Bersama Kajari, Bupati Inhil Tandatangani Nota Kesepakatan TP4D

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Bupati Indragiri Hilir (Inhil) HM Wardan bersama Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Tembilahan Lulus Mustofa menandatangani Nota Kesepakatan Tentang Pengawal Pengamanan Pemerintahan dan Pembangunan Daerah (TP4D) di Balai Kantor Bupati, Tembilahan, Kamis (30/3/2017).

Bupati mengatakan, keberhasilan kinerja Pemerintahan, seperti dalam pembangunan dan pelayanan publik berjalan beriringan dengan aturan yang berlaku yakni senantiasa mengacu dengan aturan yang bersifat preventif dan persuasif, pendampingan hukum, monitoring serta evaluasi yang dilakukan.

Untuk itu, ia mengimbau kepada para Kepala OPD untuk secara konsisten mematuhi nota kesepakatan yang ditandatangani.

“Setelah ditandanganni jangan hanya formalitas. Dengan ini, tingkatkan koordinasi lintas institusi. Pahami benar aturan hukumnya sebelum mengambil kebijakan. Jangan sampai mengambil kebijakan yang bertentangan,” imbaunya.

Ditambahkan, dengan penandatanganan nota kesepakatan TP4D tersebut, tentu kedepannya akan dapat memberikan penerangan hukum terkait materi perencanaan, pelelangan, pengawasan pelaksanaan pekerjaan, tertib administrasi dan pengelolaan uang negara.

“Ini (penandatanganan nota kesepakatan TP4D, red) juga berguna untuk mengantisipasi masalah dalam pelaksanaan pembangunan. Sesuai dengan instruksi Presiden yang telah dikemukakan beberapa waktu lalu,” pungkasnya.

Selain itu, Kehadiran TP4D, dikatakan Wardan, juga merupakan solusi atas kekhawatiran pengambilan kebijakan, baik oleh Penguasa Pengguna Anggaran, Pejabat Pembuat Komitmen dan lainnya di lingkungan Pemerintah Kabupaten Inhil. Sehingga, dapat mendorong penyerapan anggaran pada setiap OPD yang memberi imbas positif terhadap pembangunan daerah.

“Ini juga merupakan sarana strategis, dalam upaya menjalin koordinasi dan sinergitas. Kehadiran TP4D merupakan solusi kekhawatiran yang membuat penyerapan anggaran rendah,” tambahnya.

Jika dilihat dari sisi hukum, Wardan mengatakan, penandatanganan TP4D ini juga dapat dijadikan sebagai langkah antisipatif atas tindak pidana korupsi di tubuh Pemerintah Kabupaten Inhil. Untuk itu, ia mengajak seluruh ASN pada masing-masing OPD di lingkungan Pemkab Inhil untuk tidak ragu dalam menjalankan APBD tahun 2017.

“Sebab, dengan keragu-raguan akan membuat pembangunan tidak maksimal, pertumbuhan ekonomi dan pemberdayaan masyarakat terhambat, pelayanan publik tidak berjalan. Sementara, tuntutan masyarakat terhadap pembangunan semakin besar, begitu juga dengan kesejahteraan dan pelayanan publik. Maka, sekali lagi saya minta, agar Aparatur Sipil Negara harus tetap konsisten dalam menjalankan tugas dan fungsinya tanpa adanya keraguan,” tutupnya.

Dalam kesempatan itu Kepala Kejaksaan Negeri Tembilahan berpesan jika ada keraguan melaksanakan kegaitan terkait dengan aturan, tugas pokok pungsi, pihaknya siap untuk duduk bersama melakukan pembahasan agar jangan sampai berbenturan dengan aturan atau hukum yang berlaku./Kominfo/ADV




Ke Jakarta, Pemkab Inhil Matangkan Persiapan Hari Kelapa Dunia

Tembilahan, detikriau.org – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indragiri Hilir (Inhil) mematangkan seluruh persiapan pelaksanaan peringatan hari kelapa dunia yang akan dilaksanakan 9 September 2017 mendatang.

Dengan demikian, puncak acara tersebut diharapkan benar-benar terlaksana dengan baik. Untuk kesekian kalinya, Pemkab Inhil menggelar pertemuan dengan sahabat kelapa. Sebagai mana yang dilaksanakan di Tembilahan beberapa waktu lalu.

Sebagai tindak lanjutnya, pertemuan kali ini dilakukan di Jakarta, Rabu (29/3). Saat itu pertemuan dipimpin langsung Sekda Inhil H Said Syarifuddin, dan sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Diantaranya, Asisten II H Rudiansyah, Ka.BPKAD H Pahrolrozi, Kadisbun, H Tantawi Jauhari, Kadisperindag H Ediwan Shasby, Kadispora, Junaidi Ismail, Kadis Kelautan, H Muktar T dan Kepala Badan Perizinan, H Encik Kamal Syahindra serta Kadis Diskominfo dan Kabag Ekonomi, Mansur.

“Kita ingin berkoordinasi dengan sahabat kelapa dalam rangka persiapan hari kelapa dunia mendatang,” ungkap Sekda Inhil H Said Syarifuddin.

Berbagai kegiatan akan disertakan pada saat peringatan hari kepala dunia yang dirangkai dengan festival kelapa dunia. Termasuk minum serentak 10 ribu air kelapa muda dan menyajikan 500 jenis makanan yang dibuat dari kelapa oleh PKK Kabupaten Inhil.

Selain itu, dalam Rencana kegiatan hari kelapa juga dibahas, rombongan akan melaksanakan Field Trip dari Tembilahan menuju kebun kelapa rakyat di Desa Tanjung Pidada, Kecamatan Tempuling. Konsep-konsep ini dijelaskan Sekda, sebagai gambaran kepada sahabat kelapa, agar pelaksanaan nanti dapat berjalan dengan baik.(/ADV/Diskominfo)




Terbakar, 8 unit Rumah di Pelangiran Jadi Arang

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Sebanyak 8 unit rumah ludes terbakar di Parit Berkat Yakin Desa Simpang Kateman Kecamatan Pelangiran, Kamis (30/3/2017).

Peristiwa tersebut mulai berlangsung sekitar pukul 8.00 WIB. Waktu itu, warga sempat berupaya memadamkan kobaran api dengan menggunakan peralatan seadanya, namun besarnya kobaran api sulit untuk dikendalikan.

“Iya kebakaran, dari besaran api itu hampir merembet ke Madrasah Ibtidaiyah Nurul Yakin,” kata salah seorang warga setempat, Suarni.

Sementara itu, Kapolsek Pelangiran IPTU M Rafi saat dikonfirmasi membenarkan terhadap peristiwa tersebut.

“Belum diketahui secara pasti apa penyebabnya serta jumlah kerugian yang dialami, petugas saat ini masih berada di TKP untuk melakukan penyidikan,” tandasnya./mirwan

 

 




Gagal Curi Sarang Walet, Pria Bertato Terkapar dilantai Ruko

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Anto Walet (31) warga Jalan Prof M Yamin Parit 15 Tembilahan gagal rencana hendak nyuri sarang burung walet, Rabu (29/3/2017) kemarin. Bagaimana tidak, pria bertato ini ditemukan terkapar setelah jatuh dari atas ruko di jalan H Said Tembilahan.

Kapolres Indragiri Hilir (Inhil) AKBP Dolifar Manurung melalui Kasat Reskrim Polres Inhil AKP Arry Prasetyo menjelaskan, hal tersebut diduga kuat hendak mencuri sarang burung walet. Hanya saja, niatnya gagal akibat jatuh.

Dugaan itu berdasarkan sejumlah barang bukti yanh ditemukan di TKP berupa tali tambang, besi, 7 buah pipa besi penyambung dan 1 buah pipa besi seperti dodos.

“Semua barang bukti tersebut diduga akan digunakan untuk melakukan pencurian sarang burung walet,” kata Arry Prasetyo, Kamis (30/3/2017).

Kronologisnya, dijelaskan Kasat Reskrim, pada pukul 07.00 WIB, masyarakat setempat sibuk memberikan informasi bahwa ada seorang pria terjatuh di dalam sebuah ruko walet.

Saat itu, posisinya sudah dalam keadaan terbaring dengan kondisi luka-luka. Bersamaan dengan itu, di TKP ditemukan sejumlah barang bukti diduga pelengkap rencana pencuriannya. Bahkan, di TKP juga ditemukan sarang burung walet berserakan dilantai.

Waktu itu juga ia dibawa ke ruang ICU RSUD Puri Husada Tembilahan menggunakan ambulance. Selanjutnya sekitar pukul 19.30 WIB, ia dinyatakan meninggal dunia akibat luka di bagian kepala, tangan dan kaki./mirwan

 

 




Batuk Tak Kunjung Sembuh, Warga Desa Mumpa Ini Nekad Tegak Racun Rumput dan Gantung Diri

TEMPULING (detikriau.org) – Joni (52), warga parit 8 Desa Mumpa Kecamatan Tempuling nekat akhiri hidupnya dengan gantung diri di dalam rumahnya, Selasa (28/3/2017) malam.

Bahkan sebelumnya, pria yang kesehariannya sebagai petani ini juga mengkonsumsi racun rumput herbisida merk TOPKUAT 290 SL.

Berdasarkan informasi dari kepolisian, aksi nekadnya berawal ketika ia pulang dari warung setempat sekitar pukul 22.00 WIB. Sesampainya di rumah, seperti biasa ia selalu dibuatkan jamu oleh istrinya sebagai obat batuk.

Sewaktu meminum jamu tersebut, ia berkata pada istrinya bahwa apabila setelah minum obat tersebut ternyata tetap batuk juga, maka racun rumputlah yang bakal diminumnya.

“Ketika itulah, korban selanjutnya mengambil racun rumput tersebut dan kemudian membawa keluar rumah. Melihat hal tersebut, istri korban menghampiri sambil membawakan korban susu kaleng, namun korban malah membuang susu kaleng tersebut,” kata Kapolres Indragiri Hilir (Inhil) AKBP Dolifar Manurung melalui Paur Humas, IPTU Heriman Putra, Rabu (29/3/2017).

Tak lama kemudian, korban masuk kedalam rumah dan langsung mengambil pisau besrta sehelai kain sarung motif batik serta mengikatkan ke balok yang melintang dalam rumah.

Istrinya sempat mendekati untuk membujuk sambil memohon supaya tidak gantung diri, namun korban malah mengancam dengan sebilah pisau seraya berkata akan membunuhnya jika mendekat.

Melihat aksi nekad yang dilakukan korban, Sembari menggendong anak sang istri segera menghubungi para kerabat lewat Handphone serta pergi ke rumah tetangga untuk meminta bantuan.

“Ketika istrinya kembali ke rumah korban dijumpai sudah tergantung dan kondisinya sudah tidak bergerak lagi,” imbuhnya./Mirwan




Bupati Inhil Ajak Masyarakat Makmurkan Mesjid

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Bupati indragiri Hilir (Inhil) HM Wardan mengajak kepada seluruh lapisan masyarakat untuk memakmurkan mesjid. Hal tersebut diserukannya saat mengikuti pengajian akbar kitab Anwarul Bahiyyah di Mesjid Al-Islah Jalan Sederhana Tembilahan Hulu, Rabu (29/3/2017).

Dalam pengajian akbar yang digelar dalam rangka memperingati Isra’ dan Mi’raj Nabi Muhammad SAW itu turut hadir tamu undangan dari Malaysia, Ustadz H Hafiz Lubis LC. Selain itu, hadir pula, Pimpinan Pondok Pesantren Yasin – Banjar Baru, Kalimantan Selatan, KH Ahmad Fahmi Zamzam, MA, anggota DPRD Kabupaten Inhil, H Adriyanto, para alim ulama dan puluhan masyarakat.

“Mari kita ikuti pengajian dengan sungguh-sungguh. Semoga dapat dipahami, dapat dimengerti bahkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Mari kita aktifkan mesjid lagi. Kepada orang tua, dikala masuk waktu maghrib, ingatkan anak kita untuk berbondong-bondong ke Mesjid, melaksanakan shalat dan mengikuti pengajian. Jadi, jangan ada lagi yang berkeliaran di jalan saat maghrib. Bahkan, kalau bisa di waktu maghrib matikan televisi,” imbaunya.

Dijelaskan, dalam upaya menanamkan nilai-nilai keagamaan di Kabupaten Inhil, Pemkab telah merumuskan beberapa program, untuk kemudian secara bersama-sama dijalankan hingga pada tingkat Desa. Diantaranya seperti Gerakan Shalat Shubuh Berjama’ah.

“Gerakan ini sudah mulai dilaksanakan di salah satu Mesjid di Tembilahan. Surat edaran ke seluruh kecamatan juga sudah disampaikan untuk menjalankan gerakan shalat shubuh berjama’ah ini. Begitu pula dengan para pejabat di Pemkab yang sudah saya imbau untuk melaksanakan shalat shubuh berjama’ah,” tuturnya.

Untuk itu, Bupati yang dikenal agamis ini berharap agar masyarakat senantiasa dapat melaksanakan ibadah shalat di Mesjid-mesjid terdekat, tidak hanya shalat shubuh. Selain itu, ia juga mengimbau kepada para orang tua agar senantiasa menegur dan memotivasi anak untuk mengikuti maghrib mengaji./ADV/Mirwan