Gubri Puji Stabilitas Pertumbuhan Perekonomian Masyarakat Inhil

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman menyebutkan, perekonomian masyarakat Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) dinilai stabil.

Pernyataam tersebut disampaikannya saat menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan Rencana Kerja Pembangunan Daerah (Musrenbang RKPD) Kabupaten Inhil tahun 2017 di Gedung Engku Kelana Tembilahan, Selasa (14/3/2017).

“Saya merasa penting untuk hadir di Inhil ini karena rasio perekonomian di Inhil ini berkontribusi besar terhadap perekonomian Provinsi Riau, perkembangannya cukup berdampak untuk provinsi,” kata Gubri.

Dikhususkan, dampak perekonomian tersebut terdapat pada tiga sektor yakni sektor pertanian, perkebunan rakyat dan sektor perdagangan.

Apalagi katanya, harga kopra saat ini semakin meningkat yang dinyatakan sebagai wahana mayoritas pendapatan masyarakat Inhil.

“Dalam hal itu, tentu saja saya harapkan supaya tetap bertahan. Pertumbuhan ekonomi global ini harus dipertahankan,” harapnya./Mirwan




Naas, Niat Usir Hama Babi, Satu Keluarga di Reteh Justru Tewas Tersengat Listrik

Reteh, detikriau.org – Jaini (58), Sumiati (49) dan Aslamiyah (27) ditemukan sudah tak bernyawa di dalam kebun milik ketiga korban di Jalan Imam Bonjol, Parit 2, Kelurahan Pulau Kijang, Kecamatan Reteh Kabupaten Inhil. Selasa (14/3/2017) sekira pukul 11.30 Wib.

Meninggalnya ketiga korban yang merupakan suami, istri dan anak ini disebabkan sengatan listrik yang sedianya dipasang untuk mengamankan kebun milik mereka dari serangan hama babi.

Berdasarkan penjelasan Kapolres Inhil AKBP Dolifar Manurung SIK, melalui Kapolsek Reteh AKP Suharyono menuturkan, kronologis kejadian yang memilukan itu awalnya diketahui oleh menantu korban Dayan Firadah (suami korban Aslamiyah. red) pada pukul 11.30 WIB. Saat itu, Dayan, yang sedang berada di dalam rumah mendengar suara sapi melenguh dengan keras dari arah kebun yang berada di belakang rumah korban.

Mendengar suara itu, Dayan langsung berlari ke tempat suara itu berasal. Sesampainya, betapa terkejutnya Dayan, ia menyaksikan kedua mertua dan istrinya sudah terbaring tak bergerak didekat 2 ekor sapi yang juga sudah diam tergeletak. Ditempat tersebut, Dayan menemukan ada kabel listrik yang selama ini digunakan oleh mertuanya untuk mengatasi hama babi yang saat itu sudah dalam keadaan putus.

Melihat hal tersebut, Dayan lalu kembali ke dapur rumah untuk mencabut aliran listrik dan memberitahukan kepada tetangga di sekitar rumah. Masyarakat kemudian berbondong – bondong datang dan membawa mayat ketiga korban tersebut ke rumah tempat tinggal korban.

Personel Polsek Reteh yang mendapat informasi kejadian segera mendatangi TKP bersama dengan dokter dari RS. Tengku Sulung Pulau Kijang. Setelah dilakukan pemeriksaan dan pengambilan VER, dokter menyatakan bahwa ketiga korban, dan 2 ekor sapi, tewas diakibatkan karena tersengat aliran listrik dari jerat babi hutan.

“Kuat dugaan korban Jaini lupa melepaskan aliran ke jerat babi tersebut, sehingga sewaktu sapinya tersengat aliran listrik, korban mencoba menolong, namun korban pun ikut tersengat listrik. Begitu juga ketika istri dan anak korban ingin menolong, mereka pun ikut tersengat listrik.” Sampaikan Suharyono

Saat ini ketiga jenazah korban sudah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dikebumikan dan kasus ini masih dalam penyelidikan Polsek Reteh./ Mirwan




Sat Resnarkoba Meranti Bekuk Remaja Perantara Jual Beli Narkotika

Foto ilustrasi: batamsatu.com

Selatpanjang, detikriau.org – Sat Resnarkoba Polres Kep Meranti mengamankan seorang remaja perantara transaksi narkoba di Tkp Jl Kelapa Gading Kel Banglas Kec Tebing Tinggi Kab Kep Meranti.

Saat ditangkap, ditangan AA (15) warga Jl Beren Kel Selatpanjang Kota Kec Tebing Tinggi ini polisi berhasil menyita 1 paket kecil narkotika jenis shabu-shabu seberat 0,27 gram, selasa (14/3/2017) sekira pukul 00.30 Wib dinihari.

Berdasarkan keterangan kapolres Meranti, AKBP Barliansyah SIK melalui Paur Humas Iptu Djonni Rekmamora, aktifitas AA memang sudah dimonitor oleh petugas.

Pada saat terlapor akan mengantarkan narkotika disuatu tempat yang sudah dijanjikan, saat menunggu pemesan terlapor langsung ditangkap.

“saat penangkapan ditangan kanan terlapor ditemukan 1 paket narkotika diduga jenis shabu dengan berat 0,27 gram yg diakui terlapor dibeli dari seseorg seharga Rp.300 ribu,” sampaikan Paur Humas

Diterangkan Paur Humas, AA menjalankan aksi sebagai perantara jual beli. Dimana jika ada yang memesan, AA yang mencarikan barang yang diminta pemesan. Selama ini AA mangkal di depan salah satu tempat hiburan malam di kota Selatpanjang dengan modus bermain internet sembari menunggu pemesan.

“terlapor dan BB kini diamankan di Mapolres Kep Meranti guna proses sidik.”Akhiri Kapolsek./ko




Pemkab Inhil Gelar Musrenbang RKPD Tahun 2017

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indragiri Hilir (Inhil) menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan Rencana Kerja Pembangunan Daerah (Musrenbang RKPD) tahun 2017.

Kegiatanyang berlangsung di Gedung Engku Kelana Tembilahan, Selasa (14/3/2017) itu juga dihadiri Gubernur Riau H Arsyadjuliandi Rachman, Kapolda Riau Irjen Zulkarnain, Bupati Inhil HM Wardan, unsur Forkopimda Inhil serta sejumlah pejabat esselon di lingkungan Pemkab Inhil.

Dalam sambutannya, Bupati Inhil mengaku telah memulai beberapa tahapan perencanaan berdasarkan dari Musrenbang Desa, Kelurahan, Kecamatan dan forum OPD serta forum konsultasi publik.

Usulan masyarakat hasil Musrenbang tingkat bawah, dipaparkannya telah diinput ke dalam sistem e-planning itu dan diperoleh total usulan sebesar Rp 6,49 trilun. Dan setelah dilakukan verifikasi melalui forum OPD, maka total usulan menjadi Rp tersebut sebesar 1,66 trilyun.

”Jika melihat realisasi belanja langsung pada APBD Kabupaten Inhil selama beberapa tahun terakhir, kemampuan anggaran kita hanya berkisar sebesar Rp1,2 trilun,” kata Wardan.

Untuk itu, lanjutnya, dalam pembahasan Musrenbang kali ini masih perlu dirasionalkan lagi usulan masyarakat sesuai proyeksi kemampuan anggaran tahun 2018./ADV/Mirwan




Gerak-gerik Mencurigakan, ditangan Tukang Ojek Polisi Temukan Benda Ini

Tembilahan, detikriau.org – Polisi mengamankan S alias Y (42) warga KM 1,5 Desa Pulau Burung Kecamatan Pulau Burung Kabupaten Inhil di dermaga pelabuhan PT. RSUP CWP II Pulau Burung, senin (13/3/2017).

Pengemudi ojek ini ditangkap hanya dilatarbelakangi gerak-gerik pelaku yang tampak mencurigakan.

Menurut keterangan Kapolres Inhil AKBP Dolifar Manurung SIK melalui Kapolsek Pulau Burung IPTU Junaidi. D, penangkapan terhadap pelaku berawal dari kecurigaannya terhadap gerak – gerik pelaku, ketika yang bersangkutan baru sampai di pelabuhan.

Saat itu, Junaidi beserta beberapa orang Personel Polsek Pulau Burung sedang berada di dermaga pelabuhan PT. RSUP CWP II Pulau Burung.

Tak lama berselang, datang sebuah speed boat dari Sungai Guntung dan bersandar  di dermaga. Dua orang penumpang, salah satu diantaranya adalah pelaku, kemudian naik ke pelabuhan dan langsung menuju sepeda motor miliknya yang di parkir di Pos Security.

“Sikap dan gerak tubuhnya mencurigakan makanya kita panggil dan mengamankannya di Pos Satpam. Saat digeledah, kita temukan barang bukti berupa 1 paket kecil yang diduga Narkotika jenis shabu – shabu,” Sampaikan Junaidi

Barang haram tersebut menurut Junaidi terbungkus plastik putih bening, yang ditemukan didalam bungkus rokok Sampoerna Mild dan disimpan di dalam sarung HP merk Samsung, milik pelaku.

Selain paket narkotika tersebut, dari pelaku juga disita 2 buah kaca, 3 buah jarum suntik, 1 unit Handphone merk Xiomi Redmi 3 warna coklat, 1 buah plastik pembungkus shabu – shabu, 2 buah mancis merk Kriket warna orange dan hijau serta uang sejumlah Rp. 107 ribu.

“Saat ini pelaku dan barang bukti telah diamankan di Polsek Pulau Burung guna proses penyidikan dan pengembangan tindak pidana narkotika ini lebih lanjut.” Akhiri Junaidi./Am




AJI Gelar Seminar Nasional dan Konferta

Seminar Nasional dan Konferta AJI Pekanbaru

PEKANBARU – Tiga pembicara berkualifikasi ahli di bidangnya dihadirkan oleh Aliansi Jurnalis Indepeden (AJI) Pekanbaru pada Seminar Nasional dengan mengangkat thema, Tren Digital 2017, Hoax dan Kebebasan Pers, Sabtu, 18 Maret 2017, di Ruang Wan Ghalib, Perpustakaan Soeman HS, Jalan Sudirman, Pekanbaru.

Ketiga pembicara tersebut antara lain, Miftah N Sabri, anak Riau dengan menempuh pendidikan SD-SMP di Dumai, kini mendirikan dan CEO selasar.com. Sebelumnya, Miftah juga mendirikan bukalapak.com bersama Ahmad Zaki.

“Miftah merupakan anak Riau, dan menjadi pembicara mendedah Tren Digital 2017, Antara Peluang dan Tantangan,” kata Ketua Panitia Seminar Nasional dan Konferensi Kota (Konferta) AJI Pekanbaru, Arief Gunawan, juga reporter Bisnis Indonesia, Senin, 13 Maret 2017.

Pembicara berikutnya, Suwarjono, Ketua Umum AJI Indonesia, sekaligus Pemred suara.com. Bagi perintis media online, seperti okezone.com, dan vivanews.com ini, akan mengangkat topik Bagaimana Membedakan Berita dengan Hoax, dan Tren Media Online saat Ini.

Pembicara terakhir, banyak warga Riau yang tak tahu, ternyata Irvandi Gustari, selain sebagai Direktur Utama Bank Riau Kepri (Dirut BRK), juga menjabat sebagai anggota Desk Ketahanan dan Keamanan Informasi dan Teknologi Nasional Kementerian Politik, Hukum dan Keamanan (Kemenko Polhukkam).

“Dirut Bank Riau Kepri, Irvandi Gustari, akan membedah bagaimana upaya pencegahan dan meningkatkan Keamanan Transaksi Perbankan,” jelas Sekretaris Abdul Latif, wartawan cakaplah.com.

Abdul Latif menjelaskan, Seminar Nasional ini terbuka untuk umum, seperti mahasiswa ilmu komunikasi, dosen, para blogger, bahkan kawan-kawan media ingin menambah pengetahuannya mengenai tren media saat ini.

Sementara itu, Ketua AJI Pekanbaru, Fakhrurrodzi mengajak masyarakat berduyun-duyun hadir dan menimba ilmu Tren Digital 2017 dari para ahli berkompeten di bidangnya.

“Usai kita sukses menggelar Festival Media (Fesmed) 2016 lalu, tahun ini kita mencoba menghadirkan pembicara-pembicara berkualitas dan kompeten di bidangnya. Sayang, jika acara sebagus ini dilepaskan begitu saja,” ujarnya.

Selain menggelar Seminar Nasional, usai makan siang, dilanjutkan dengan Konferensi Kota (Konferta) dengan agenda pemilihan Ketua dan Sekretaris AJI Pekannbaru periode 2017-2020.

Fakhrurrodzi memastikan ia tidak maju lagi, cukup satu periode menjabat sebagai Ketua AJI Pekanbaru. Beberapa nama mulai menguat dan menggantikannya. Mereka ini berasal dari berbagai media, baik cetak, online, maupun radio, nasional serta lokal.

“Saya cukup satu periode. Saya juga mengundang kawan-kawan jurnalis untuk mendaftar sebagai ketua dan sekretaris AJI Pekanbaru untuk tiga tahun mendatang. Kita terbuka untuk itu,” pungkasnya. (RILIS)