Dari Wagub Menuju Wapres, Ini Biografi Sandiaga Uno

Jakarta – Sandiaga Salahuddin Uno membuat kejutan setelah 10 bulan menjadi wakil gubernur DKI Jakarta. Ia maju mendampingi Prabowo Subianto sebagai calon wakil presiden 2019. Ia pun memilih untuk menanggalkan posisinya sebagai Wakil Gubernur.

“Sandiaga Uno merupakan pilihan yang terbaik dari yang ada, beliau juga berkorban. Beliau bersedia mengundurkan diri dari jabatan wakil gubernur,” kata Prabowo di kediamannya, Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, Kamis (9/8/2018).

Sandiaga lahir di Pekanbaru, Riau pada 28 Juni 1969. Dia menamatkan studi di Wichita State University pada 1990 dan George Washington University pada 1992.

Dia menikah dengan Nur Asia. Pasangan ini kemudian dikaruniai 3 anak yakni Anneesha Atheera Uno, Amyra Atheefa Uno, dan Sulaiman Saladdin Uno.

Sandiaga dilantik menjadi Wagub DKI Jakarta pada Oktober 2017 sehingga dirinya baru menjabat sekitar 10 bulan. Dia mendampingi Anies Baswedan memenangkan Pilgub DKI 2017 pada putaran kedua mengalahkan pasangan petahana Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat.

Sebelum mendampingi Anies, Sandiaga lebih dahulu bergerilya sendiri. Dia mulanya berniat jadi calon gubernur. Kemudian setelah Anies tidak lagi menjabat sebagai Mendikbud di Kabinet Kerja, Sandiaga akhirnya jadi cawagub.

Boleh jadi namanya bisa dibilang belum terlalu lama di panggung politik. Dia bergabung dengan Gerindra pada 8 April 2015 setelah ikut dalam tim sukses Prabowo Subianto di Pilpres 2014.

“Saya sebetulnya komtemplasinya cukup dalam, bicara hati ke hati dengan Mas Prabowo. Untuk mewujudkan Indonesia yang kuat, (saya) diajak partisipasi anak muda dan pegiat kewirausahaan,” kata Sandi saat berbincang dengan detikcom, Rabu (8/4/2015).

Kepada detikcom, mantan Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia itu mengaku melakukan perenungan yang dalam sebelum akhirnya bergabung dengan Gerindra. Dia mengaku sudah melakukan perenungan sejak tahun 2012.

Sebelum merambah panggung politik, Sandiaga Uno dikenal sebagai seorang pengusaha yang lahir saat Indonesia dilanda krisis ekonomi pada 1998. Dia mendirikan sejumlah perusahaan di bawah naungan PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG).

Kecemerlangannya mengelola bisnis mengantarkan Sandiaga menjadi Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi). Salah satu fokus dia saat di Hipmi adalah memberdayakan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

Sandiaga Uno pernah menduduki posisi direktur keuangan NTI Resources Ltd, sebuah perusahaan minyak dan gas asal Kanada. Ia bekerja di NTI pada periode 1995 – 1996 dan kemudian mengundurkan diri.

Saat Sandi pulang ke Indonesia, ia mulai menjadi pengusaha dengan mendirikan perusahaan konsultan keuangan. Perusahaan bernama Recapital Advisors ini dibangun bersama rekannya Rosan P Roeslani yang saat ini menjabat sebaga ketua umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia.

Selain Recapital, Sandi bersama guru bisnisnya yakni William Soeryadjaja dan Edwin Soeryadjaja mendirikan Saratoga Investama. Sebuah perusahaan investasi yang bergerak di bidang pertambangan, telekomunikasi, konsumer dan produk kehutanan.

Dia pernah menjabat sebagai anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) dan bendahara Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI) sejak Januari, 2011. Pada 2016 namanya pernah masuk di daftar Panama Papers atau sebuah data milik firma hukum Mossack Fonseca berisi data penggelapan banyak pengusaha hingga pengusaha dunia.

Pada tahun 2016 ketika pemerintahan Presiden Jokowi membuat kebijakan tax amnesty, Sandi mengikutinya. Kemudian pada 2017, namanya masuk dalam Paradise Paper yakni sebuah dokumen yang dirilis oleh International Consortium of Investigative Journalist (IJIC). Dalam dokumen Sandi disebut sebagai salah satu petinggi NTI Resources yang terdaftar di negara surga pajak, yakni bermuda. Namun soal NTI, Sandi telah mengundurkan diri pada 1996.

Malang melintang di dunia usaha membuat Sandiaga masuk dalam daftar orang terkaya di Indonesia. Berdasarkan ‘Pengumuman Harta Kekayaan Penyelenggara Negara’ yang diterbitkan KPK, diunduh dari situs resmi KPU periode 2016, pendiri PT Saratoga Investama ini punya total nilai kekayaan mencapai Rp 3,8 triliun plus US$ 10.347.381.

Versi Forbes, Sandi menduduki posisi ke 37 orang terkaya di Indonesia. Sedangkan di Globe Asia, Sandi menduduki posisi ke 85 orang terkaya di Indonesia dengan jumlah kekayaan mencapai US$ 300 juta, meskipun jumlah ini lebih rendah dibandingkan periode sebelumnya yang mencapai US$ 500 juta.

Sandiaga juga sosok yang gemar berolahraga. Tak jarang dia mengikuti marathon, bahkan dia juga sering ngantor dengan diawali lari pagi.

sumber: detikcom




5 Kota yang Paling Banyak Dicari Pemburu Tanah

JAKARTA — Berbahagialah bagi Anda investor yang memiliki lahan tanah di Bogor, Jawa Barat. Pasalnya, berdasarkan data sebuah portal properti menyebutkan, setiap bulannya Bogor menjadi kota yang paling banyak dicari oleh pemburu tanah.

Selama bulan Januari 2018 menyebutkan ada sekitar 2.704 orang berniat untuk membeli tanah di Bogor, harga rata-rata tanah di Bogor sendiri mencapai Rp 2.300.000 per meter persegi. Untuk rata-rata harga rumah di Bogor mencapai Rp 9.565.217 per meter persegi.

Sementara, untuk usia pencarian properti di Bogor berkisar diusia  25-32 tahun (64,29%), 18-25 tahun (21,43%) dan di atas 35 tahun (14,29%).

Diurutan kedua ada Bandung, selama Januari ada sekitar 2.245 orang berniat untuk membeli tanah di Kota Kembang tersebut, rata-rata harga tanah di Bandung Rp 4.500.000 per meter persegi. Rata-rata harga rumah di Bandung adalah Rp 9.866.667.

Diurutan ketiga ada Bekasi, selama satu bulan ada sekitar 1.507 orang berencana untuk membeli tanah di Bekasi harga rata-rata tanah di sana mencapai Rp 2.500.00 per meter persegi. Sementara untuk harga rata-rata rumah di Bekasi mencapai Rp 8.700.000 per meter persegi.

Posisi selanjutnya ada kota Malang, sepanjang bulan Januari lalu ada sekitar 1.393 orang berminat untuk membeli tanah di sana, rata-rata harga tanah di Malang seharga Rp 1.851,852 per meter persegi. Untuk harga rumah di Malang rata-rata dijual Rp 7. 575.758.

Dan di posisi terakhir ada kota Surabaya, dalam sebulannya ada 1.322 orang yang ingin membeli tanah di sana, rata-rata harga tanah di Surabaya dijual Rp 9.500.000 per meter persegi. Sementara rata-rata rumah di sana mencapai Rp 12.500.000 per meter persegi.

Menurut Ali Tranghanda, Direktur Indonesia Property Watch (IPW), potensi bisnis properti di kota Bogor diperkirakan akan semakin cerah, karena memang di sana saat ini sedang banyak dibangun sarana infrastruktur yang dapat memudahkan seseorang untuk beraktivitas contohnya seperti Tol Bogor Outer Ring Road (BORR) dan pembangunan kereta hingga (Light Rail Transit/LRT).

Tidak hanya itu, peningkatan jumlah penduduk di Bogor juga bisa dijadikan indikator pertumbuhan bisnis properti di sana. Bedasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2016 lalu jumlah penduduk di Bogor mencapai 5.587.390 dan pada tahun 2017 meningkat menjadi 5.715.009.




Lagi, Bupati Inhil Imbau Seluruh Elemen Masyarakat Bantu Awasi Kinerjanya

“Periode kedua, Wardan Akan Fokus Benahi Infrastruktur Perkotaan”

Bupati Inhil HM Wardan dalam salah satu kunjungan kerjanya. foto: arsip Diskominfops Inhil

Tembilahan, detikriau.org – Bupati Inhil HM Wardan meminta kepada seluruh elemen masyarakat untuk membantu mengawasi kinerja di era pemerintahannya. Imbauan ini disampaikan sebagai upaya untuk menggapai Visi ‘Kabupaten Inhil menjadi Kabupaten Maju, Bermarwah dan Bermartabat’.

“Ketika nanti dinilai ada aktifitas yang melenceng dari jalur. Tolong beri teguran, beri kami kritikan. Ada baiknya dalam kritikan itu disematkan pula solusi,” imbau Bupati Inhil yang kembali terpilih untuk periode 2018-2023 ini

Wardan kembali paparkan, diperiode kedua kepemimpinannya nanti, bersama pasangannya H Syamsuddin Uti, ia akan fokus pada infrastruktur kawasan perkotaan.

Menurutnya, masih banyak fasilitas fisik yang perlu dibenahi pada kawasan perkotaan, seperti jalan, pasar, penyediaan air bersih dan sanitasi.

“Pasar kita masih semrawut, belum lagi ruas jalan di gang – gang yang masih banyak berlubang. Ini akan menjadi perhatian kedepan,” tukasnya.

Sebelumnya, concern terhadap penyediaan air bersih oleh Bupati Terpilih, HM Wardan juga telah dibuktikannya. Melalui PDAM Tirta Indragiri, telah ditandatangani nota kesepahaman jalinan kerjasama dengan PT Mandala Setia untuk pengadaan peralatan pengolahan air yang dipasang di sumber pengolahan air di Pulau Palas, Tembilahan Hulu./adv

Editor: Am




Tak Pernah Habis, Polisi Kembali Borgol Dua Pelaku Penyalahgunaan Narkoba

Tembilahan, detikriau.org – Seakan tak pernah habis, pelaku penyalahgunaan narkoba terus terjaring. Kali ini, Jam alias Ud (55) warga Kotabaru Siberida Kec. Keritang, diamankan petugas sekira pukul 14.40 WIB di Jalan Provinsi depan Mapolsek Tembilahan Hulu. 10 menit berselang, Polisi kembali mengamankan DM (26) di rumahnya di Jalan Harapan Raya Kel Sungai Beringin Tembilahan.

Dari Jam disita barang bukti berupa satu paket sabu, lima butir pil ekstasi warna hijau logo XTC, uang tunai sebesar Rp. 20 Juta, 1 Unit HP serta 1 unit Sepeda Motor. Dari DM disita 4 paket sabu, 6 butir pil ekstasi warna hijau logo XTC, uang tunai Rp. 10.820.000 berikut dan 2 unit Hp

Kapolres Inhil AKBP Christian Rony, S.I.K., M.H., melalui Kasat Res Narkoba AKP Bachtiar, S.H., menyebutkan bahwa pengungkapan kasus ini, berkat informasi yang disampaikan masyarakat. “Ada informasi, yang menyebutkan adanya orang yang akan membawa sabu – sabu dan ekstasi”, beber AKP Bachtiar.

Informasi kemudian ditindak lanjuti dengan melakukan pengintaian terhadap orang, sesuai dengan informasi yang didapat. Tak lama kemudian, Personel Sat Res Narkoba dan Polsek Tembilahan Hulu yang dipimpin IPTU Arinal Fajri, S.H., menghentikan laju kendaraan seorang laki – laki saat melintas di depan Polsek Tembilahan Hulu. Saat digeledah, ditemukan barang bukti sebagaimana tersebut di atas.

Informasi serupa juga disampaikan masyarakat yang gerah melihat aktivitas DM, bertransaksi narkotika. Dipimpin langsung oleh Kasat Res Narkoba, DM berhasil diamankan dirumahnya. Dari penggeledahan ditemukan barang bukti seperti tercantum diatas.

“Saat ini, kedua tersangka dan barang bukti telah diamankan di Mapolres Inhil, untuk proses penyidikan lebih lanjut.” Akhirinya./Am




Prabowo Pilih Sandi, Demokrat di Simpang Jalan Pilpres 2019

Jakarta, — Demokrat berang saat tahu Prabowo Subianto memilih Sandiaga Uno sebagai calon wakil presidennya. Upaya membangun koalisi dengan Gerindra pun kini di ambang kegagalan.

Sikap Demokrat ini sekaligus membantah komitmen Ketua partai berlambang mercy itu, Susilo Bambang Yudhoyono, yang sebelumnya mempercayakan secara penuh pemilihan calon wakil presiden kepada Prabowo.

Sikap Demokrat itu tak mengherankan dalam dunia politik. Pengamat politik dari Universitas Padjajaran Firman Manan merangkumnya dalam kalimat “tak ada makan siang gratis”.

Berdasarkan itu, Firman mengatakan pernyataan SBY yang menyerahkan sepenuhnya soal cawapres kepada Prabowo tidak dapat dilihat sebagai sebuah fakta. Perbincangan di balik layar atau yang tak terungkap antara SBY dan Prabowo dalam penjajakan koalisi jelang Pilpres 2019 justru menjadi kunci.

SBY, Firman menduga, tetap bersikap mengedepankan AHY sebagai cawapres Prabowo. Dalam situasi demikian, sikap Prabowo memilih Sandiaga membuat Gerindra dan Demokrat harus berkomunikasi kembali membahas insentif yang diperoleh masing-masing partai bila berkoalisi.

“Hal-hal seperti itu ketika kemudian tidak tercapai kesepakatan antara elite Gerindra dan Demokrat, ya dinamikanya seperti yang terjadi hari ini, seakan cair lagi,” kata Firman saat berbincang dengan CNNIndonesia.com.

Sekarang Demokrat berada di persimpangan. SBY masih belum memastikan dukungan partai. Namun  memasuki tenggat pendaftaran, Jumat (10/8), membuat ruang gerak Demokrat jadi terbatas.

Peneliti dari Saiful Mujani Research Center Djayadi Hanan menyebut keputusan Prabowo memilih Sandi sebagai cawapres akan semakin menggoyahkan upaya membangun koalisi antara Gerindra dan Demokrat.

Hanya saja, kata Djayadi, hal tersebut tak serta merta membubarkan koalisi keduanya. Sebab menurutnya di detik-detik terakhir ini sudah tidak mungkin lagi bagi Demokrat membentuk koalisi baru.

“Justru yang dilema Demokrat. Posisinya yang saat ini serba salah,” kata Djayadi Hanan saat dihubungi CNNIndonesia.com melalui telepon

Demokrat akan memutuskan sikapnya hari ini dalam rapat Majelis Tinggi. Kepala Bidang Advokasi dan Hukum DPP Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean mengatakan hingga saat ini pihaknya belum dapat memastikan apakah akan berbalik mendukung kubu Jokowi usai deklarasi Prabowo-Sandiaga.

“Saya belum tahu persisnya, tapi yang melakukan komunikasi politik kan tingkat tinggi, ada waketum, sekjen. Sampai hari ini kita belum ada update ada komunikasi dengan pihak istana atau tidak,” katanya.

Di sisi lain, Djayadi pesimis Demokrat dapat bergabung dengan Koalisi Jokowi. Kartu sudah dipegang kubu Jokowi. Ucapan SBY yang menyinggung hubungannya dengan Megawati, menurut Djayadi bakal jadi penghambat serius kemungkinan Demokrat bergabung dengan Jokowi.

“Bergabung dengan koalisi Jokowi sudah tidak mungkin mengingat pernyataan SBY sendiri yang sudah bilang tidak bisa dengan Mega,” imbuh dia.

Ada satu akomodasi yang bisa ditawarkan Prabowo. Akomodasi itu, kata Djayadi, dengan memberikan posisi Wakil Gubernur DKI sepeninggal Sandi kepada AHY.

“Bisa jadi tawaran (jadi wagub) itu, kan, memang bisa dilakukan oleh Partai yang mengusulkan. Bisa jadi nanti Gerindra usulkan AHY untuk redam ini semua,” katanya.

Ini hampir serupa dengan pengamatan Firman. Menurut Firman Demokrat masih bisa bergabung dengan Gerindra jika bersedia menurunkan tawaran politiknya.

Selain kembali berkoalisi dengan Gerindra, dia menambahkan Demokrat juga memiliki opsi membentuk poros ketiga atau di luar Prabowo dan Joko Widodo.

Namun, menurutnya, peluang Demokrat menempuh langkah ini terbilang sangat kecil karena harus merangkul PAN dan PKB. Terlebih PKB sampai saat ini masih bersetia mendukung Jokowi-Ma’ruf Amin.

Di tengah keterbatasan itu, Firman mengatakan Demokrat dipastikan tak bisa mengambil posisi netral seperti halnya sikap saat Pilpres 2019.

Firman berkata kembali mengambil posisi netral akan memberikan banyak kerugian bagi Demokrat, salah satunya menghentikan laju karier politik AHY selama lima tahun ke depan.

“Pada akhirnya, politik itu kompromi, kalau tidak bisa dapat full (penuh) 100 persen harus bisa menurunkan tawaran,” ujar Firman.

sumber: CNNindonesia




Ustaz Abdul Somad Bakal Merapat ke Prabowo?

JAKARTA – Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Hanafi Rais mengungkapkan, ada wacana Ustaz Abdul Somad akan merapat ke kediaman Ketua Umum Gerindra Prabowo.

“UAS kalau nggak malam ini, ya besok. Saya dengar gitu,” ujar Hanafi saat meninggalkan kediaman Prabowo, Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, Kamis (9/8) malam.

Hanafi menuturkan, deklarasi capres-cawapres dari koalisi Partai Gerindra, PKS, PAN, dan Partai Demokrat kemungkinan besar belum bisa dilaksanakan malam ini.

Namun, dia memastikan, malam ini akan ada konferensi pers antarketua umum partai di kediaman Prabowi.

“Deklarasinya, besok. Ini konpres (nanti) antar-koalisi, baru besok deklarasi capres-cawapresnya. Langsung daftar habis Jumatan,” ucap Hanafi.

sumber: JPNN.com