Dinas PU Inhil Usulkan “Rigid” Sejumlah Badan Jalan Dalam Kota

Foto; Sahrul Badrin

Tembilahan, detikriau.org – Pemerintah Kabupaten Inhil melalui Dinas PU mengusulkan peningkatan sejumlah ruas jalan didalam kota Tembilahan dan Tembilahan Hulu. Pembiayaan dengan dana puluhan miliar yang diusulkan melalui DAK APBN 2018 ini direncanakan dengan pengerjaan rigid beton.

“Memang biayanya relatif mahal. Tapi jika usulan kita itu nantinya bisa dipenuhi, tentunya manfaatnya akan dapat dirasakan dalam waktu yang juga relatif panjang,” Sampaikan Plt Kadis PU Illiyanto yang saat itu didampingi Kasi Jalan Slamet kepada detikriau.org di Tembilahan, rabu (3/5/2017)

Untuk jangka pendek, mengatasi kerusakan sejumlah badan jalan, pihaknya menurut Illiyanto akan melakukan perbaikan melalui dana pemeliharaan rutin Kabupaten.

“yang terpenting tentunya saat ini sejumlah ruas jalan itu harus tetap fungsional dan tidak terlalu menggangu aktifitas masyarakat,” disebutkannya.

Untuk diketahui, sejumlah badan jalan usulan peningkatan dengan pekerjaan rigid, untuk kota Tembilahan yakni Jalan Sultan Syarif Qasim dengan dana Rp 3,2 Miliar, ruas jalur jalan sepanjang Abd Manaf, H Sadri dan sebagian jalan Batang Tuaka Rp 10 Miliar, Jalan Kartini Rp 2,5 Miliar dan H Said Rp 6,5 Miliar. Untuk Tembilahan Hulu, Jalan Sapta Marga Rp 15 Miliar dan Jalan Suhada Rp 21 Miliar./Am




Kapolda Riau Silaturrahmi Kamtibmas di Inhil

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Provinsi Riau, Irjen Pol Zulkarnain bersilaturrahmi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) di Gedung Engku Kelana Tembilahan, Kamis (4/5/2017).

Saat itu dihadiri Bupati Indragiri Hilir (Inhil) HM Wardan, Kapolres Inhil AKBP Dolifar Manurung, Ketua DPRD, Dandim 0314/Inhil serta sejumlah tokoh agama, tokoh pemuda dan tokoh masyarakat.

Dalam pemaparannya, Kapolda menerangkan tentang empat pilar negara RI. Dimana menurutnya, Indonesia saat ini dikhawatirkan adanya sekelompok orang yang mencoba menghancurkan keharmonisan masyarakat RI.

“Sejak dulu, Indonesia memiliki NU dan Muhammadiyah yang merupakan organisasi Islam mainstream yakni menerima perbedaan agama, suku dan lainnya. Cukup itu,” kata Zulkarnain.

Namun kenyataan yang ada, lanjutnya, ada masyarakat yang berfikir untuk menjadikan Indonesia sebagai Negara Islam Indonesia (NII) serta mendambakan Khilafah.

Jika itu terwujud, Kapolda meyakini Indonesia akan hancur. Sebab RI memiliko berbagai ragam perbedaan yang damai, aman dan tentram.

Untuk itu, ia meminta kepada semua pihak untuk bersama-sama mencegah upaya tersebut. “Kita ini berbeda-beda dan tanggungjawab kita bersama untuk menjaganya,” pintanya./Mirwan




Sengketa Lahan, Puluhan Orang Bayaran Bersenjata dikabarkan Intimidasi Warga Dusun Semaram

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Sekitar 80-an massa yang diduga orang bayaran mendatangi Dusun Semaram Desa Sekayan Kecamatan Kemuning, beberapa waktu lalu.

Puluhan preman itu datang dengan membawa senjata tajam. Mereka dikabarkan mewakili Gendone Baho, pemilik perkebunan sawit besar di daerah tersebut yang mengklaim bahwa kebun dan daerah tempat tinggal masyarakat sebagai miliknya.

Warga juga menyebut mereka melakukan aksi premanisme dengan melakukan pengrusakan hingga pembakaran rumah warga.

Hal ini disampaikan oleh sejumlah perwakilan masyarakat Dusun Semaram saat mendatangi gedung Kantor DPRD kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) Jalan HR Soebrantas Tembilahan, Rabu (3/5/2017) sore untuk menyampaikan keresahan atas ancaman tersebut.

Warga setempat menilai bahwa situasi ini sudah sangat mencengkam dan meminta untuk segera ditindak.

Kedatangan warga disambut oleh Ketua Komisi I DPRD Inhil, Yusuf Said beserta sejumlah anggota Komisi I. Sejumlah warga ini didampingi Ketua Umum Yayasan Restorasi Ekosistem Hutan Mikro Inisiatif (REHMI) Indonesia, Soaduon Sitorus.

“Jika itu terkait sengketa tanah, maka harusnya melalui jalur hukum bukan tindakan premanisme seperti ini,” kata Soaduon Sitorus.

Ia menilai, insiden itu bukan hanya terjadi perselisihan kepemilikan kebun, namun sudah membahayakan sisi kemanusiaan yang dibuktikan dengan pengancaman akan dibunuh, penganiayaan dan pengrusakan.

Untuk itu, Sitorus berharap mereka mendapat dukungan dari DPRD agar masyarakat Dusun Semaram mendapatkan kebebasan dari rasa ketakutan.

“Meski peristiwa telah dilaporkan ke petugas kepolisian, namun mereka tetap ketakutan. Dan saat ini, ada 15 jiwa yang berada di penampungan kami,” tambahnya.

Terkait hal ini, Ketua Komisi I DPRD Inhil, Yusuf Said menyayangkan adanya tindakan premanisme tersebut. Ia menilai jika terjadi perselisihan hak kepemilikan kebun, harusnya diselesaikan melalui jalur hukum.

“Jadi, kami mendesak kepada pihak Kepolisian untuk mengusut tuntas tindakan kriminal yang terjadi yakni pengancaman, penganiyaan dan pengrusakan. Sementara soal lahan yang di perselisihkan merupakan kasus yang berbeda,” katanya.

Nantinya, lanjut Yusuf Said, Komisi I bakal mengunjungi Dusun Semaram guna melihat langsung kondisi secara langsung di lapangan./Mirwan




Sambut Bulan Ramadhan, SALIMAH Inhil Gelar Tabligh Akbar

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Persaudaraan Muslimah (SALIMAH) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) melaksanakan Tabligh Akbar Mesjid YAMP Komplek Kantor Bupati Inhil, Kamis (4/5/2017).

Kegiatan dalam rangka menyambut Bulan Ramadhan 1438 H itu dihadiri Bupati Inhil HM Wardan, Ketua Ikatan Mesjid Indonesia (IKMI) Inhil Ustaz Sumardi, Asisten 1 dan 2 Setda Inhil, Pengurus NU, GOW, Majelis Ta’lim, Ketua MUI dan Pengurus SALIMAH Inhil serta jamaah yang sebagian besar dari Ibu-ibu.

Disamping itu, penyelenggara juga menghadirkan penceramah yakni Ustadzah Drama Hj Tatu Mulyana (Ibunda Alm Ust Jefri Al-Bukhori) dari Jakarta.

Bupati dalam sambutannya menyambut baik atas kegiatan tersebut. Dan kepada ibu-ibu, ia mengajak untuk selalu melaksanakan shalat berjamaah di Mesjid dan Surau.

“Pemkab Inhil memiliki juga program magrib mengaji dan sudah mengeluarkan surat edaran di setiap Mesjid dan Mushallah untuk melaksanakan shalat berjamaah khususnya shalat subuh berjamaah,” katanya.

Mengingat pada hari ini hari Kamis maka, mengajak jamaah yang sebagian besar ibu-ibu yang hadir pada hari ini untuk melaksanakan shalat subuh secara berjamaah pada hari Jum’at Subuh, khususnya di mesjid YAMP Komplek Kantor Bupati./Mirwan




Jalin Kerjasama Dengan 3 Perguruan Tinggi, Pemkab Inhil Upayakan Peningkatan SDM di Bidang Kesehatan

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indragiri Hilir (Inhil) melakukan penadatanganan MoU atau kerjasama dibidang kesehatan dengan Universitas Tuanku Tambusai, STIKes Hangtuah dan STIKes Payung Negeri.

Penandatanganan tersebut berlangsung di Aula Bappeda Inhil Jalan Akasia Tembilahan, Selasa (2/5/2017). Saat itu, penandatangan dilakukan oleh Asisten II Setda Inhil Rudiansyah dan didampingi Kepala Dinas Kesehatan Inhil H Zainal Arifin, pihak RSUD Puri Husada dan sejumlah pejabat lainnya.

Dan lada kesempatan itu, turut dihadiri dari Rektor Universitas Tuanku Tambusai, Direktur STIKes Hangtuah dan Direktur STIKes Payung Negeri.

Mewakili Bupati, Asisten II menyebutkan memang perlu peningkatan SDM dibidang kesehatan. Sebab saat ini, tenaga kesehatan Inhil masih terdapat yang belum meningkatkan pendidikannya ke jenjang D III, S1 dan keprofesian/ners.

“Diera sekarang ini tenaga kesehatan dituntut memberikan pelayanan yang terakreditasi, bermutu serta profesional agar tercapai standarisasi kompetensi tersebut, sehingga kualitas sumber daya manusia insan kesehatan dianggap perlu untuk ditingkatkan,” katanya.

Oleh karena itu, Dinas Kesehatan sebagai tampuk tertinggi dari jajaran kinerja tenaga kesehatan baik ASN, PTT maupun Honorer sepatutnya memprakarsai program pendidikan Diploma Kebidanan Sarjana Keperawatan, Sarjana Kesehatan Masyarakat dan profesi ners bekerjasama dengan intitusi pendidikan yang terakreditasi dengan nilai minimal B.

Karena pada dasarnya ini merupakan salah satu upaya untuk menyejahterakan masyarakat sesuai amanat tujuan nasional yang tertuang dalam pembukaan undang undang dasar 1945. Kesejahteraan masyarakat sangat dipengaruhi oleh aspek kesehatan dan pendidikan.

Di bidang kesehatan ini, lanjutnya, yang paling sederhana adalah memberikan pelayanan yang baik dan ramah kepada pasien. Dengan memberikan senyum saja itu sudah membuat mereka bahagia dan sehat jiwanya.

“Pasien sudah merasa sakit fisik, jangan ditambah lagi dengan sikap kasar atau pelayanan yang kurang baik. Karena dengan memberi pelayanan dengan tulus ikhlas dan menyenangkan hati orang lain, akan membuat diri kita bahagia dan insya allah akan mendapat imbalan pahala dari allah swt, percayalah,” yakinkannya.

Terakhir, ia berharap dengan dilakukannya penandatanganan mou ini, akan bisa mempengaruhi kenaikan rangking indeks pembangunan manusia (IPM) Kabupaten Indragiri Hilir. Untuk diketahui, beberapa faktor yang mempengaruhi IPM adalah Pendidikan, Kesehatan dan Ekonomi.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Inhil mengatakan bahwa merjasama ini perlu dilaksanakan mengingat di Kabupaten Inhil SDM dibidang kesehatan masih kurang.

“Untuk itu, Pemkab Inhil komit untuk meningkatkan SDM di bidang Kesehatan. Mudah-mudahan dengan izin belajar yang diberikan Pemkab Inhil dan MoU yang kita lakukan ini merubah pola pikir dari tenaga kesehatan tersebut,” tutur Zainal Arifin./ADV/Mirwan




Kodim 0314/Inhil Galang Dana Untuk Korban Musibah Longsor

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Komando Distrik Militer (Kodim) 0314/Inhil galang dana untuk korban bencana alam tanah longsor di Desa Kuala enok, Kecamatan Tanah Merah, Kabupaten Indragiri hilir (Inhil). Penggalangan dana ini merupakan bentuk kepedulian tentara anggota Kodim, dalam rangka menolong masyarakat yang sedang terkena musibah.

“Setelah kami kumpulkan dapat dana sekitar Rp 4.660.000 (Empat juta Enam ratus Enam puluh ribu rupiah). Dana ini berasal dari anggota tentara yang ada di Makodim dan seluruh koramil-koramil Kodim 0314/Inhil. Dana ini kami sumbangkan untuk korban bencana alam tanah longsor di Desa Kuala enok,” Ujar Dandim 0314/Inhil Letkol Inf J. Hadyanto melalui Pasiter Kapten Inf Iwan Handoko, Rabu (03/05/17).

Dikatakannya lagi, Penggalangan dana yang dilakukan oleh kodim 0314/Inhil ini bertujuan untuk meringankan beban dari saudara-saudara yang tertimpa musibah bencana tanah longsor di Kecamatan Tanah merah, Penderitaan masyarakat yang diakibatkan oleh bencana itu menggerakkan rasa solidaritas, persaudaraan yang tidak bisa dipisahkan mengingat kedekatan antara TNI dengan Rakyat begitu erat dan tumbuh dengan sendirinya baik dalam kehidupan sehari hari maupun dalam pelaksanaan tugas sebagai aparat teritorial (bersama rakyat TNI kuat).

“Kita semua warga Kodim 0314/Inhil tentunya berharap yang terbaik bagi para korban bencana tanah longsor itu, mulai dari rumah dan jembatan yang rusak dapat segera diperbaiki. Dan dana ini secepatnya akan kami serahkan langsung  posko bencana kuala enok, agar bisa segera dimanfaatkan oleh para korban,” Imbuhnya./Mirwan