Ustad Abdul Somad Diperiksa Penyidik Polda Riau di Rumahnya

Ustad Abdul Somad (Dery Ridwansah/JawaPos.com)

Pekanbaru — Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Riau, mendatangi rumah Ustad Abdul Somad (UAS). Kedatangan polisi untuk meminta keterangan UAS atas dugaan kasus penghinaan yang dilakukan Jony Boyok terhadap dirinya.

Direktur Reskrimsus Polda Riau, Kombes Gidion Arif Setyawan mengatakan, pemeriksaan dilakukan penyidik di rumah UAS yang terletak di kawasan Panam, Kecamatan Tampan, Pekanbaru, Riau, pada Sabtu (8/9) kemarin.

“Kemarin kan pemeriksaan di rumahnya, itu kan privasi. Diperiksa terkait yang di Facebook (penghinaan) itu,” ujar Gidion, Minggu (9/9).

Gidion mengaku, akan ada lagi pemeriksaan ulang terhadap UAS. Namun belum dipastikan kapan. “Ada nanti (pemeriksaan ulang). Nanti kalau ada dikabari,” bebernya.

Sementara itu, kuasa hukum UAS, Zulkarnaen Nurdin menyebut, UAS dicecar sekitar 10 pertanyaan. “Poin pentingnya apakah ustad tersinggung terhadap kalimat hinaan yang disampaikan Joni Boyok dalam akunnya, ya beliau sampaikan merasa tersinggung, karena tidak melakukan apapun tetapi dihina,” kata Zulkarnaen.

Jony Boyok sudah diamankan oleh Front Pembela Islam

(FPI) Pekanbaru, di rumahnya Jalan Kelapa Sawit, Gang Dolok I Kecamatan Bukitraya, Pekanbaru, pada Rabu (5/9) petang kemarin.

Ia telah mengakui kesalahannya yang menghina UAS di akun Facebook miliknya. Postingan itu diunggah pada 2 September lalu. Isinya adalah kata-kata kasar yang tak pantas ditujukan kepada seorang ulama.

Jony sudah diserahkan oleh FPI ke Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Riau pada Rabu malam. Ia terancam hukuman penjara maksimal empat tahun dan denda Rp 750 juta, karena telah melanggar Undang-Undang Informasi Teknologi Elektronik (ITE) Nomor 11 Tahun 2008, Pasal 27 ayat (3).

Selain pidana, Jony yang sehari-hari bekerja sebagai kontraktor ini juga akan dikenakan sanksi adat. Hukumannya dapat berupa dikenakan denda bahkan paling berat diusir dari Pekanbaru.

Sumber: Jawapos




Program Peduli Kasih, Kapolres Inhil Sambangi dan Serahkan Bantuan untuk Masriah

Tembilahan, detikriau.org – Kapolres Inhil AKBP Christian Rony Sik MH sambangi dan serahkan sejumlah bantuan bahan pokok kepada Ibu Masriah (70), warga jalan Tanjung Harapan Kel Sungai Beringin Kecamatan Tembilahan. Sabtu (8/9)

Penyerahan bantuan sembako berupa beras, gula, minyak makan, telor, teh dan kopi, serta keperluan sehari – hari lainnya bagi janda lanjut usia yang hidup sebatang-kara ini sejalan dengan dengan Program Peduli Kasih, Polres Indragiri Hilir berbagi, sebagai bentuk kegiatan kemanusian dalam mengayomi warga yang hidup dalam kemiskinan.

Kapolres mengatakan bahwa tugas Polri tidak hanya sebatas menegakan hukum, tapi juga melindungi.dan mengayomi masyarakat. “Hal ini adalah sebagai bentuk dari pengabdian Polri melayani masyarakat”, Sampaikan Kapolres.

Mendapatkan uluran tangan, Ibu Masriah mengucapkan terima kasih dan rasa terharunya. “Semoga Kapolres selalu sehat dan Polres Inhil makin dicintai masyarakat”, doa Ibu Masriah haru.

Ketua RT setempat, Ismail juga mengucapkan terima kasih atas kedatangan Kapolres, dan memberikan bantuan kepada warganya yang hidup dalam kondisi serba kekurangan.

“Semoga bantuan ini, jadi pengikat silaturahmi antara Polres Indragiri Hilir dengan masyarakat.”ucap Ismail./Am




Investor Harap Waspada! Rupiah Bisa Babak Belur Pekan Depan

Foto: Arie Pratama

Jakarta – Sepanjang pekan ini, rupiah melemah 0,61% melawan dolar AS di pasar spot, dari Rp 14.725/dolar menjadi Rp 14.815/dolar AS. Namun, investor di pasar keuangan tanah air menyambut akhir pekan dengan senyuman.

Pasalnya, rupiah menguat dalam 2 hari perdagangan terakhir di pekan ini, masing-masing sebesar 0,3% dan 0,47%. Tak hanya rupiah, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ikut menguat pada perdagangan tanggal 6 dan 7 September.

Memasuki pekan depan, investor nampaknya harus hati-hati. Pasalnya, rupiah berpotensi babak belur lagi.

Penyebabnya adalah semakin mencuatnya persepsi mengenai kenaikan suku bunga acuan sebanyak 4 kali pada tahun ini oleh the Federal Reserve. Hal ini terjadi pasca rilis data tenaga kerja yang menggembirakan pada hari Jumat.

Penciptaan lapangan kerja sektor non-pertanian periode Agustus diumumkan di level 201.000, mengalahkan konsensus yang dihimpun oleh Reuters yang sebesar 191.000. Sementara itu, tingkat pengangguran periode Agustus diumumkan di level 3,9%, sama dengan capaian periode Juli namun lebih tinggi dari ekspektasi yang sebesar 3,8%. Tingkat pengangguran yang sebesar 3,9% tetap saja merupakan level yang sangat rendah bagi AS.

Kuatnya kedua data tersebut lantas didukung oleh kenaikan rata-rata upah per jam periode Agustus yang sebesar 0,4% MoM, kenaikan terkencang pada tahun ini. Capaian tersebut juga cukup jauh di atas estimasi yang sebesar 0,2% MoM.

Sebagai informasi, data tenaga kerja merupakan salah satu pertimbangan utama the Fed dalam menentukan kebijakan suku bunganya. Data lainnya yang digunakan oleh the Fed adalah inflasi, dimana terkait hal ini the Fed disebut-sebut menggunakan Core Personal Consumption Expenditure (PCE) Index sebagai patokannya. Pada bulan Juli, Core PCE Indextumbuh sebesar 2% YoY, sudah sesuai dengan target inflasi the Fed yang sebesar 2%.

Mengutip situs resmi CME Group yang merupakan pengelola bursa derivatif terkemuka di dunia, berdasarkan harga kontrak Fed Fund futures per 8 September 2018, kemungkinan bahwa the Federal Reserve akan menaikkan suku bunga acuan sebanyak 4 kali pada tahun ini naik menjadi 77,6%, melonjak dari posisi per 6 September yang sebesar 68,6%.

Seiring dengan semakin mencuatnya persepsi mengenai kenaikan suku bunga acuan sebanyak 4 kali, dolar AS pun perkasa. Pada perdagangan kemarin, indeks dolar AS yang menggambarkan pergerakan greenback melawan mata uang utama dunia lainnya menguat sebesar 0,33%.

Rilis data tenaga kerja dan penguatan dolar AS yang signifikan terjadi kala pasar keuangan Indonesia sudah tutup. Ketika perdagangan dibuka kembali nantinya pada hari Senin (10/9/2018), hampir bisa dipastikan bahwa rupiah akan mendapatkan tekanan yang besar.

Kian Tipis

Di sisi lain, Bank Indonesia (BI) justru mengumumkan cadangan devisa per Agustus di level US$ 117,9 miliar, turun US$ 410 juta dari periode sebelumnya. Posisi ini merupakan yang terendah sejak Januari 2017. Penurunan cadangan devisa terjadi seiring dengan langkah BI dalam melakukan stabilisasi nilai tukar rupiah.

Foto: Infografis/Cadangan Devisa/Edward Ricardo

Mengkerutnya cadangan devisa tentu membuat amunisi dari bank sentral dalam menahan pelemahan nilai tukar kian terbatas. Investor yang khawatir mengenai hal ini bisa semakin terdorong untuk melepas rupiah dan beralih memeluk greenback.

TIM RISET CNBC INDONESIA




Diduga Frustasi ditinggal Pergi Istri, Zainudin Akhiri Hidup Menggantung Diri

Tembilahan, detikriau.org —  Zainuddin alias Utuh (27) warga jalan Pangeran Hidayat Kel Tembilahan Hilir Kec Tembilahan Kabupaten Inhil ditemukan menggantung ditiang konsen pintu wc, sabtu (8/9/2018) sekira pukul 17.30 Wib

Jasad korban pertama kali ditemukan oleh ibu kandungnya, Sarah (67). Saat diturunkan bersama suaminya Sahran (70), korban sudah tidak lagi bergerak.

Kejadian tersebut kemudian dilaporkan kepada pihak Kepolisian dan membawa korban ke RSUD Puri Husada Tembilahan untuk dilakukan Visum Et Repertum.

Dari hasil Visum, diketahui terdapat luka memar di bagian leher bekas jeratan tali, dan  tidak ditemukan tanda tanda kekerasan lain di tubuh korban. Korban diduga meninggal dunia karena kehabisan napas akibat jeratan tali.

Hasil penyelidikan sementara, korban diduga nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri disebabkan frustasi karena ditinggal pergi istrinya, dan membawa satu-satunya anak hasil pernikahan mereka.

“Saat ini Jenazah korban, telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk selanjutnya dikebumikan sebagaimana mestinya.” Sampaikan Kaolres Inhil AKBP Christian Rony Sik MH melalui Perwira Humas Ipda Heriman Putra, ahad (9/9/2018)./Am




Benarkan Penyebab Utama Diabetes dari Faktor Keturunan?

Foto: Net

Detikriau.org — Banyak orang yang percaya jika diabetes adalah penyakit yang disebabkan oleh faktor keturunan. Benarkan hal ini?

Sesorang dengan riwayat keluarga penderita diabetes memang memiliki resiko lebih tinggi menderita diabetes, namun pakar kesehatan menyebutkan bahwa penyebab utama diabetes ternyata bukanlah faktor keturunan, melainkan faktor gaya hidup.

Mereka yang memiliki riwayat keluarga menderita diabetes  sebaiknya menjaga pola makan. Misalnya dengan tidak terlalu banyak mengonsumsi gula dan kalori serta menjaga pola hidup sehat.

Hanya saja, bukan berarti orang yang bukan berasal dari keluarga dengan riwayat diabetes bisa menerapkan gaya hidup sembarangan. Mereka juga harus tetap menerapkan gaya hidup yang sehat agar tidak mudah terkena penyakit ini.

Dalam realitanya, masyarakat modern cenderung menyukai makanan yang kaya akan karbohidrat sederhana dan makanan yang digoreng. Selain itu, makanan dan camilan yang manis, hingga minuman kekinian yang kebanyakan juga memiliki rasa yang manis juga laris di pasaran dan disukai generasi muda. Padahal, berbagai makanan dan minuman ini bisa meningkatkan kadar gula darah dengan sangat cepat dan akhirnya memicu peningkatan risiko terkena diabetes.

Gaya hidup lain yang membuat kita lebih rentan terkena diabetes adalah kebiasaan malas bergerak. Tak hanya karena faktor pekerjaan, semakin banyak orang yang malas berolahraga, malas berjalan kaki, namun sering mengonsumsi camilan tidak sehat. Kombinasi dari berbagai hal inilah yang membuat diabetes lebih mudah datang.

Artikel ini sudah tayang dilaman doktersehat.com dengan judul “Keturunan Penyebab Utama Diabetes?”/ https://doktersehat.com/keturunan-penyebab-utama-diabetes/

Editor Am




#2019PrabowoPresiden Resmi Terdaftar di Kemenkumham

Calon presiden Prabowo Subianto. (CNN Indonesia/Hesti Rika)

Jakarta — Gerakan #2019PrabowoPresiden resmi terdaftar sebagai perkumpulan di Kementerian Hukum dan HAM. Gerakan tersebut telah disahkan pendiriannya dan memiliki badan hukum berdasarkan Keputusan Menkumham No. AHU-0010834.AH.01.07 tahun 2018.

Merujuk salinan Keputusan Menkumham dilansir CNNIndonesia.com, Kemenkumham memberikan pengesahan badan hukum Perkumpulan Tagar2019PrabowoPresiden yang berkedudukan di Jakarta Selatan.

Pengesahan diberikan sesuai dengan salinan Akta Nomor 1 tanggal 3 September 2018 yang dibuat oleh Ilwa di Kota Tangerang Selatan.

Keputusan Menkumham itu ditetapkan di Jakarta pada 3 September 2018 yang ditandatangani Plt Dirjen Admninistrasi Hukum Umum Cahyo Rahadian Muzhar atas nama Menkumham Yasonna Laoly.

“Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan,” mengutip salah satu kalimat dalam salinan Keputusan.

Inisiator yang juga ketua gerakan #2019PrabowoPresiden Sufmi Dasco Ahmad membenarkan hal tersebut. Dia mengatakan gerakan tersebut memang telah memiliki badan hukum dan disahkan oleh Kemenkumham.

“Iya, biar legal formal terpenuhi sehingga izin penyelenggaraan kegiatan tidak kesulitan,” ujar Dasco saat dihubungi CNNIndonesia.com, Sabtu (8/9).

Kepala Biro Humas Kemenkumham Ferdinand Siagaian belum merespons saat dihubungi untuk mengonfirmasi kebenaran Keputusan Menkumham tersebut.

Gerakan #2019PrabowoPresiden sendiri sudah dideklarasikan di Lampung pada Jumat kemarin (7/9). Deklarasi berjalan kondusif. Tokoh yang hadir dalam acara deklarasi antara lain Ahmad Dhani, Fauzi Baadilah, Sufmi Dasco Ahmad.

Sebelumnya, Dasco juga sempat menyatakan bahwa motif mencetuskan #2019PrabowoPresiden yakni agar tidak abu-abu.

Menurutnya, saat ini, segala jenis gerakan untuk menggalang dukungan mesti menggunakan nama Prabowo. Alasannya, karena hanya Prabowo yang telah terdaftar di KPU sebagai bacapres penantang Joko Widodo.

“Kalau saya kan, enggak senang di wilayah abu-abu. Kan, gitu lho. Jadi yang jelas-jelas saja. Di sana Jokowi, di sini Prabowo. Setop di situ,” kata Dasco kepada CNNIndonesia.com, Sabtu (1/9).

“Kita enggak tahu apakah yang #2019Gantipresiden itu satu visi penggantinya [Jokowi] itu Pak Prabowo [atau tidak]. Pokoknya semua yang satu visi Prabowo presiden, diajak. Kalau mau. Kan, begitu,” lanjutnya.