Bupati Inhil Meninjau Revitalisasi SDN 005 Pulau Burung

ARBindonesia.com, INDRAGIRI HILIR – Bupati Indragiri Hilir (Inhil), Herman, meninjau langsung progres revitalisasi SD Negeri 005 Pulau Burung, Kecamatan Pulau Burung, Kamis (23/7/2026). Kunjungan ini menjadi wujud komitmen Pemerintah Kabupaten Inhil dalam memastikan pembangunan sektor pendidikan berjalan sesuai target, tepat waktu, serta mampu meningkatkan kualitas layanan pendidikan bagi masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Herman didampingi Plt. Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Inhil, sejumlah kepala dinas, Camat Pulau Burung, jajaran guru SD Negeri 005, serta perwakilan dari PT Sambu Group dan PT RSUP. Kehadiran berbagai pihak ini menunjukkan sinergi pemerintah, sekolah, dan dunia usaha dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan.

Di lokasi, Bupati meninjau kondisi bangunan sekolah yang tengah direvitalisasi, sekaligus berdialog dengan pihak sekolah, pelaksana kegiatan, dan pemangku kepentingan. Ia menyerap berbagai masukan terkait kebutuhan sarana dan prasarana pendidikan yang masih perlu mendapat perhatian, agar hasil pembangunan benar-benar sesuai kebutuhan.

Revitalisasi SD Negeri 005 Pulau Burung sendiri merupakan bagian dari Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah Tahun Anggaran 2026. Program ini dibiayai melalui APBN dengan nilai bantuan sebesar Rp787.352.153.

Bupati Herman menjelaskan, di Kecamatan Pulau Burung terdapat tiga sekolah dasar dan satu sekolah menengah pertama yang memperoleh bantuan revitalisasi. Ia menegaskan bahwa pencairan dana telah mencapai 70 persen, dengan target penyelesaian pekerjaan selama tiga bulan, mulai Juli hingga Oktober 2026.

“Ada tiga SD dan satu SMP yang menerima bantuan revitalisasi, salah satunya SD Negeri 005 Pulau Burung. Dana sudah masuk sekitar 70 persen. Waktu pelaksanaannya relatif singkat, hanya sekitar tiga bulan, sehingga pekerjaan harus dikelola secara profesional agar selesai tepat waktu dengan kualitas yang baik,” ujar Bupati Herman.

Menurutnya, revitalisasi sarana pendidikan merupakan investasi jangka panjang dalam membangun sumber daya manusia yang unggul. Gedung sekolah yang representatif diyakini akan menciptakan suasana belajar yang lebih nyaman, aman, dan kondusif bagi peserta didik maupun tenaga pendidik.

Dengan adanya revitalisasi ini, Pemerintah Kabupaten Inhil optimistis SD Negeri 005 Pulau Burung segera memiliki fasilitas belajar yang lebih layak. Hal tersebut diharapkan mampu menunjang peningkatan kualitas pendidikan sekaligus memperkuat upaya mencetak generasi unggul di masa depan. (Adv)




Skandal Bupati Cup Inhil: Dalih Biaya Wasit Elit Ternyata Pepesan Kosong, PSSI Inhil Bungkam Diduga Panen Cuan!

ARBindonesia.com, INDRAGIRI HILIR – Pesta olahraga yang sejatinya menjadi panggung kebanggaan dan hiburan rakyat Indragiri Hilir (Inhil) mendadak ternoda skandal panas. Turnamen bergengsi Bupati Cup Inhil 2026 yang telah usai dilaksanakan, namun kini isu tak sedap terkait dugaan praktik cari cuan dan pembohongan publik yang menyeret Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Inhil masih hangat diperbincangkan.

Aroma kejanggalan ini mulanya tercium menyengat menjelang partai puncak pada 18 Juli. Para pecinta kulit bundar dibuat meradang akibat melambungnya harga tiket masuk stadium secara mendadak.

Dalih Mahal Demi Wasit Lisensi Nasional

Saat gelombang protes penonton memuncak, Ketua PSSI Inhil, Yusrizal, pasang badan. Ia berkilah bahwa lonjakan harga tiket sengaja diberlakukan demi menutupi pembengkakan biaya operasional. Alasannya terdengar sangat masuk akal, demi menjaga kualitas dan netralitas partai final, panitia mendatangkan jajaran wasit berlisensi nasional eks-kompetisi liga dari Pekanbaru.

“Pada partai final ini kami menghadirkan wasit yang biasa bertugas di kompetisi skala liga, sehingga tentu membutuhkan biaya operasional yang lebih besar,” tutur Yusrizal, Jumat (17/7/2026) dikutip dari bualbual.com.

Masyarakat yang haus akan pertandingan berkualitas mulanya berusaha menerima dalih tersebut. Namun, ibarat pepatah sepandai-pandainya menyimpan bangkai, akhirnya tercium juga, fakta mengejutkan di balik layar justru membongkar skenario sebenarnya.

Topeng Terbuka: Wasit Elit Ternyata Ditanggung Sponsor Full!

Berdasarkan penelusuran dan informasi di lapangan, klaim mahalnya operasional wasit yang dibebankan ke kantong penonton disinyalir kuat hanya pepesan kosong.

Seluruh biaya para wasit berlisensi nasional dari Pekanbaru tersebut ternyata sudah dibayar lunas 100% dari kantong pribadi sponsor utama, H. Maskur. Artinya, kas panitia tak tersentuh sedikit pun untuk urusan korps baju hitam tersebut.

Sontak, kenyataan ini memicu amarah besar pecinta bola Inhil. Jika biaya wasit sudah bersih ditanggung sponsor, ke mana meluncur aliran dana dari kenaikan tiket penonton?

“Ini namanya pembohongan publik! Kalau wasit sudah di sponsori full oleh Bapak H. Maskur, kenapa PSSI Inhil masih menjadikan wasit sebagai kambing hitam untuk naikkan harga tiket kala itu. Jangan jadikan Bupati Cup tempat cari keuntungan sepihak oleh oknum tertentu,” cetus seorang pemerhati sepak bola Inhil yang enggan disebutkan namanya dengan nada geram, Minggu (23/7/2026).

Petinggi PSSI Inhil ‘Kompak Bungkam’

Tudingan komersialisasi dan transparansi dana yang carut-marut ini langsung mengarah ke petinggi Askab PSSI Inhil. Sayangnya, alih-alih memberikan klarifikasi resmi untuk menenangkan publik, para pengurus justru memilih main sembunyi.

Yusrizal (Ketua PSSI Inhil) hingga saat ini tidak menjawab konfirmasi media sejak Sabtu (18/7/2026). Tomy (Ketua Panitia Pelaksana sekaligus Sekretaris PSSI Inhil) juga memilih bungkam seribu bahasa saat awak media melakukan upaya konfirmasi sejak 19 Juli.

Sikap bungkam para pengurus ini kian memperkuat spekulasi liar di tengah masyarakat. Apakah PSSI Inhil berani buka-bukaan rincian dana, atau memang sengaja bungkam demi memelihara dugaan praktik cari cuan tersebut.(Redaksi)




Awan Duka di Bumi Lancang Kuning: Sang Pemimpin Bangsa Orang Laut, Dr. Haryono Bijawangsa, Berpulang

ARBindonesia.com, PEKANBARU – Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Kabar duka mendalam menyelimuti Provinsi Riau. Sosok akademisi muda, aktivis gigih, sekaligus penyambung lidah masyarakat pesisir, Dr. Haryono Bijawangsa, M.Pd telah mengembuskan napas terakhirnya pada Kamis pagi (23/7/2026) sekitar pukul 08.00 WIB di Rumah Sakit Awal Bros, Jalan Jenderal Sudirman, Kota Pekanbaru.

Kepergian sosok yang menjabat sebagai Presiden Bangsa Orang Laut (Suku Duano) Sedunia ini mengejutkan banyak pihak. Selain dikenal sebagai akademisi yang mendedikasikan dirinya sebagai dosen di Universitas Riau (UNRI), almarhum juga merupakan tokoh pemuda asal Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) yang aktif di kepengurusan Kerukunan Keluarga Indragiri Hilir (KKIH) Pekanbaru.

Diduga Kelelahan di Tengah Padatnya Pengabdian

Meski penyebab pasti kematian belum dikonfirmasi secara medis, informasi awal dari pihak keluarga mengindikasikan bahwa almarhum meninggal dunia akibat kelelahan hebat usai menjalani deretan aktivitas pengabdian yang padat.

Kabar lelayu ini pertama kali tersiar melalui jejaring WhatsApp sekitar pukul 08.33 WIB, disampaikan langsung oleh Ketua Umum KKIH Pekanbaru, Dr. Hj. Nurlia, S.H., M.H. Dalam hitungan menit, pesan belasungkawa dan doa mengalir deras dari berbagai kalangan, mendoakan almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT.

Isak Tangis dari Kejauhan

Saat dikonfirmasi via telepon dari Jakarta, Nurlia tak mampu menahan rasa kehilangan yang mendalam. Dengan suara bergetar dan nada parau menahan tangis, mantan Anggota DPR RI tersebut mengenang almarhum sebagai sosok yang memiliki dedikasi tinggi bagi masyarakat.

“Atas nama keluarga besar KKIH Pekanbaru, kami mengucapkan belasungkawa yang sangat dalam. Kami betul-betul merasa kehilangan adinda Haryono. Selain aktif di KKIH, beliau adalah Presiden Bangsa Orang Laut Sedunia dan dosen UNRI yang sangat berdedikasi,” tutur Nurlia dengan nada emosional, Kamis (23/7/2026) dilansir dari kilkmx.

Sembari terisak, Nurlia juga menyampaikan amanah khusus dari pihak keluarga almarhum untuk memohonkan pintu maaf setulus-tulusnya kepada seluruh kerabat dan masyarakat yang mengenal almarhum semasa hidupnya.

Penghormatan Terakhir

Dari RS Awal Bros Sudirman, jenazah almarhum langsung dibawa menuju rumah duka di Kompleks Grand Delima Residence, Kecamatan Bina Widya, Kota Pekanbaru. Rencananya, jenazah akan dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) tak jauh dari kediamannya.

Kepergian Dr. Haryono tak hanya meninggalkan duka bagi Riau. Gelombang ucapan belasungkawa dan doa terus berdatangan dari para kolega dan tokoh masyarakat lintas wilayah—mulai dari Aceh, Kepulauan Riau, Kepulauan Bangka Belitung, hingga daerah lainnya di Nusantara.

Selamat jalan, Dr. Haryono Bijawangsa. Dedikasi, pemikiran, dan Perjuanganmu untuk masyarakat pesisir akan terus menginspirasi. Alfatihah. Aamiin Ya Rabbal Alamin. (Arb)




Pemkab Rohul dan Kejati Riau Pasang ‘Benteng Baja’ Demi Pemerintahan Bersih

ARBindonesia.com, ROKAN HULU – Peta pembangunan dan penegakan hukum di Kabupaten Rokan Hulu mendadak membara—namun dalam artian positif! Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rokan Hulu resmi tancap gas memperketat ruang gerak praktik penyelewengan dengan merangkul penuh jajaran Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau.

Dalam pertemuan krusial dan spektakuler di Aula Rumah Dinas Bupati, Rabu malam (22/7/2026), sinergi ‘kelas berat’ ini ditegaskan secara terbuka. Tidak main-main, kolaborasi ini menjadi sinyal kuat bahwa tata kelola pemerintahan di Negeri Seribu Suluk siap dibersihkan total tanpa kompromi!

Sinyal Tegas Bupati Anton: Kawal Uang Rakyat Sampai Tuntas!

Acara yang dibuka dengan makan malam hangat tersebut dengan cepat berubah menjadi ajang konsolidasi komitmen tinggi. Bupati Rokan Hulu, Anton, ST., MM, menegaskan bahwa kehadiran Korps Adhyaksa bukan sekadar formalitas biasa, melainkan langkah strategis demi menjaga setiap rupiah anggaran pembangunan agar benar-benar sampai ke tangan masyarakat.

“Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu siap memperkuat sinergi dengan institusi Adhyaksa! Kita ingin memastikan seluruh tata kelola berjalan bersih, transparan, dan percepatan pembangunan daerah benar-benar terealisasi tanpa hambatan,” tegas Anton dengan penuh optimisme.

Ia menggarisbawahi, kolaborasi bersama aparat penegak hukum adalah ‘papan pemantau’ utama agar proyek strategis daerah berjalan tepat sasaran, akuntabel, dan bebas dari praktik amis korupsi.

Jawaban Menohok Kejati Riau: Siap Kawal dan Awasi Ketat!

Sinyal pembuktian tak kalah sengit dilontarkan langsung oleh Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Riau I Dewa Gede Wirajana, S.H., M.H memimpin langsung rombongan elitenya, Kajati menegaskan bahwa Kejati Riau tidak akan tinggal diam dan siap memasang mata serta telinga untuk mendampingi Pemkab Rohul.

“Silaturahmi ini kunci! Kami berkomitmen penuh mendukung Pemkab Rohul lewat pendampingan, pengawasan, hingga penegakan hukum yang profesional. Semua pembangunan harus berjalan tertib dan tetap di dalam koridor hukum,” ujar Kajati Riau, memberikan dukungan penuh sekaligus peringatan tegas bagi efisiensi birokrasi.

Deretan Elite Hadir Lengkap, Komitmen Bulat!

Sinyal kuat terhadap transparansi dan penegakan hukum ini disaksikan langsung oleh pimpinan lintas sektoral yang hadir dalam satu barisan:

Pimpinan DPRD Rohul: Ketua DPRD Hj. Sumiartini dan Wakil Ketua DPRD Muhammad Aidi, SH.
Jajaran Eksekutif dan Kepolisian: Sekda Rohul Drs. H. Yusmar, M.Si., Kapolres Rokan Hulu, serta seluruh Kepala OPD Pemkab Rohul.

Punggawa Kejaksaan: Kajari Rohul Fredy Feronico Simanjuntak, S.H., M.H., Ketua IAD Wilayah Riau Ny. Oktaria Wirajana, hingga jajaran Asisten Kejati Riau (Aswas, Asdatun, dan Asintel).

Simbolik ‘Cenderamata’ Komitmen Tanpa Celah

Di penghujung malam, Bupati Anton menyerahkan cenderamata khusus kepada Kajati Riau I Dewa Gede Wirajana. Penyerahan ini bukan sekadar cenderamata biasa, melainkan simbol ‘ijab kabul’ integritas antara Pemkab Rohul dan Kejati Riau untuk bersama-sama mengawal Negeri Seribu Suluk menjadi daerah yang bersih, berwibawa, dan sepenuhnya berorientasi pada kesejahteraan rakyat. (Adv)




Kesaksian Tiga Saksi : Mobil Xenia Dikembalikan Setelah Laporan Polisi, Sidang Dugaan Penggelapan Terus Bergulir

ARBindonesia.com, Rokan Hulu – Fakta menarik terungkap dalam persidangan perkara dugaan penggelapan satu unit mobil Xenia di Pengadilan Negeri Pasir Pengaraian, Senin (21/7/2026). Tiga orang saksi yang dihadirkan di hadapan majelis hakim memberikan keterangan yang saling bersesuaian mengenai pengembalian kendaraan yang menjadi objek perkara.

Dalam persidangan, ketiga saksi secara tegas menerangkan bahwa SR telah mengembalikan mobil Xenia tersebut. Namun, pengembalian kendaraan itu, menurut kesaksian mereka, baru dilakukan setelah adanya Laporan Polisi (LP) yang diproses oleh aparat penegak hukum.

Kesamaan keterangan dari ketiga saksi itu menjadi salah satu fakta yang mencuat dalam persidangan. Pada pokoknya, seluruh saksi menyampaikan bahwa mobil baru dipulangkan setelah perkara tersebut resmi dilaporkan kepada pihak berwenang.

Meski kendaraan telah dikembalikan, proses hukum tidak serta-merta berhenti. Pihak PT Torganda disebut tetap memilih melanjutkan perkara hingga memperoleh kepastian hukum dan kejelasan atas dugaan tindak pidana yang sedang diperiksa di pengadilan.

Seluruh keterangan saksi akan menjadi bagian dari rangkaian alat bukti yang dinilai oleh majelis hakim bersama bukti-bukti lainnya sebelum menjatuhkan putusan. Adapun mengenai terpenuhi atau tidaknya unsur tindak pidana penggelapan serta pertanggungjawaban hukum terdakwa merupakan kewenangan penuh majelis hakim berdasarkan fakta-fakta yang terungkap selama persidangan.

Persidangan perkara ini masih akan berlanjut dengan agenda pemeriksaan berikutnya. Hingga terdapat putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap, setiap pihak yang terkait tetap memiliki hak untuk memberikan keterangan dan pembelaan, serta tetap dilindungi oleh asas praduga tak bersalah. *




Penabalan Pucuk Puak Rumah Pangkal Balai Luhak Rambah Berlangsung Khidmat, Tengku Herry Islami Resmi Emban Amanah Adat

ARBindonesia.com, Rokan Hulu – Prosesi penabalan Pucuk Puak Bangsawan Rumah Pangkal Balai Luhak Rambah berlangsung khidmat di Kecamatan Rambah, Kabupaten Rokan Hulu, Sabtu (18/7/2026). Kegiatan tersebut menjadi momentum penting dalam melanjutkan estafet kepemimpinan adat sekaligus memperkuat komitmen menjaga kelestarian tradisi Melayu di Luhak Rambah.

Acara tersebut dihadiri oleh berbagai unsur adat dan pemerintahan, di antaranya Yang Mulia Tengku Delfian Bey bergelar Tengku Sulung selaku perwakilan zuriat Raja Tambusai, Sutan Mahmud Luhak Rambah, para datuk adat Suku Nan Tujuh, pucuk suku, Sutan Nan Opat dan Mangaraja Nan Tolu dari Napituhuta, para induk buah perut, unsur Forkopimcam Rambah, jajaran TNI-Polri, alim ulama, hulubalang, ninik mamak, serta tokoh masyarakat.

Dalam prosesi tersebut, Tengku Herry Islami, S.T., M.T., yang merupakan cucu tertua Tengku Ilyas, resmi ditabalkan sebagai Pucuk Puak Rumah Pangkal Balai. Penabalan dilakukan langsung oleh perwakilan zuriat Raja Tambusai, Tengku Delfian Bey bergelar Tengku Sulung, dan disaksikan para tokoh adat serta unsur pemerintahan Kecamatan Rambah. Pemerintah kecamatan diwakili oleh Yusmar yang menyampaikan sambutan mewakili Camat Rambah.

Dalam sambutannya, Tengku Herry Islami mengungkapkan rasa syukur kepada Allah SWT atas amanah yang diberikan. Menurutnya, penabalan tersebut bukanlah bentuk pengagungan terhadap seseorang, melainkan pengukuhan tanggung jawab untuk memimpin dan menjaga adat istiadat.

“Orang tua-tua Melayu mengajarkan, didahulukan selangkah, ditinggikan seranting, bukan untuk diagungkan, melainkan untuk memikul amanah,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa sebelum prosesi penabalan, telah dilaksanakan rangkaian adat selama sepekan, mulai dari ziarah ke makam para pendahulu, penyembelihan seekor kerbau sebagai bagian dari tradisi, hingga pembayaran adat bagi zuriat yang bergabung ke dalam puak.

Menurutnya, seluruh tahapan tersebut dilaksanakan sebagai bentuk penghormatan terhadap adat serta menjaga kesinambungan kepemimpinan, bukan untuk mempertontonkan kemewahan.

Pada kesempatan itu, Tengku Herry Islami juga menanggapi persoalan sengketa kepengurusan adat yang sempat mencuat. Ia menegaskan bahwa pihaknya tetap mempertahankan hak anak kemenakan dalam menentukan pucuk puak berdasarkan garis zuriat dan ketentuan adat yang berlaku.

Ia mengungkapkan telah menyampaikan keberatan secara resmi kepada sejumlah lembaga adat, termasuk Lembaga Adat Melayu (LAM) Rokan Hulu dan Raja Luhak Tambusai, terhadap keputusan yang dinilai belum melalui proses mufakat. Meski demikian, ia menegaskan tetap membuka ruang musyawarah demi tercapainya penyelesaian adat yang adil, bijaksana, dan bermartabat.

Lebih lanjut, Tengku Herry Islami mengingatkan bahwa Puak Rumah Pangkal Balai merupakan milik bersama seluruh anak kemenakan yang menaungi beberapa induk buah perut. Karena itu, setiap kebijakan dan pengelolaan adat harus dilaksanakan melalui musyawarah dengan penuh rasa tanggung jawab.

Ia juga memohon doa, dukungan, dan bimbingan dari alim ulama, para pemangku adat, ninik mamak, serta seluruh anak kemenakan agar mampu menjalankan amanah tersebut dengan sebaik-baiknya.

Prosesi penabalan ditutup dengan harapan agar nilai-nilai adat tetap dijunjung tinggi, marwah masyarakat Melayu terus terpelihara, serta persaudaraan di tengah masyarakat semakin erat. Suasana khidmat yang menyelimuti jalannya prosesi mencerminkan komitmen masyarakat Luhak Rambah dalam menjaga warisan budaya dan menyelesaikan setiap persoalan adat melalui mekanisme musyawarah dan kerapatan adat.(Adv)