Lecehkan Wartawan, Akun FB Oyong Maldini di Polisikan

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Diduga telah melecehkan awak media, Aliansi Wartawan Inhil (AWI) akhirnya resmi melaporkan akun Facebook bernama Oyonk Maldini ke Polisi, Rabu (15/3/2017) petang kemarin.

Akun tersebut dinilai telah melecehkan profesi wartawan melalui akunnya yang tergabung dalam group Facebook 100.000 dukungan tuntutan perbaikan kinerja Pemda Inhil.

Dimana sesuai fakta, akun Facebook Oyong Maldini, menyebutkan bahwa media massa adalah salah satu alat kontrol kekuasaan. Namun saat ini kontrol tersebut sudah hilang R-nya.

Komentar tersebut akhirnya menuai tanggapan miring dan terkesan mengolok-olok terhadap awak media. Bahkan sejumlah anggota group Facebook menuding bawa media telah menerima sesuatu dari Humas.

“Dasar itutlah yang menguatkan kami untuk membuat laporan resmi kepada Polisi,” ungkap Juru Bicara (Jubir) AWI, Jamri Nurman, Kamis (16/3)

Dalam laporannya, para kuli tinta itu membawa sejumlah bukti prit out postingan yang bernuansa pelecehan sekaligus penghinaan terhadap profesi awak media.
‎
Kapolres Inhil AKBP Dolifar Manurung SIK melalui Kasat Reskrim AKP Arry Prasetyo SH MH, membenarkan adanya laporan dugaan pelecehan dan pencemaran nama baik di media melalui media sosial.

“Benar adanya laporan itu. Saat masih dalam penyelidikan dan akan memanggil sejumlah saksi, termasuk terlapor,” jawab Kasat Reskrim Polres Inhil.

Akun Facebook bernama Oyong Maldini, diduga telah melanggar UU nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU nomor 11 tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik.

Pada pasal 45 ayat (3), berbunyi setiap orang yang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/ataw membuat dapat diaksesnya informasi elektronik dan/atau dokumen elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik sebagai mana dimaksud dalam pasal 27 ayat (3) dipidana penjara paling lama 4 tahun dan/atau denda paling banyak Rp 750 juta rupiah. (Rls)




Ingin Gapai Kebahagiaan Hakiki? Yuk Ikuti Kiatnya

detikriau.org – Bicara soal kebahagiaan, para ilmuwan dunia berbeda-beda dalam mendefinisikan. Tapi secara garis besar, ada dua macam kebahagiaan yang dapat dirasakan manusia di dunia ini. Kebahagiaan semu dan kebahagiaan hakiki. Kebahagiaan semu diperoleh manusia dengan menikmati hiburan secara berlebihan, bahkan sampai masuk ke dalam kemaksiatan. Ia hanya menjadi penutup masalah dalam waktu sementara, bukan menjadi penyelesainya. Bahkan sebaliknya malah dapat mendatangkan dosa dan bencana.

Sedang kebahagiaan hakiki, ia hanya dapat diraih dengan berbuat kebajikan, baik dengan lisan, tindakan, atau perasaan. Dengan syarat, kebaikan tersebut terlaksana dengan landasan iman, sebagai pancaran akhlaq mulia. Hebatnya, kebahagiaan hakiki secara otomatis juga menjadi jalan pemiliknya dalam meraih kebahagiaan akhirat yang kekal abadi, insya Allah. Dan ia dapat dipetik dari tujuh macam “pohon” sebagai berikut.

  1. Hati yang Bersyukur (Qalbun Syakurin)

Bila kita memandang segala sesuatu dengan kesyukuran, hati yang tenteram akan kita dapatkan. Di situlah hadirnya kebahagiaan.

“Maka ingatlah kepadaKu, Aku pun akan ingat padamu. Bersyukurlah kepadaKu dan jangan ingkar kepadaKu.” (al-Baqarah: 152),

“(Yaitu) orang-orang yang beriman, dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.” (ar-Ra’du: 28).

Baca juga an-Nahl:18, Saba’:13, ar-Rahman: 13, dan Ibrahim: 7.

2. Pasangan Hidup yang Shalih (al-Azwaju Shalihah)

Keluarga yang dibina oleh sepasang suami-istri yang tunduk kepada wahyu Allah swt akan lebih mudah membentuk situasi tenteram nan membahagiakan.

“Dan nikahkanlah orang-orang yang masih membujang di antaramu, dan orang-orang yang layak (menikah) dari hamba-hamba sahayamu yang laki-laki dan perempuan. Jika mereka miskin, Allah akan memberikan kemampuan kepada mereka dengan karuniaNya. Dan Allah Mahahalus (pemberianNya), Maha Mengetahui.” (an-Nuur: 32)

Baca juga an-Nuur: 26, al-Furqan: 74, al-Isra’: 32, dan adz-Dzariyat: 49.

  1. Anak yang Shalih (al-Auladul Abrar)

Anak shalih adalah investasi yang tak dapat diukur dengan angka. Ia begitu berharga. Doa dan amal baiknya menambah nilai orang tua di mata Allah swt. Menyaksikannya, hati tenteram bahagia.

“Dan Rabbmu telah memerintahkan agar kamu tidak menyembah selainNya, dan hendaklah berbuat baik kepada ibu bapak. Jika salah satu atau keduanya sampai pada usia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka jangan sekali-kali mengatakan kepada keduanya ucapan “ah”, dan jangan kamu membentak keduanya, dan ucapkan kepada mereka perkataan yang baik.” (al-Isra’: 23).

Baca juga Luqman: 14, al-Ahqaf: 15, al-Ankabut: 8, dan al-Furqan: 74.

  1. Lingkungan yang Kondusif untuk Menjaga Iman (al-Baiatu Shalihah )

Dalam psikologi dikatakan bahwa hal yang memengaruhi bentuk pribadi dan pola pikir manusia adalah teman dan bacaan. Lingkungan yang berdaya konstruktif memudahkan terciptanya tatanan kehidupan yang rapi. Di sanalah kebahagiaan bersemayam.

“Dan siapa menaati Allah dan Rasul(Muhammad saw), mereka akan bersama orang yang diberi nikmat oleh Allah, yakni para nabi, pecinta kebenaran, orang mati syahid, dan orang shalih. Mereka itulah sebaik-baik teman.” (an-Nisa: 69).

Baca juga adz-Dzariyat: 55, an-Naml: 214, dan al-Maidah: 2.

  1. Harta yang Halal (al-Malul Halal)

Harta yang halal dan digunakan untuk kebaikan akan membuahkan keberkahan. Bukan jumlah nominal, keberkahanlah yang menjadi pemantik kebahagiaan.

“Hai orang-orang beriman, infaqkanlah sebagian hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untukmu. Dan janganlah kamu memilih yang buruk untuk dikeluarkan, padahal kamu sendiri tak mau mengambilnya kecuali dengan memicingkan mata (enggan). Dan ketahuilah bahwa Allah Mahakaya, Maha Terpuji.” (al-Baqarah: 267).

Baca juga ayat 155 dari surat yang sama.

6. Semangat Memahami Islam (Tafaquh Fi ad-Diin)

Kebahagiaan hakiki hanya ada di dalam Islam. Bila kita memelajari agama ini, maka akan menemukan kebahagiaan di sana.

“(al-Qur’an) ini adalah pedoman bagi manusia, petunjuk dan rahmat bagi kaum yang meyakini.” (al-Jatsiyah: 20).

Baca juga Ali-Imran: 138, al-Maidah: 16, an-Nisa’: 174, dan al-Baqarah: 269.

  1. Umur Barakah

Ruang kesempatan yang kosong dari amal shalih menyebabkan kegelisahan, rasa bersalah. Pada saat itu, sebelum melangkah maju, kebahagiaan sirna. Ia tumbuh kembali kala langkah perbaikan mulai diayunkan.

“Dan sungguh, engkau (Muhammad) akan mendapati mereka (orang-orang Yahudi), manusia paling tamak terhadap (dunia), bahkan (lebih tamak) dari orang-orang musyrik, masing-masing mereka ingin diberi umur seribu tahun. Padahal umur panjang itu tidak akan menjauhkan mereka dari azab. Dan Allah Maha Melihat apa yang mereka kerjakan.” (al-Baqarah: 96)

Baca juga, Fathir: 37 dan Yasin: 68.

Itulah tujuh macam “pohon” yang seyogianya “ditanam di kebun” setiap Mukmin, dan setiap hari “dipetik buahnya”. Selamat berjuang, selamat menjalani hidup penuh kebahagiaan! Wallahu a’lam. [dalan]

Sumber: panjimas

 




Dua Unit Rumah Warga Tanjung Harapan Ludes Terbakar

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Peristiwa kebakaran terjadi di pemukiman warga Jalan Tanjung Harapan Gang Tanjung Katung Tembilahan, Rabu (15/3/2017) malam.

Akibatnya, dua unit rumah warga setempat ludes jadi arang. Musibah itu mulai berlangsung diperkirakan sekitar pukul 19.50 WIB.

“Kebakaran-kebakaran,” teriak warga setempat yanh berbondong-bondong memadati area kebakaran.

Sekitar pukul 20.00 WIB, petugas Damkar Kabupaten Inhil tiba di TKP. Bersama warga, petugas terus berusaha memadamkan api hingga padam pada pukul 20.35 WIB.

“Petugas kami juga dibantu paguyuban PSMTI, BPBD Inhil dan masyarakat setempat, tidak ada korban jiwa. Untuk penyebab dan kerugian masih dalam penyelidikan,” kata Kadis Damkar Inhil, H Sirajuddin./Mirwan




Pilkada 2018, Edy Syafwannur Nyatakan Tetap Maju

H Edy Syafwannur

TEMBILAHAN (detikriau.org) – H Edy Syafwannur dipastikan akan maju sebagai bakal calon pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) tahun 2018 mendatang.

“Benar, beliau akan ikut maju pada pilkada nanti, apakah diposisi 1 ataupun 2.  Kami selaku relawan telah menggerakan tim kami yang aktif pada Pilkada yang lalu,” Ungkap salah seorang Koordinator Relawan Komunitas Inhil Cerdas, Zulkifli AM kepada detikriau.org, Rabu (15/3/2017).

Namun sejauh ini menurut pria yang akrab disapai Pily itu belum ada keputusan apakah maju melalui jalur partai politik atau independen.

“Melalui jalur independen kita sudah mulai mengumpulkan KTP, namun tidak tertutup kemungkinan kita diusung partai politik, tim komunikasi ke parpol terus melakukan pendekatan,” ujar pria ‘plontos’ ini.

Yang jelas katanya, dalam waktu dekat akan di deklarasikan perihal pencalonan H Edy Syafwanur yang dipusatkan di salah satu Kecamatan.

“Saat ini salah satu lembaga survey nasional sedang melakukan survey dan pendampingan perihal elektabilitas, dan seberapa besar keinginan masyarakat Inhil yang memilih beliau pada pemilukada sebelumnya untuk kembali memberikan dukungan.” Akhirinya./ Mirwan




Ragukan Peningkatan Jumlah Masyarakat Miskin, Bupati Pinta Disdukcapil lakukan Standarisasi

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Bupati Indragiri Hilir (Inhil) HM Wardan mengaku meragukan adanya peningkatan data kemiskinan di wilayah Kabupaten Inhil.

Pasalnya, sampai sejauh ini dinilai Bupati, rilis data yang dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Inhil dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Cabang Tembilahan kerap tidak sinkron.

Terjadinya peningkatan masyarakat miskin diduga Bupati bisa terjadi karena banyaknya masyarakat ‘mengaku miskin’ yang mendaftarkan diri sebagai Penerima Bantuan Iuran (PBI) BPJS Kesehatan.

“Hal tersebut terjadi, karena terdapat indikator yang berbeda dari dua lembaga mengenai angka kemiskinan. Yang mana, BPS mengacu pada hasil survey di lapangan, sedangkan BPJS berpedoman pada jumlah peserta yang mendaftarkan diri sebagai Penerima Bantuan Iuran. Sehingga, angka kemiskinan membengkak,” kata Wardan, disela kegiatan Forum Komunikasi Publik, Senin (13/3/2017) kemarin.

Untuk itu, orang nomor satu di negeri sri gemilang ini meminta kepada Disdukcapil agar melakukan standarisasi indikator kemiskinan sebagai acuan yang dapat digunakan secara umum.

“Memang tidak dapat dipungkiri, indikator kemiskinan ada berbagai macam. Sehingga, penyimpulan terhadap angka kemiskinan pun menjadi variatif. Peran Disdukpencapil dalam pengumpulan data masyarakat miskin dengan indikator yang baku tentu menjadi sebuah keharusan untuk menghindari kesimpang-siuran,” tuturnya./Adv/Mirwan




Pemkab Inhil Anaktirikan Madrasah dan Ponpes? Coba Baca Klarifikasi Ini …

foto ilsutrasi; hidayatullah.or.id

Tembilahan, detikriau.org – Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Indragiri Hilir Drs H Syaifuddin MP menilai keliru jika ada pihak-pihak yang menyatakan Pemkab Inhil menganaktirikan Madrasah dan Pondok Pesantren.

Faktanya menurut Syaifuddin, setiap tahun Pemkab Inhil tetap menganggarkan kebutuhan-kebutuhan untuk madrasah dan Ponpes yang tentunya sesuai dengan kewenangan yang dimiliki.

“Secara aturan pembiayaan operasional madrasah dan ponpes itu kewenangannya kementerian agama yang penganggarannya melalui APBN. Jadi kita memang tidak bisa mengakomodir secara keseluruhan. Namun meskipun begitu, kita tetap memberikan perhatian dan dukungan sesuai kewenangan yang dapat diberikan oleh pemerintah kabupaten.” Sampaikan Syaifuddin baru-baru ini di Tembilahan.

Selain itu, mantan Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Inhil ini juga memastikan bahwa Pemkab Inhil tidak pernah membeda-bedakan antara sekolah Umum dengan Madrasah dan Ponpes. Tahun anggaran 2017 ini saja Disdik Inhil menurutnya sudah menganggarkan dana bantuan bagi 36 Madrasah dan Ponpes yang ada di Inhil.

Sebelumnya, Bupati Inhil HM Wardan mengklarifikasi kepada sejumlah awak media “pembantahan” akan beredarnya rumor bahwa dirinya dikesankan menganaktirikan keberadaan Madrasah dan Ponpes.

Benar menurut Bupati bahwa usulan Pemkab Inhil untuk bantuan madrasah dan ponpes melalui Bankeu provinsi Riau tidak diakomodir berdasarkan hasil tim verifikasi. Namun untuk itu, tahun anggaran 2017 Pemkab Inhil telah mengangarkan dana melalui APBD Inhil senilai Rp 23,4 Miliar.

“Walaupun kita tidak mendapatkan melalui Bankeu Provinsi Riau untuk madrasah dan pondok pesantren namun kita tetap menganggarkan melalui APBD Kabupaten Indragiri Hilir. Tahun ini penganggarannya sebesar Rp 23,4 miliar,” ujar Bupati Inhil H.M Wardan akhir pekan kemaren.

Lebih lanjut dikatakannya, dirinya sangat berkomitmen memberikan layanan terhadap kebutuhan masyarakat, terutama di dunia pendidikan baik sekolah negeri maupun madrasah dan ponpes.

Bukti wujud kepedulian itu dibuktikan dengan diterimanya Penghargaan dari Kementerian Agama kepada 11 Bupati/Walikota se-Indonesia yang salah satunya adalah Bupati Inhil dan  satu-satunya di Provinsi Riau pada saat itu.

Penghargaan yang diberikan Dirjen Pendidikan Islam saat itu merupakan penghargaan atas wujud perhatian Pemerintah Kabupaten dan salah satunya pemkab. Inhil yang sangat komit dalam pengembangan program kemitraan pendidikan.

“Jadi rumor pendiskreditan terhadap kepemimpinan saya itu kesannya provokatif dan tidak berdasar.” Akhir Bupati./Am