Raih Award dari Komisi Informasi Membuktikan Pemkab Inhil Terbuka dalam Informasi Publik

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian, dan Statistik Kabupaten Indragiri Hilir (Diskominfopers Inhil), Dr. Trio Beni Putra, SE, MM, dengan tegas membantah tudingan yang menyebut adanya dugaan ketidak transparanan dalam pengelolaan kerjasama media oleh Diskominfopers Inhil.

Tudingan tersebut dilontarkan oleh Ketua PPWI DPD Inhil, Rosmely, yang bahkan menyasar kepada Penjabat (Pj) Bupati Inhil.

Dalam pernyataannya pada Kamis (21/11/2024), Dr. Trio Benni menegaskan bahwa tuduhan tersebut tidak berdasar dan mencerminkan ketidakpahaman mekanisme yang diatur dalam Undang-undang Keterbukaan Informasi Publik (KIP).

“Tuduhan yang dilayangkan kepada kami, bahkan melibatkan Pj Bupati Inhil adalah tindakan yang tidak bertanggung jawab. Perlu ditegaskan bahwa setiap permintaan informasi publik yang diajukan telah diproses sesuai mekanisme dan aturan hukum yang berlaku,” tegas Kadis Kominfopers.

“Penjabat Bupati tidak memiliki keterlibatan langsung dalam mekanisme operasional ini, karena hal tersebut menjadi domain kami di Diskominfo bersama PPID Utama,” tambah Dr. Trio.

Dr. Trio menambahkan bahwa PPID Utama Kabupaten Inhil telah menjalankan fungsinya dengan optimal, termasuk merespons dan menjawab setiap permintaan informasi yang diajukan, termasuk dari Rosmely.

“Jika pihak yang bersangkutan merasa tidak puas, jalur keberatan telah tersedia melalui Komisi Informasi. Menebar tuduhan tanpa dasar, apalagi menyasar pimpinan daerah bukanlah langkah yang sesuai aturan,” paparnya.

Selain itu, Dr. Trio juga menggaris bawahi bahwa tuduhan mengenai ketidak transparanan ini bertolak belakang dengan fakta bahwa Pemkab Inhil baru saja menerima penghargaan Keterbukaan Informasi Award dari Komisi Informasi Provinsi Riau.

“Penghargaan ini adalah bukti bahwa keterbukaan informasi publik di Kabupaten Inhil telah berjalan sesuai standar dan mendapat pengakuan resmi,” jelasnya.

Ia juga mengkritik keras langkah PPWI Inhil yang langsung membuat pemberitaan tanpa terlebih dahulu mencari data yang valid.

“Sebagai Ketua PPWI, seharusnya memahami bahwa Jurnalis memiliki tanggung jawab besar untuk menyampaikan informasi yang berimbang dan berdasarkan fakta, bukan opini atau asumsi. Tuduhan seperti ini hanya menciptakan keresahan di masyarakat dan mencederai kepercayaan publik terhadap media,” ungkapnya.

Dr. Trio mengingatkan bahwa komunikasi yang sehat adalah kunci penyelesaian masalah.

“Kami selalu terbuka untuk dialog dan menyelesaikan permasalahan dengan cara yang benar. Akan tetapi membangun narasi yang keliru untuk menyerang pihak lain bukanlah tindakan yang dapat dibenarkan,” ungkap Dr Trio.

“Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir akan terus berkomitmen menjalankan keterbukaan informasi sesuai aturan hukum,” tutupnya.(Adv)




Kadinkes Inhil Ajak Masyarakat Waspada Bahaya Kanker Pankreas

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hilir, Rahmi Indrasuri, mengajak masyarakat untuk lebih waspada terhadap kanker pankreas, yang merupakan salah satu jenis kanker yang berbahaya dan sering kali terdeteksi pada stadium lanjut. Dalam rangka meningkatkan kesadaran, Dinas Kesehatan Inhil mengadakan sosialisasi mengenai kanker pankreas dan pentingnya deteksi dini untuk memperbaiki tingkat kelangsungan hidup pasien. 21/11/24

Kanker pankreas merupakan jenis kanker yang berkembang di pankreas, organ yang berfungsi menghasilkan enzim pencernaan dan hormon insulin. Penyakit ini seringkali tidak menimbulkan gejala pada tahap awal, sehingga banyak penderita yang baru menyadari kondisi mereka ketika kanker telah memasuki stadium lanjut. Hal ini menjadikan kanker pankreas sebagai salah satu kanker dengan tingkat kelangsungan hidup yang rendah.

Rahmi Indrasuri mengungkapkan bahwa meskipun kanker pankreas tergolong jarang, angka kejadian penyakit ini cenderung meningkat, dan sangat penting untuk memahami faktor risikonya. “Faktor risiko kanker pankreas antara lain merokok, pola makan yang tidak sehat, obesitas, riwayat keluarga dengan kanker pankreas, serta kondisi medis tertentu seperti diabetes. Kami mengimbau masyarakat untuk menjalani gaya hidup sehat, menghindari merokok, serta mengatur pola makan untuk mencegah timbulnya kanker pankreas,” ujarnya.

Gejala kanker pankreas yang perlu diwaspadai meliputi nyeri perut atau punggung, penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan, jaundice (penyakit kuning), nafsu makan berkurang, dan gangguan pencernaan. Jika masyarakat merasakan gejala-gejala tersebut, Rahmi Indrasuri menghimbau agar segera melakukan pemeriksaan lebih lanjut di fasilitas kesehatan.

Dinas Kesehatan Kabupaten Inhil juga menekankan pentingnya deteksi dini dalam upaya meningkatkan prognosis penyakit ini. Meskipun belum ada tes skrining yang dapat dilakukan secara rutin untuk kanker pankreas, deteksi dini melalui pemeriksaan lanjutan dapat membantu menemukan kanker pada tahap yang lebih awal, meningkatkan peluang pengobatan yang efektif.

Sebagai bagian dari kampanye kesehatan, Dinas Kesehatan Inhil juga berencana untuk mengadakan seminar, penyuluhan, serta pemeriksaan kesehatan secara berkala kepada masyarakat, terutama untuk mereka yang memiliki faktor risiko tinggi. Penyuluhan akan mencakup edukasi mengenai pola hidup sehat, pentingnya menjaga berat badan ideal, serta mengenali gejala-gejala kanker pankreas.

“Pencegahan tetap menjadi kunci utama dalam menghadapi kanker pankreas. Dengan memperbaiki pola hidup dan lebih waspada terhadap gejala yang muncul, kita dapat mengurangi risiko terkena penyakit ini,” tambah Rahmi Indrasuri.

Melalui berbagai kegiatan ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Inhil berharap masyarakat dapat lebih memahami pentingnya menjaga kesehatan tubuh dan mengenali tanda-tanda penyakit sejak dini, sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup dan menurunkan angka kejadian kanker pankreas di wilayah tersebut. (Adv)




Dinkes Inhil Himbau Paslon Pengantin untuk Jalani Pemeriksaan Kesehatan

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Dalam upaya meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat dan mencegah stunting, Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir, melalui Dinas Kesehatan, telah mengambil langkah proaktif dengan menghimbau pasangan calon pengantin untuk menjalani pemeriksaan kesehatan. 21/11/24

Inisiatif ini merupakan bagian dari program yang lebih luas untuk memastikan bahwa calon pengantin memiliki informasi dan sumber daya yang diperlukan untuk memulai kehidupan berkeluarga yang sehat. Pemeriksaan ini mencakup serangkaian tes yang dirancang untuk mendeteksi masalah kesehatan yang mungkin mempengaruhi kehamilan dan kesehatan anak-anak yang akan lahir.

Salah satu inovasi yang telah diperkenalkan adalah aplikasi “Kecap Manis” yang dikembangkan oleh Puskesmas Tembilahan Kota. Aplikasi ini menyediakan informasi penting tentang pencegahan stunting dan kesehatan reproduksi, serta tips untuk menghadapi masalah kesehatan yang mungkin timbul.

Dengan aplikasi ini, calon pengantin dapat dengan mudah mengakses informasi kesehatan yang relevan dan terkini, yang dapat membantu mereka dalam mempersiapkan pernikahan dan kehidupan berkeluarga yang sehat.

Pemeriksaan kesehatan pra-nikah ini meliputi berbagai jenis tes, termasuk pemeriksaan darah untuk mendeteksi kondisi seperti thalassemia dan anemia, tes golongan darah dan rhesus untuk mengetahui kompatibilitas dan risiko yang mungkin terjadi pada anak, serta tes untuk hepatitis B, HIV/AIDS, dan penyakit TORCH yang dapat mempengaruhi kehamilan dan kesehatan bayi.

Selain itu, tes gula darah dan urin juga dilakukan untuk menilai kondisi kesehatan secara umum dan mendeteksi penyakit metabolik atau sistemik yang mungkin ada.

Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir juga telah melakukan sosialisasi tentang pentingnya pemeriksaan kesehatan ini melalui berbagai kanal, termasuk puskesmas dan media lokal, untuk memastikan bahwa informasi ini menjangkau semua lapisan masyarakat. Dengan demikian, diharapkan bahwa pasangan calon pengantin akan lebih sadar akan pentingnya kesehatan reproduksi dan persiapan yang diperlukan sebelum memasuki jenjang pernikahan.

Langkah-langkah ini diharapkan dapat membantu mengurangi angka stunting di Kabupaten Indragiri Hilir dan memastikan bahwa generasi mendatang akan tumbuh dalam lingkungan yang sehat dan sejahtera. Dengan adanya dukungan dari pemerintah dan akses ke sumber daya kesehatan yang memadai, calon pengantin diharapkan dapat mempersiapkan diri mereka dengan lebih baik untuk membangun keluarga yang kuat dan sehat. Ini adalah langkah penting dalam upaya bersama untuk menciptakan masyarakat yang lebih sehat dan lebih kuat untuk masa depan yang lebih cerah.(adv)




Kenali 5 Tanda Kehamilan Normal-Dinkes Inhil

ARB INDONESIA, INDRAGIRI HILIR – Tanda-tanda kehamilan normal pada ibu terdapat ragam variasi, akan tetapi tanda yang secara umum sering terjadi ada 5. Selasa (20/11/24).

Mengutip dari alodokter, terdapat 5 tanda tanda kehamilan normal yang sering terjadi pada umumnya, diantaranya :

Perdarahan ringan melalui vagina: Bercak darah yang keluar dari vagina pada awal kehamilan bisa merupakan tanda perdarahan implantasi atau akibat hubungan seksual atau pemeriksaan USG transvaginal. Namun, jika perdarahan berlangsung lebih dari beberapa hari atau disertai nyeri berat dan demam, segera konsultasikan ke dokter.

Morning sickness g: Mual dan muntah saat hamil seringkali terjadi di trimester awal. Mengonsumsi jahe hangat, vitamin B6, dan makanan dalam porsi kecil dapat membantu mengatasi morning sickness.

Perubahan pada payudara : Payudara bisa membesar, lebih sensitif, dan mengalami perubahan warna puting.

Pergerakan janin: Ibu hamil mungkin merasakan gerakan janin, terutama di trimester kedua.

Berat badan naik secara bertahap : Kenaikan berat badan yang wajar selama kehamilan adalah hal yang normal.

Ingat selalu untuk berkonsultasi dengan dokter kandungan untuk memastikan kesehatan ibu dan janin selama kehamilan. (Adv)




Bersama Pemkab Inhil, Dinkes Ikuti Rapat Penanganan KLB Malaria

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Sejak status Kejadian Luar Biasa (KLB) malaria ditetapkan pada 2 Oktober 2024, Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir terus mengintensifkan berbagai langkah penanganan untuk menanggulangi penyebaran penyakit tersebut.

Sebagai bagian dari upaya tersebut, rapat koordinasi penanganan KLB malaria digelar pada Rabu (20/11/2024) di Aula Bappeda. Rapat ini dipimpin oleh Asisten III Setda Inhil, Drs. Fajar Husin, mewakili Pj. Bupati Indragiri Hilir, dan melibatkan Tim Kementerian Kesehatan RI. Tim Kemenkes yang hadir di antaranya adalah Ammar Farras Sabila (Analis Bencana), Ze Eza Yulia Pearlovie (Pengendali Bencana Bidang Kesehatan), dr. Junita Rosa Tiurma (Pembina Wilayah Riau), dan Mohammad Ersahbanda (Penanggung Jawab Logistik).

Rapat juga dihadiri oleh sejumlah pihak terkait, termasuk unsur Forkopimda, Dinas Kesehatan Provinsi Riau, BPBD, PMI, dan OPD lainnya di Kabupaten Indragiri Hilir.

Menurut data terbaru dari Tim Kemenkes RI per 18 November 2024, terdapat 224 kasus malaria yang tercatat di Desa Kuala Selat, Kecamatan Kateman. Dalam menangani KLB ini, Kemenkes RI telah mengambil beberapa langkah, antara lain:

  1. Pendampingan Dinas Kesehatan (Dinkes) untuk mengaktifkan klaster dan subklaster penanganan.
  2. Melakukan survei vektor, survei jentik, dan survei kontak untuk memetakan penyebaran malaria.
  3. Memberikan pendampingan teknis melalui Zoom meeting terkait pentingnya kerja sama lintas sektoral dengan melibatkan BPBD dan BNPB.
  4. Identifikasi sumber penyebab penyakit di lokasi terdampak.

Dalam arahannya, Asisten III Setda Inhil, Drs. Fajar Husin, menegaskan pentingnya sinergi antara OPD dan Tim Kemenkes RI. Ia meminta seluruh OPD terkait memberikan dukungan maksimal dan melaporkan perkembangan situasi secara berkala.

“Koordinasi lintas sektoral sangat diperlukan untuk menangani KLB malaria ini. Diharapkan langkah-langkah konkret dapat diambil agar dampaknya dapat diminimalisir,” ujarnya. (Adv)




Bersama Diskes, Pj Ketua TP PKK Kunjungi Sejumlah Posyandu di Inhil

ARB INDONESIA, INDRAGIRI HILIR – Selama kurun waktu satu bulan, Pj Ketua PKK Inhil bersama Dinas Kesehatan sudah melakukan kunjungan ke beberapa posyandu yang ada. Diantaranya Posyandu di Kecamatan Batang Tuaka dan Tanah Merah.

Dalam kunjungannya, Kepala UPT Puskesmas Sungai Piring, Endang Suratmi, melaporkan bahwa di Kecamatan Batang Tuaka terdapat 20 Posyandu dengan 200 kader. Namun, hanya ada 5 gedung Posyandu yang memadai, dengan beberapa di antaranya dalam kondisi rusak. Endang berharap agar ada perhatian lebih untuk memperbaiki fasilitas, sehingga Posyandu dapat lebih optimal dalam meningkatkan kesadaran kesehatan masyarakat.

Sekretaris Kecamatan Batang Tuaka yang mewakili Camat, juga menjelaskan tentang program penanganan stunting, khususnya program puber stunting. Program ini melibatkan ulama untuk menyampaikan informasi mengenai stunting melalui ceramah, dengan harapan dapat menciptakan kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan.

Dalam sambutannya, Kartika Sari mengapresiasi upaya Kecamatan Batang Tuaka dalam menangani masalah stunting. Ia menegaskan bahwa Posyandu merupakan garda terdepan dalam meningkatkan kesehatan masyarakat, khususnya bagi ibu dan anak. “Di sini kita bisa memantau tumbuh kembang anak, memberikan imunisasi, dan menyampaikan informasi kesehatan. Semua ini adalah wujud dari upaya kita bersama agar anak-anak kita tumbuh sehat, kuat, dan cerdas,” ujarnya.

Kartika Sari juga menyampaikan rasa bangga dan terima kasih kepada para kader Posyandu yang telah melayani masyarakat dengan tulus. “Semangat dan dedikasi Bapak/Ibu menjadi pendorong bagi kami untuk terus mendukung program kesehatan yang lebih baik di Kabupaten Indragiri Hilir,” tambahnya.

Sebagai penutup, Kartika Sari mengajak seluruh masyarakat untuk selalu mendukung kegiatan Posyandu, karena keberhasilan Posyandu adalah keberhasilan bersama dalam menuju generasi yang sehat dan berkualitas. Dalam kesempatan tersebut, ia juga melihat dan memberikan imunisasi kepada peserta imunisasi di Posyandu Mawar 3. ADV