Bupati Inhil Pimpin Upacara Hari Kesadaran Nasional 2017

Bupati HM.Wardan Pimpin Apel Hari Kesdaran Nasional TH 2017
Bupati HM.Wardan Pimpin Apel Hari Kesdaran Nasional TH 2017

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Bupati Indragiri Hilir (Inhil) HM Wardan memimpin upacara Hari Kesadaran Nasional tahun 2017. Kegiatan tersebut berlangsung di halaman Kantor Bupati Inhil jalan Akasia Tembilahan, Jum’at (17/2/2017).

Pagi itu, turut diikuti Unsur Forkopimda, Kepala SKPD dan TNI/Polri serta para ASN di lingkungan Pemkab Inhil.

Dalam arahannya, Bupati Wardan menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan kepada segenap aparatur sipil negara serta jajaran TNI/Polri yang hadir pada upacara tersebut.

“Kehadiran kita pada hari ini sebagai salah satu wujud kecintaan kita kepada tanah air terutama kepada Kabupaten Inhil serta sebagai salah satu bentuk pengabdian kita kepada masyarakat, bangsa dan negara. Saat ini pemerintahan semakin efektif, efisien dan produktif dalam penanganan reformasi birokrasi dan revolusi mental yang diterapkan kementerian pendayagunaan aparatur negara dan reformasi birokrasi,” katanya.

Oleh karenanya, aparatur sipil negara diharuskannya untuk benar-benar mewujudkan revolusi mental dalam menjalankan roda pemerintahan. Revolusi mental menyasar tiga pihak yakni pemimpin kementerian dan lembaga negara, seluruh aparatur yang menjalankan pemerintahan dan seluruh masyarakat. Kedepan, dengan revolusi mental ini diharapkannya dapat membawa Kabupaten ke arah yang lebih baik.

“Saya mengingatkan kepada segenap aparatur sipil negara pada setiap jenjang, untuk menghapuskan berbagai pungutan liar. Apalagi Satgas Saber Pungli telah dikukuhkan yang siap menjaring para pelaku pungli,” ingatkannya./ADV/Mirwan




Bersama ISSI, Disporabudpar Inhil Jadwalkan “Pra Tour de Solop”

Gambar ilustrasi; sportku.com
Gambar ilustrasi; sportku.com

TEMBILAHAN, detikriau.org – Dinas Pemuda Olahraga Budaya dan Pariwisata (Disporabudpar) kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) bersama Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI) Kabupaten Inhil berencana melaksanakan kegiatan Pra Tour de Solop.

Kegiatan tersebut telah dijadwal pada hari Minggu (19/02/2017) mendatang yang diikuti kurang lebih sekitar 150 orang dengan jarak tempuh kurang lebih 50 KM.

Rutenya, kegiatan Pra Tour De Solop melewati empat Kecamatan, yaitu Kecamatan Tembilahan (Kelurahan Tembilahan Kota, Tembilahan Hilir), Kecamatan Batang Tuaka (Desa Sei Luar, Desa Sei Dusun, Kelurahan Sungai Piring, Desa Gemilang), Kecamatan Gaung Anak Serka (Desa Teluk Pantai, Kelurahan Teluk Pinang, Desa Kuala Gaung), Kecamataan Mandah (Desa Pulau Cawan).

“kegiatan Pra Tour de Solop ini merupakan kegiatan uji coba dan merintis track jalur bersepeda ke Pantai Solop. Ini baru pra nya saja, Tour de Solop yang sebenarnya akan kita gelar mendekati pertengahan tahun dan akan melibatkan lebih banyak peserta lagi dari luar daerah dan provinsi,” kata Kepala Bidang Pariwisata Disporbudpar Kabupaten Inhil, Haryono Karim.

Tujuannya, dengan adanya kegiatan itu maka katanya secara otomatis akan mengkampanyekan penyelamatan lingkungan.

“Nanti disana (Solop, red) kita juga ada kegiatan menanam pohon,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua ISSI Kabupaten Inhil, Denny Delma menyampaikan kalau kegiatan tersebut medapat respon yang sangat positif dari para pencinta olahraga sepeda yang ada di Kabupaten Inhil.

“Awalnya kita targetkan untuk pra ini cuma 60 peserta, ternyata baru beberapa hari dibuka yang mendaftar lebih seratus. Sekarang yang medartar lebih dua kali lipat dari yang kita targetkan,” ujarnya./rls/Mirwan




Kapolres Inhil: Anggota Polri Harus Melayani, Bukan Dilayani

Waka Polres Inhil Komisaris Polisi, Dr, Azwar, S.Sos, M.Si, M.H,
Waka Polres Inhil Komisaris Polisi, Dr, Azwar, S.Sos, M.Si, M.H,

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Kapolres Indragiri Hilir (Inhil) Inhil AKBP Dolifar Manurung SIK mengatakan bahwa sekarang ini, tugas Polri harus melayani masyarakat, bukan dilayani.

Hal tersebut dinyatakan Kapolres dalam amanat tertulisnya yang dibacakan Waka Polres Inhil Komisaris Polisi, Dr, Azwar, S.Sos, M.Si, M.H, yang bertindak selaku Inspektur Upacara tujuh belas hari bulan di Lapangan Apel Polres Inhil, 17 Februari 2017.

Upacara tujuh belas hari bulan, yang dilaksanakan Personel Polres Inhil adalah sebagai wujud dari kecintaan terhadap Bangsa dan Negara Indonesia.

Dalam amanat tersebut, Kapolres juga mengingatkan Personel Polres Inhil untuk menumbuhkan kepedulian sebagai faktor utama dalam mendukung pelaksanaan tugas. Kepedulian itu harus bersumber dari dalam sendiri, tanpa paksaan dari fihak lain dan dimulai dari hal kecil seperti bersikap sopan dalam melayani masyarakat yang membutuhkan pelayanan Polri.

Kapolres mengatakan bahwa Polri memiliki peran besar dalam menciptakan situasi aman dan nyaman ditengah masyarakat.

“Jangan cederai kepercayaan masyarakat pada Polri dengan nencegah diri sendiri melanggar aturan perundang-undangan internal dan negara maupun norma – norma kehidupan. Untuk itu diharapkan, Personel Polres Inhil, tidak melakukan hal hal yang merugikan diri sendiri atau kesatuan,” katanya.

Jika tidak mampu berprestasi, lanjutnya, maka jangan menjadi beban kesatuan. Ia mengajak untuk berubah menuju kebaikan dan jalin kebersamaan agar tugas yang diemban dapat terlaksana dengan baik.

Upacara tujuh belas hari bulan di Polres Inhil dilaksanakan secara bergantian oleh Bag, Sat dan Polsek jajaran Polres Inhil, kali ini menjadi giliran Polsek Tempuling dengan Perwira Upacara adalah Kapolsek Tempuling AKP Suwernedi, Komandan Upacara Kanit Sabhara Polsek Tempuling IPDA Jumri, Pengibar Bendera BRIPKA Syarwan, BRIPKA R Prawira D, dan BRIPKA Herry Santoso. Sebagai Pengucap Tri Brata adalah BRIPKA H. Situmorang, Catur Prasetya Brigadir Prayogo Saputra dan Sapta Prasetya Korpri Pengda Liliyanti./Mirwan




Muslimat NU Agendakan Pengajian 2 Kali Sebulan

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Muslimat Nahdatul Ulama (NU) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) mengagendakan pengajian sebanyak 2 kali dalam sebulan.

“Kita rencanakan untuk laksanakan pengajian 2 kali dalam sebulan. Kemarin pengajian diadakan di rumah suluk kediaman dan hari ini di sekretariat MNU Inhil,” Sampaikan Ketua Muslimat NU Kabupaten Inhil, Hj Zulaikhah Wardan saat peresmian Sekretariat Muslimat NU Inhil, Rabu (15/2/2017) kemarin

Gedung Dekranasda Inhil jalan Baharuddin Yusuf Tembilahan yang menjadi  Sekretariat MNU ini dipinjamkan oleh Pemda Inhil.

Sebelumnya, Sekretariat Muslimat NU Inhil direncanakan di rumah Dinas Kehutanan, akan tetapi setelah ditinjau tempatnya kurang layak maka dikemudian harinya gedung Dekranasda ini yang difungsikan.

“Karena ruangan ini kosong dan belum dipergunakan disamping juga strategis makanya saya memohon izin kepada Bupati untuk dipergunakan sebagai sekretariat MNU dan Alhamdulillah diizinkan,” Syukurinya./Mirwan




Bupati Inhil Kukuhkan Sejumlah Organisasi di Pelangiran

bupati-hm-wardan-mengukuhkan-asosiasi-kepala-desa-bpd-sekdes-forum-rt-rw-dan-relawan-paguyuban-pelangi-kec-pelangiranPELANGIRAN (detikriau.org) – Bupati Indragiri Hilir (Inhil) mengukuhkan sejumlah organisasi di Kecamatan Pelangiran, Rabu (15/2/2017) kemarin. Organisasi tersebut diantaranya Asosiasi Kepala Desa, Badan Permusyawaratan Desa, Sekretaris Desa, Forum RT/RW dan Relawan Panguyuban Pelangi.

Pada kesempatan itu, Bupati juga meresmikan Pogram DMIJ Se-Kecamatan Pelangiran yang ditandai dengan penandatanganan prasasti yang dipusatkan di Desa Pinang Jaya serta meninjau hasil pembangunan program DMIJ di delapan Desa.

“Pembangunan Program DMIJ Se-Kecamatan Pelangiran pada TH 2016 sudah di laksanakan 100 persen, diharapkan apa yang sudah di bangun ini melalui Program DMIJ dapat dijaga oleh masyarakat karena program DMIJ ini program Pemberdayaan dari, oleh dan untuk Masyarakat yang menggunakan sistem open menu dimana pembangunan apa yang menjadi prioritas pembangunan di tentukan oleh masyarakat sendiri,” kata Wardan.

Kunjungan yang di laksanakan dari pagi hingga malam hari pada 8 Desa di Kecamatan Pelangiran ditujukan untuk melihat langsung pembangunan Infrastruktur di tingkat Desa serta mengetahui berbagai kendala dan keinginan Masyarakat./ADV/Mirwan




Nah Lo. Kata Pengusaha Warnet Surat Edaran Satpol PP Inhil “Ngawur”

Ini dia Surat Edaran Satpol PP Inhil yang dikritisi Pengusaha Warnet
Ini dia Surat Edaran Satpol PP Inhil yang dikritisi Pengusaha Warnet

Tembilahan, detikriau.org – Pengusaha kritisi surat edaran tentang pembatasan jam operasional warnet dan rental game. Menurut mereka, surat yang keluarkan oleh Satpol PP Inhil bernomor 04/POL PP/II/2017 itu merupakan aturan “ngawur”.

“Kalau warnet ditentukan jam buka usaha ini ngawur. Orang buka usaha kok di atur-atur. Okelah kita ikuti tutup sementara pukul 18.00 s/d 19.30 Wib dan buka jam 19.30 sampai jam 00.00 Wib, tapi jam mulai operasional kami jangan ditentukan donk,” Kritisi pengusaha warnet “Starnet” di Jalan Kapten Muchtar Tembilahan, Fahruddin, rabu (15/2/2017)

Menurut Fahruddin, inti masalah bukan pada warnet, tapi ketidakmampuan orang tua yang mendidik dan memberikan pemahaman kepada anaknya agar tidak terlalu lama main di warnet.

Penentuan jam operasional Pukul 18.00 WIB, juga menurutnya bukan solusi dan menjadikan anak lebih rajin belajar di rumah. “Saya rasa kalau orang tuanya bisa mendidik anaknya lebih baik, pasti si anak akan patuh,” kata pria yang biasa akrab dipanggil Oyonk Maldini.

Apalagi ditambahkan oyonk, saat ini guru kerap memberikan tugas sekolah yang mengharuskan anak didiknya mencari sumber indivasi melalui akses internet. Bagi anak yang tidak memiliki akses internet di rumah, pasti mereka akan ke warnet. Selain itu, yang datang ke warnet bukan hanya pelajar, tapi juga masyarakat umum.

“Jadi jangan melihat melalui satu sudut pandang bahwa warnet cuma sebagai tempat main game saja. Jangan digeneralisir donk,” ungkapnya.

Oyonk menegaskan bahwa aturan pembatasan jam operasional warnet menjadi tidak berguna jika anak memang lebih suka nongkrong hingga larut malam. Jika tidak di warnet, anak bisa saja bisa beralih ke tempat lain, seperti Pasar Kelapa Gading maupun jalan-jalan keliling pasar jongkok atau tempat lainnya.

“Nah, kalau begitu, apakah pemda Inhil juga akan membatasi jam operasional Pasar Kelapa Gading dan pasar Jongkok sampai jam 18.00 WIB?” pertanyakannya.

Kata oyonk juga, tempat usahanya setiap hari beroperasi mulai pukul 06.30 WIB. Dan di saat pagi tidak jarang  PNS, Mahasiswa, dan pelajar datang untuk mencari data maupun nge-print. tapi kenapa sekarang pemda mengatur jadwal buka usaha kami mulaiJam 10.00 Wib?

“Karena itu saya meminta agar Pemda mengkaji ulang rencana pembatasan jam operasional warnet tersebut.” Pintanya

Diakhir kalimatnya bahkan ia kembali mengkritisi bahwa Pemda jangan bisanya cuma bikin aturan pembatasan atau larangan saja. Tapi beri edukasi untuk mengubah pola pikir masyarakatnya.

“memang kami butuh peraturan, tapi peraturan yang sehat donk…jangan peraturan ngawur seperti ini.” Akhirnya./*/dro