LMND Riau Sosialisasikan PATBM di Auditorium Wan Ghalib

Pekanbaru, detikriau.org – Eksekutif Wilayah Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi  (LMND Riau) melakukan sosialisasi Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM) yang ditujukan untuk mencegah dan mengurangi siklus kekerasan yang terjadi pada anak-anak. 

Menurut Larshen Yunus pada acara sosialisasi di Auditorium Wan Ghalib, Kompleks Perpustakaan Soeman Hasibuan, Pekanbaru Riau, sabtu (1/4/2017), anak-anak adalah instrumen yang harus dilindungi, mereka merupakan harta yang paling berharga bagi peradaban negeri ini, oleh karenanya upaya perlindungan bagi mereka menjadi prioritas utama bagi nomenklatur program kerja organisasi ini.

“pelaksanaan sosialisasi PATBM ini merupakan upaya konkrit yang strategis dalam mencegah kekerasan pada anak, dikarenakan seluruh lapisan masyarakat juga dihimbau untuk ikut terlibat langsung,” Sampaikan Ketua LMND Riau ini

Menurutnya, sejumlah kasus kekerasan yang dialami anak justru terjadi dalam lingkungan keluarga itu sendiri dan pelakunya adalah orang-orang terdekat mereka. Oleh karena itu sangat diperlukan peran aktif dari keluarga, diantaranya adalah dengan membangun komunikasi verbal yang penuh makna kasih sayang, mengawasi kegiatan anak, dan memberikan keterampilan pada anak yang bertujuan untuk mendeteksi atau menghadapi kemungkinan terjadinya kekerasan pada dirinya.

Kepada tenaga pendidik atau guru di lembaga formal seperti Sekolah juga diminta agar lebih giat dan aktif dalam membangun komunikasi yang  positif.

Aspek lainnya adalah membangun mekanisme penegakan hukum bagi para pelaku guna menimbulkan efek jera. Antisipasi dalam melaksanakan upaya perlindungan anak dari kekerasan harus dilakukan sedini mungkin, dengan cara serentak oleh anak, keluarga, masyarakat, pemerintah, dan dunia usaha.

“Untuk itulah program sosialisasi ini sangat penting nilainya dalam rangka memperkokoh kesiapan para anak-anak di wilayah Provinsi Riau agar kelak menjadi manusia dan generasi yang memiliki masa depan cerah dan bisa diharapkan bagi pembangunan negeri ini.” Ditambahkannya

Sementara pada kesempatan yang sama, Tengku Muhammad Rasyid, selaku ketua panitia acara Sosialisasi PATBM tajaan LMND Riau ini dalam sambutannya mengatakan bahwa kualitas anak-anak Indonesia merupakan faktor yang menentukan eksistensi dan kemampuan bangsanya guna bersaing dan berkompetisi secara sehat dengan negara lain. Sudah semestinya Anak-anak di Wilayah Provinsi Riau dijadikan sebagai  faktor utama dalam menentukan kelangsungan daerah ini kedepan.

Seiring dengan berkembangnya zaman, apa yang kita dengar, lihat dan baca di pemberitaan beberapa media masih tingginya jumlah kasus kekerasan terhadap anak-anak khususnya di Riau, sehingga menjadi tantangan pemerintah dalam melaksanakan kebijakan dan program yang mendukung pemenuhan hak serta perlindungan anak-anak  agar dapat tumbuh dan berkembang secara maksimal.

Atas dasar hal tersebut, Pemerintah Provinsi Riau dan Pemerintah Kota Pekanbaru selaku Ibukota Provinsi mengambil langkah dengan melaksanakan kampanye Bersama dengan pengharapan agar kelak cita-cita dalam melindungi Anak yang merupakan bagian dari gerakan Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM).

“LMND Riau mengharapkan agar program dan kegiatan ini  juga tidak ketinggalan, demi mengantisipasi menjalarnya kekerasan terhadap anak, Pemerintah melaksanakan Sosialisasi Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat,”. Ujarnya

PATBM menurut Tengku Muhammad Rasyid adalah sebuah gerakan dari jaringan atau kelompok warga pada tingkat masyarakat yang bekerja secara terkoordinasi untuk mencapai tujuan perlindungan anak secara maksimal.

PATBM merupakan inisiatif  organisasi ini melalui peran yang proaktif dari masyarakat sebagai ujung tombak dalam pengimplementasian pencegahan kekerasan dengan membangun kesadaran masyarakat agar terjadi perubahan pemahaman, sikap dan prilaku guna memberikan perlindungan kepada anak.

Disamping itu, gerakan tersebut dapat dikelola dengan menggunakan prinsip keaktifan sosial kemasyarakatan serta juga dapat mengembangkan fungsi struktur kelembagaan yang sudah ada atau jika diperlukan dengan membangun struktur kelembagaan baru.

“Seperti mitra kerja organisasi LMND Riau, yaitu Koordinator Gerakan Nasional Revolusi Mental yang juga dikomandoi oleh saudara Larshen Yunus.” Akhirinya./rls/Am

 

 




Illegal Logging, Warga Sungai Junjangan Diamankan Polisi

Tembilahan (detikriau.org) – Unit Opsnal Sat Reskrim Polres Inhil telah melakukan Operasi Tangkap Tangan saat terduga pelaku sedang melakukan kegiatan pengolahan kayu hasil hutan di bangsal/sawmill kayu di Parit 8 Desa Sungai Junjangan Kecamatan Batang Tuaka, Jum’at (31/3/2017) kemarin, sekitar pukul 14.00 WIB.

Terduga pelaku berinisial F alias E (44) warga Pasar Desa Junjangan Kecamatan Batang Tuaka sebab diduga telah melanggar Pasal 83 ayat 1 huruf b dan c atau pasal 87 ayat 1 huruf b UU No.18 tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan.

Unit Opsnal juga mengamankan barang bukti berupa Kayu olahan sebanyak lebih kurang 5 M3 (lima kubik) yang terdapat di sawmill terdugapelaku dan Kayu log sebanyak lebih kurang 105 Tual/ batang yang dirakit dan terdapat di perairan Sungai Junjangan di depan Sawmill terduga pelaku serta 1 unit mesin gesek pengolahan kayu.

Kapolres Inhil Ajun Komisaris Besar Polisi Dolifar Manurung SIK, melalui Kasat Reskrim Polres Inhil AKP Arry Prasetyo, S.H, M.H menyatakan bahwa pada hari itu diperoleh informasi dari masyarakat terkait adanya aktivitas illegal loging di wilayah setempat.

Mendapatkan informasi tersebut, Kasat Reskrim Polres Inhil memerintahkan Unit Opsnal Sat Reskrim, melakukan penyelidikan terhadap aktivitas tersebut.

“Setelah melakukan monitoring dan memantau aktivitas bangsal atau sawmill tersebut, sekira jam 14.00 WIB, Unit Opsnal melakukan penangkapan terhadap saudara F alias E di Parit 8 Desa Sungai Junjangan. Saat diamankan,  terduga pelaku yang adalah pemilik sawmill, sedang melakukan pengolahan kayu yang di duga dari hasik pembalakan liar,” kata Kasat Reskrim.

Di bangsal terduga pelaku, lanjutnya, ditemukan barang bukti kayu olahan sebanyak lebih kurang 5 kubik dan kayu log sebanyak lebih kurang 105 batang yang belum diolah yang terdapat di perairan Sungai Junjangan di depan sawmill milik terduga pelaku.

Dari pengakuan terduga pelaku, mengatakan bahwa kayu tersebut di peroleh dari kawasan hutan di daerah Gaung,  yang di ambil sekitar Bulan Februari 2017.

“Saat ini terduga pelaku sudah diamankan di Polres Inhil guna proses penyidikan lebih lanjut,” tandasnya./ Mirwan




Apindo Riau Ajak Tingkatkan Perekonomian Masyarakat

PEKANBARU (detikriau.org) – Ketua Dewan Pertimbangan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Provinsi Riau, Peri Akri mengajak kepada seluruh pihak terkait untuk bersama-sama meningkatkan perekonomian masyarakat.

Hal tersebut disampaikannya dalam Konferensi Pers di Aula Hotel Ameera, Jalan Ahmad Yani, Pekanbaru, Sabtu (1/4/2017).

Sebab menurutnya, daerah Provinsi Riau sulit jika hanya sebatas berpatokan pada serapan APBN saja. Contoh beberapa tahun lalu, anggaran Provinsi Riau sempat mengalami penurunan hingga 40 persen.

“Pertumbuhan perekonomian Riau saya fikir tetap bagus, itu artinya ada keterlibatan pihak lain seperti pengusaha. Sebab peran para member Apindo ini cukup penting dalam meningkatkan perekonomian,” katanya.

Khusus di wilayah Provinsi Riau, lanjut Peri Akri, penyebab pertumbuhan perekonomian tersebut disebabkan ketergantungan terhadap  Migas. Namun kedepan, ia memberi keyakinan lebih jika pihak lain turut membantu salah satunya seperti pengembangan pariwisata.

“Jadi, kepada pemerintah daerah harus mendorong sektor-sektor di luar Migas, sebab jika itu bisa dioptimalkan dengan baik maka efeknya akan lebih bagus lagi,” tutupnya./Mirwan

 




Wabup Inhil Hadiri Peringatan Isra’ Mi’raj di Sungai Batang

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Wakil Bupati Indragiri Hilir (Inhil) H Rosman Malomo menghadiri peringatan Isra’ Mi’raj 1438 H di Mesjid Besar Annur Benteng Kecamatan Sungai Batang, Sabtu (1/4/2017).

Saat itu dihadiri juga oleh Sekcam Sungai Batang, Unsur Upika, kepala Desa se-Kecamatan Sungai Batang, Alim ulama dan tokoh Masyarakat serta seluruh lapisan masyarakat Benteng.

“Alhamdulillah pada hari ini kita dikunjungi ulama. Semoga dengan kunjungan Ulama di Benteng Kecamatan Sungai Batang membawa berkah bagi masyarakat khususnya Benteng. Karena sesuai dengan pepatah mengatakan, kalau kita selalu dekat penjual parfum maka wanginya akan membawa kita wangi juga, demikian dengan kita selalu mendekat ulama mudah-mudahan hidup kita penuh berkah serta selamat dunia akhirat,” katanya.

Pada kesempatan tersebut juga dilakukan penyerahan santunan kepada anak yatim oleh ketua BKMT Kecamatan Sungai Batang./ADV/Mirwan







Kebakaran di Pelangiran Bermula di Rumah Milik Asnawi.

“Bukan 8 Unit, Kebakran Hanya Ludeskan 5 Perumahan Penduduk. Berikut Nama-Nama Korban”

Pelangiran, detikriau.org – Berdasarkan keterangan Kapolres Inhil Ajun Komisaris Polisi Dolifar Manurung SIK, melalui Kapolsek Pelangiran IPTU M. Rafi, dari keterangan beberapa orang saksi, kebakaran di Parit Berkat Yakin RT 13 RW 04 Dusun Harapan Jaya Desa Simpang Kateman Kec. Pelangiran Kab. Inhil – Riau bermula dirumah milik korban Asnawai yang saat itu dalam keadaan Kosong.

Akibat amukan api yang terjadi pada pukul 06.30 Wib ini menghanguskan 5 unit perumahan penduduk.

“seorang saksi menyatakan sekira pukul 06.30 WIB, ia melihat api di rumah milik Asnawi yang saat itu sedang kosong. Spontan ia-pun berteriak meminta pertolongan kepada anggota keluarganya dan masyarakat sekitar dilokasi kebakaran,” Ujar Kapolsek

Mendengar teriakan saksi, sejumlah warga yang berada di sekitar tempat kejadian langsung berdatangan dan mencoba mendobrak pintu rumah Asnawi, namun upaya tersebut tidak mendatangkan hasil karena pintu rumah tersebut tidak bisa terbuka. Api semakin membesar dan membakar habis rumah Asnawi, kemudian merembet ke rumah korban lainnya.

Masyarakat mencoba membantu memadamkan api dengan mengunakan alat pemadaman seadanya. Akhirnya api dapat dipadamkan sekira pukuk 07.00 WIB. Pada saat kejadian, listrik dalam keadaan padam.

“Tidak ada korban jiwa akibat kebakaran tersebut dan kerugian materi belum dapat ditaksir dan masih dalam penyelidikan Polsek Pelangiran.”Tambahkan Kapolsek

Berikut nama-nama korban kebakran;

  1. Asnawi, umur 60 tahun, perjaan Tani, Alamat : Parit Berkat Nyakin RT13 RW 04 Dusun Harapan Jaya Desa Simpang Kateman Kec. Pelangiran Kab. Inhil Riau.
  1. Husaini, umur 64 tahun, pekerjaan Tani, Alamat : Parit Berkat Nyakin RT13 RW 04 Dusun Harapan Jaya Desa Simpang Kateman Kec. Pelangiran Kab. Inhil Riau.
  1. Bahtiar, umur 40 tahun, pekerjaan Tani, Alamat : Parit Berkat Nyakin RT13 RW 04 Dusun Harapan Jaya Desa Simpang Kateman Kec. Pelangiran Kab. Inhil Riau.
  1. Kamlani, umur 33 tahun, pekerjaan Tani, Alamat : Parit Berkat Nyakin RT13 RW 04 Dusun Harapan Jaya Desa Simpang Kateman Kec. Pelangiran Kab. Inhil Riau.
  1. Herman, umur 25 tahun, pekerjaan Tani, Alamat : Parit Berkat Nyakin RT13 RW 04 Dusun Harapan Jaya Desa Simpang Kateman Kec. Pelangiran Kab. Inhil Riau./Am