Bupati Inhil Hadiri Haul Syekh Abdurrahman Siddiq Ke-80

“Haul Mufti Kerajaan Indragiri Ini Juga dihadiri Gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rachman”

KUINDRA (detikriau.org) – Bupati Indragiri Hilir (Inhil) HM Wardan bersama Gubernur Riau H Arsyadjuliandi Rachman menghadiri haul Syekh Abdurrahman Siddiq Bin Syeikh M Afif Al-Banjari ke-80 di Kampung Hidayat Desa Teluk Dama Kecamatan Kuala Indragiri (Kuindra), Senin (1/5/2017).

Disamping itu, kegiatan tahunan ini juga turut dihadiri unsur Forkompinda Inhil, sejumlah pejabat serta ribuan masyarakat dari berbagai wilayah.

Dalam sambutannya, Bupati menyatakan penghargaan terhadap Syekh Abdurrahman Siddiq begitu besar, tak hanya berasal dari Kabupaten Inhil, melainkan juga oleh pihak dari luar daerah.

“Salah satu wujud dari penghargaan tersebut diberikan terhadap karya-karya Syeikh Abdurrahman Siddiq yang dikemas dalam berbagai bentuk, baik buku, syair dan lain sebagainya. Diketahui, buku karya Syeikh Abdurrahman Siddiq saja yang tercatat ada sekitar 12 buah. Belum lagi buku lainnya yang tidak teridentifikasi,” kata Wardan.

Ditambahkan, almarhum tersebut merupakan seorang ulama besar yang karismatik dan cerdas yang telah banyak memberikan kontribusi kepada ummat, salah satunya melalui karya-karya yang diciptakan dan hingga saat ini masih diadopsi dan diterapkan oleh banyak ummat muslim.

“Salah satu karya Syeikh Abdurrahman Siddiq yang tersohor adalah syair ‘ibarat kabar kiamat’. Dalam setiap even kegiatan Kabupaten, Pemerintah Kabupaten senantiasa memperlombakan syair tersebut. Sebab, dalam syair, banyak sekali pesan, mengingatkan kita sebagai umat untuk mempersiapkan diri akan kedatangan hari kiamat,” pungkasnya.

Sementara itu, Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman dalam sambutannya mengatakan, Syeikh Abdurrahman Siddiq telah menyebarkan agama Islam ke banyak daerah, tidak hanya dalam negeri, bahkan juga luar negeri.

“Beliau telah memperlihatkan kepada kita persatuan dan kesatuan. Contohnya, silahturrahmi yang ditinggalkan oleh Beliau berupa peringatan Haul ini. Peringatan yang bertujuan untuk mengenang Syeikh Abdurrahman Siddiq,” tuturnya.

Untuk itu, guna melestarikan tradisi religi ini, Gubernur Riau mengungkapkan, pihak Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau akan memberikan bantuan berupa dana menggunakan APBD Provinsi Riau pada tahun anggaran 2018 mendatang.

“Pemprov akan mendukung dengan cara menganggarkan bantuan dana untuk penyelenggaraan Haul Syeikh Abdurrahman Siddiq ini pada tahun 2018. Semoga, bantuan ini memberikan manfaat positif dan dapat dilakukan secara berkesinambungan pada tahun – tahun yang akan datang,” ujarnya.

Ketua Panitia Haul Ke – 80 Syeikh Abdurrahman Siddiq, DR H M Ali Azhar,  S.Sos., MH mengungkapkan, dalam penyelenggaraan kegiatan haul ini, terdapat sejumlah kontribusi yang diberikan oleh berbagai pihak, baik dalam wujud materiil maupun non-materiil.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah turut membantu mensukseskan penyelenggaraan Haul kali ini. Ini artinya, masih terdapat kepedulian yang besar terhadap Mufti Kerajaan Indragiri, Syeikh Abdurrahman Siddiq,” katanya.

Ali Azhar, juga berharap  mendapat bantuan dari pemerintah daerah guna pembangunan beberapa  fasilitas untuk mengakomodir kehadiran para jema’ah yang hadir dalam Haul Syeikh Abdurrahman Siddiq setiap tahunnya.

“Masih banyak sekali yang perlu dibenahi kedepannya. Seperti halnya, infrastruktur jalan dan dermaga yang setiap tahunnya senantiasa dipadati oleh para jema’ah yang berkunjung,” tukasnya./ADV/Mirwan




Gubri Suport Pengembangan Ekowisata Pantai Solop

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Gubernur Riau (Gubri) H Arsyadjuliandi Rachman memuji keindahan ekowisata Pantai Solop di Pulau Cawan Kecamatan Mandah, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil).

Ungkapan tersebut disampaikan setelah berkunjung ke kawasan Pantai Solop, Minggu (30/4/2017) kemarin. Saat itu, Gubri diikuti Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Riau Sisilita, Sekdaprov Riau Ahmad Hijazi serta beberapa instansi terkait lainnya.

Dan mereka ini didampingi langsung oleh Bupati Inhil HM Wardan, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Inhil Hj Zulaikhah, Kepala Disporabudpar Inhil Junaidi serta Camat Mandah Umar Hamdy.

Selama di sana, orang nomor satu di Provinsi Riau ini menyempatkan menyusuri pantai berhampar serpihan karang putih hingga menikmati ekowisata Hutan Mangrove di sekitarnya.

“Sungguh mempesona dan cukup menjanjikan potensi wisatanya. Saya yakin, potensi serupa juga banyak ditemukan di daerah lainnya di Riau,” kata Andi.

Atas nama pemerintah, Gubri menyatakan dukungan dan suportnya terhadap pengembangan wisata andalan Kabupaten Inhil tersebut.

Sebab katanya, pengembang itu memang sejalan dengan program prioritas Pemprov saat ini tentang pengembangan sektor pariwisata./Mirwan




Longsor Akibat Abrasi di Tanah Merah. Ini Daftar Nama Korban

Tembilahan, detikriau.org – Kepolisian Polres Indragiri Hilir membenarkan terjadinya musibah tanah longsor di Jalan Kuraga RT. 02 RW. 01 Kel. Kuala Enok Kec. Tanah Merah, Ahad (30/4/2017).

Peristiwa yang terjadi sekira pukul 12.30 Wib itu mengakibatkan 5 unit perumahan penduduk dan 1 unit pos kamling rusak berat, 7 rumah rusak ringan serta 20 meter jembatan penghubung dan 20 meter badan jalan juga mengalami rusak berat.

Berdasarkan keterangan Kapolres Inhil AKBP Dolifar Manurung SIK melalaui Paur Humas Ipda Heriman Putra, awalmulanya musibah diketahui oleh Ifan Maulana yang mendengar suara papan runtuh.

Mendengar hal tersebut, Ifan langsung keluar rumah dan seketika itu menyaksikan rumahnya mulai bergerak runtuh ke sungai. Ifan kemudian  berteriak longsor untuk memberi tahu kepada warga sekitar.

“Dalam kejadian musibah tanah longsor ini tidak terdapat korban jiwa, hingga saat ini jumlah kerugian belum dapat dihitung secara detail.” Sampaikan Paur Humas.

Menurutnya, musibah tanah longsor diduga disebabkan oleh abrasi air sungai, dikarenakan pemukiman rumah masyarakat yang mengalami musibah longsor berada disepanjang pinggir Sungai Perigi Kuala Enok dan pada saat terjadinya musibah tanah longsor air dalam keadaan sedang surut.

Hingga saat tim dari BPBD Kab. Inhil, Pemerintahan Kecamatan Tanah Merah  dan Polsek Tanah Merah serta masyarakat setempat sedang melakukan pendataan terhadap identitas pemilik rumah dan mengevakuasi barang-barang milik pemilik rumah yang masih bisa diselamatkan sedangkan terhadap warga pemilik rumah yang mengalami musibah tanah longsor ditempatkan dirumah kerabat dan dirumah masyarakat disekitar TKP tanah longsor.

Berikut daftar nama-nama korban dan fasilitas umum yang rusak;

  1. IFAN MAULANA (Rusak Berat)
  2. ROSNANI (Rusak Berat)
  3. TITOI (Rusak Berat)
  4. APEK ASIANG (Rusak Berat)
  5. KALUK (penyewa) (Rusak Berat)
  6. IJAY (penyewa) (Rusak Ringan)
  7. H. TASWIN (Rusak Ringan)
  8. SUGENG (Rusak Ringan)
  9. SAMSUARDI (Rusak Ringan)
  10. IWAN (Rusak Ringan)
  11. ABDULLAH (Rusak Ringan)
  12. H. SAMIR (Rusak Ringan)
  13. Jembatan sepanjang lebih kurang 20 meter X 4 meter (Rusak Berat)
  14. Jalan sepanjang lebih kurang 20 meter X 5 meter (Rusak Berat)
  15. 1 (satu) unit poskamling (Rusak Berat)./Mirwan



Kompor Meledak, Kontrakan H Ketak Jadi Abu. 1 Korban Alami Luka Bakar

KATEMAN (detikriau.org) – Peristiwa kebakaran melanda rumah kontrakan milik H Ketak (60) di Pelabuhan Bandar Ega Parit 12 Desa Air Tawar Kecamatan Kateman, Minggu (30/4/2017) sekitar pukul 10.30 WIB.

Kontrakan itu dihuni 7 orang yakni Haryani alias Mak Iyan (45), M Tarsih (30), M Yusuf (25), Welki Yolanda (21), Hasnawati (33), Nurhasanah (33) dan Lelek (35).

Kapolres Indragiri Hilir (Inhil) AKBP Dolifar Manurung melalui Kapolsek Kateman, KOMPOL Bainar menerangkan, dari 7 orang penghuni tersebut, satu diantaranya mengalami luka bakar yakni Mak Iyan.

“Awalnya, Mak Iyan ini memasak menggunakan kompor minyak tanah, tiba-tiba kompor meladak dan api menyebar ke lantai dan dinding rumah,” kata Kapolsek.

Pada saat itu, lanjutnya, korban berusaha memadamkan api sehingga tangan kiri korban mengalami luka bakar. Dan dikarenakan bangunan rumah terbuat dari kayu, api dengan cepat menjalar ke plafon dan membakar semua rumah petak sewaan tersebut. Sekitar pukul 12.00 WIB, api berhasil dipadamkan.

“Akibatnya, saudara H Ketak mengalami kerugian 1 blok rumah petak yang terdiri dari 7 pintu. Meski tidak terdapat korban jiwa, namun kerugian yang ditanggung diperkirakan 250 juta,” imbuhnya./Mirwan




Longsor, Perumahan Warga di Kuala Enok Alami Rusak Berat

TANAH MERAH (detikriau.org) – Kuala Enok Kecamatan Tanah Merah lagi-lagi dilanda longsor. Kali ini terjadi tepat di Jalan Kuraga, Minggu (30/4/2017) sekitar pukul 12.30 WIB.

Musibah tersebut menyebabkan 4 unit rumah warga dan 1 unit Pos Ronda mengalami rusak berat. Secara keseluruhan, terdapat 12 orang Kepala Keluarga yang rumahnya mengalami kerusakan termasuk rusak ringan.

Bahkan kerusakan juga merembet pada jembatan sepanjang 20 Meter dan badan jalan di sekitarnya.

“Saat ini para korban tengah dievakuasi ke tempat yang lebih aman,” ujar Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Inhil, Yuspik.

Diketahui, identitas keempat Kepala Keluarga tersebut adalah Titoi, Ape Asian, Ipan dan Rosnani. /Mirwan




Pemkab Ajak Pengusaha Luar Berinvestasi Ke Inhil

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indragiri Hilir (Inhil) mengajak para pengusaha luar daerah untuk berinvestasi ke Inhil.

Ajakan tersebut diserukan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Inhil, H Said Syarifuddin saat menghadiri Konferensi Usaha Sabut Kelapa Indonesia di Bogor, Jawa Barat, Rabu (26/04/2017) lalu.

“Kami mengundang Bapak dan Ibu para pengusaha agar bisa berinvestasi ke tempat kami. Insya Allah kami akan membantu dan Insya Allah kami akan memberikan kemudahan-kemudahan supaya saudara-saudara pengusaha mau berinvestasi di Inhil,” tuturnya.

Saat itu, Sekda didampingi Kepala Dinas Perkebunan Inhil H Tantawi Jauhari dan dihadiri Ketua AISKI Efli Ramli, Frangky E. Tegoeh dan praktisi-praktisi baik dari dalam negeri maupun luar negeri.

Di hadapan para pengusaha, Sekda menyempatkan memaparkan kondisi Kabupaten Inhil. Dimana, lebih dari 60 persen, perkebunan yang ada adalah kebun kelapa, dan kurang lebih 80 persen katanya perkebunan kelapa di Inhil adalah milik rakyat.

Jadi, apabila harga kelapa bagus otomatis yang sejahtera itu adalah rakyatnya.

Said Syarifuddin juga membeberkan, Inhil memiliki sekitar 432.000 hektar perkebunan kelapa. Sedangkan Potensi sabutnya ada 2,95 juta ton per tahun, tapi sayangnya untuk sabut kelapa di Inhil sangat kurang diminati sehingga banyak sabut kelapa menjadi tiada arti.

“Tetapi kami menganggap investasi di Inhil ini bagus, karena Pemkab Inhil memberikan jaminan regulasi yang pasti dan iklim investasi yang kondusif. Kabupaten Indragiri Hilir memiliki letak geografis yang strategis,” ucapnya./ADV/Mirwan