Curi CPU Kobelco, 2 Pria Ini Diciduk Polisi

Tembilahan (detikriau.org) – Dua pria berinisial J (19) dan S (23) diamankan petugas kepolisian karena terlibat tindak pidana Curat CPU alat berat Kobelco. Pembekukan tersebut dilakukan pada hari Jum’at (17/2/2017) sekitar pukul 17.00 WIB di jalan Jendral Sudirman Tembilahan.

J adalah warga Desa Simpang Tiga Daratan Kecamatan Enok dan S warga Kelurahan Seberang Tembilahan Kecamatan Tembilahan. Kedua beraksi pada hari Kamis (16/2/2017) sekira Pukul 00.30 WIB di Parit Na’am Jalan Lintas Enok Desa Simpang Tiga Daratan.

Kapolres Indragiri Hilir (Inhil) AKBP Dolifar Manurung SIK melalui Kapolsek Enok AKP Peris Siregar SH menceritakan, kejadian ini berawal saat 2 orang pekerja kobelko, Heri dan Ruslan melakukan pengecekan pada alat berat tersebut yang sedang mengerjakan tanggul milik masyarakat setempat.

Dalam kegelapan malam, ketika sampai di lokasi, saksi ini melihat ada orang di dalam alat berat tersebut.

Merasa penasaran, kedua saksi inipun mendekati, tiba- tiba, orang yang tidak dikenal tersebut langsung melarikan diri masuk ke dalam kebun masyarakat.

Penasaran, Heri dan Ruslan langsung mencek kondisi alat berat berat tersebut dan ternyata CPU alat berat itu telah raib dibawa kabur. Setelah itu, kedua pekerja ini langsung melaporkan kepada petugas kepolisian. Sesegera mungkin, petugas langsung melakukan penyelidikan dan akhirnya didapat informasi bahwa pelaku kabur ke Tembilahan.

“Unit Opsnal langsung bergerak ke Tembilahan. Setelah dilakukan pencarian ke tempat-tempat yang diperkirakan tempat kedua pelaku berada, sekira pukul 17.00 WIB, akhirnya kedua berhasil diamankan,” kata Kapolsek.

Dari hasil interogasi, lanjutnya, kedua pelaku mengakui bahwa telah melakukan tindakan pencurian. Dan berdasarkan keterangan pelaku tersebut, selanjutnya dilakukan penggeledahan terhadap rumah pelaku dan ditemukan barang bukti berupa 1 Unit CPU Alat Berat Kobelco dan 2 unit Handphone yang digunakan sebagai alat penerangan saat beraksi.

“Atas peristiwa itu, korban mengalami kerugian sebesar Rp 35 juta. Saat ini Pelaku dan barang bukti sudah diamankan di Polsek Enok guna proses penyidikan lebih lanjut,” tutupnya./Mirwan




Bupati Wardan Resmikan Program DMIJ di Concong

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Bupati Indragiri Hilir (Inhil) HM Wardan meresmikan program Desa Maju Inhil Jaya (DMIJ) Kecamatan Concong, Jum’at (17/2/2017) kemarin.

Kecamatan tersebut terdiri dari lima desa yakni Desa Concong Luar, Desa panglima Raja, Desa Sungai Berapit, Desa Concong Tengah dan Desa Kampung Baru.

Dalam sambutannya, Bupati mengucapkan terimakasih atas dukungan yang telah diberikan masyarakat Kecamatan Concong kepada Pemkab Inhil. Sebab, sampai saat ini penyelenggaran Program DMIJ dapat berjalan baik dan sukses.

“Wujud komitmen dan bentuk perhatian pemerintah itulah yang menjadi landasan program pembangunan Harus melalui Desa, dukungan masyarakat sangat diharapkan guna mendukung program pemerintah, sehingga apa yang telah diprogramkan oleh pemerintah mampu berjalan dengan baik,” katanya.

Sementara itu, Camat Concong, Antoni menuturkan bahwa dengan adanya DMIJ ini maka masyarakatnya telah merasakan hasil pembangunan.

“Kini, desa yang ada di Kecamatan Concong semakin maju, jalan Lintas Desa sudah dibangun. Kedepan, tidak dipungkiri bisa mampu membuka desa-desa terisolir yang ada di Concong ini,” ujarnya./ADV/Mirwan




Bank Riau Kepri dan BNI Tembilahan di Bom Molotov

img-20170218-wa0005TEMBILAHAN (detikriau.org) – Bank Riau Kepri dan Bank BNI Cabang Tembilahan dilempar menggunakan Bom Molotov, Sabtu (18/2/2017).

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 12.45 WIB di Bank Riau Kepri. Saat itu, kondisi TKP sedang dalam sepi libur kantor.

“Saya terkejut mendengar ledakan disertai dengan kobaran api dari Bom Molotop itu,” kata Security, Anas Syafaruddin.

Dimana, dari insiden itu menimbulkan kobaran api sekitar 3 meter dari pintu masuk Bank.

Tak lama kemudian, sekitar pukul 13.00 WIB, kejadian serupa terjadi kembali, kali ini di hadapan Bank BNI Cabang Tembilahan tepat disamping Bank Riau Kepri.

Hingga berita ini diliris, petugas kepolisian masih sibuk di TKP dan belum memberikan keterangan resmi./mirwan

 

 




Diancam Tak dikirimi Atlit. SU: Tak Masalah, Kita Sudah Siapkan Petarung Untuk Bela Nama Inhil

Ketua KONI Inhil H Syamsudin Uti
Ketua KONI Inhil H Syamsudin Uti

Tembilahan, detikriau.org – Ketua KONI Kabupaten Inhil H Syamsudin Uti menegaskan KONI tidak akan mepermasalahkan jika Cabor mengancam untuk tidak mengirimkan Atlit pada ajang Porprov Riau 2017 di Kampar.

KONI Inhil selaku Induk organisasi olahraga dibawah kepemimpinannya sejak 2013 yang lalu menurutnya sudah mendata potensi atlit-atlit asli putra Inhil, dan mereka siap untuk membela nama daerah.

“Tidak masalah. Kita sudah siapkan Atlit untuk bela Inhil diajang Porprov mendatang.” Yakinkan SU saat dimintai tanggapan oleh detikriau di Tembilahan, Jum’at (17/2/2016)

Diterangkan SU, selama menjadi Ketua KONI Inhil ia sudah “memburu” atlit-atlit putra asli daerah hingga keberbagai pelosok Desa. Hasilnya, ia meyakini sangat menggembirakan. Sangat banyak potensi atlit putra daerah yang memiliki kemampuan.

“Ini sesuai amanat Bupati yang meminta komitmen mempergunakan atlit asli putra daerah.” Tegaskan SU

Ancaman yang sempat dilontarkan sejumlah cabor untuk tidak mengirim atlit justru membuat SU tersenyum. Dia malah melontarkan pertanyaan, mana atlit yang akan ditahan oleh sejumlah cabor?

Menurut SU juga, sudah tidak lagi menjadi rahasia bahwa selama ini setiap kali ada pertandingan, sejumlah pengurus cabor sibuk berburu atlit-atlit dari luar. Bukannya mempersiapkan atlit putra daerah sendiri.

“saya sebut saja itu misalnya dari atletik, said adnan, sibuk kesana kemari mencari atlit dari luar daerah. Hasilnya apa? Anggaran saja yang habis, pretasi malah mengecewakan. Padahal seharusnya atletik lumbungnya medali.  Termasuk sejumlah cabor lainnya.”Sindir SU

Untuk menghadapi Porprov Riau 2017, SU menegaskan pihaknya hanya mempersiapkan atlit-atlit asli daerah dari sejumlah cabor yang memang selama ini berpotensi sebagai pendulang medali.

“kita akan kirimkan cabor unggulan saja seperti karate, tinju, futsal dan bola kaki. Paling-paling 5 atau 6 cabor aja. Daripada kirim banyak-banyak tetapi bawa atlit luar dan pastinya pemborosan uang rakyat.” Yakinkan SU./dro




“Diserang” Belasan Cabor. Ini Jawaban H Syamsudin Uti

Ketua KONI Inhil H Syamsuddin Uti (tengah) mmemperlihatkan dokumen SPJ yang telah diselesaikan.
Ketua KONI Inhil H Syamsuddin Uti (tengah) mmemperlihatkan dokumen SPJ yang telah diselesaikan.

Tembilahan, detikriau.org – Ketua KONI Kabupaten Indragiri Hilir H Syamsudin Uti menanggapi “santai” tuntutan yang disampaikan belasan Pengurus Kabupaten (Pengkab) Cabang Olahraga (Cabor) dalam pertemuan diruang rapat Komisi IV DPRD Inhil, Jumat (17/2/2017).

Secara pribadi menurut pria yang akrab disapa SU ini, dirinysa sama sekali tidak ngotot untuk tetap menjadi pimpinan tertinggi pada organisasi olahraga di Kabupaten Inhil. Tetapi menurutnya apa yang disampaikan oleh sejumlah cabor dalam pertemuan itu tentulah perlu untuk diklarifikasi.

“kepengurusan KONI 2013-2017 tidak lama lagi juga akan berakhir. Tidak ada masalah kalau tidak diperpanjang. Saya juga tidak ngotot. Tetapi semua tuduhan mereka terhadap KONI Inhil khususnya diri saya pribadi sebagai Ketua KONI tentu perlu untuk saya klarifikasi,” Ujar SU ditemui detikriau.org di Tembilahan, jum’at (17/2/2017)

Perlu dicatat ditekankannya, seluruh kebijakan yang diambil oleh KONI bukan dilakukan oleh dirinya secara pribadi. Tetapi melalui mekanisme yang ditentukan dalam AD ART organisasi.

Dicontohkannya, tudingan penonaktifan kepengrusan KONI Inhil secara sepihak, itu tidak benar.

Penggantian salah seorang pengurus KONI, disebutnya Ketua salah satu Cabor, itu terpaksa harus dilakukan demi kelancaran jalannya organisasi.

“selama saya menjabat Ketua KONI, dirinya hanya pernah aktif pada pelaksanaan Porprov Riau di Inhu, setelahnya tidak lagi pernah masuk. Dihubungi melalui handphone alasan selalu sibuk. Jadi demi kelancaran organisasi tentu harus segera disikapi,” Jelasnya

“jadi bukan saya memberhentikan. Tetapi dia yang tidak pernah aktif. Agar KONI bisa tetap berjalan evektif saya terpaksa mengajukan usulan ke Provinsi. Hasil rapat internal di KONI akhirnya usulan penggantiannya disetujui.” Tambahkan  SU

SU mengaku adanya pengerucutan di struktur kepengurursan KONI Inhil. Kebijakan ini dilakukan untuk efektifitas organisasi.

“saat pelantikan pengurus kita banyak. Tapi yang kerja? Sangat sedikit. Sama sekali tidak efektif.” Nilainya

Terkait masalah anggaran, menurut SU  itu tanggung jawab dirinya sebagai ketua. Semua harus jelas. Ia mengaku tidak mau ada masalah hukum dibelakang hari.

“Uang saya yang terima, kaki saya sebelah dipenjara. RKA kita yang bikin. Jika tidak benar, kita tidak mau. Harus jelas penggunaannya. Termasuk pertanggungjawaban penggunaan tentu pasti juga harus benar. ”Tegaskan SU sambil memperlihatkan dokumenSPJ yang sudah dijilid setebalan kira-kira 15 cm

Kebijakan KONI Inhil menurutnya. Bikin dulu kegiatan, setelah jelas ada kegiatan baru dana diberikan.

“juga ada isu katanya ada cabor tandatangani kwitansi tapi duitnya tidak ada. Itu ngawur. Mana mungkin cabor mau tandatangani kwitansi jika duitnya tidak ada.” Akhiri SU. /dro




Belasan Cabor Tuntut Kepengurusan KONI Inhil dibawah Pimpinan SU Tidak diperpanjang

“Jika tidak dipenuhi mereka ancam tidak kirimkan Atlit Inhil Pada Porprov Riau 2017 di Kampar”

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Belasan Pengurus Kabupaten (Pengkab) Cabang Olahraga (Cabor) mendesak kepengurusan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) periode 2013-2017 yang akan berakhir pada 29 April mendatang tidak lagi diperpanjang.

Jika permintaan ini tidak dikabulkan, mereka mengancam akan melakukan Musyawarah Daerah Luar Biasa KONI Kabupaten Inhil dan bahkan mengancam tidak akan mengirimkan Atlit untuk mengikuti Porprov Riau tahun ini.

“Tuntutan ini juga sudah kami sampaikan kepada KONI Provinsi. Kami juga berharap keputusan seluruh pengurus cabor Inhil ini mendapatkan dukungan,” Sampaikan Juru bicara belasan Cabor Jamaluddin dan As’ad secara bergantian saat digelar pertemuan diruang rapat Komisi IV DPRD Inhil jalan HR Subrantas Tembilahan, Jum’at (17/2/2017)

Tuntutan tidak memperpanjang masa kepengurusan ini menurut mereka dikarenakan KONI Inhil dinilai telah melanggar Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) organisasi.

Menurut mereka ada beberapa point penting pelanggaran AD/ART Pengurus KONI Inhil, pertama seperti, ketua KONI telah melakukan pergantian dan pemberhentian pengurus secara sepihak tanpa melalui prosedur.

Ketua KONI juga disebut terlalu banyak mencampuri urusan Cabor.

dan semenjak dikukuhkan kepengurusan KONI Inhil periode 2013-2017, Ketua KONI Inhil jarang sekali melakukan musyawarah dan mufakat sesama pengurus KONI dan cabor sendiri.

“Seharusnya minimal dilakukan 1 x dalam 1 tahun. Hal ini berkaitan dengan pertanggungjawaban masalah program kerja, pelaporan adm dan keuangan,” Sampaikan Jamal.

Tahun 2016, ditambahkan Jamal, dana yang dialokasikan Pemkab Inhil pada KONI sebesar Rp 2 Miliar. Tetapi dari data yang dikumpulkan dari seluruh cabor, dana yang tersalurkan baru sebesar Rp 311 Juta.

Desakan itu menurut merekal terpaksa dituangkan mengingat masa jabatan sesuai AD ART KONI bisa saja diperpanjang jika dalam waktu berhampiran dengan berakhirnya masa kepengurusan ada agenda penting yang harus dilaksanakan.

“Tahun ini ada agenda Porprov Riau 2017 di Kabupaten Kampar. Artinya kepengurusan KONI Inhil saat ini bisa saja secara otomatis tetap akan menanganinya,” Ujar Jamal.

“17 Cabor ini mengancam akan memboikot Atlit-atlitnya pada Porprov 2017 di Kampar jika tuntutan ini tidak diindahkan. Rencana pemboikotan ini akan dilakukan 17 Cabor jika masa kepengurusan KONI Inhil dibawah pimpinan H Syamsuddin Uti diperpanjang hingga akhir 2017,” tambahnya.

Terkait hal ini, Sekretaris Komisi IV DPRD Inhil, Herwanissitas yang saat itu didampingi oleh Ketua Komisi II DPRD Inhil Amd Junaidi menyebutkan bahwa permasalahan itu juga sempat disampaikan para penggiat olahraga sebelum pertemuan hari ini.

Kedatangan Cabor saat ini menurutnya bukan diterima secara Komisi tetapi sifatnya diterima oleh DPRD secara kelembagaan.

“Jadi apapun persoalan yang disampaikan hari ini, kami akan rangkum. Semua juga didokumentasikan dan nanti akan kami sampaikan kepada pimpinan baik melalui tulisan maupun secara lisan,” tandasnya.

Sekedar untuk diketahui, belasan Cabor tersebut diantaranya Cabor Sepak Takraw PSTI, Kenfo, Karate (Forki), Bola Volly (PBVSI), Dayung (Podsi), Catur (Percasi), Basket (Perbasi), Tarung Derajat, Tinju (Pertina), Atletik (PASI), Tennis Lapangan, Bulu tangkis, PSSI, Renang (PRSI) , Pencak Silat (IPSI), Anggar, dan Billiard./Mirwan/*