Inovasi Pelayanan Masyarakat, Sat Polairud Polres Inhil Bantu Tranportasi Pelajar Kampung Bertuah

Tembilahan, detikriau.org — Satuan Kepolisian Air dan Udara sebagai salah satu pengemban Fungsi Kepolisian pada Kepolisian Resor Indragiri Hilir aktif membuat berbagai terobosan kreatif yang bersentuhan langsung dengan kegiatan kemasyarakatan, terutama yang berada di perairan di negeri seribu parit.

Kali ini, kesulitan pelajar  SLTP dan SLTA dari Kampung Betuah Kel. Seberang Tembilahan yang hendak menuju sekolahnya di Kota Tembilahan, saat pagi hari, karena harus menyeberangi Sungai Indragiri yang luas, dibantu dengan mengerahkan armada kapal patroli Sat Polairud.

Kasat Polairud Polres Indragiri Hilir AKP H. Awaluddin Dalimunthe, ditemui saat mengawasi anggota Sat Polairud menurunkan para pelajar tersebut menegaskan bahwa kegiatan ini adalah sebagai salah satu bentuk upaya aparat  kepolisian berbaret biru itu dalam mengatasi kesulitan masyarakat Kabupaten Indragiri Hilir yang dikelilingi oleh sungaidan lautan. Upaya ini juga sebagai tindak lanjut dari perintah Kapolres Indragiri Hilir AKBP Christian Rony, S.I.K., M.H., untuk melakukan inovasi dalam melayani masyarakat.

Dikomfirmasi, para pelajar mengaku sangat berterima kasih dengan adanya tumpangan dari kapal patroli Sat Polairud itu. Sebelum melanjutkan perjalanan setelah turun dari kapal, tampak mereka mereka menyalami dan mencium tangan personel Sat Polairud, yang pagi itu bertugas menyeberangkan mereka.

“Sesuai dengan semboyan Arnavat Darpha Mahe, yang artinya “karena di laut kami bangga”, Sat Polairud Polres Indragiri Hilir, akan terus meningkatkan pelayanan dan pengabdian kepada masyarakat yang berada di perairan Kabupaten Indragiri Hilir.” Ujar AKP H. Awaluddin Dalimunthe./*

Editor: Am




Meliput Muslim Rohingya, dua wartawan dihukum tujuh tahun penjara

Kyaw Soe Oo (kiri) dan Wa Lone mengatakan bahwa mereka dijebak oleh polisi. Foto: AFP Reuters

Pengadilan Myanmar menjatuhkan hukuman tujuh tahun penjara kepada dua wartawan Reuters yang dinyatakan bersalah melanggar undang-undang rahasia negara saat meliput kekerasan terhadap kaum Muslim Rohingya.

Kedua wartawan itu, Wa Lone dan Kyaw Soe Oo ditangkap tahun lalu saat membawa serta berkas-berkas dokumen resmi yang baru saja diberikan oleh polisi kepada mereka .

Mereka menyangkal semua tuduhan, dan menegaskan mereka tak bersalah. Mereka menyatakan bahwa dalam peristiwa yang dituduhkan itu mereka dijebak oleh polisi.

Kasus ini dipandang dunia internasional sebagai ujian kebebasan pers di Myanmar.

“Hari ini adalah hari yang menyedihkan bagi Myanmar, wartawan Reuters Wa Lone dan Kyaw Soe Oo, dan kebebasan pers di mana pun,” kata pemimpin redaksi Reuters, Stephen Adler.

Wa Lone yang berusia 32 tahun, dan Kyaw Soe Oo, 28 tahun, dalam tugas jurnalistiknya saat itu mengumpulkan bukti tentang eksekusi yang dilakukan oleh tentara terhadap 10 warga desa Inn Din di bagian utara negara bagian Rakhine yang mayoritas warganya Muslim.

Inilah pria-pria Rohingya yang kematiannya diinvestigasi oleh dua wartawan Reuters. Foto: HANDOUT

Saat melakukan penyelidikan itu, kedua wartawan ditawari dokumen oleh dua petugas polisi. Tetapi mereka langsung ditangkap setelah mereka mendapatkan dokumen-dokumen tersebut.

Pihak berwenang kemudian melakukan penyelidikan versi mereka sendiri atas pembunuhan di desa Inn Dinn. Hasilnya, mereka mengukuhkan terjadinya pembantaian itu dan menjanjikan akan dilakukannya tindakan terhadap mereka yang terlibat.

Putusan terhadap dua wartawan Reuters itu dijatuhkan setahun setelah meletusnya krisis di negara bagian Rakhine menyusul serangan militan Rohingya terhadap beberapa pos polisi.

Militer membalas serangan itu dengan operasi militer brutal terhadap minoritas Rohingya. PBB mengatakan, para perwira militer penting Myanmar harus diselidiki dan dituntut untuk tuduhan genosida.

Akses media ke Rakhine sangat dikontrol oleh pemerintah sehingga sulit untuk mendapatkan berita yang terpercaya dari wilayah tersebut.

Sejak pecahnya kekerasan pada bulan Agustus 2017, pemimpon de facto Myanmar, Aung San Suu Kyi meluputkan berbagai kesempatan untuk berbicara secara terbuka mengangkat masalah ini, termasuk di Majelis Umum PBB di New York pada September lalu.

Suu Kyi justru kemudian menyebut krisis itu telah didistorsikan oleh “gunung es informasi yang salah”—kendati kemudian juga mengatakan dia merasa simpati yang mendalam untuk penderitaan “semua orang” dalam konflik itu.

Myanmar, katanya, “berkomitmen untuk mencari solusi berkelanjutan … untuk semua komunitas di negara ini.”

sumber: BBC Indonesia

 




Kata Analis Asing Soal Rupiah ke Level Terlemahnya Sejak 1998

Foto: Ilustrasi Dolar AS (REUTERS/Osman Orsal)

Jakarta — Rupiah jatuh ke level terlemahnya terhadap dolar lebih dari 20 tahun terakhir pada hari Senin (3/9/2018). Hal ini memaksa Bank Indonesia (BI) untuk bertindak. BI telah melakukan intervensi ganda di pasar valas dan pasar obligasi.

Nilai tukar rupiah anjlok ke Rp 14.777/US$ pagi tadi dan ditutup di level yang lebih parah di Rp 14.810/US$ di pasar spot per dolar. Ini merupakan level terlemahnya sejak tahun 1998 dan telah turun 8.93% sejak awal tahun.

Tahun ini, rupiah telah menjadi salah satu mata uang berkinerja terburuk Asia dan analis mengaitkannya dengan defisit transaksi berjalan dan kekacauan di pasar negara berkembang yang disebabkan oleh krisis lira Turki.

“Kepemilikan asing yang tinggi pada obligasi, ditambah dengan utang dalam bentuk dolar perusahaan Indonesia yang meningkat, juga membuat (rupiah) cenderung lebih lemah,” kata Vishnu Varathan, kepala ekonomi dan strategi di Mizuho Bank, dilansir CNBC International.

Menurut Moody’s, negara ekonomi terbesar di Asia Tenggara ini memiliki sekitar 41% utang pemerintah dalam bentuk mata uang asing. Jika rupiah terdepresiasi lebih lanjut, maka utang itu akan lebih mahal untuk dibayar kembali.

“Jika kenaikan kredit meningkatkan risiko lebih lanjut (di pasar berkembang) dan minyak tetap tinggi menjelang sanksi Iran (yang akan diberlakukan pada bulan November), risiko melampaui Rp 15.000/US$ adalah bahaya yang jelas dan membahayakan,” demikian peringatan Varathan.

Ketika harga minyak naik, hal itu menyebabkan peningkatan tagihan impor negara. Ekonom DBS, Radhika Rao mengatakan upaya intervensi mungkin tidak efektif.

“Otoritas telah secara aktif mendukung (valuta asing) dan pasar obligasi, selama serangan volatilitas baru-baru ini. Di tengah-tengah penurunan yang lebih luas dalam mata uang regional, upaya intervensi membantu untuk memperlancar downdraft tetapi akan menjadi tantangan untuk membalikkan arah,” kata Rao

Bank sentral baru-baru ini menarik beberapa langkah untuk mendukung mata uangnya, seperti menaikkan suku bunganya empat kali sejak Mei, dan terakhir pada bulan Agustus.

Dengan cadangan devisanya berkurang, pemerintah juga memberlakukan pembatasan impor karena akan menahan defisit transaksi berjalannya.

Tuan Huynh, chief investment officer Deutsche Bank Wealth Management untuk Asia Pasifik, menulis dalam laporan baru-baru ini bahwa defisit transaksi berjalan Indonesia “membuat negara rentan terhadap krisis pendanaan”. Dia mencatat bahwa defisit melebar menjadi US$ 2 miliar pada bulan Juli, defisit bulanan terbesar sejak Juli 2013.

“Pemicu utama untuk kenaikan suku bunga lebih lanjut akan menjadi penguatan lebih lanjut dari US$ atau melebarnya defisit akun saat ini yang disebabkan oleh permintaan domestik yang kuat.”

Tapi analis DBS menulis dalam catatan pekan lalu bahwa mereka memperkirakan kenaikan suku bunga akan lebih banyak.

“Untuk saat ini, pasar melihat Indonesia bekerja keras untuk menjaga stabilitas makroekonomi, misalnya menaikkan suku bunga lebih untuk menangkis volatilitas nilai tukar dan mempertahankan konsolidasi fiskal,” kata mereka.

sumber: CNBC




Diet Gagal, 7 Hal Ini yang Mungkin Menjadi Penyebabnya

Foto: BBC Good Food

Detikriau.org – Tubuh langsing dan ideal menjadi idaman banyak wanita. Mendapatkannya, berbagai cara dilakukan terutama bagi yang memiliki berat badan berlebihan. Sayangnya semua usaha yang dilakukan kadang tidak memberikan dampak memuaskan. Lantas dimanakah kesalahannya?

Disadur melalui laman doktersehat.com, kegagalan menurutkan berat badan biasanya disebabkan kesalahan diet yang seringkali tidak disadari. Faktor utamanya bisa jadi karena ketidaktahuan cara diet yang benar.

Berikut penyebab gagal diet yang membuat berat badan tak kunjung turun.

  1. Asupan Kalori yang Tidak Tepat

Anda sudah rutin berolahraga, tapi berat badan tak kunjung turun? Penyebab gagal diet yang pertama adalah asupan kalori yang tidak tepat. Kebanyakan orang malah menambah porsi makannya jika berolahraga, padahal hal ini sangat tidak tepat.

Perhatikan juga asupan makanan yang dikonsumsi. Jangan sampai kalori yang masuk lebih besar dari yang dibutuhkan tubuh. Selanjutnya, atur juga pola makan sehari-hari dan usahakan terakhir makan di bawah pukul 07.00 malam.

  1. Kurang Minum Air

Setiap orang mempunyai kebutuhan air yang berbeda-beda. Cara menghitungnya adalah: 40 mililiter/kg BB. Contoh jika berat bedan 50 kg jumlah air yang dibutuhkan adalah 2000 mililiter atau 2 liter per harinya.

Kalau cuaca sedang panas atau setelah berolahraga, Anda dapat menambahkan menjadi 50 mililiter per hari. Lalu, apa hubungan kurang minum dengan susah menurunkan berat badan?

Perlu Anda ketahui bahwa air dapat membantu mempercepat proses metabolisme dan dapat mengurangi rasa lapar. Oleh karena itu, perbanyaklah minum ketika sedang diet.

  1. Mengalami Stres

Sebagai informasi, stres dapat meningkatkan hormon neuropeptida Y (NPY). Nah, kalau Anda tak ingin gagal diet, maka sebisa mungkin hindari stres atau temukan cara mengurangi stres.

Beberapa cara mengurangi stres yang bisa Anda lakukan adalah dengan meditasi atau berjemur di pagi hari. Ketika Anda tidak stres, maka hormon lebih seimbang dan berat badan jadi lebih cepat turun.

  1. Kurang Asupan Protein

Kekurangan protein dapat mambuat Anda gagal diet. Saat Anda ekkurangan protein, maka akan mengalami penurunan masa otot. Nah, kondisi inilah yang membuat Anda tetap gemuk karena proses pembakaran lemak akan berjalan lambat.

  1. Makan Berlebihan Setelah Olahraga

Setelah berolahraga tentu tubub merasa lelah dan juga lapar. Tak jarang seseorang malah makan banyak setelah berolahraga. Kalau Anda juga pernah sesekali melakukan hal ini, maka jangan heran kalau berat badan tak kunjung turun.

  1. Mengurangi Asupan Karbohidrat

Kalau Anda masih makan nasi atau jenis karbohidrat lain dalam porsi yang cukup banyak, jangan harap bisa cepat kurus dan langsing. Perlu Anda tahu, gagal diet juga bisa disebabkna oleh asupan karbohidrat yang berlebihan.

Kalau tadinya Anda biasa makan nasi sebanyak dua centong, maka cobalah kurangi jadi satu centoh. Siasati dengan perbanyak lauk berprotein dan juga sayur-sayuran. Cara lainnya, Anda bisa menggantinya dengan buah.

  1. Terlalu Banyak Asupan Lemak

Penyebab berat badan tak kunjung turun yang terakhir adalah terlalu banyak konsumsi lemak. Kalau Anda masih punya kebiasaan makan makanan berlemak atau gorengan, maka jangan harap bisa mendapatkan berat badan ideal. Sebagai langkah awal, Anda bisa mengurangi asupannya sedikit demi sedikit.

Tips Tambahan:

Selain ketujuh hal penyebab gagal diet yang sudah dijelaskan di atas, DokterSehat juga mau mengingatkan Anda agar mengurangi asupan garam. Hindari makanan-makanan asin karena faktanya, mengonsumsi garam terlalu banyak akan menurunkan sensor kenyang dalam tubuh

Menurut studi yang diterbitkan di The Journal of Nutrition, mengonsumsi makanan yang terlalu asin membuat kita jadi semakin bernafsu untuk makan. Dampaknya, kalori harian akan surplus dan disimpan dalam tubuh dalam bentuk lapisan lemak./*




Kasus PLTU Riau-1, Golkar Bisa Kena Pidana Korporasi?

Foto: Wakil Ketua KPK Basaria Pandjaitan. (Ari Saputra-detikcom)

Jakarta – Sebagian uang hasil tindak pidana korupsi pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Riau-1 disebut mengalir ke Partai Golongan Karya. Jika itu terbukti, KPK menyatakan Golkar bisa kena pidana korporasi.

“Kalau itu (dugaan aliran dana) kita bisa buktikan, itu (ditetapkan sebagai tersangka korporasi) bisa. Tapi, sampai sekarang belum. Sampai sekarang belum ada pembuktian itu dipakai atau tidak. Masih dalam pengembangan. Bisa saja,” kata Wakil Ketua KPK Basaria Pandjaitan di Gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Senin (3/9/2018).

Basaria sempat menyinggung soal pemeriksaan eks Ketua Umum Golkar Setya Novanto terkait dugaan aliran dana dari proyek PLTU Riau-1 untuk keperluan Golkar. Dia menyatakan saat ini penyidik juga masih mendalami apakah Novanto sudah tahu soal pembahasan proyek ini sejak awal.

“Kebetulan memang SN (Setya Novanto) pada saat dulu yang bersangkutan selain juga Ketua DPR, dia juga sebagai ketua Golkar yang kebetulan diambil KPK ini ibu EMS (Eni Maulani Saragih) ini kebetulan yang bersangkutan bendahara dari Golkar jadi kita belum tahu kira-kira apakah ada dana disalurkan ke sana. Karena yang bersangkutan selaku ketua, maka kita perlu saksi,” ucapnya.

Selain itu, Basaria sempat menjelaskan secara singkat soal pemeriksaan anak Novanto, Rheza Herwindo sebagai saksi untuk Idrus Marham. Menurutnya, Rheza yang diperiksa dalam kapasitas sebagai Komisaris PT Skydweller Indonesia Mandiri, didalami soal kepemilikan saham. Namun, Basaria tak menjelaskan secara detail kepemilikan saham apa yang dimaksud

Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan tiga tersangka dalam kasus yang berawal dari operasi tangkap tangan ini. Mereka adalah Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih, pengusaha Johannes B Kotjo, dan mantan Menteri Sosial Idrus Marham.

Eni diduga menerima duit suap Rp 4,8 miliar dari Kotjo selaku pemegang saham Blackgold Natural Resources Ltd. Perusahaan tersebut merupakan salah satu bagian dari konsorsium proyek PLTU Riau-1.

Saat melakukan pengembangan, KPK menetapkan Idrus sebagai tersangka. Dia diduga menerima janji yang sama dengan Eni, yaitu senilai USD 1,5 juta dari Kotjo jika perusahaannya berhasil memenangkan proyek PLTU Riau-1

Selain itu, Eni juga sempat menyatakan ada aliran dana yang mengalir untuk keperluan Munaslub Golkar. Namun, hal itu dibantah oleh Ketum Golkar Airlangga Hartarto.

sumber: detikcom




Salahgunakan Narkotika, Polres Inhil Ringkus Warga Keritang dan Pulau Burung

DW allias DB (34). Foto: Dok Polres Inhil

Has alias Bul (53). Foto: Dok Polres Inhil

Tembilahan, detikriau.org – Kepolisian Polres Indragiri Hilir amankan dua orang pria yang diduga menjadi pelaku tindakpidana narkotika. Dari keduanya disita sejumlah barang bukti narkotika berupa sejumlah paket sabu-sabu siap edar.

Keterangan Kapolres Inhil AKBP Christian Rony P Sik MH, Terduga pelaku, DW allias DB (34) dibekuk jajaran Polsek Keritang di Parit Tiga Dusun Teladab Desa Kotabaru Siberida Kecamatan Keritang pada minggu (2/9) sekira pukul 14.15 Wib. Dari tangannya disita BB berupa satu paket sedang dan satu paket kecil sabu-sabu berikut uang tunai sejumlah Rp 700 ribu, plastik bening dan pipet plastik warna putih les merah berikut satu unit Handphone.

Sedangkan terduga pelaku lainnya Has alias Bul (53) diringkus jajaran Polsek Pulau Burung di Jalan Kembang Desa Pulau Burung Kecamatan Pulau Burung pada minggu (2/9) sekira pukul 22.00 Wib. Dari tangannya disita barang bukti berupa tiga paket sedang dan 17 paket kecil yang diduga sabu-sabu. Juga disita uang tunai sebesar Rp. 1,6 juta, timbangan digital, gunting, sendok, bong, sebilah badik dan satu unit Handphone.

“Kepada Polsek bersangkutan akan diberikan reward”, Janjikan Kapolres.

Diharapkan kata penghargaan ini akan jadi motivasi bagi Polsek yang lain untuk berbuat serupa. akhirinya.

Editor: Am