Kenalkan Diri, KomPOr GAS Taja Pertandingan Permainan Rakyat

Gaung Anak Serka, detikriau.org – Komunitas Peduli Olahraga Gaung Anak Serka (KomPOr GAS) menggelar pertandingan gasing bagi pecinta permainan rakyat di Kecamatan GAS, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil).

Pertandingan gasing yang dipusatkan di Lapangan Masyarakat, Jalan Merdeka Parit 8 Kelurahan Teluk Pinang ini, dalam rangka memperkenalkan keberadaan KomPOr GAS kepada masyarakat luas.

Inisiator KomPOr GAS, Jumiyardi Ali mengatakan, disamping perkenalan KomPOr GAS, pertandingan gasing tersebut bertujuan untuk meningkatkan silaturrahmi antar masyarakat Kecamatan GAS dan sekitarnya.

“Ini juga sebagai salah satu upaya melestarikan permainan rakyat dan menyalurkan kegiatan generasi muda ke arah yang positif,” ujar Jumiyardi Ali yang diamini Punggawa KomPOr GAS lainnya, yakni Rahmat Ali, M Safri, Hamson, Taufiqwalhidayah, Suprianto, Sanizar, Ismail dan Dodi Saputra, Senin (22/10/2018).

Adapun para peserta pertandingan gasing berjumlah sebanyak 32 grup, yang berasal dari berbagai wilayah di Kecamatan GAS.

“Untuk hadiahnya, juara 1 mendapat 3 rice cooker dan juara 2 mendapat 3 setrika, yang berasal dari uang pendaftaran dan bantuan donatur yang peduli terhadap olahraga dari Kota Tembilahan sebesar Rp 600 ribu,” terangnya.

Terkait dengan keberadaan KomPOr GAS, dijelaskan Jumiyardi Ali, merupakan wadah bagi masyarakat yang peduli terhadap perkembangan bidang olahraga di wilayah setempat.

Apalagi memang, selain untuk menyehatkan fisik dan meningkatkan silaturrahmi antar masyarakat, kegiatan perlombaan atau pertandingan olahraga yang dilaksanakan juga dapat mendatangkan keuntungan bagi masyarakat terutama para pedagang yang ada di sekitar lokasi kegiatan.

Oleh karena itu, lanjut pria yang akrab disapa Adi ini, siapapun yang peduli terhadap olahraga di Kecamatan GAS bisa bergabung dan turut bersama membesarkan KomPOr GAS.

“Keberadaan KomPOr GAS diharapkan dapat meningkatkan minat olahraga masyarakat, sehingga lebih banyak lagi kegiatan keolahragaan yang bisa dilaksanakan,” imbuhnya./rls




Minuman Bersoda Mampu Turunkan Kolesterol. Fakta atau Mitos ?

Foto ilustrasi: IDN Times

Detikriau.org — Banyak sekali artikel kesehatan yang bisa kita temui di media sosial atau di pesan berantai di aplikasi percakapan ponsel pintar,. Baik itu berita fakta maupun mitos, seperti misalnya minuman bersoda yang manis dan menyegarkan bisa menurunkan kolesterol. Fakta atau mitos?

Dilansir dari doktersehat.com, pakar kesehatan menyebutkan bahwa mitos ini sama sekali tidak sesuai dengan fakta medis. Alih-alih menurunkan kadar kolesterol di dalam tubuh, kandungan gula yang sangat tinggi di dalam minuman bersoda justru bisa membuat kadar trigliserida di dalam tubuh meningkat. Sebagai informasi, trigliserida cenderung disimpan oleh tubuh dalam bentuk lemak. Masalahnya adalah trigliserida cenderung ikut mengalir di aliran darah dan sulit untuk dihilangkan. Tak hanya bisa memicu kenaikan berat badan, trigliserida juga bisa menyebabkan datangnya masalah kardiovaskular.

Berdasarkan penelitian, disebutkan bahwa jika kadar trigliserida di dalam tubuh sangat tinggi, maka hal ini akan berdampak langsung pada kesehatan dinding pembuluh darah arteri. Pembuluh darah yang semakin menebal dan kaku akhirnya kehilangan keelastisitasannya dan membuat sirkulasi darah terganggu. Jika hal ini dibiarkan, maka risiko terjadinya pembekuan atau penggumpalan darah akan meningkat sehingga membuat kita lebih rentan terkena stroke atau penyakit jantung.

Banyak orang yang berpikir jika gula yang ada dalam minuman manis seperti minuman bersoda hanya akan memberikan efek buruk bagi berat badan atau risiko diabetes, padahal, dalam realitanya hal ini terkait langsung dengan kolesterol dan kesehatan jantung atau pembuluh darah. Selain itu, jika kita mengalami kenaikan berat badan, maka besar kemungkinan kita juga akan mengalami peningkatan risiko terkena masalah kolesterol.

Melihat adanya fakta ini, pakar kesehatan menyarankan kita untuk tidak mempercayai mitos minuman bersoda mampu menurunkan kolesterol. Alih-alih mengonsumsinya, kita sebaiknya menggantinya dengan air putih yang jauh lebih sehat. Selain bisa memicu kenaikan berat badan dan meningkatkan risiko diabetes, minuman bersoda ternyata juga bisa menyebabkan tulang keropos mengingat kemampuannya dalam menurunkan kadar kalsium di dalam tubuh.

Editor: Am




Di Depan Ulama, Prabowo Janji Tak Cari Kekayaan saat Terpilih

Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto. Foto: internet

Bogor — Calon presiden nomor 02 Prabowo Subianto menyatakan dirinya tak akan mencari kekayaan dari kekuasaan bila nanti dipercaya rakyat menjadi presiden 2019-2024. Prabowo bakal maju bersama Sandiaga Uno selaku wakil presiden pada pemilihan presiden (Pilpres) 2019.

“Di hadapan para ulama besar, di hadapan tokoh alim ulama, di hadapan santri-santri semua, saya bersaksi bahwa saya tidak ada niat untuk mencari kekayaan pribadi dari kekuasaan,” kata Prabowo saat memberikan sambutan dalam acara Hari Santri Nasional dan Milad Front Santri Indonesia ke-1, di Masjid Amaliyah, Ciawi, Bogor, Jawa Barat, Senin malam (22/10).

Prabowo mengatakan sejak remaja dirinya sudah mengabdikan jiwa dan raganya untuk rakyat serta bangsa Indonesia. Ketua Umum Partai Gerindra itu adalah pensiunan militer, dengan pangkat terakhir Letnan Jenderal (Letjen) alias bintang tiga.

“Dari sejak saya remaja, saya sudah mengabdikan jiwa dan raga saya untuk rakyat dan bangsa Indonesia,” ujar mantan Danjen Kopassus itu, yang diikuti takbir jamaah.

Prabowo mengaku memutuskan maju kembali dalam pesta demokrasi lima tahunan kali ini lantaran melihat tak ada perubahan berarti. Dia menyebut kondisi yang tak berubah ini membuat kekayaan Indonesia hanya dinikmati segelintir orang.

Menurut Prabowo, bukan hanya dirinya yang menyebut demikian, lembaga dunia hingga sejumlah ahli pun menyatakan yang menikmati kekayaan bangsa Indonesia hanya dinikmati kurang 1 persen dari jumlah seluruh penduduk.

Namun yang lebih menyedihkan, kata Prabowo, kekayaan alam Indonesia yang berlimpah terus dieksploitasi dan hasilnya justru mengalir keluar negeri. Prabowo menyatakan tak ada yang tersisa bagi rakyat Indonesia, kecuali upah murah.

“Jadi saudara-sudara sekalian, itu yang menyebabkan, itu yang mendorong, bahwa saya masih ingin berjuang, masih ingin menawarkan diri saya, untuk menjadi alat bagi rakyat Indonesia,” kata dia.

Prabowo menambahkan sebagai negara dengan sistem demokrasi, kekuasaan sepenuhnya ada di tangan rakyat. Untuk itu, menurut dia, rakyat yang bakal menentukan siapa yang pantas untuk memimpin negara ini selanjutnya.

“Dengan hak dan kekuasaan yang sama, satu orang satu suara. Pada saat itu rakyat Indonesia, bisa menentukan arah negara ini,” pungkasnya.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat kemiskinan Indonesia terus menunjukkan tren penurunan. Per Maret 2018, tingkat kemiskinan Indonesia tercatat sebesar 9,82 persen dari total penduduk.

Sementara, upah minimum provinsi (UMP) dalam beberapa tahun terakhir sebenarnya mencatatkan kenaikan di kisaran 8-11 persen. Pada 2016 misalnya, rata-rata kenaikan UMP mencapai 11,5 persen, kemudian 2017 sebesar 8,25 persen, 2018 sebesar 8,71 persen, dan 2019 rencananya sebesar 8,03 persen. Kenaikan ini lebih tinggi dari tingkat kenaikan harga yang dalam lima taun terakhir berada dikisaran 3-4 persen.

Sumber: CNN Indonesia




Selasa Dinihari, Gempa 4,7 Magnitudo Guncang Sumbawa Barat

Ilustrasi gempa. Foto: internet

Sumbawa, detikriau.org — Pukul 02:39:12 WIB, Selasa 23 oktober 2018, Gempa bumi magnitudo 4,7 goncang Sumbawa Barat.

Dikutip dari laman resmi BMKG, Pusat gempa berada pada 75 kilometer tenggara Sumbawa Barat dengan titik koordinat 9.32 Lintang Selatan dan 117.21 Bujur Timur pada kedalaman 55 Km.

Gempa juga dirasakan hingga ke Lombok Barat dengan skala MMI (Modified Mercalli Intensity) III yang artinya getaran dirasakan nyata dalam rumah atau terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu./ fsl




Mendagri: Banyak Aparatur Daerah Terjerat Korupsi, Jangan Salahkan Sistem

Ilustrasi (DOK KOMPAS)

Jakarta – Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengaku kementerian yang ia pimpin sudah berupaya keras mencegah aparatur daerah terjerat kasus korupsi selama empat tahun masa kepemimpinan Presiden Joko Widodo.

Soal di daerah masih ada oknum-oknum yang korupsi, menurut Tjahjo jangan salahkan sistemnya. Itu masalah yang berkaitan dengan intergritas yang bersangkutan.

“Bagi kami, selama empat tahun jalan semua, tetapi mohon maaf tadi jangan dikaitkan itu loh masih banyak aparatur daerah termasuk DPRD yang terkena kasus di KPK, itu bukan salah kami,” ” ujar Tjahjo di Kantor Badan Pengawas Keuangan (BPK), Jakarta, Senin (22/10/2018).

Selama ini, tutur Tjahjo, pihaknya sudah melakukan berbagai langkah agar aparatur daerah khususnya kepala daerah bisa menghindarkan diri dari praktik korupsi. Kepala daerah yang baru terpilih, ujarnya, ditatar oleh Kemendagri agar memahami area rawan korupsi.

Selain itu, kata Tjahjo, Kemendagri juga menggandeng Lemhanas untuk mengudang bupati, wali kota, gubernur, ketua DPRD ditambah istri-istrinya untuk ikut diklat supaya wawasannya lebih komprehensif dan integral.

Bahkan Kemendagri juga menggandeng KPK dan BPKP untuk membantu memperkuat Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) di daerah. Namun, upaya itu tak cukup. Sebab, masih banyak kepala daerah dan aparatur sipil di daerah yang ditangkap KPK karena kasus korupsi.

“Tapi kami tanggung jawab seperti di Malang langsung kami PAW (Pergantian Antarwaktu) 41 anggota DPRD yang terlibat kasus korupsi supaya tata kelola pemerintahannya jalan,” kata dia.

“Setiap kepala daerah yang kena kasus hukum ditahan langsung kami ganti, minimal dia bisa membahas anggaran dan lain-lain,” Akhiri Tjahjo.

Editor: Faisal

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “Mendagri: Banyak Aparatur Daerah Terjerat Korupsi, Jangan Salahkan Sistem “, https://nasional.kompas.com/read/2018/10/22/17255151/mendagri-banyak-aparatur-daerah-terjerat-korupsi-jangan-salahkan-sistem.




Seleksi Masuk SBMPTN 2019 Berbasis Cetak Resmi Dihapuskan

https://www.cnnindonesia.com/nasional/20181022141050-20-340404/seleksi-masuk-sbmptn-2019-berbasis-cetak-resmi-dihapuskan

Jakarta — Pelaksanaan Seleksi Masuk Bersama Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2019 dengan Ujian Tulis Berbasis Cetak (UTCB) resmi dihapuskan. Sebagai gantinya, Kemenristekdikti menggunakan satu metode tes Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK).

Menristekdikti Mohammad Nasir optimistis kebijakan ini lebih menjamin prinsip adil, transparan, fleksibel, efisien, akuntabel serta sesuai dengan perkembangan teknologi di era digital. Dia juga berharap calon mahasiswa lebih menyebar dari berbagai penjuru Indonesia di suatu universitas karena hasil tes tak lagi harus di PTN tujuan. Biaya tes lebih murah.

“Berbeda dengan UN yang merupakan hasil pencapaian belajar selama tiga tahun di sekolah, maka UTBK ini sebagai prediksi calon mahasiswa apakah mampu untuk mengikuti perkuliahan di kampus. Jadi itulah mengapa keduanya dilakukan terpisah,” ucap Nasir dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta Pusat, Senin (22/10).

Nasir juga menjelaskan bahwa sistem SBMPTN tahun ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya lantaran didesain mirip dengan sistem tes TOEFL. Nilai dari UTBK menjadi modal untuk mendaftar SBMPTN maksimal di dua pilihan universitas atau prodi.

UTBK sendiri diselenggarakan oleh Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT). Lembaga nirlaba ini berfungsi mengelola dan mengolah data calon mahasiswa baru untuk bahan seleksi jalur SNMPTN dan SBMPTN oleh rektor PTN. Selain itu, mereka juga bertugas melaksanakan UTBK.

LTMPT dulunya berasal dari Panitia Pusat Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru Perguruan Tinggi Negeri (Panpus SNPMB PTN). Jika dulunya mereka bersifat ad hoc, kali ini mereka akan menjadi lembaga permanen.

Sementara itu, pola masuk PTN 2019 akan tetap dilakukan melalui tiga jalur, SNMPTN, SBMPTN dan Mandiri. Khusus SBMPTN tahun ini kuotanya minimal 40 persen dari daya tampung tiap prodi di PTN.

sumber: CNNIndonesia.com