Popularitas Caleg Tidak Menjamin Tingginya Pemilih
Foto: net
Detikriau.org — Popularitas caleg tidak menjamin adanya korelasi yang lurus dengan elektabilitas atau keterpilihan dari masyarakat.
Begitu kata Direktur Eksekutif Lingkar Kajian Komunikasi Politik (LKKP), Adiyana Slamet.
Menurutnya ada dua tahap yang harus dilewati para caleg untuk mempunyai elektabilitas. Pertama, menyapa konstituen atau pemilih dengan mencoba merespon permasalahan yang dihadapi masyarakat.
Kedua, setelah dikenal konstituennya, barulah melewati proses penerimaan masyarakat terhadap caleg tersebut.
“Ketika para caleg sudah melewati dua proses tersebut, atau membangun komunikasi politik dengan pemilih maka keterpilihannya atau elektabilitasnya akan ada,” ucap Adiyana saat dihubungi Kantor Berita RMOLJabar, Jumat (19/10).
Adiyana menambahkan, pemilih atau konstituen perlu diyakinkan melalui proses pendekatan yang cukup panjang, sehingga tidak hanya mengedepankan popularitas caleg tersebut.
Menurutnya proses mendapatkan elektabilitas itu harus melalui waktu yang panjang, membangun kedikenalan, dan membangun pemikiran masyarakat.
“Baru disitu muncul elektabilitas atau keterpilihan dari caleg tersebut tinggi,” pungkas Adiyana.
Wabup Resmi Tutup Penyelenggaraan MTQ Ke – 48 Tingkat Kabupaten Inhil Tahun 2018
Penyerahan tropy juara umum oleh Wabup Inhil H Rosman Malomo yang diterima oleh Camat Kecamatan Tembilahan Hulu M Nazar. (Foto: Arsip Diskominfops Inhil)
Teluk Pinang, detikriau.org — Wakil Bupati Kabupaten Inhil, H Rosman Malomo secara resmi menutup penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Ke – 48 Tingkat Kabupaten Inhil Tahun 2018 yang dipusatkan di Kelurahan Teluk Pinang, Kecamatan Gaung Anak Serka. Juara umum seni baca kitab suci Al Qur’an ini diraih oleh Kecamatan Tembilahan Hulu, Jum’at (19/10/2018) siang.
Dalam pidato penutupannya, Wabup mengatakan penyelenggaraan MTQ merupakan ikhtiar bersama dalam membumikan Al – qur’an, membangun generasi qurani yang senantiasa membaca, mengkaji, mentataburi dan mengamalkan kitab suci al-qur’an dalam kehidupan sehari – hari di ‘Negeri Seribu Parit’.
“Alhamdulillah, kita patut bersyukur karena seluruh rangkaian kegiatan dalam rangka MTQ tingkat Kabupaten Inhil kali ini terlaksana dengan baik dan sukses,” ujar Wabup.
Penyerahan uang pembinaan kepada Juara Umum MTQ ke 48 Tingkat Kab Inhil oleh Wakil Bupati H Rosman Malomo. Dalam penyerahan ini juga tampak hadir dua Wakil DPRD Inhil,yakni, DR H Sahrudin (pojok kiri) dan DR Feryandi (dua dari kiri).
Kesuksesan pelaksanaan MTQ, menurut Wabup, ditandai dengan antusiasme dan partisipasi masyarakat Kabupaten Inhil, terutama yang berada Kecamatan Gaung Anak Serka dan sekitarnya yang terbilang cukup tinggi.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Inhil kami merasa bangga dan sangat mengapresiasi sambutan masyarakat tersebut. Kami berharap melalui MTQ ini kita dapat melahirkan Qori dan Qoriah, Hafiz dan Hafizah, Mufasir dan Mufasirah dan peserta cabang MTQ lainnya yang terbaik, unggul dan potensial yang akan mewakili Inhil dalam MTQ tingkat Provinsi Riau,” kata Wabup.
Dengan penyelenggaraan MTQ kali ini, Wabup berharap akan lahir bibit qori dan qoriah yang berkualitas. Wabup juga mengucapkan terima kasih kepada para pihak yang telah berpartisipasi dan turut menyukseskan penyelenggaraan.
Tidak ketinggalan pula, Wabup mengucapkan selamat kepada para pemenang dalam MTQ Ke – 48 Tingkat Kabupaten Inhil Tahun 2018 yang diselenggarakan di Teluk Pinang, Kecamatan Gaung Anak Serka.
“Kami berpesan jangan cepat berpuas dan berbangga diri apalagi terlena. Prestasi yang dicapai haruslah terus ditingkatkan guna menghadapi MTQ di tingkat Provinsi Riau yang akan datang,” imbau Wabup.
Untuk diketahui, Juara Umum I (Pertama) MTQ Ke – 48 Tingkat Kabupaten Inhil Tahun 2018 ini diraih oleh Kecamatan Tembilahan Hulu. Disusul dengan Kecamatan Kateman dan Kecamatan Mandah masing – masing di peringkat Kedua dan Ketiga. Pada posisi Keempat diraih oleh Kecamatan Keritang dan Kecamatan Gaung bercokol pada posisi Kelima.
Penutupan dilaksanakan sekaligus juga dengan pengumuman pemenang stand Bazaar MTQ untuk 2 (Dua) Kategori, yakni Kecamatan dan Umum.
Untuk stand Bazaar kategori Kecamatan, Tuan Rumah, Kecamatan Gaung Anak Serka dinobatkan sebagai pemenang pertama. Kecamatan Keritang dan Kecamatan Tempuling berada di tempat kedua dan ketiga.
Sedangkan, stand bazaar kategori umum berhasil dimenangkan oleh Dinas Pariwisata, Kepemudaan, Olahraga dan Kebudayaan Kab Inhil, diikuti oleh Kantor Cabang Dinas Pendidikan Tingkat Provinsi Riau serta Dinas Perdagangan dan Perindustrian menjadi pemenang Kedua dan Ketiga.
Penyerahan hadiah bagi para pemenang dilakukan oleh Wakil Bupati Kabupaten Inhil, H Rosman Malomo./ Amrulah
The Fed Kurang ‘Menggigit’, Rupiah Menguat ke Level 15.187
Nilai tukar rupiah berada di posisi Rp15.187 per dolar Amerika Serikat pada perdagangan pasar spot sore ini, Jumat (19/10), menguat 8 poin atau 0,05 persen. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono).
Jakarta — Nilai tukar rupiah berada di posisi Rp15.187 per dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan pasar spot sore ini, Jumat (19/10). Posisi ini menguat 8 poin atau 0,05 persen dari Kamis (18/10) di Rp15.195 per dolar AS.
Sebaliknya, kurs referensi Bank Indonesia (BI), Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) menempatkan rupiah di posisi Rp15.221 per dolar AS. Posisi ini melemah 34 poin dari kemarin sore di Rp15.187 per dolar AS.
Di kawasan Asia, sejumlah mata uang turut menguat bersama rupiah. Peso Filipina menguat 0,42 persen, won Korea Selatan 0,26 persen, rupee India 0,21 persen, dolar Singapura 0,2 persen, renminbi China 0,1 persen, dan baht Thailand 0,09 persen. Namun, dolar Hong Kong melemah 0,02 persen, ringgit Malaysia minus 0,03 persen, dan yen Jepang minus 0,22 persen.
Begitu pula dengan mata uang utama negara maju, mayoritas bersandar di zona hijau. Dolar Kanada menguat 0,28 persen, dolar Australia 0,18 persen, poundsterling Inggris 0,14 persen, dan rubel Rusia 0,04 persen. Hanya franc Swiss dan euro Eropa yang melemah, masing-masing minus 0,05 persen dan minus 0,02 persen.
Analis Monex Investindo Dini Nurhadi Yasyi mengatakan penguatan rupiah hari ini dipengaruhi oleh hilangnya efek dari pernyataan bank sentral AS, The Federal Reserve ke pasar keuangan.
Sebelumnya, dalam risalah rapat, The Fed memberi sinyal tetap agresif (hawkish) untuk mengerek tingkat bunga acuan pada Desember mendatang. Pernyataan itu sempat membuat pasar bereaksi dan sejumlah mata uang melemah, termasuk rupiah.
“Mungkin karena sudah di-respons sejak lama, jadi level rupiah di kisaran Rp15 ribu per dolar AS ini bisa dibilang sudah ‘mentok’, sehingga efek The Fed tidak bertahan lama,” ujar Dini kepada CNNIndonesia.com, Jumat (19/10).
Meski begitu, Dini bilang, sejatinya indeks dolar AS masih cukup kuat. Begitu pula dengan imbal hasil surat utang AS (yield US Treasury) yang masih cukup meyakinkan. “Ini seharusnya bisa jadi tekanan, tapi ternyata tidak terjadi hari ini,” imbuhnya.
Untuk pekan depan, Dini memperkirakan rupiah akan bergerak di rentang Rp15.100-15.240 per dolar AS dengan kecenderungan stabil. Artinya, sekalipun rupiah menguat atau melemah pada pekan depan, pergerakannya tidak akan terlalu signifikan.
Sementara itu, sentimen yang diperkirakan bakal mempengaruhi rupiah pada pekan depan, yaitu pengumuman hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI pada 23 September 2018. Pada RDG BI kali ini, menurutnya, pasar berekspektasi bank sentral nasional akan mempertahankan tingkat bunga acuan di level 5,75 persen.
Sumut, detikriau – Gempa bumi berkekuatan 5 Magnitudo mengguncang Kota Sibolga, Sumatera Utara. Gempa terjadi pukul 05:12:15 WIB.
Dari laman resmi, BMKG merilis bahwa pusat gempa berada di 23 km Timur Laut dari Sibolga atau pada titik koordinat 1.81 Lintang Utara dann 98.98 Bujur Timur.
Namun BMKG memastikan gempa pada kedalaman 146 km itu tidak berpotensi tsunami.
Hingga saat ini belum diperoleh informasi terkait dampak aktifitas seismik ini.
Miliki Konten ISIS di Ponsel, WNI di Malaysia di Vonis 1,5 Tahun Penjara
Ilustrasi (REUTERS/Olivia Harris)
Jakarta, detikriau.org — Muhammad Andi Pribadi alias Mohd Al-Arshy (24) divonis 18 bulan (1,5 tahun) penjara oleh Mahkamah Tinggi Kuala Lumpur. Vonis ini dijatuhkan kepada Warga Negara Indonesia (WNI) asal Jawa Timur ini atas kepemilikan konten foto dan video yang berkaitan dengan kelompok teroris ISIS.
Andi yang menjadi pekerja konstruksi di negri jiran ini kedapatan memiliki lima foto dan sembilan video yang berkaitan dengan ISIS di perangkatnya.
Kepolisian menjerat Andi dengan Pasal 130JB (1)(a) KUHP dengan hukuman maksimal tujuh tahun penjara.
Kepada CNNIndonesia.com, Duta Besar RI untuk Malaysia Rusdi Kirana membenarkan kabar tersebut. Rusdi menyebut saat ini Andi telah dipindahkan ke Penjara Kajang Lelaki, Selangor.
Rusdi mengatakan Andi ditangkap Unit E8M Departemen Pembeantasan Terorisme Kepolisian Diraja Malaysia (PDRM) pada 17 Januari 2018 di kawasan Brickfields, Kuala Lumpur.
Andi mengakui memiliki seluruh konten berbau terorisme tersebut. Rusdi memaparkan Andi juga mengaku bahwa dirinya memang memiliki simpati terhadap ISIS sejak 2017 lalu, demikian diberitakan The Star.
Rusdi memaparkan Andi bahkan mengaku cukup aktif terlibat di media sosial Facebook dan grup Whatsapp yang terkait kegiatan ISIS.
“Sejak itu, satgas Pelayanan WNI KBRI terus memonitor perkembangan proses hukum yang bersangkutan,” kata Rusdi melalui pesan singkat pada Kamis (18/10).
Andi semula ditangkap dengan tuduhan merencanakan aksi teror terhadap markas besar PDRM Bukit Aman dan serangan terhadap Biksu Buddha di kawasan Jalan Pudu Kuala Lumpur dengan pisau pada Novemer 2017 lalu.
Jika terbukti bersalah, Andi terancam pidana maksimal 30 tahun penjara.
“Namun, Andi membantah melakukan rencana teror tersebut,” ujar Rusdi.
Editor : Faisal
Artikel ini sudah tayang dilaman CNNIndonesia.com dengan judul “WNI Dipenjara 1,5 Tahun Akibat Miliki Konten ISIS di Ponsel”/ https://www.cnnindonesia.com/internasional/20181018184417-106-339627/wni-dipenjara-15-tahun-akibat-miliki-konten-isis-di-ponsel
Sekda Inhil Serahkan Bantuan 15 Unit Perahu Motor dan Alat Tangkap Perikanan untuk Nelayan Dusun Perisai
Sekda Inhil H Said Syarifuddin saat menyerahkan bantuan perahu dan alat tangkap perikanan kepda masyarakat nelayan. (Foto: Diskominfops Inhil)
Mandah, detikriau.org — Sekretaris Daerah Kabupaten Inhil, H Said Syarifuddin menyalurkan bantuan 15 unit perahu motor 0,5 GT beserta alat tangkap perikanan kepada masyarakat nelayan Dusun Perisai, Desa Batang Tumu, Mandah, Rabu (17/10/2018).
Bantuan yang berasal dari program Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia khusus diperuntukan bagi nelayan – nelayan kecil di wilayah perairan Kecamatan Mandah.
Bantuan tersebut diserahkan melalui perwakilan Direktorat Pendayagunaan Pulau – Pulau Kecil Kementerian Kelautan dan Perikanan RI, Sukaptono kepada Sekda Inhil yang sekaligus juga menjabat sebagai Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Inhil.
Penyerahan bantuan disaksikan langsung oleh Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Inhil, H Mukhtar T, Camat Mandah, Babinsa dan tokoh masyarakat setempat.
Foto bersama usai penyerahan bantuan
Dalam sambutannya Sekda mengatakan, nelayan yang tergabung dalam Kelompok Usaha Bersama Dusun Perisai, Desa Batang Tumu Kecamatan Mandah ini patut bersyukur dengan didapatkan bantuan ini.
Sekda berharap masyarakat nelayan yang telah menerima bantuan dapat memanfaatkannya secara maksimal. “Yang terpenting bagi nelayan, kita bersama-sama menjaga kelestarian lingkungan sungai kita,” ucap Sekda.
Untuk bisa menjaga kelestarian alam, Sekda mengimbau agar nelayan tidak lagi menangkap ikan, udang dan lain sebagainya dengan menggunakan racun tuba, sentrum listrik dan peralatan lain yang dapat mencemari lingkungan.
Sekda juga berharap, khususnya kepada nelayan yang terhimpun dalam kelompok usaha bersama untuk senantiasa menjaga bantuan yang telah diberikan oleh Pemerintah.
” Ini adalah bantuan pemerintah, jaga baik-baik, jangan sampai hilang dan jangan sampai di jual,” pesan Sekda.
Kepada Camat, Kepala Desa dan Aparatur lainnya Sekda juga mengimbau untuk dapat bersama mengawasi kelestarian lingkungan perairan. Sebab, menurutnya, jika wilayah dan sumber daya perairan telah tercemar, maka hal tersebut merupakan kerugian besar bagi masyarakat.
“Ini (Wilayah dan sumber daya Perairan, red) adalah anugerah dan mudah – mudahan bisa dijaga kelestariannya demi anak cucu kita. Mudah-mudahan berkah dari Allah SWT ini bisa memberikan kesejahteraan bagi kita,” kata Sekda.
Sementara itu, Sukaptono sebagai Staf Kasubdit Pulau-pulau Kecil dan Terluar perwakilan Direktorat Pendayagunaan Pulau-Pulau Kecil Kementerian Kelautan dan Perikanan RI nyatakan dukungan dan harapannya kepada Pemerintah Kabupaten Inhil bisa mendukung pemanfaatan bantuan yang telah disalaurkan.
“Saya datang kesini, tujuannya menyerah-terimakan bantuan ini untuk masyarakat Dusun Perisai. Kami mohon bantuan ini jangan sampai diperjual-belikan dan syukur-syukur dapat dikembangkan untuk hal lainnya,” ujar Sukaptono.
Sukaptono mengaku akan terus memantau perkembangan Kabupaten Inhil, khususnya terhadap Pulau – Pulau Kecil. “Insya Allah kita akan menindaklanjuti usulan-usulan yang masuk. Ini cukup bagus usulan dari Kabupaten Inhil melalui dinas Kelautan dan Perikanan,” ujar Sukaptono./ Am