Cinta Ulama

JAKARTA — Sayyidina Abu Bakar RA selalu mengiringi Rasulullah SAW berjalan pulang setelah menunaikan shalat Isya berjamaah. Keduanya berjalan bersama dan berpisah ketika Nabi masuk rumahnya. Meski berpisah sesaat, tapi terasa berat bagi seorang Abu Bakar. Karenanya, terkadang beliau duduk dan terjaga semalam suntuk di depan pintu rumah Nabi hingga fajar tiba.

“Mengapa sampai segitunya, duhai Abu Bakar?” tanya Rasul ketika tahu sahabat sejatinya itu menunggui rumahnya sampai menjelang fajar.

“Sungguh, engkau adalah segala penghias dan pengobat rindu bagi mataku, wahai Rasulullah; qurratu ‘ayni bika ya Rasulullah!” jawab Abu Bakar as-Shidiq.

Subhanallah, begitulah kecintaan mendalam seseorang kepada Sang Nabi. Lalu, bagaimana dengan kita yang tak pernah tahu bagaimana rupa Rasulullah SAW. Jawabannya adalah sebagaimana ujaran Imam Hasan al-Basri ketika ditanya tentang amalan yang mendekatkan diri kepada Allah dan yang menyelamatkan pada hari akhir. “Cintailah para aulia atau ulama (orang yang dekat dengan Allah) dan berharap ketika Allah menatap hati para kekasihnya, di sana tertulis namamu. Dan itu akan membuat Allah membiarkan engkau bersama mereka di tempat terbaik-Nya.”

Ulama adalah orang-orang yang berjuang di jalan agama melalui ilmu. Mereka adalah orang-orang yang mewarisi Nabi dalam menjaga dan mensyiarkan ilmu-ilmu-Nya. Dari lisan dan amal mereka, umat mendapati khazanah pengetahuan untuk tetap berpegang pada kebenaran di atas Alquran dan as-Sunnah.

Dengan mencintai ulama maka pasti yang ditemukan adalah kebaikan dan keberkahan. Mengambil tangan ulama lalu menciumnya adalah hal indah yang didapat dari mereka yang mencintai ulama. Apalagi, menziarahi dan bersilaturahim kepadanya.

Sebut sebuah hadis, “Barangsiapa mengunjungi orang alim maka ia seperti mengunjungi aku, barangsiapa berjabat tangan kepada orang alim, ia seperti berjabat tangan denganku, barangsiapa duduk bersama orang alim maka ia seperti duduk denganku di dunia, dan barangsiapa yang duduk bersamaku di dunia maka Allah mendudukkanya pada hari kiamat bersamaku.” (Kitab Lubabul Hadits).

Dari Abu Harairah RA, saya mendengar Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa mengunjungi orang alim, maka aku menjamin kepadanya dimasukkan surga oleh Allah.” (Kitab Tanqihul Qaul).

Mencintai ulama berarti mencintai dan meneruskannya dalam amal setiap nasihatnya. Mencintai ulama berarti siap menyokong dan membelanya. Mencintai ulama berarti bersiap menjemput syahid jika ada titah turun kepadanya.

Semoga, umat di negeri ini semakin cerdas dalam menyebar cinta kepada para ulamanya. Ulama yang disayang, bukan malah ditendang. Ulama yang dicintai, bukan malah dizalimi. Insya Allah.

sumber: republika.co.id




Bupati: Pers Inhil Diharapkan Hindari Berita Hoax

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Bupati Indragiri Hilir (Inhil) HM Wardan mengharapkan kepada seluruh insan pers di Kabupaten Inhil untuk menghindari pemberitaan tidak benar atau hoax.

Harapan tersebut disampaikannya saat menghadiri pelantikan pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Inhil masa bhakti 2016-2019 di Gedung Engku Kelana Tembilahan, Jum’at (17/3/2017) kemarin sore.

Menurutnya, berita hoax tersebut sangat berpotensi besar untuk menimbulkan kegaduhan, perpecahan dan hal negatif lainnya. Apalagi, jika berita hoax tersebut menyangkut persoalan SARA.

“Melalui pelantikan ini, saya mengajak untuk menghindari penyebaran berita hoax. Saya berharap, insan pers selalu menyajikan berita yang aktual, berimbang dengan tetap berpegang pada pedoman etik kewartawanan,” katanya.

Pers itu, lanjut Wardan, mempunyai peran vital dan strategis dalam pembangunan melalui pemberitaan yang dibuat. Insan pers, lanjutnya, merupakan orang yang peduli terhadap pembangunan dan persatuan masyarakat, terutama di Kabupaten Inhil.

“Diharapkan, hubungan insan pers dengan pemerintah daerah, khususnya Pemkab Inhil dapat dijaga dengan baik, sehingga dapat bersama – sama melaksanakan pembangunan, pembangunan yang berkesinambungan,” tuturnya.

Disamping hal yang berkaitan dengan sinergi bersama pers, Wardan menambahkan bahwa Pemkab Inhil telah memberikan perhatian dan perlakuan istimewa terhadap. Hal ini, dibuktikan dengan pembentukan sebuah instansi yang berfungsi untuk menangani pengelolaan informasi dan publikasi yakni Dinas Komunikasi, Informasi, Persandian dan Statistik.

“Dengan adanya satu instansi khusus tersebut, diharapkan dapat lebih profesional dalam pengelolaan informasi dan publikasi, baik oleh pers maupun Pemkab,” ucapnya.

Terakhir, orang nomor satu di Negeri Sri Gemilang inj berkomitmen, Pemkab Inhil akan selalu mendukung dan memberikan dorongan melalui penyediaan fasilitas serta lainnya./ADV/Mirwan




KPU Inhil Rilis Persyaratan Pencalonan Bupati Dan Wakil Bupati Pilkada 2018

Tembilahan, detikriau.org – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) merilis beberapa persyaratan pencalonan Bupati dan Wakil Bupati untuk Pemilu Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Inhil yang akan digelar serentak dengan Pilkada Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Riau pada bulan Juni tahun 2018 mendatang.

Rilis persyaratan pencalonan tersebut, diserahkan oleh Ketua KPU Kabupaten Inhil, H Suhaidi S.Ag., M.Si. kepada Dinas Komunikasi, Informasi, Persandian dan Statistik (Diskominfopersantik) Kabupaten Inhil, Kamis (17/3/2017).

Dari keterangan tertulis yang diterima Diskominfopersantik Inhil, Suhaidi mengungkapkan terdapat beberapa persyaratan yang harus dipenuhi oleh bakal calon pasangan Bupati dan Wakil Bupati yang akan mencalonkan diri melalui jalur independen, diantaranya:

  1. Pasangan Bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati harus mengumpulkan dukungan minimal 7,5 % dari jumlah Daftar Pemilih Tetap dalam Pemilihan Presiden tahun 2014 yang tersebar di lebih dari 50 % Kecamatan atau 11 Kecamatan di Kabupaten Inhil. Dibuktikan dengan melampirkan foto copy Kartu Tanda Penduduk sebanyak 38.272 lembar.
  2. Format dukungan diharuskan menggunakan formulir yang dikeluarkan KPU berupa:

– Model B KWK Perseorangan

– Model B.1 KWK Perseorangan

– Model B.1.1 KWK Perseorangan

– Model B.1.2 KWK Perseorangan

– Model B.1.3 KWK Perseorangan

– Model B.2 KWK Perseorangan

– Model B.3 KWK Perseorangan

  1. Bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati diharuskan sudah berpasangan yang dibuktikan dengan format dukungan yang ditandatangani.
  2. Dalam verifikasi faktual yang dilakukan melalui sensus, dapat dipastikan bahwa pendukung benar – benar mendukung bakal pasangan calon.
  3. Penyerahan berkas dukungan ke KPU Inhil dan verifikasi dilaksanakan sekitar bulan Desember 2017.
  4. Pendaftaran pasangan calon dilakukan pada Bulan Januari 2018.

Selanjutnya, Suhadi menyebutkan, informasi tentang Pilkada Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Inhil dapat diakses melalui beberapa media informasi, yakni:

  1. Website: www.kpu-inhilkab.go.id.
  2. Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) KPU Kabupaten Inhil.
  3. Facebook: Media Center KPU Indragiri Hilir.

Menanggapi terbitnya pengumuman tersebut, Bupati Kabupaten Inhil, HM Wardan, dari keterangan tertulisnya mengatakan, informasi yang berkaitan dengan penyelenggaraan Pilkada merupakan hal yang penting untuk diketahui dan dipahami oleh masyarakat. Menurutnya, penyebaran informasi tersebut, merupakan tugas bersama antar instansi terkait, di lingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Inhil sebagai wujud pelayanan kepada masyarakat.

“Dengan keberadaan OPD (Organisasi Perangkat Daerah) seperti Diskominfo Persantik di Kabupaten Inhil, tentu akan mempermudah pemerintahan daerah dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat, baik informasi tentang program pembangunan daerah maupun pelaksanaan peraturan perundang -undangan, secara akurat, cepat dan mudah dipahami oleh semua lapisan,” kata Wardan.(diskominfo/rls)




Pengurus PWI Inhil Periode 2016-2019 Resmi Dilantik

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) periode 2016-2019 telah dilantik secara resmi di Gedung Engku Kelana Tembilahan, Jum’at (17/3/2017) sore.

Prosesi pelantikan tersebut dipimpin langsung oleh Ketua PWI Provinsi Riau H Deni Kurnia dan dihadiri Bupati Inhil HM Wardan, unsur Forkopimda Inhil, sejumlah pejabat esselon Pemkab Inhil, Ormas, OKP, organisasi mahasiswa dan para pelajar.

Ketua PWI Kabupaten Inhil, Indra Efendi SH dalam sambutannya menyadari bahwa dalam menjalankan tugas memang seharusnya bekerja ekstra.

“Perlu dukungan kawan-kawan sekalian agar organisasi ini bisa berjalan dengan baik. Dan kami juga masih butuh bimbingan dari para senior,” kata Indra.

Indra juga memohon dukungan dari pemerintah Inhil, terutama adanya perhatian pembangunan kantor PWI Inhil. Sebab, hal ini sangat perinsipil dalam menunjang tugas dan keberadaan organisasi ini.

Sementara itu, Ketua PWI Provinsi Riau, H Deni Kurnia menyampaikan ucapan selamat kepada pengurus PWI Kabupaten Inhil yang telah resmi sebagai pengurus.

“Saya titipkan PWI ini kepada pengurus di Inhil, jalankan amanah dengan sebenar-benarnya dan jagalah marwah kita,” tuturnya./mirwan




Dipimpin Kapolres, Bupati Inhil Ikuti Upacara Hari Kesadaran Nasional

Foto bersama usai pelaksanaan upacara

Tembilahan, detikriau.org – Bupati Inhil HM Wardan ikut menghadiri upacara Hari Kesadaran Nasional yang dilaksanakan di halaman Kantor Bupati, jum’at (17/3/2017). Upacara yang dipimpin oleh Kapolres Inhil AKBP Dolifar Manurung SIK itu juga dihadiri oleh Unsur Forkopimda, Pejabat Eselon dan Pegawai di lingkungan Pemkab Inhil.

Dalam sambutannya Kapolres Inhil mengatakan bahwa upacara yang diselenggarakan setiap bulannya ini janganlah dianggap sebatas formalitas belaka, karena upacara dalam rangka memperingati hari kesadaran nasional ini seyogyanya memiliki nilai yang sangat luhur dalam membangkitkan semangat dan mengingatkan akan pengabdian kepada masyarakat yang diwujudkan dengan memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat.

“Dengan hari kesadaran nasional ini, setiap aparatur negara bisa menyadari dirinya sebagai pelayan masyarakat dan bisa mengembangkan semangat patriotisme kebangsaan. Mudah – mudahan dengan upacara ini, bisa memberikan kesadaran kepada seluruh aparatur negara agar dapat melayani masyarakat dan dapat mengelola berbagai dinamika sosial yang ada ditengah-tengah kehidupan masyarakat secara arif dan bijaksana sehingga setiap persoalan dapat diselesaikan dengan sebaik-baiknya,” Sampaikan Kapolres

Untuk mewujudkan fungsi pelayanan tersebut ditambahkan Kapolres, setiap aparatur pemerintahan khususnya di lingkungan pemerintah kabupaten indragiri hilir harus meningkatkan kemampuan dan pemahaman dari setiap peraturan. Adanya penyimpangan dalam praktek pelayanan masyarakat sering terjadi bukan disebabkan oleh faktor kesengajaan, namun karena adanya salah prosedur administrasi dan berbeda pemahaman terhadap peraturan.

Oleh karenanya diharapkan kepada setiap aparatur pemerintah agar dapat memahami sebuah peraturan dengan baik, dengan mengikuti berbagai sosialisasi dan bimbingan teknis.

“Kita semua berharap kesalahan – kesalahan pemahaman tersebut bisa hilang, sehingga pelayanan kepada masyarakat pun bisa diberikan secara maksimal.” Imbuh Kapolres

Sementara itu, Bupati Inhil HM Wardan usai mengikuti upacara megatakan, dengan upacara ini di harapkan dapat meningkatkan solidaritas kebersamaan sekaligus meningkatkan kedisiplinan.

“Melalui upacara tanggal 17 hari bulan ini berbagai informasi dan arahan kita sampaikan kepada seluruh Pegawai di lingkungan PEMKAB Inhil untuk dijadikan pedoman dalam meningkatkan rasa memiliki terhadap negeri ini demi terwujudnya kondisi keamanan, tertib dalam kehidupan dan tertib dalam melaksanakan tugas.” Ucap Bupati./ADV/Am




Bupati Inhil Ucapkan Selamat Atas Penabalan Gelar Adat Datuk Seri Setia Amanah Kepada Gubri

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Bupati Indragiri Hilir (Inhil) HM Wardan sampaikan ucapan selamat kepada Gubernur Riau H Arsyadjuliandi Rachman atas penabalan gelar adat Datuk Seri Setia Amanah dari Lembaga Adat Melayu Riau, Rabu (15/3/2017) kemarin.

Hal tersebut disampaikannya setelah menghadiri dan menyaksikan secara langsung prosesi penabalannya di Pekanbaru.

“Semoga amanah dan dapat memberikan pengaruh besar terhadap perkembangan masyarakat adat di Riau,” kata Wardan.

Dikatakan, penabalan gelar ini tentunya berimbas kepada kabupaten dan kota di Riau. Dimana, semua daerah bersama Pemerintah Provinsi Riau tengah menguatkan keberadaan masyarakat adat dengan mengejar Visi Misi Riau 2020 menjadikan Bumi Melayu Lancang Kuning sebagai Pusat Kebudayaan Melayu di Asia Tenggara.

“Kabupaten dan kota tentu tidak bisa dipisahkan dari keinginan untuk memajukan masyarakat adat melayu budaya dan melayunya. Pemkab Inhil sangat mendukung sesuatu yang berbau kemajuan untuk negeri,” ujar Wardan.

Kala itu, tampak dihadiri sejumlah Bupati dan Walikota, Wakil Bupati dan Wakil Walikota se-Riau juga terlihat hadir dalam penabalan tersebut. Selain itu berbagai pihak lainnya mulai dari Kapolda Riau, Danrem 031 Wirabima, Ketua dan Wakil Ketua DPRD Riau, Anggota DPR RI asal Riau, pejabat teras di lingkungan Pemerintah Provinsi Riau dan undangan lainnya juga terlihat memenuhi tempat acara./ADV/Mirwan