas Saber Pungli memiliki beberapa fungsi yang meliputi intelejen, pencegahan, penindakan dan yustisi serta mempunyai banyak wewenang seperti mengumpulkan data dan informasi dari pihak terkait dengan menggunakan teknologi informasi, mengkoordinasikan, merencanakan dan melaksanakan operasi.

“Operasi dimaksud adalah OTT (Operasi Tangkap Tangan, red) serta memberikan rekomendasi kepada kepala pemerintah daerah untuk memberikan sanksi kepada pelaku pungli sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-perundangan yang berlaku,” terangnya.

Diketahui, tindakan pungli saat ini nyaris membudaya di Indonesia, termasuklah di daerah Kabupaten Inhil yang dinilai telah mengakar kuat dan merusak sendi kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

“Saya mengingatkan kepada semua pihak, terutama seluruh ASN yang berada di Inhil baik pejabat maupun staf agar dapat senantiasa berkerja dengan baik sesuai dengan hukum dan aturan yang berlaku serta menghindar tindakan yang berindikasi pungli,” ajaknya.

Jikapun masih masih melakukan pungli maka bukan sebatas hanya merugikan masyarakat, namun juga akan berpotensi terjerat hukum melalui satuan tersebut./Mirwan




Kebakaran, Warga Kemuning Alami Kerugian Rp 300 Juta

KEMUNING (detikriau.org) – Satu unit rumah dan gudang di Simpang Petai Dusun Srimambang Desa Keritang Kecamatan Kemuning ludes dilalap api, Senin (6/2/2017).

Peristiwa tersebut berlangsung sejak sekitar pukul 07.45 WIB. Tak hanya bangunan yang terbakar, namun segala harta benda milik Iyem (39) ini turut hangus, termasuk satu unit truck colt diesel.

“Meski tidak terdapat korban jiwa, namun kerugian korban ditaksir mencapai lebih kurang Rp 300 juta,” ujar Kapolres Indragiri Hilir (Inhil) AKBP Dolifar Manurung SIK melalui Kapolsek Kemuning KOMPOL Taufik Suardi.

Diterangkan, insiden itu bermula saat korban sedang berada didalam rumahnya, tiba-tiba korban mendengar seseorang berteriak bahwa ada kebakaran.

Mendengar teriakan itu, korban langsung bergegas keluar dan melihat kobaran api sudah membesar di gudang samping rumahnya. Lalu korbanpun turut berteriak meminta pertolongan warga.

Tapi, upaya warga tidak berhasil dan hanya dalam tempo singkat, api dari gudang tersebut merembet ke rumah korban hingga ludes jadi abu.

“Kinj, peristiwa kebakaran itu, masih dalam penyelidikan Unit Reskrim Polsek Kemuning,” tutupnya./Mirwan




Mabuk Tuak, Residivis di Sungai Perak Ini Tikam Rekannya Secara Brutal

TEMBILAHAN (detikriau.org) – M (31) terpaksa diamankan kepolisian. Pasalnya, warga Kelurahan Sungai Perak Kecamatan Tembilahan ini diduga kuat sebagai pelaku tindak pidana penganiayaan.

Pembekukan tersebut dilakukan pada hari Senin (6/2/2017) dini hari, sekitar pukul 2.00 WIB. Saat itu, pria ini tengah tidur nyenyak dan tanpa perlawanan.

“Ketika diinterogasi, pelaku lebih banyak ngelantur, diduga karena masih dalam kondisi mabuk tuak,” kata Kapolres Indragiri Hilir (Inhil) AKBP Dolifar Manurung SIK melalui Kapoksek Tembilahan IPTU Zulhendra.

Dijelaskan, korbannya adalah Lapok (32) yang juga merupakan warga Sungai Perak. Saat itu, Minggu (5/2/2017) sekitar pukul 20.00 WIB korban dan pelaku sama-sama minum tuak di pelabuhan setempat.

Sedang asyik minum, tiba-tiba saja, pelaku mengeluarkan badik dan langsung menikam korban. Akibatnya, korban menderita 7 luka tusukan dan harus diopname di RSUD Puri Husada Tembilahan.

“Berjumlah 7 tusukan yang diderita korban, diantaranya 4 luka tusuk di tangan sebelah kanan, dua luka tusuk di perut dan satu luka tusuk di dada kiri,” urainya.

Setelah terkapar berlumuran darah, pelaku pun lalu membuang sarung badiknya dan meninggalkan korban. Tak lama kemudian, sejumlah warga berdatangan untuk memberikan pertolongan.

Diketahui, tersangka ini adalah residivis kasus yang sama dan bahkan baru saja keluar dari di LP Kelas II A Tembilahan.

“Saat ini pelaku dan barang bukti badik yang dipergunakan untuk menikam korban sudah diamankan di Rutan Polres Inhil untuk proses penyidikan lebih lanjut, sedangkan korban masih dirawat intensif di RSUD Puri Husada Tembilahan,” tutupnya./Mirwan




Bupati: Katakan Tidak Pada “Ngelem” dan Narkoba

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Bupati Inhil HM Wardan bersama unsur Forkopimda, LSM, Ormas, ulama hingga pelajar melakukan orasi ikrar anti ngelem dan penyalahgunaan Narkoba di halaman Mapolres Inhil jalan Gadjah Mada Tembilahan, Senin (6/2/2017).

Ikrar itu dilakukan dalam apel bersama Polres Inhil dan dilanjutkan dengan pemusnahan barang bukti hasil cipkon jajaran Polres Inhil.

Bupati Inhil mengatakan, ngelem ini merupakan modus baru yang mulai bermunculan. Prilaku tersebut disinyalir dilakukan oleh Bandar-Bandar Narkoba yang ingin generasi muda jadi generasi yang loyo dan tidak berguna bagi Bangsa Indonesia. Untuk mengatasinya, ia berharap generasi muda harus memiliki keimanan yang kuat dan tidak menjadikan ngelem dan narkoba sebagai pelampiasan dan kesenangan sesaat.

“Saya mengapresiasi yang setinggi-tinggi kepada Polres Inhil dan Polsek jajaran bahkan sampai tingkat Bhabinkamtibmas yang telah berkerja keras mensosialisasikan bahaya penyalahgunaan lem dan bahan adiktif lainnya,” ungkap Wardan.

Mantan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Riau ini juga mengajak seluruh instansi terkait dan masyarakat Kabupaten Inhil untuk bergandengan dan mengikrarkan tekad untuk mengakatakan tidak pada ngelem dan narkoba.

“Pembacaan ikrar ini diharapkan jadi momentum bagi Kabupaten Inhil untuk bersatu dalam memberantas penyalahgunaan pemakaian lem dan narkoba yang terbukti telah menyebabkan kerusakan yang cukup parah pada anak bangsa,” tegasnya.

Sementara itu, Waka Polres Inhil KOMPOL Dr Azwar saat berorasi mengajak semua stakeholder untuk membulatkan tekad menuntaskan masalah penyalahgunaan lem dan bahan adiktif lainnya serta berharap ada landasan hukum yang lebih kuat untuk mengatasinya.

Tak ketinggalan, salah seorang pelajar SMAN 1 Tembilahan Kota, Rahayu Astuti turut menyuarakan. Dalam orasinya, ia mengajak generasi muda untuk menghindari ngelem dan narkoba. “Kita ini adalah generasi muda yang diharapkan negara dan daerah sebagai calon penerus bangsa,” ujarnya./Adv/Mirwan




Membegal, Remaja Ini Nyaris Diamuk Massa

TEMBILAHAN (detikriau.org) – SA (19) nyaris diamuk massa, Sabtu (4/2/2017) malam. Pasalnya, pria asal Belantak Raya Kecamatan Gaung ini diduga sebagai Pelaku tindak pidana Pencurian dengan kekerasan (Curas) atau pembegalan.

Kapolres Indragiri Hilir (Inhil) AKBP Dolifar Manurung SIK melalui Kapolsek Batang Tuaka IPTU Suheri menjelaskan, S tidak sendiri namun bersama seorang rekannya berinisial SU (DPO).

Kronologisnya, pada hari sore Sabtu, kedua pelaku beraksi terhadap 2 korbannya asal Kelurahan Sungai Empat Kecamatan Gaung Anak Serka (Gas).

Korban pertama menimpa Samat (40) yang saat itu dalam perjalanan pulang dengan menggunakan sepeda motor dari Tembilahan menuju ke rumahnya.

Sesampai di TKP, di suatu tempat yang sepi dan jauh dari rumah penduduk, Samat melihat didepannya ada 2 orang anak muda yang tidak dikenal sedang berdiri.

Tiba-tiba, tanpa aba-aba, salah seorang dari mereka langsung memukul korban dengan menggunakan sebatang kayu secara membabi buta dan mengakibatkan korban terjatuh dari sepeda motor.

“Ketika korban jatuh, pelaku yang satu lagi, langsung mengambil uang milik korban sebesar Rp 1 juta dan 1 unit HP merk Asiafone warna hitam,” kata Kapolsek.

Tak lama kemudian, pelaku kembali beraksi di TKP yang sama. Korbannya kali ini adalah Sarianto (42). Kala itu, korban menggunakan sepeda motor Beat warna Hitam.

“Sama seperti korban Samat, korban inipun dihadang oleh 2 pria yang dikenal, diduga masih pelaku yang sama dan ketika itu keduanya sudah memegang sepotong kayu. Korban dihentikan memaksa korban menyerahkan uang,” tambahnya.

Karena takut, lanjut Suheri, korbanpun dengan terpaksa menyerahkan uang, namun hanya Rp 70 ribu. Merasa belum puas, pelaku kembali memaksa korban menyerahkan uangnya, kali ini diiringi dengan gertakan akan memukul. Sontak saja, korban mencampakan sepeda motornya dan melarikan diri ke arah jalan menuju Sungai Luar.

Dari kejauhan, korban melihat motornya dibawa pelaku ke arah Sungai Empat. Korbanpun langsung menghubungi keluarganya di Sungai Empat dan memberitahukan atas insiden tersebut.

Mendapat laporan, Bhabinkamtimas Sungai Empat BRIPKA Zulham Efendi sesegera mungkin bersama masyarakat menyusuri jalan dari Sungai Empat menuju TKP.

Diperjalanan, sekitar pukul 20.30 WIB, massa berjumpa dengan 2 unit sepeda motor, salah satunya adalah Honda Beat milik korban yang sedang dikendarai oleh 2 orang yang tidak dikenal.

Melihat masa, salah seorang pelaku langsung kabur meninggalkan Honda Beat milik korban, namun pelaku SA yang mengendarai motor Satria FU tidak dapat mengelak dan bahkan nyaris diamukan masa.

Untuk menghindari pelaku dari bulan-bulanan masa, BRIPKA Zulham Efendi secepatnya membawanya ke Pos Bhabinkamtibmas Sungai Empat dan segera ditangani personel Polsek Batang Tuaka.

“Saat ini pelaku dan barang bukti sudah diamankan di Polsek Batang Tuaka. Sedangkan pelaku satunya masih dalam pengejaran Unit Opsnal Polsek Batang Tuaka yang dibantu oleh Unit Opsnal Sat Reskrim Polres Inhil,” tutup IPTU Suheri./Mirwan




Zulaikhah Ikuti Senam Bersama Komunitas Emak-Emak Sehat Tembilahan

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) Hj Zulaikhah Wardan mengikuti senam jantung sehat bersama Komunitas Emak-emak Sehat Tembilahan, Minggu (5/2/2017).

Pagi itu, senam jantung sehat tersebut berlangsung di halaman Rumah Dinas Bupati Inhil jalan Kesehatan Tembilahan. Selain istri Bupati, saat itu juga diikuti para ibu-ibu Dharma Wanita.

“Senang sekali ibu-ibu yang ikut senam ini semangatnya luar biasa. Ternyata ini adalah kelompok emak-emak yang memang kegiatan ini sudah berjalan sejak beberapa bulan lalu,” kata Ikha, sapaan akbrab Zulaikhah.

Perdana di halaman kediaman dinas Bupati. Sebab sebelumnya, kegiatan pembugaran tubuh itu selalu dilaksanakan di halaman kantor Camat Tembilahan.

“Mengingat jumlahnya yang terus meningkat, maka kemarin Pak Camat meminta izin untuk melaksanakan senam bersama di halaman kediaman ini. Selaku ketua PKK Inhil, saya mengapresiasi kegiatan ini dan kita juga bisa menambah hubungan silaturahim dengan ibu-ibu masyarakat Tembilahan,” tambahnya.

Untuk itu, ia ingin menggabungkan seluruh pengurus PKK Inhil juga Darma Wanita Inhil. Kegiatan ini akan dilaksanakan sebanyak dua kali dalam sepekan yakni Minggu Pagi dan Rabu sore.

Sementara itu, Ketua Komunitas Emak-emak Sehat Tembilahan, Yuliana kepada ibu-ibu kota Tembilahan yang lain untuk bergabung bersama-sama.

“Jika bergabung, manfaatnya akan kita dapatkan seperti saling bersilaturahmi dengan ibu-ibu lain dan nantinya akan ada pemeriksaan kesehatan gratis, juga ke depannya direncanakan untuk mengikuti donor darah untuk berbagi dan lain sebagainya,” ujarnya./Mirwan