Kapolres Inhil Cup I Open Drag Bike 2018 Resmi di Buka

Tembilahan, detikriau.org — Drag Bike Open 1 Tahun 2018 yang digelar Polres Indragiri Hilir (Inhil) resmi dibuka. Perlombaan yang diselenggarakan di jalan Swarna Bumi Tembilahan selama 2 hari (22-23 September 2018) ini diikuti sebanyak 200 peserta.

“Ajang ini bisa jadi ajang penampung bakat, dengan adanya acara ini mudah-mudahan bisa meminimalisir remaja yang ugal-ugalan, kita tampung, uji kekuatannya dan sportifitas tentunya,” ujar Kapolres Inhil AKBP Cristian Rony Putra yang diwakili Kabag Sumda Kompol James Sibarani

Menurutnya, kegiatan ini terlaksana dengan rasa kebangaan, bagaimana tidak, dengan keikutsertaan sejumlah peserta luar provinsi termasuk Palembang akan memacu pelaksana agar kegiatan ini dapat berkelanjutan.

Sementara itu, Plh Asisten III Setdakab Inhil Sudinoto mengatakan, Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir sangat menyambut baik dengan di adakannya kegiatan tersebut.

“Ini bisa jadi sarana menyaring pembalap yang handal dan dapat mengikuti ajang bergengsi  nantinya,” kata Sudinoto

Selain itu, Sudinoto juga berpesan kepada seluruh peserta yang mengikuti ajang tersebut agar menunjukan skill dengan semangat pantang menyerah dan menjunjung sportifitas.

“Saya apresiasi semua yang sudah berperan semoga ini menjadi ajang yang benilai positif di masyarakat Inhil dan semoga kedepannya bisa dilaksanakan kembali,” imbuhnya.

Terakhir dia mengingatkan, generasi muda Inhil agar hindari perbuatan yang melanggar norma dan hukum seperti balap liar dan ugal ugalan dijalanan./rul




Canda Prabowo: Bu Susi Bisa Direshuffle Sebut Negara Rugi Rp 2.000 T

 

Prabowo Subianto dalam acara Ngobrol Bersama 300 Jenderal dan Para Intelektual. (Foto: Darin Atiandina/kumparan)

detikriau.org — Prabowo Subianto kembali menyampaikan bahwa kekayaan Indonesia banyak yang tidak dinikmati oleh rakyat. Kekayan Indonesia, kata Prabowo, justru banyak dinikmati bangsa lain. Ia menegaskan bahwa kekayaan Indonesia telah bocor.

Menurut dia, hal itu karena sistem ekonomi Indonesia telah menyimpang dari filosofi ekonominya sebagaimana yang terkandung di Pasal 33 UUD 1945.

diberitakan kumparan.com, Hal itu diungkapkan oleh Prabowo dalam acara Ngobrol Bareng Bersama 300 Jenderal dan Para Intelektual dengan tema Ekonomi Kerakyatan Sebagai Solusi Tatanan Ekonomi Indonesia dan Global di Hotel Sari Pacific, Jakarta Pusat, Sabtu (22/9).

“Jadi sistem sekarang membuat tidak ada kekayaan nasional yang tinggal di Republik Indonesia. Tidak ada, keuntungan bangsa, nilai tambah bangsa, akibat sistem ini, mengalir keluar,” kata Prabowo.

Ia mengaku banyak orang tidak percaya dengan apa yang dia sampaikan. Akibatnya, ia menyatakan kerap ditertawakan, bahkan mendapatkan cemoohan.

“Waktu saya bicara kebocoran Rp 1.000 triliun yang saya hitung, waktu itu saya diejek, saya ditertawakan. Tapi saya tidak gentar, baru ditertawakan, belum ditembak oleh musuh, kan begitu,” ucapnya.

Namun, ia mengklaim bahwa apa yang disampaikan terkait kebocoran kekayaan Indonesia saat ini telah dibenarkan oleh para menteri di kabinet pemerintahan sekarang, seperti yang disampikan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti.

“Ternyata banyak menteri dari pemerintah sekarang mengatakan, malah lebih dari saya. Ibu Susi mungkin sebentar lagi kena reshfuffle beliau ini, jawabannya kurang enak. Jadi beliau mengatakan kerugian negara Rp 2.000 triliun, sampai Rp 3.000 triliun, bayangkan di sektor ikan saja,” ujar Prabowo.

“Saya masih konservatif, saya katakan Rp 1.000 triliun,” sambungnya seraya tertawa.

Selain itu, ada juga Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution yang juga menyinggung soal kekayaan Indonesia yang tidak tinggal di Indonesia.

“Pak Darmin sendiri mengatakan, ada ekonomi bocor karena devisa tidak kembali. Berarti kan bener, aliran kekayaan keluar. Jadi saudara-saudara, jadi buku saya sudah dibenarkan pemerintah, oleh tokoh-tokoh pemerintah sekarang,” pungkasnya.

 




Jokowi: Ajak Tak Saling Fitnah. Prabowo: Pemilu Bukan untuk Mencari Kesalahan

Calon Presiden Prabowo Subianto (kiri) dan Joko Widodo (kanan) memperlihatkan nomor urut usai pengundian di KPU. (REUTERS/Darren Whiteside)

Jakarta — Calon presiden RI nomor urut satu, Joko Widodo, mengimbau agar ajang Pemilu 2019 tak dijadikan ajang saling menjelekkan dan memfitnah satu sama lain.

“Saya mengajak kita semuanya menjauhkan dari saling memfitnah, mencemooh, menjelekkan,” kata dia, dalam pidatonya di Kantor KPU, Jakarta, Jumat (31/9) dilansir CNN Indonesia.

Menurutnya, fitnah dan upaya menjelekkan tersebut bukan etika dan nilai yang baik diterapkan di Indonesia.

“Jadi ini bukan etika yang kita anut yaitu nilai-nilai ke-Indonesia-an,” kata dia.

Sementara itu, calon presiden RI nomor urut dua Prabowo Subianto menyerukan kepada seluruh rakyat Indonesia untuk merayakan pemilihan presiden (pilpres) 2019 dengan sejuk dan damai.

Prabowo juga berpesan agar pemilu menjunjung tinggi kekeluargaan demi mencari pemimpin yang terbaik untuk bangsa. Dia berharap dengan suasana kekeluargaan, semua pihak tidak perlu mencari kesalahan.

“Pemilu semangat kekeluargaan mencari yang terbaik untuk bangsa. Bukan untuk mencari kesalahan atau kekurangan masing-masing,” tegas Prabowo saat pidato politik usai menagabil nomor urut di kantor KPU, Jakarta, Jumat (21/9) dilansir CNN Indonesia.

Prabowo juga berharap agar semua pihak merasakan sebagai satu keluarga besar NKRI. Dengan begitu, seluruh rakyat akan menganggap semua persoalan bangsa sebagai persoalan keluarga sendiri.

Lebih lanjut, Prabowo juga berharap semua pihak selalu bersikap tenang dan tidak emosional serta menahan diri. Demokrasi, kata dia, harus dijunjung dengan tenang demi kepentingan dan masa depan anak cucu bangsa.

Dalam pengambilan nomor urut malam ini, pasangan Joko Widodo dan Ma’ruf Amin mendapatkan nomor urut satu (1) sedangkan Prabowo Subianto dan Sandiaga Salahuddin Uno mendapatkan nomor urut dua (2) pada pilpres 2019.

Editor: Am




Keluhan Peserta Ini Layak dijadikan Masukan Perbaikan Event Gema Muharam di Inhil Kedepan

Tembilahan, detikriau.org – Rangkaian perayaan Gema Muharam 1440 H di Kabupaten Indragiri Hilir baru saja berlalu. Kesuksesan panitia sejak awal hingga pucak peringatan yang dipusatkan dilapangan upacara Gadjah Mada Tembilahan, kamis (20/9) patut diapresiasi. Namun sematang apapun persiapan, cela mungkin saja tidak seluruhnya terkesampingkan.

Sebagaimana keluhan sejumlah pelajar yang ikut hadir sebagai peserta.

Salah seorang siswi setingkat SMA di kota Tembilahan mengkritisi teknis kegiatan yang dirangkai dengan buka bersama itu. Ia mengaku kecewa tidak kebagian panganan dan terpaksa harus membeli diwarung terdekat untuk sekedar mengganjal perut setelah seharian berpuasa.

“Kecewa aja. Pembagiannya berdesakan, eh pas sudah giliran, ternyata bubur asuranya sudah habis. Nasib saya apes, mana perut udah laper,” Ujar remaja yang mengelak untuk sebutkan namanya ini sembari tersenyum kecut

Meski tidak seluruh panganan habis, sejenis kue berbahan beras pulut yang tersisa menurutnya tidak bisa ia konsumsi disebabkan penyakit magh yang ia derita.

Rekan pelajar putri lainnya menyampaikan, pembagian bubur asura tidak dilakukan secara serentak oleh masing-masing stand. Akibatnya, saat ada stand yang mulai membagikan, peserta yang ingin mendapatkan saling berdesakan.

Lucunya, menurut sekelompok remaja ini tidak satu dua mereka menyaksikan ada peserta yang sudah mendapatkan bubur asura berupaya mendapatkan kembali saat ada stand lainnya yang baru saja membagikan.

“artinya ada yang mendapatkan lebih dan tidak sedikit justru malah tidak kebagian” ujarnya dan juga di-iyakan beberapa rekan siswi lainnya.

“ini kami berlima cuman kebagian dua porsi bubur asura,” ucapnya sembari diiringi tawa kecil dan berlalu./Am




Pilpres 2019: Jokowi-Ma’ruf Nomor 1, Prabowo-Sandi Nomor 2

Pasangan Capres-Cawapres 2019: Joko Widodo (capres), Ma’ruf Amin (cawapres), dan Prabowo Subianto (capres, kanan), Sandiaga Uno (cawapres, kiri). (Foto: Nugroho Sejati/kumparan, Fanny Kusumawardhani/kumparan)

Jakarta — Dua pasangan calon presiden dan wakil presiden Joko Widodo-Ma’ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mengikuti pengundian nomor urut sebagai kandidat di Pilpres 2019.

Pengundian itu digelar di kantor KPU, Jalan Imam Bonjol, Jakarta, Jumat (21/9). Hasilnya, pasangan Jokowi-Ma’ruf mendapat nomor urut 1, sementara Prabowo-Sandi mendapat nomor urut 2.

Dilansir kumparan.com, Nomor urut diundi dengan cara pertama menentukan lebih dulu siapa yang akan mengambil nomor urut. Bagian ini diwakilkan cawapres yaitu Ma’ruf Amin dan Sandiaga Uno. Hasilnya Sandi lebih dulu mengambil gulungan kemudian Ma’ruf Amin.

Setelah itu, membuka gulungan nomor urut. Saat dibuka bersamaan, diketahui pasangan Jokowi-Ma’ruf mendapat nomor urut 1 dan Prabowo-Sandi nomor urut 2.

“Pasangan Joko Widodo-Ma’ruf Amin nomor urut 1, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno nomor urut 2,” ucap ketua KPU Arief Budiman.

Setelah mendapat nomor urut, kedua kandidat akan mengikuti deklarasi kampanye damai di Monas, besok pagi. Kemudian mereka resmi bertempur dalam kampanye sejak 23 September 2018 hingga 13 April 2019.

Sementara pemungutan suara digelar pada 17 April 2019.

 




Bupati Inhil Besuk Indra Muchlis Adnan di RSUD Puri Husada Tembilahan

Tembilahan, detikriau.org — Bupati Kabupaten Inhil, HM Wardan besuk H Indra Muchlis Adnan di RSUD Puri Husada Tembilahan, Jum’at (21/9/2018). Mantan Bupati Inhil dua periode itu dirawat di ruang VIP Anggrek 2.

“Setelah mendapat kabar bahwa Beliau (Indra Muchlis Adnan, red) sedang dirawat, Saya pun berinisiatif menjenguknya,” ujar HM Wardan

Belum diketahui penyakit apa yang diderita oleh Ketua Pembina Yayasan Tasik Gemilang tersebut. Kendati demikian, Bupati Inhil berharap agar Indra Muchlis Adnan dapat segera sembuh seperti sediakala.

“Pastinya saya mendoakan agar Beliau lekas pulih dan dapat beraktifitas kembali seperti biasa. Semoga juga Beliau dapat diberikan kesabaran, anggap ini sebuah cobaan dari Allah yang akan meningkatkan iman kita selaku manusia,” Doakan Bupati.

Berdasarkan pantauan, tidak terdapat pembicaraan khusus diantara keduanya. Lebih lagi, terkait politik daerah jelang Pileg dan Pilpres. “Tidak, tidak ada pembicaraan yang spesifik,” tukas Bupati yang bergegas pergi untuk bersiap melaksanakan Shalat Jum’at./Am