H Ariffin ikuti Jamuan Makan Malam Bersama Kapolda Riau di Kediaman Pj Bupati Inhil

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kaban Kesbangpol) Kabupaten Indragiri Hilir ( Inhil) H Arifin,S.Sos.,MM ikuti rangkaian kegiatan jamuan makan malam Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Riau Irjen. Pol. Mohammad Iqbal, di Kediamam Penjabat (Pj) Bupati Erisman Yahya.

Dalam agenda itu, juga di hadiri oleh unsur Pimpinan Forkopimda, Ketua MUI, Ketua Komisi Pemilihan Umum, Ketua Badan Pengawas Pemilu dan pihak terkait lainnya.

Kapolda Riau menyampaikan arahannya mengajak semua pihak bekerja sama mewujudkan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 yang damai dan sejuk.

“Salahsatu program yang bisa dilakukan untuk mewujudkan hal tersebut yakni Cooling System. Artinya kita menjadi mesin pendingin di tengah situasi yang panas. Ketika ada yang memanas , kita hadir sebagai penyejuk agar tak meledak dan memberi efek yang tidak diinginkan,” ungkap Irjen Pol M. Iqbal.

Cooling System tak bisa terlaksana dengan kerja kepolisian saja, tapi membutuhkan sinergitas semua stakeholder.

“Buatlah kegiatan yang mempererat silaturahmi para calon, walapun saat ini mereka sedang bertarung kita mesti cari cara untuk mendekatkan hati mereka. Ini menjadi tugas pemerintah, TNI, Polri, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Tokoh Adat dan unsur masyarakat lainnya ,” Kapolda menambahkan.

Dengan kedatangan Irjen Pol M. Iqbal dan jajaran, Pj Bupati Erisman mengatakan hal ini menjadi motivasi pemerintah dan stakeholder di Inhil untuk mewujudkan Pilkada damai.

“Terimakasih kepada Bapak Kapolda yang telah berkunjung ke Inhil, semoga membawa keberkahan dan kami pemerintah daerah bersama TNI, Polri, KPU, Bawaslu dan unsur lainnya siap bersinergi untuk menjaga kondusifitas selama Pilkada berlangsung,” ujar Pj Bupati. Adv




Pj Bupati Inhil Copot Jabatan Kepala SMPN 1 Tembilahan Hulu

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Penjabat (Pj) Bupati Indragiri Hilir (Inhil), H. Erisman Yahya, memberikan sanksi tegas kepada Kepala Sekolah SMPN 1 Tembilahan Hulu setelah dinyatakan bersalah oleh Tim Saber Pungli Kabupaten Inhil.

Sanksi yang dijatuhkan meliputi pencopotan jabatan dan penundaan kenaikan pangkat, sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Melalui Kepala Bagian Hukum Sekretariat Daerah (Setda) Inhil, Eko Heri Purwanto, SH., MH., dijelaskan bahwa PNS berinisial SJ, yang menjabat sebagai Kepala Sekolah berdasarkan SK Bupati Inhil Nomor Kpts. 691/XI/HK-2024 tanggal 19 November 2024, telah dijatuhi hukuman disiplin berupa penundaan kenaikan pangkat selama satu tahun.

Selain itu, SJ juga dicopot dari jabatannya sebagai Kepala Sekolah.

“Keputusan ini diambil berdasarkan ketentuan yang berlaku, melalui proses pertimbangan yang melibatkan OPD terkait. Setiap pelanggaran yang terbukti akan ditindak sesuai aturan,” ujar Eko mewakili Pj Bupati Inhil.

Langkah ini diharapkan menjadi peringatan bagi seluruh aparatur di lingkungan Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir agar senantiasa menjunjung tinggi integritas dan profesionalisme dalam menjalankan tugas. (adv)




Kaban Kesbangpol Ikut Sambut Kedatangan Kapolda Riau ke Inhil

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Mendampingi Pj Bupati Indragiri Hilir (Inhil) Erisman Yahya, Kaban Kesbangpol H Arifin, S.Sos.,MM ikut menyambut kedatangan Kapolda Riau, Irjen Pol. Mohammad Iqbal, SIK, MH melakukan kunjungan kerja ke Negeri Hamparan Kelapa Dunia, Selasa (19/11/2024).

Kunjungan ini diawali dengan penyambutan resmi oleh Pj Bupati di lapangan Kantor Bupati Inhil dengan melakukan pemasangan tanjak atau penutup kepala tradisional khas Inhil, sebagai simbol penghormatan adat setempat.

Setelah penyambutan, Kapolda beranjak ke Markas Polres Indragiri Hilir untuk melaksanakan sejumlah agenda penting.

Salah satunya adalah peresmian tiga gedung baru di Mapolres Inhil, diantaranya Gedung Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT), Gedung Tantya Sudhirajati, dan Gedung Tahanan Polres Inhil. Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Kapolda Riau.

Agenda kunjungan dilanjutkan dengan Rapat Koordinasi Kesiapan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Indragiri Hilir tahun 2024. Dalam rapat tersebut, Pj Bupati Inhil menyampaikan situasi terkini di kabupaten.

“Berkat kerjasama yang baik dan kinerja luar biasa dari TNI-Polri, Alhamdulillah, situasi di Inhil tetap kondusif. Kabupaten ini memiliki jumlah daftar pemilih terbanyak ketiga di Riau, serta wilayah terluas di provinsi,” ujar Pj Bupati.

Kapolda Riau dalam sambutannya menyampaikan apresiasi terhadap semua pihak yang terlibat dalam menjaga kondusivitas daerah.

“Kunjungan ini bertujuan untuk menyapa keluarga besar di Inhil dan memastikan kesiapan pelaksanaan Pilkada serentak 2024. Saya optimis semua proses pada hari H akan berjalan lancar, aman, dan kondusif,” ungkap Irjen Pol. Mohammad Iqbal.

Kapolda juga menyoroti peran penting TNI-Polri, KPU, Bawaslu, dan pemerintah daerah dalam menjaga keamanan serta mendukung kelancaran demokrasi.

“Upaya preventif dan penegakan hukum yang dilakukan, termasuk sistem cooling system, telah memberikan hasil yang baik. Ini adalah kerja mulia untuk negara demi kelancaran proses demokrasi,” tambahnya.

Terpisah, Kaban Kesbangpol Inhil, H Arifin S.Sos.,MM mengajak seluruh masyarakat Inhil untuk terus menjaga dan merawat pemilu damai di Kabupaten Inhil.

“Semoga Pilkada 2024 di Kabupaten Indragiri Hilir dapat berlangsung sukses aman dan damai,” tuturnya. adv




Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK): Dinkes Inhil Serukan Waspada dan Pencegahan

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Dalam rangka meningkatkan kesadaran masyarakat tentang penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK), Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) menggelar kegiatan edukasi yang bertujuan untuk menginformasikan gejala, pencegahan, serta penanganan dini terhadap penyakit ini. PPOK merupakan salah satu penyakit paru yang sering menyebabkan kematian, namun dapat dicegah dan diobati dengan langkah yang tepat. 19/11/24

Kepala Dinas Kesehatan Inhil, Rahmi Indrasuri, mengungkapkan bahwa PPOK adalah kondisi yang melibatkan penyempitan saluran napas secara kronis, yang menyebabkan penderita kesulitan bernapas, batuk terus-menerus, serta produksi dahak yang berlebihan. Penyakit ini umumnya disebabkan oleh kebiasaan merokok, polusi udara, serta faktor keturunan. Gejalanya sering kali muncul secara perlahan, sehingga banyak penderita yang tidak menyadari bahwa mereka menderita PPOK hingga kondisinya memburuk.

“PPOK sering disebut sebagai ‘silent killer’ karena gejalanya seringkali tidak terasa di awal. Oleh karena itu, kami mengimbau kepada masyarakat untuk tidak meremehkan gejala-gejala seperti batuk berkepanjangan, sesak napas, atau produksi dahak yang berlebihan. Jika Anda merasakan gejala-gejala tersebut, segeralah berkonsultasi dengan tenaga medis untuk pemeriksaan lebih lanjut,” ujar Rahmi Indrasuri.

Pada kesempatan tersebut, Dinas Kesehatan Inhil juga mengedukasi masyarakat tentang pentingnya pencegahan, yang dapat dimulai dengan menghindari kebiasaan merokok, mengurangi paparan polusi udara, serta menjalani gaya hidup sehat. Penderita PPOK juga dianjurkan untuk rutin menjalani pemeriksaan kesehatan dan mengikuti pengobatan yang direkomendasikan oleh dokter guna memperlambat perkembangan penyakit.

Dalam rangka mendukung pencegahan dan penanganan PPOK, Dinas Kesehatan Inhil mengadakan berbagai kegiatan, seperti seminar tentang PPOK, pemeriksaan fungsi paru gratis, serta penyuluhan kepada masyarakat tentang cara-cara menghindari faktor risiko PPOK. Selain itu, mereka juga menekankan pentingnya pemeriksaan kesehatan secara berkala untuk deteksi dini.

Sebagai langkah preventif, Dinas Kesehatan Inhil juga bekerja sama dengan puskesmas-puskesmas di seluruh wilayah Inhil untuk menyediakan layanan pemeriksaan paru, termasuk tes spirometri, yang dapat membantu mendeteksi PPOK sejak dini.

“PPOK dapat dikelola dengan baik jika terdeteksi sejak dini. Oleh karena itu, kami sangat mendukung upaya masyarakat untuk menjaga kesehatan paru-paru mereka dengan menghindari faktor risiko, berolahraga, dan menjalani pola hidup sehat,” tutup Rahmi Indrasuri.

Dengan adanya edukasi ini, Dinas Kesehatan berharap masyarakat Kabupaten Inhil dapat lebih waspada terhadap risiko PPOK dan lebih proaktif dalam menjaga kesehatan paru-paru mereka. Penyakit ini bisa dicegah dan dikelola dengan baik apabila dilakukan pencegahan sejak dini. (Adv)




Cegah Malaria, Petugas Gabungan Gotong Royong di Desa Kuala Selat

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Upaya pencegahan penyakit malaria terus dilakukan di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau. Terbaru, petugas gabungan dari berbagai instansi menggelar kegiatan gotong royong pemberantasan sarang nyamuk di Desa Kuala Selat, yang merupakan wilayah dengan jumlah kasus malaria terbanyak di daerah ini.

“Kegiatan ini merupakan langkah pencegahan primer untuk mengendalikan malaria,” ujar Musfardi Rustam, Penanggung Jawab Malaria Fungsional Epidemiologi Madya Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Selasa (19/11/2024).

Gotong royong ini melibatkan berbagai pihak, mulai dari anggota Koramil, kepala dusun Desa Kuala Selat, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta tim dari Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Dinas Kesehatan Kabupaten Inhil, Puskesmas Kateman, dan warga setempat. Musfardi berharap, kegiatan ini bisa terus dilakukan secara rutin agar penyebaran malaria dapat segera dikendalikan.

Selain membersihkan sarang nyamuk, petugas juga membagikan 1.728 dosis repellent, yang berfungsi untuk mengusir nyamuk, serta vitamin untuk meningkatkan daya tahan tubuh warga Desa Kuala Selat.

“Ini bagian dari upaya pencegahan yang komprehensif, tidak hanya dengan cara pengendalian nyamuk, tetapi juga memperkuat imunitas masyarakat,” jelas Musfardi.”

Sebelumnya, petugas juga melakukan pengambilan darah massal atau mass blood survey di desa tersebut untuk mendeteksi apakah ada warga yang terinfeksi malaria. Petugas mendatangi rumah-rumah warga untuk mengambil sampel darah yang kemudian diperiksa menggunakan peralatan laboratorium khusus.

“Dari pengambilan darah massal ini, kami berhasil mengumpulkan 280 spesimen yang akan segera diperiksa untuk memastikan apakah ada virus malaria di dalam darah warga,” tambah Musfardi.

Upaya lain yang dilakukan adalah penyemprotan insektisida dengan daya tahan lama di rumah-rumah warga. Insektisida ini diharapkan efektif dalam membunuh nyamuk penyebab malaria, sekaligus memutus rantai penularan penyakit.

Selain penyemprotan di rumah, petugas juga menaburkan larvasida di kolam dan genangan air di sekitar pemukiman warga. Langkah ini bertujuan untuk membasmi jentik-jentik nyamuk yang bisa berkembang menjadi nyamuk dewasa penyebar malaria.

Bantuan kelambu dan obat-obatan juga telah diterima dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI). Sebanyak 500 lembar kelambu, 30 kg insektisida, dan 100 kg bio larvasida telah disalurkan untuk mendukung penanganan malaria di Inhil dan Kabupaten Rokan Hilir (Rohil).

Hingga saat ini, total kasus malaria di Kabupaten Inhil tercatat mencapai 172 kasus, dengan 40 orang di antaranya sudah dinyatakan sembuh. Musfardi mengungkapkan, meski ada kemajuan dalam penanganan, upaya pencegahan dan pengendalian malaria harus terus digencarkan agar tidak ada lagi penyebaran penyakit ini di wilayah tersebut.

“Harapan kami, dengan kolaborasi dan upaya yang maksimal, penyakit malaria dapat segera dikendalikan, dan masyarakat dapat hidup sehat bebas dari malaria,” kata Musfardi.

Kegiatan ini menjadi contoh nyata pentingnya sinergi antara pemerintah, petugas kesehatan, dan masyarakat dalam memerangi penyakit menular seperti malaria. (Adv)




Pemkab Inhil Bersama Dinkes Bergerak Cepat Tangani KLB Malaria di Desa Kuala Selat

ARB INDONESIA, INDRAGIRI HILIR – Menyikapi status Kejadian Luar Biasa (KLB) malaria yang ditetapkan pada 2 Oktober 2024 lalu, Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) bersama Dinas Kesehatan terus bergerak cepat untuk mengatasi wabah tersebut. Upaya ini semakin diperkuat dengan sinergi lintas sektor yang melibatkan berbagai pihak, termasuk Kementerian Kesehatan RI.

Pada Rabu (20/11/2024), bertempat di Aula Bappeda, digelar rapat penanganan bencana non-alam KLB malaria yang dipimpin Asisten III Setda Inhil, Drs. Fajar Husin, mewakili Pj. Bupati Inhil. Rapat ini menghadirkan Tim Kementerian Kesehatan RI, yang terdiri dari Ammar Farras Sabila (analis bencana), Ze Eza Yulia Pearlovie (pengendali bencana bidang kesehatan), dr. Junita Rosa Tiurma (Pembina wilayah Riau), dan Mohammad Ersahbanda (Penanggung jawab logistik). Turut hadir pula Forkopimda, Dinas Kesehatan Provinsi Riau, BPBD, serta sejumlah OPD terkait.

Dalam laporannya, Tim Kemenkes RI mengungkapkan bahwa hingga 18 November 2024, jumlah kasus malaria di Desa Kuala Selat, Kecamatan Kateman, telah mencapai 224 orang. Berbagai langkah strategis pun telah dilakukan untuk menekan angka penyebaran, di antaranya:

1. Mendampingi Dinas Kesehatan dalam mengaktifkan klaster dan sub-klaster penanganan.

2. Melakukan survei vektor, survei jentik, dan survei kontak langsung di lapangan.

3. Mengadakan pendampingan lintas sektoral melalui Zoom Meeting yang melibatkan BPBD dan BNPB.

4. Melakukan penanganan langsung di Desa Kuala Selat serta mengidentifikasi sumber masalah malaria.

Dalam arahannya, Drs. Fajar Husin menegaskan pentingnya peran aktif OPD terkait dalam mendukung Tim Kemenkes RI. Ia meminta seluruh instansi untuk melaporkan setiap perkembangan di lapangan secara berkala. “Koordinasi yang solid dan respons cepat menjadi kunci keberhasilan kita dalam menangani KLB malaria ini. Harapannya, sinergi ini mampu memberikan hasil nyata dalam waktu dekat,” ujarnya.

Pemkab Inhil bersama Dinas Kesehatan juga menekankan perlunya edukasi kepada masyarakat untuk mencegah penyebaran lebih lanjut. Upaya seperti pemberantasan sarang nyamuk, penggunaan kelambu, dan penyuluhan kesehatan menjadi langkah prioritas.

Dengan komitmen bersama antara Pemkab Inhil, Dinas Kesehatan, serta berbagai pihak, diharapkan wabah malaria yang melanda Desa Kuala Selat segera teratasi, sehingga masyarakat dapat kembali menjalani kehidupan dengan tenang.

“Kami tidak hanya ingin menangani dampaknya, tetapi juga mencari akar penyebabnya agar kejadian serupa dapat dicegah di masa mendatang,” pungkas Drs. Fajar Husin. ADV