Gempa Inhil Gelar Diskusi Publik Soal Harga Kelapa

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Gerakan Masyarakat Peduli Kelapa (Gempa) Indragiri Hilir (Inhil) menyelenggarakan diskusi publik tentang harga perkelapaan di Pondok Indragiri Tembilahan, Rabu (12/9/2018).

Malam itu, tampak dihadiri sejumlah Instansi terkait seperti Disperindag, Disbun, Disnakertrans, Bagian Perekonomian Setdakab Inhil, Anggota DPRD Inhil, Akademisi, Ormas, mahasiswa dan sejumlah undangan lainnya.

Diskusi tersebut dimoderatori oleh Wandi SH MH. Pantauan awak media, diskusi berlangsung kondusif dan lancar hingga selesai.

Bahan yang dibicarakan adalah tentang harga kelapa, mulai penyebab harga kelapa rendah hingga berbagai solusi yang tersampaikan untuk menstabilkan harga kelapa.

Dari pemerintah sendiri, khususnya dari Disperindag Inhil memaparkan tentang upaya memberlakukan Sistem Resi Gudang (SRG) di Kabupaten Inhil.

“Kita dari pemerintah telah menyediakan dua Perda yakni Perda tentang SRG dan Tata Niaga. Selanjutnya, kita menyiapkan satu lagi yaitu Perda tentang BUMD. Dan ini juga diiringi dengan Perbup nantinya,” kata Sekretaris Disperindag Inhil, H Ismed Ahyani.

Presidium I Gempa Inhil, Said Anel Osman SH mengatakan bahwa terlaksananya diskusi publik tersebut sebagai langkah mencari sikap bersama antara Gempa dengan Pemerintah serta pihak lainnya.

REPORTER: mIRWAN




5 Data Ini Sekarang Sudah Bisa Diintip Ditjen Pajak

Foto: REUTERS/Willy Kurniawan

Jakarta – Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan mengaku sudah siap mengimplementasikan pertukaran data nasabah untuk kepentingan perpajakan (Automatic Exchange of Information/AEoI).

Melalui program ini, maka otoritas pajak bisa bertukar data keuangan secara otomatis dengan sejumlah pemangku kepentingan terkait untuk kepentingan perpajakan.

Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Humas Ditjen Pajak Hestu Yoga Saksama mengatakan ada lima data penting yang bakal dipertukarkan bersama negara mitra, melalui common transmission system (CTS).

“Datanya sesuai UU 9/2017, ada lima komponen,” ungkap Hestu saat berbincang dengan CNBC Indonesia, dikutip Kamis (13/9/2018).

Data-data yang dimaksud adalah identitas pemilik rekening, nomor rekening, identias lembaga keuangan, saldo rekening per 31 Desember 2017, dan penghasilan yang diperoleh dari rekening (bunga).

Foto: Aristya Rahadian Krisabella
Rasio Pajak

Selain berpotensi meningkatkan penerimaan negara, Ditjen Pajak memastikan bahwa implementasi AEoI bisa meningkatkan kepatuhan para pembayar pajak.

Sebagai informasi, sebanyak 102 negara telah berkomitmen untuk mengimplementasikan AEoI. Namun dari jumlah tersebut, Indonesia hanya 88 negara yang akan bertukar data dengan Indonesia.

Ke-88 negara ini adalah yurisdiksi asing yang memang terikat kerjasama dengan pemerintah Indonesia dalam perjanjian internasional yang memiliki kewajiban untuk menyampaikan informasi keuangan otomatis.

Dari jumlah tersebut, ada 73 negara yang nantinya akan bertukar informasi secara resiprokal. Sebanyak 11 yurisdiksi memutuskan untuk mengirimkan informasi kepada Indonesia secara non resiprokal pada September 2018 tanpa mengharapkan data apapun dari Indonesia.

Sementara empat lainnya, akan bertukar informasi secara resiprokal dengan Indonesia mulai September 2019.

sumber: CNBC




Menahan Kentut Bikin Napas Bau?

Foto: Net

Detikriau.org — Karena tidak ingin mengganggu orang lain atau berada di dalam situasi yang penting, banyak orang yang memilih untuk menahan kentut meskipun mereka sudah sangat ingin melakukannya. Sebagai informasi, dalam sehari, kita bisa mengeluarkan gas kentut setidaknya mencapai setengah liter. Jika kita sampai menahannya, maka dikhawatirkan perut akan menjadi terasa tidak nyaman.

Hanya saja, ada sebagian masyarakat yang percaya jika kita terbiasa menahan kentut, maka gas yang tidak kunjung dikeluarkan lewat dubur ini akan dikeluarkan tubuh melalui mulut kita. Konon, gas kentut ini bahkan bisa bersirkulasi di dalam tubuh dan membuat napas atau bahkan bau badan kita menjadi lebih bau. Sebenarnya, apakah anggapan ini benar adanya?

Dilansir doktersehat.com, hal ini ternyata bisa saja terjadi! Sebuah penelitian yang dilakukan di University of Newcastle, Negara Bagian New South Wales, Australia, menemukan fakta bahwa jika kita menahan gas kentut, apalagi jika gas ini sampai terakumulasi dalam jumlah yang sangat banyak di dalam perut, maka hal ini akan menyebabkan distensi abdomen. Kondisi ini membuat beberapa gas justru diserap kembali oleh usus dan akhirnya dikeluarkan kembali melalui saluran pernapasan.

Jika hal ini sering dilakukan, kita justru akan mengalami kesulitan untuk mengendalikan kentut di kemudian hari dan berisiko terkena masalah diverculitis atau peradangan pada usus. Kondisi ini tentu tidak bisa disepelekan begitu saja.

Memang, banyak peneliti yang menganggap hasil penelitian ini sebagai sesuatu yang kontroversial dan perlu dikaji lebih mendalam, hanya saja, pakar kesehatan sepakat jika menahan kentut memang tidak baik untuk kesehatan. Jika memang sudah ingin melakukannya, segeralah pergi ke toilet atau menjauh dari kerumuman demi mengeluarkannya tanpa mengganggu orang lain.




Emosi Tersulut, WD Hajar Oknum Kades di Pulau Burung dengan Dua Butir Buah Kelapa

Dua butir buah kelapa yang dipergunakan pelaku untuk menghajar oknum Kades

Pulau Burung, detikriau.org – Gunakan dua butir buah kelapa, WD (47) warga Dusun 2 Mekarti Jaya Desa Keramat Jaya hajar salah seorang oknum Kepala Desa di Kecamatan Pulau Burung, SN (48). Akibat peristiwa yang terjadi di kanal blog 20 Desa Keramat Jaya Kecamatan Pulau Burung, selasa (11/9) sekira pukul 09.20 Wib ini, korban dan pelaku mengalami sejumlah luka-luka.

Menurut keterangan Kapolres Inhil AKBP Christian Rony, S.I.K., M.H., melalui Kapolsek Pulau Burung IPTU Junaidi, peristiwa bermula saat korban dan istrinya bermaksud hendak menghadiri peringatan Tahun Baru Islam 1440 H di Desa Sapta Jaya dengan berkendaraan sepeda motor.

Setibanya di TKP korban bertemu dengan WD, pemilik kapling yang saat itu sedang memuat buah kelapa kedalam pompong miliknya. SN-pun menghentikan laju kendaraannya dan menghampiri WD dan bertanya penyebab batang kelapa yang ada di kaplingnya belum ditumbang. Padahal berdasarkan hasil musyawarah di Kantor Desa Keramat Jaya, telah disepakati bahwa batang kelapa yang mengarah ke tepi kanal dan mengganggu arus atau jalur kanal harus ditebang sendiri oleh pemiliknya.

Namun pertanyaan korban tidak diterima dengan baik oleh WD, sehingga yang tejadi malah timbul pertengkaran. Tersulut emosi lantas WD mengambil dua buah kelapa yang telah dikupas kulitnya dan langsung memukulkannya ke bagian kepala dan pipi sebelah kiri SN. Setelah itu, terjadi perkelahian, dan mengakibatkan SN terjatuh.

Dalam pergumulan itu WD lalu mencekik leher SN, hingga akhirnya dilerai oleh warga lainnya yang ada di TKP.

Akibat kejadian ini korban mengalami sejumlah luka memar pada kepala  bagian belakang sebelah kiri, luka memar pada pipi sebelah kiri, luka gores di bagian pelipis mata dan luka bekas gigitan pada jari manis. Sementara WD mengalami luka bekas gigitan pada lengan dan luka memar akibat pukulan dengan menggunakan bambu.

“Saat ini kasus tersebut masih dalam penanganan Unit Reskrim Polsek Pulau Burung.” Sampaikan Kapolsek./Am




Berinovasi Membangun Desa Sejahtera untuk Generasi Millenial 

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Anggota Dewan Provinsi Riau, H Agus Triansyah menghadiri penutupan Pelatihan Peningkatan Kapasitas Pendamping Lokal Desa (PLD) oleh satuan Kerja (Satker) Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (P3MD) Provinsi Riau, belum lama ini.

Acara tersebut juga dihadiri Sekretaris Jendral (Sekjen) Kemendes Anuwar Sanusi, Kepala Dinas (Kadis) Pemberdayaan Desa Provinsi Riau Syarifuddin Ar.

Secara umum tugas pokok dan fungsi pendamping lokal desa adalah mendampingi desa dalam penyelenggaran pemerintah desa, kerjasama antar desa, pengembangan Bumdes dan fasilitasi pembangunan yang bersekala lokal desa.

H Agus Triansyah bersama Sekjen Kemendes Anuwar Sanusi, Kadis PMD Riau pada pelatihan peningkatan kapasitas PLD

Selain itu, mendampingi desa dalam perencanaan pembangunan dan keuangan desa, mendampingi desa dalam pelaksanaan pembangunan desa, mendampingi masyarakat desa dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat dan desa, mendampingi desa dalam pemantauan dan evaluasi kegiatan pembangunan desa.

Agus berharap, pelatihan tersebut dapat  meningkatnya kapasitas para peserta selaku pendamping lokal desa,  berupaya meningkatkan peran serta dalam tugas pokok dan fungsi pendampingan desa kedepan.

“Tentunya kita berharap yang terbaik, dengan adanya pelatihan ini, dapat meningkatkan kualitas para pendamping desa untuk menjadikan desa semakin jaya khususnya desa-desa di Kabupaten Inhil,” kata Agus yang juga sebagai dewan pembina APDESI.

Foto bersama usai penutupan pelatihan peningkatan kapasitas PLD

Disamping itu, semoga katanya juga bisa wujudkan satu desa satu pustaka, di desa langsung pusat belajar masyarakat ada disitu karena bagaimana orang terampil karena membaca.

“Dan juga untuk masyarakat inovatif harus membaca di desa terbatas akses, balai desa jadi motor, untuk mewujudkan generasi milenial didesa sudah bisa mengakses wifi di perpustakaan. Melalui pendampingan desa, desa harus bertanpormasi menjadi desa yang sejahtera dan melenial,” harapnya./adv

Reporter: Mirwan




Sambut Tahun Baru Islam 1440 H, FIAI UNISI Gelar Stadium General

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Fakultas Ilmu Agama Islam (FIAI) Universitas Islam Indragiri (UNISI) menggelar Stadium General di Gedung Engku Kelana, Tembilahan, Selasa (11/9/2018).

Kegiatan tersebut dalam rangka menyambut tahun baru Islam 1440 H dengan tema Peluang dan Tantangan Fakultas Ilmu Agama Islam di Era Milenial dan Pemberdayaan Ekonomi Umat Melalui Unit Pengumpulan Zakat (UPZ).

Pagi itu, tampak dihadiri Dekan FIAI UNISI Dr Ridhoul Wahidi, para dosen, Ormas dan ratusan mahasiswa UNISI.

Panitia pelaksana juga menghadirkan 2 pemateri yakni Ust Dr H Musthafa Umar Lc MA seorang Pakar Tafsir serta Rektor Institut Sains Alqur’an Rokan Hulu dan Imam Besar Masjid Agung Annur Pekanbaru, pemateri kedua adalah Ust Subagio Lc seorang Komisioner Baznaz.

Dekan FIAI menyampaikan ucapkan terima kasih kepada Pemda Inhil dalam hal ini Disparporabud Kabupaten Inhil, Pejuang Subuh Tembilahan, Pemateri, Panitia dan juga Seluruh kalangan yang membantu kegiatan tersebut.

“Selamat Tahun Baru Islam Ke 1440 H ini semoga kita Hijrah kedepan untuk yang lebih baik lagi,” kata Dr Ridhoul Wahidi.

Dijelaskan, kegiatan ini bermaksud agar para mahasiswa paham akan kondisi saat ini (Milenial) yaitu tantangan untuk masa depan bagi dunia Pendidikan di Negeri, terkhusus Tembilahan serta memahami membangun Ekonomi umat melalui Zakat.

Reporter: Mirwan