Patuhi Erdogan, Warga Turki Hancurkan iPhone

Erdogan saat menggunakan iPhone. Foto: istimewa

Jakarta – Seruan presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, untuk memboikot produk elektronik Amerika Serikat seperti iPhone menimbulkan pro kontra di Turki. Namun sebagian pendukung sang presiden mematuhi permintaannya dengan cara ekstrim, yaitu menghancurkan iPhone.

Mereka memajang video penghancuran gadget andalan Apple itu di media sosial. Dalam salah satu video, seorang pria tampak merusak iPhone dengan palu sementara 4 rekannya melihat di belakang dengan mengibarkan bendra Turki.

Sang pria pun menantang presiden AS Donald Trump. “Lihat sekarang apa yang terjadi pada iPhone kamu dengan perintah Erdogan,” kata dia.

Di video lainnya, seperti dikutip detikINET dari Daily Mail, anggota Partai Gerakan Nasional Turki, Cemal Enginyurt, terlihat membeli ponsel Samsung sembari rekannya melemparkan iPhone ke lantai dan menginjaknya. Ada juga video seorang pria Turki menembak iPhone dari jarak dekat.

Erdogan menyerukan boikot produk AS karena Negeri Paman Sam itu ditudingnya sengaja ingin menghancurkan ekonomi Turki yang sekarang terancam krisis. Erdogan sendiri dikenal sebagai pengguna iPhone, tapi mungkin kini dia bakal beralih ke merek ponsel lain.

“Apapun yang kami beli dari luar negeri, kami akan memproduksinya di sini dengan kualitas yang lebih baik dan mengekspornya. Kami akan memboikot produk-produk elektronik AS,” tandas Erdogan.

“Jika mereka punya iPhone, di pihak lain ada Samsung. Dan kami juga punya merek telepon sendiri. Kami akan memproduksinya dalam jumlah cukup untuk kami sendiri,” tambah Erdogan.

sumber: detikcom




Pilih Mana: Makan Dulu atau Olahraga Dulu?

Ilustrasi bersepeda. (Foto: Thinkstock)

Jakarta – Salah satu perdebatan sepanjang masa setiap kali mau olahraga adalah menentukan perlukah makan terlebih dahulu, atau nanti saja setelah olahraga?

Jika kamu masih bingung, tidak perlu berkecil hati. Para ilmuwan hingga saat ini belum menemukan suara bulat soal itu. Masing-masing punya kelebihan dan kekurangan, sehingga untuk sementara bolehlah disesuaikan dengan kebiasaan dan kenyamanan.

Namun jika hendak mengikuti hasil penelitian terbaru, maka sebaiknya tidak berolahraga dengan perut kosong. Penelitian dari Inggris membuktikan bahwa bersepeda akan membakar lebih banyak karbohidrat jika didahului dengan sarapan sebelumnya.

Dalam penelitian yang dipublikasikan di American Journal of Physiology: Endocrinology and Metabolism tersebut, para ilmuwan merekrut 12 partisipan laki-laki sehat. Mereka diminta bersepeda selama satu jam, dengan dua perlakuan berbeda yakni puasa terlebih dahulu dan sarapan terlebih dahulu.

Kadar gula darah dan kadar glikogen sebelum dan setelah olahraga diperiksa, lalu dibandingkan. Ternyata, partisipan yang sarapan dulu sebelum bersepeda mengalami pembakaran glikogen lebih banyak dibandingkan partisipan yang tidak sarapan.

Artinya, sarapan sebelum bersepeda membuat metabolisme tubuh meningkat sehingga pembakaran kalori terjadi lebih banyak. Bukan hanya kalori yang berasal dari sarapan, melainkan juga kalori yang disimpan di otot dalam bentuk glikogen.

“Peningkatan pemakaian glikogen otot mungkin menjelaskan kenapa ada pembakaran gula lebih cepat saat makan siang, ketika sarapan tidak dilewatkan sebelum olahraga,” jelas Rob Edinburgh yang melaporkan penelitian tersebut, dikutip dari Medicalnewstoday.

Sumber: detikcom




Indonesia di Asian Games: 91 Emas, 121 Perak, 199 Perunggu

Maria Londa salah satu atlet yang meraih medali emas untuk Indonesia di Asian Games 2014. (REUTERS/Phil Noble)

Jakarta — Indonesia termasuk negara yang tidak pernah absen di Asian Games sejak kali pertama berpartisipasi pada 1951 di New Delhi, India, berserta sembilan negara lainnya.

Saat Asian Games pertama itu tengah dirancang, Indonesia merupakan salah satu negara yang memberikan dukungan.

Asian Games terbentuk karena negara-negara di Asia yang baru saja menerima kemerdekaan usai Perang Dunia II menginginkan adanya kompetisi multi-cabang olahraga di benua tersebut.

Total ada 10 negara yang berpartisipasi pada Asian Games edisi pertama. Selain Indonesia, Asian Games 1951 diikuti Jepang, India, Iran, Thailand, Afganistan, Singapura, Filipina, Sri Lanka, dan Myanmar.

Di Asian Games 1951 kontingen Indonesia mengirimkan 33 atlet, dikutip dari Indian Express terbitan 21 Februari 1951.

Dari enam cabang olahraga yang dipertandingan di Asian games pertama, kontingen Indonesia hanya menurunkan atlet di cabang atletik dan sepak bola.

Hasilnya, Indonesia meraih lima medali perunggu yang seluruhnya didapat dari atletik dan menempati peringkat ketujuh di tabel klasemen medali. Kelima medali perunggu itu diperoleh Maram Sudarmodjo (lompat tinggi), Hendarsin (lompat jangkit), AF Matulessy (lempar lembing), Anny Salamun (lempar cakram), dan tim beregu putri (4×100 meter estafet).

Sedangkan untuk cabang olahraga sepak bola, Tim Merah putih langsung kandas di laga pertama usai kalah 0-3 dari tuan rumah India di babak perempat final.

Di pertandingan tersebut India mencetak gol melalui Sahu Mewalal 27′, gol bunuh diri Chaeruddin Siregar 42′, dan P Venkatesh 50′. Sementara starter Timnas Indonesia saat melawan India diisi: Maulwi Saelan; Chaeruddin, Sunar; Jahja, M Sidhi (kapten), Tan Liong Houw; Aang Witarsa, Tee San Lion, Darmadhi, Bhe ing Hien, dan Sugiono.

Setelah Asian Games 1951, Indonesia termasuk negara yang tidak pernah absen di multieventempat tahunan terbesar di Asia ini.

Indonesia selalu berpartisipasi di 16 edisi Asian Games berikutnya. Dari 17 kali tampil di Asian Games Indonesia sudah mengemas 91 medali emas, 121 perak, dan 199 perunggu dengan total medali keseluruhan berjumlah 411.

Dari 60 medali emas yang diraih Indonesia di Asian Games, bulutangkis menjadi cabang olahraga yang paling banyak menyumbang medali emas sebanyak 26 keping.

Sepanjang keikutsertaan di Asian Games, pencapaian terbaik Indonesia ada pada edisi 1962 ketika menjadi tuan rumah di Jakarta.

Di Asian Games 1962, Indonesia menempati peringkat kedua klasemen perolehan medali setelah meraih 21 medali emas, 26 perak, dan 30 perunggu.

Sumber: CNN Indonesia




Hadapi Tahun Politik, Bareskrim Berjanji Tetap Netral

Kabareskrim Irjen Arief Sulistyanto. (Dok. Istimewa via Detikcom)

Jakarta, — Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri Inspektur Jenderal Arief Sulistyanto menjamin institusinya tetap netral menghadapi penyelenggaraan pemilu serentak 2019. Hal itu menjawab kekhawatiran banyaknya laporan yang masuk ke Bareskrim Polri terkait tindak pidana pemilu.

“Kita tetap berpegang pada aturan hukum saja. Semuanya hukum ditegakkan secara objektif dan penegak hukum harus berdiri di tengah tidak bergerak kemana-mana. Kalau semua dilakukan secara objektif ya jalan saja,” kata Arief di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (17/8).

Arief mengatakan pihaknya juga mengantisipasi dan mencegah upaya suap kepada aparat dalam menjalankan tugasnya. Namun, Arief belum bisa menjabarkan program yang akan dijalankan sebagai Kabareskrim karena baru saja dilantik.

“Sehingga nanti yang saya akan lakukan adalah melakukan audit terlebih dahulu, hal-hal apa saja yang sudah dilaksanakan pak Ari Dono semasa menjadi Kabareskrim dan kemudian akan mengkonsolidasikan semua kekuatan dan kemampuan yang dimiliki,” ujarnya.

Di sisi lain, Kapolri Jenderal Tito Karnavian berharap Arief bakal memberikan gebrakan-gebrakan dalam menangani berbagai kasus baik yang bersifat konvensional, kejahatan transnasional maupun membantu penanganan kasus terorisme.

“Sekaligus bisa membantu pemerintah dalam rangka untuk menjaga stabilitas ekonomi dalam berbagai bidang,” kata Tito terpisah.

Mantan Kapolda Kalimantan Barat ini yakin, dengan pengalaman Arief yang lama di bidang reserse sebelum menjabat sebagai Asisten SSDM Kapolri, tugas-tugas yang ditinggalkan Komisaris Jenderal Ari Dono Sukmanto dapat dilaksanakan dengan baik.

Sumber: CNNindonesia




Esok, Seluruh Jemaah Haji Inhil Bergerak Menuju Padang Arafah

petugas TPHD Inhil HM Arifin (tiga dari kanan)

Mekkah, detikriau.org – Seluruh jemaah haji asal Kabupaten Indragiri Hilir dijadwalkan akan berangkat ke menuju Padang Arafah pada Ahad, 8 Zulhijjah 1439 H atau minggu 19 Agustus 2018.

Pada Senin 20 Agustus 2018 atau 9 Zulhijjah 1439 H jemaah akan melaksanakan Ibadah Wukuf dipadang Arafah dan pada Selasa 10 Zulhijjah kembali bergerak ke Mina untuk melaksanakan Ibadah Jumrah.

Suasana saat petugas sedang berikan berikan bimbingan dan arahan kepada Jemaah Haji Inhil

“Minggu tanggal 8 Zulhijjah, seluruh Jemaah sejak ba’da subuh sudah diminta untuk bersiap-siap dengan membawa peralatan/ bekal  Secukupnya, Mengenakan pakaian Ihram serta berniat haji sejak masih di Hotel dan akan  di berangkatkan ke padang Arafah,” Sampaikan petugas TPHD Inhil HM Arifin dari Kota Mekkah

Khusus JCH inhil sebelumnya telah diberikan arahan dan bimbingan oleh petugas serta terus menerus diingatkan agar membersiapkan diri dengan mengikuti panduan dan arahan baik dari pembimbing, petugas, pemandu maupun ketua regu dan ketua rombongan agar tetap berada dalam regu dan kelompok masing-masing.

“Jaga kesehatan dengan makan yang bergizi dan teratur kemudian selalu gunakan pelindung diri, seperti payung, dan banyak minum termasuk membawa masker juga di perlukan untuk mengantisipasi cuaca ekstrem,” ujar Ariffin

Suasana Kota Mekkah Al Mukarramah

Diakhir penyampaian laporannya, Arifin memohonkan do’a dari seluruh sanak keluarga, family dan kerabat  di kampung halaman.

“Semoga kami bersama seluruh Jemaah Inhil senantiasa di berikan kemudahan dan kelancaran dalam melaksakan ibadah di hari yang mulia tersebut, sehingga semuanya sehat dan semua mampu malaksakannya dengan baik dan sempurna  serta mendapat haji yang Mabrur.

Laporan: HM Arifin  Petugas TPHD inhil
Dari Tanah Suci Mekkah

Editor: Am




250 Warga Binaan Lapas Tembilahan Terima Remisi, 3 Diantaranya Langsung Bebas

Tembilahan, detikriau.org – 250 orang warga binaan Lembaga Pemasyarakatan Klas II (Dua) A Tembilahan menerima remisi. Tiga diantaranya langsung menghirup udara bebas.

Dalam rangka peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia Ke – 3, sebanyak 250 orang warga binaan Lembaga Pemasyarakatan Klas II (Dua) A Tembilahan menerima remisi. Setelah memperoleh remisi, 3 warga binaan dinyatakan bebas, Jum’at (17/8/2018) siang.

Penyerahan remisi atau pengurangan hukuman sempena peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia Ke – 3 secara simbolis dilakukan oleh Bupati Inhil, HM Wardan didampingi Kepala Lembaga Pemasyarakatan Klas II A Tembilahan, Sudirwan.

Bupati Inhil, HM Wardan yang membacakan sambutan Menteri Hukum dan Hak Azasi Manusia, Yasonna Laoly mengatakan, pemberian remisi merupakan bentuk apresiasi terhadap warga binaan yang telah mengikuti pembinaan dengan baik.

“Remisi merupakan hak warga binaan, ini adalah sarana hukum yang penting,” ujar Bupati di halaman Lapas Klas II A Tembilahan.

Selain itu, remisi juga merupakan bentuk pencapaian perbaikan diri yang tercermin dari sikap dan perilaku sehari – hari selama menjalani masa hukuman.

Tolak ukur pencapaian perbaikan diri tersebut tidak didasarkan pada bentuk pelanggaran hukum yang dilakukan, tapi lebih kepada perilaku warga binaan.

“Remisi dikatakan juga sebagai instrumen yang penting guna memberikan stimulus bagi warga binaan agar berkelakuan baik. Remisi juga sebagaibalat modifikasi diri warga binaan,” kata Bupati.

Pengajuan remisi, dijelaskan Bupati dilakukan melalui mekanisne yang transparan dengan menggunakan teknologi informasi yang sistematis.

“Pemberian remisi adalah terobosan yang berani untuk permasalahan yang hampir laten terjadi di lingkunggan Lapas,” pungkas Bupati.

Penyerahan remisi kepada para warga binaan turut pula dihadiri oleh sejumlah unsur Forkopimda Kabupaten Inhil, seperti Ketua DPRD Kabupaten Inhil, H Dani M Nursalam, Sekretaris Daerah Kabupaten Inhil, H Said Syarifuddin, Ketua Pengadilan Negeri Inhil, Ketua Pengadilan Agama Inhil, Kepala Kejaksaan Inhil, Kodim 0314/Inhil dan Polres Inhil.

Seusai menyerahkan remisi dan memberikan sambutan, didampingi Kalapas Klas II A Tembilahan, Sudirwan, Bupati Inhil, HM Wardan pun berkeliling di lingkungan Lapas untuk sekadar menyapa dan bersalaman sekaligus berbincang ringan dengan sejumlah warga binaan.

Tak jarang juga terdengar Bupati Inhil, HM Wardan bertanya kepada Kalapas Klas II A Tembilahan, Sudirwan tentang kondisi dan kapasitas Lapas./*