Mahasiswa Kukerta UNRI Gelar Festival Budaya Gasing

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Lestarikan permainan tradisional diera modern ini, Mahasiswa Kinerja UNRI di Desa Pulau Palas Kecamatan Tembilahan Hulu menggelar Festival Budaya Gasing (Fesbug), Minggu (19/8/2018).

Festival yang dilaksanakan di lapangan terbuka Pasar Pulau Palas itu mampu menarik perhatian warga sekitar, bahkan ada warga dari daerah lain yang ikut menyaksikan dan menjadi peserta. Hal ini membuktikan, bahwa kepedulian warga untuk mengembangkan dan melestarikan seni budaya tidak hilang ditelan zaman.

Rifad Andrian Saragih, Ketua Kelompok Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) UNRI yang juga panitia pelaksana mengatakan, festival budaya gasing tersebut bertujuan untuk mengembangkan dan melestarikan seni budaya yang ada di daerah, khususnya di Desa Pulau Palas dan memberikan pemahaman kepada warga, sehingga nantinya permainan gasing ini tidak lagi dianggap permainan biasa.

“Festival yang kita laksanakan dalam rangka HUT RI 73 ini, cukup mendapat perhatian dari warga, karena selain diramaikan oleh para penonton, peserta yang mengikuti perlombaan juga banyak, yang berasal dari berbagai daerah di luar desa, ” tuturnya.

Dijelaskannya, dalam pelaksaan perlombaan tersebut, para peserta harus menunjukkan kebolehan mereka dalam memutar dan memukul gasing, sehingga akhirnya didapatlah beberapa pemenang yang berhak mendapatkan hadiah dari panitia.

“Sistem permainan menggunakan sistem gugur, yang dibagi beberapa group, dan tergantung jenis gasingnya,” terangnya.

Sementara itu, Fit, salah seorang peserta lomba mengatakan, bahwa dirinya tertarik mengikuti lomba tersebut karena memang selama ini ia sangat menyukai permainan gasing. Diakuinya, hampir setiap malam selama Bulan Ramadhan, ia dan teman-temannya bermain gasing di halaman rumah sambil menunggu datangnya waktu sahur.

“Saya sangat suka bermain gasing, karena selain olahraga, permainan ini juga bisa mendatangkan kegembiraan dan kesenangan bagi para pemain. Selain itu, tentunya dalam rangka melestarikan dan mempertahankan seni budaya kita agar tidak luntur dan tergeser oleh budaya luar,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Desa Pulau Palas, Arifin. S.Ag dalam sambutannya mengatakan bahwa kegiatan yang dimotori Mahasiswa Kukerta UNRI tersebut sangat diharapkan berlangsung dengan sukses, sehingga bisa menjadi motivasi dalam melaksanakan kegiatan kegiatan serupa pada masa mendatang.

“Festival Budaya Gasing ini kita harapkan sukses, karena dapat menjadi pemicu bagi kita semua untuk tetap melestarikan seni budaya masyarakat kita di masa datang,” ungkap Arifin.

 

Reporter: Mirwan




Bupati Inhil Resmikan Dua Bangunan di Pondok Modern Al-Imtinan Putri

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Bupati Indragiri Hilir (Inhil), HM Wardan berupaya dan memberi support pengembangan lembaga pendidikan pondok pesantren.

Ungkapan tersebut disampaikannya saat menghadiri peresmian Pondok Modern Al-Imtinan Putri (PMIP) oleh KH Hasan Abdullah Sahal selaku Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor, Senin (20/8/2018).

Peresmian itu berlangsung di Halaman Pondok Modern Al-Imtinan Putri Kecamatan Tembilahan Hulu. Pagi itu, tampak dihadiri Anggota DPRD Inhil H Adrianto, sejumlah pejabat Esselon di lingkungan Pemkab Inhil serta sejumlah undangan lainnya.

Selain meresmikan Ponpes, KH Hasan Abdullah Sahal juga melakukan peletakan batu pertama Masjid di Ponpes tersebut serta meresmikan Gedung Gontor.

Pagi itu, Bupati Wardan juga melakukan peresmian saluran drainase dan gedung serba guna yang merupakan pembangunan dari alokasi APBD Inhil.

“Semoga dengan ini bisa menambah semangat bagi kita untuk meningkatkan pendidikan agar lebih baik lagi kedepannya,” kata Wardan.

Disamping itu, ia juga berharap pesantren itu bisa menjadi kebanggaan Kabupaten Inhil kedepan. Sebab menurutnya, Pondok Pesantren ini berperan penting bagi ummat untuk mencetak generasi lebih baik lagi.

“Saya sangat mendukung Pondok Modern Al-Imtinan Putri ini. Dengan kedesiplinan yang ada, Insya Allah mampu menciptakan generasi putri berguna dimasa akan datang,” tambahnya.

Sementara itu, Pimpinan Pondok Modern Al-Imtinan Putri, H Muhammad Yusuf Lc M.Si dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak karena sudah mendukung dan membantu pengembangan pesantren tersebut.

Ia menjelaskan, sejak mulai merintis pondok beberapa tahun lalu, ia hanya bermodal keyakinan karena pasti dibantu oleh Allah SWT.

“Berdirinya pondok ini waktu mengobrol dengan orang tua yakni H Sulaiman meminta bantuan beri modal untuk membangun pesantren dan saat itu hanya 16 orang santri, seiringnya waktu pesantren ini terus berkembang dengan bantuan banyak pihak,” jelasnya.

Hingga detik ini, Pondok Modern Al-Imtinan Putri sudah memiliki santri sebanyak 124 orang.

“Kami berharap bantu doa agar tetap istiqamah melakukan belajar-mengajar,” tuturnya./*/adv

 

Editor: Mirwan




Meriahkan HUT RI Ke – 73, Bupati Inhil Apresiasi Berbagai Lomba Yang Digelar DWP

Bupati Inhil HM Wardan

Tembilahan, detikriau.org — Bupati Kabupaten Inhil, HM Wardan mengapresiasi berbagai kegiatan perlombaan yang digelar Darma Wanita Persatuan Sekretariat Daerah Kabupaten Inhil dalam rangka memeriahkan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia Ke – 73.

Sejumlah perlombaan tradisional, seperti tarik tambang, pacu karung, panjat pinang digelar bersama ibu – ibu DWP Setda Kabupaten Inhil, karyawan serta karyawati dan 1000 orang anak di halaman Kantor Bupati Inhil, Sabtu (18/8/2018).

Tujuan dari pelaksanaan berbagai lomba ini adalah untuk menumbuhkan nilai – nilai juang pada diri ibu – ibu, karyawan serta karyawari dan anak – anak peserta lomba.

Bupati Inhil yang membuka kegiatan dan turut menyaksikan keseruan perlombaan merasa bangga dengan adanya kegiatan ini. Sebab, selama menhabat menjadi Bupati, diakuinya baru kali ini mendapatkan undangan dalam acara DWP seperti ini.

“Saya merasa bangga, senang dan gembira dengan adanya kegiatan ini,” ujar Bupati.

Lebih lanjut, Bupati juga menganjurkan untuk dapat dibentuk sekretariat DWP, sehingga program-program kegiatan DWP dapat terlaksana dengan baik.

“Kedepannya program-program ini untuk lebih dapat ditingkatkan, dan bapak-bapaknya juga harus hadir dan mensupport,” kata Bupati.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Wakil Bupati terpilih, H Syamsuddin Uti, Asisten Setda Inhil, Kabag dan Kasubag di lingkungan Setda Inhil, karyawan dan karyawati Setda Inhil, guru – guru sekolah serta anak-anak DWP Setda Inhil dan siswa/i./adv




Sayangkan HUT RI 73 Merah Putih Tak Berkibar di Gedung DPRD Inhil. Dani Pinta Sekwan Pastikan “Sengaja atau Kelalaian”.

Ketua DPRD Inhil, Dani M Nursalam

Tembilahan, detikriau.org – Ketua DPRD Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) H Dani M Nursalam, menyayangkan tidak dikibarkannya bendera merah putih saat peringatan HUT Kemerdekaan ke 73 RI di Gedung Kantor DPRD Inhil Halan HR Subrantas Tembilahan, pada jum’at 17 Agustus 2018.

Seharusnya menurut Dani hal seperti ini tidak sampai terjadi, mengingat pengibaran bendera merah putih merupakan kewajiban bagi Bangsa Indonesia.

“Kami sangat menyayangkan kenapa sampai ini bisa terjadi,”kata Dani dikomfirmasi awak media, Ahad (19/8).

Secara kelembagaan, Dani mengaku telah mendesak agar Sekretaris Dewan (Sekwan), mengambil tindakan tegas kepada pihak yang dianggap bertanggung jawab. Jika, terbukti hal itu disengaja, maka bisa dilakukan pemecatan.

“Harus ditelusuri, siapa yang bertanggung jawab. Apakah ini sengaja atau hanya kelalaian. Tapi tetap harus diberikan sanksi,”pinta Politisi PKB itu.

Masih dikatakan Dani, secara teknis kelengkapan maupun keperluan anggota DPRD ditangani oleh Sekretariat Dewan (Setwan). Demikian pula halnya dengan menaik dan menurunkan bendera pada hari biasa.

“Setahu kita ada petugas piket yang bertanggung jawab untuk hal itu,”paparya. Saat 17 Agustus, sebut Dani, bisa dikatakan seluruh anggota DPRD turun ke konstituen. Artinya, tidak ada aktivitas rapat di Kantor DPRD.

Namun, bukan berarti Kantor DPRD tidak dijaga. Saat itu tetap ada pihak-pihak yang betugas. Kedepan hal itu diharapkan Dani, tidak sampai terjadi lagi. Apalagi momen Dirgahayu Kemerdekaan RI seperti saat itu./*

Editor: Am




Universitas Riau Berdayakan Masyarakat Desa Pulau Cawan Melalui Pelatihan Alih Teknologi

Mandah, detikriau.org – Desa Pulau Cawan Kecamatan Mandah Kabupaten Indragiri HIlir menjadi desa binaan Universitas Riau untuk dilakukan berbagai macam pembinaan.

Kali ini, Tim dari Fakultas Perikanan dan Kelautan adakan pelatihan pemberdayaan masyarakat melalui alih teknologi pembuatan makanan berbahan baku konsentrat protein setelah sebelumnya sukses dengan program binaan konservasi kawasan hutan mangrove. Ahad (19/8)

Menurut Dekan Fakultas Perikanan dan Kelautan UR, Prof. Dr. Ir. Bintal Amin,  M.Sc , kegiatan ini merupakan salah satu bentuk pengabdian UR kepada masyarakat.

“Kita menilai Desa Pulau Cawan mempunyai potensi yang sangat baik pada bidang  Perikanan,” ujar Bintal Amin.

Dijelaskan Bintal, tahun pertama UR telah menjalankan program konservasi kawasan mangrove. Melalui kegiatan itu diharapkan akan lestarinya hutan mangrove dan berdampak pada jaminan hasil tangkap nelayan.

Melimpahnya hasil tangkapan, secara ekonomi akan berakibat terjadinya penurunan harga jual.

“jika hasil tangkapan melimpah, mengantisipasi anjloknya harga jual, disamping tetap dipasarkan secara langsung, sebagiannya bisa diolah menjadi produk yang mampu memberi nilai tambah ekonomi lebih, seperti misalnya pengolahan makanan berbahan baku konsentrat protein tinggi yang pembinaannya kita lakukan saat ini” Urai Bintal

Desa Pulau Cawan dikatakan Bintal juga dekat dengan pantai solop. Nantinya nelayan bisa mengolahnya menjadi oleh-oleh kuliner khas Desa Pulau Cawan yang dipasarkan kepada wisatawan yang berkunjung dan tentu akan lebih memperkenalkan Desa Pulau Cawan kepada masyarakat luar, ” urainya.

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir melalui Dinas Perikanan dan Kelautan menyambut baik dengan dilakukannya pembinaan berupa pelatihan oleh Fakultas Perikanan dan Kelautan UR ini.

“Pastinya kita menyambut baik dengan dipilihnya Desa Pulau Cawan sebagai Desa Binaan,” Ungkap Kepalda DKP Inhil Mukhtar T

Program ini dinilai Mukhtar sangat bermanfaat dengan mengajarkan kepada ibu-ibu untuk mengolah ikan menjadi berbagai macam bahan makanan yang bernilai ekonomi tinggi.

“Jadi Bapak-bapak ke laut dan ibu-ibunya bisa mengolah hasil laut yang didapat menjadi berbagai macam jenis makanan yang memiliki protein ikan tinggi,” sampaikan Mukhtar.

Reporter: Rul    Editor: Am




Sekda Inhil Terima Lencana Melati Pramuka

Bupati Inhil HM Wardan saat menyerahkan Lencana Melati dari Kwartir Nasional Gerakan Pramuka kepada Sekda Inhil H Said Syarifuddin

Tembilahan, detikriau.org – Sekretaris Daerah Kabupaten Inhil, H Said Syarifuddin selaku Wakil Ketua Majelis Pembimbing Cabang Gerakan Pramuka Inhil menerima Lencana Melati dari Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, Sabtu (18/8/2018) pagi.

Penyerahan Lencana Melati dilakukan pada rangkaian Apel Besar Peringatan Hari Pramuka Ke – 57 Gerakan Pramuka Inhil di lapangan upacara Gajah Mada, Tembilahan.

Lencana Melati merupakan sebuah lencana jasa, diberikan sebagai tanda penghargaan kepada seorang yang dianggap telah memberikan jasa dan pengabdian yang Iebih besar bagi kepentingan Gerakan Pramuka.

Sebagai salah satu penerima Lencana Melati, Wakil Ketua Majelis Pembimbing Cabang Gerakan Pramuka Inhil, H Said Syarifuddin mengatakan, penghargaan yang Dia terima tidak terlepas dari peran serta seluruh jajaran Gerakan Pramuka Inhil dan Pemerintah Kabupaten Inhil.

“Saya sangat berterima kasih kepada Kwarnas, Kwarda dan Kwarcab. Terima kasih juga Saya ucapkan kepada Kamabicab Inhil yang telah memberikan kepercayaan kepada Saya mewakili Beliau di kepengurusan Majelis Pembimbing Cabang,” ujar H Said Syarifuddin.

Perolehan tanda jasa tersebut, ternyata tidak membuat H Said Syarifuddin berpuas diri. Dia bertekad untuk terus melakukan dan memberikan yang terbaik bagi Gerakan Pramuka, khususnya Gerakan Pramuka Inhil kedepan.

Bahkan, hal yang lebih mulia, Dia juga memberikan saran kepada para anggota Gerakan Pramuka Inhil dewasa untuk terus melakukan pembinaan terhadap adik – adik anggota pramuka agar kelak mampu meraih tanda jasa prestisius serupa.

“Teruslah lakukan pembinaan. Sebagai sebuah organisasi pendidikan, Gerakan Pramuka itu sudah teruji dari sisi kualitas. Jalankan program – program yang dapat mengembangkan diri pribadi maupun organisasi,” tandas H Said Syarifuddin./adv