Banyak Serpihan Pesawat Dan Potongan Tubuh Di Sekitar Penemuan Roda

 

 

Roda Lion Air PK-LQP/RMOL

Detikriau.org — Roda pesawat Lion Air PK-LQP berhasil diangkat oleh tim gabungan Badan SAR Nasional (Basarnas). Roda belakang pesawat tersebut ditemukan tim yang berasal dari TNI AL tidak jauh dari tempat penemuan kotak hitam atau black box.

Menurut Panglima Komando Armada I, Laksda TNI Yudho Margono menjelaskan bahwa pihaknya melihat masih banyak serpihan pesawat dan potongan tubuh di tempat tersebut.

“Malah masih banyak, nanti yang menentukan Basarnas, apakah akan diangkat atau tidak. Kalaupun diangkat kita siap. Yang jelas penyelam kita sudah nemu itu semua di titik itu,” ujar Yudho di KRI Banda Aceh-593, Tanjung Priok, Jakarta, Sabtu (3/11).

Sejauh penglihatan para penyelam, sambungnya, potongan tubuh tersebut sudah tidak ada yang utuh.

Tim penyelam hanya fokus mengangkat roda pesawat. Sedangkan untuk mengangkat benda-benda lain masih akan dilakukan sesuai instruksi Basarnas.

“Hari ini hanya roda pesawat lalu sisa badan, sayap, dan banyak yang masih berserakan di bawah. Cuma tadi riskan kalau diangkat dan tak bisa utuh,” tambahnya.

Dia menyebut kurang lebih dalam radius 50 meter dari titik penemuan roda, juga masih banyak serpihan pesawat yang berserakan.

“Nanti rekan-rekan bisa lihat sendiri, roda pesawat itu kena impact sampai pecah,” pungkasnya./rmol.co

 




Eggi Sudjana Bantah Aksi Bela Tauhid Ditunggangi Politik

Massa Berunjuk Rasa Soal Pembakaran Bendera HTI ( Foto: Youtube.com/BeritaSatu / BSTV )

Jakarta – Perwakilan dari masa aksi bela Tauhid Eggi Sudjana membantah aksi massa ditunggangi kepentingan politik. Apalagi saat ini sedang kampanye menuju Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.

“Apa kepentingan politik yang disampaikan? Kan enggak ada. Enggak ada teriak-teriak ganti presiden. Ini murni membela kalimat Tauhid. Ini salah sasaran,” kata Eggi seusai menemui Menteri Koordinator (Menko) bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Polhukam) Wiranto, di Kemko polhukam, Jakarta, Jumat (2/11).

Ia menyebut, tuduhan itu sebagai fitnah terhadap aksi bela Tauhid. Karena massa yang ikut demonstrasi bukan massa dari calon presiden (capres) tertentu.

Sebagaimana diketahui, Eggi sendiri sebagai anggota tim sukses dari pasangan Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.

Eggi menjelaskan, yang dituntut oleh peserta aksi adalah adanya pengakuan dari pemerintah bahwa bendera yang dibakar bukan bendera dari organisasi HTI, tetapi bendera Tauhid. Pasalnya, dalam bendera yang dibakar, tidak ada simbol atau tulisan HTI. Bendera itu murni bertuliskan kata-kata Tauhid.

“Yang paling krusial itu menentukan yang dibakar itu bendera apa. Menurut keterangan Wakapolri dari Banser yang bakar dianggap bendera HTI. Sementara HTI sendiri menyatakan eggak ada bendera. Tapi tadi di-update katanya ada. Sementara kita berpendapat itu bendera Tauhid karena yang dibakar eggak ada tulisan HTI,” tutur Eggi.

sumber: suarapembaruan/beritasatu.com




Cek ada bahan peledak atau tidak, polisi ambil sampel barang korban Lion Air

Penemuan bagian tubuh korban dan puing Lion Air. ©2018 Merdeka.com/Iqbal S. Nugroho

detikriau.org – Tim Pusat Laboratorium Forensik Polri mengambil sejumlah tas dari barang-barang pesawat Lion Air JT610 yang ditebar Tim SAR di Posko Taktis, Jakarta International Container Terminal II, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Barang tersebut akan dijadikan sampel guna diselidiki apakah mengandung bahan peledak atau tidak.

“Yang diambil sampel serpihan tas, kebanyakan tas, sama serpihan non logam pesawat, untuk memastikan bahwa dia ada bahan peledak atau enggak,” Kepala Bidang Balistik, Metalurgi Forensik Puslabfor Polri Kombes Ulung Kanjaya di JICT II, Jumat (2/11).

Menurutnya, seluruh barang barang yang ditemukan di lapangan penting untuk diselidiki. Bukan mengandalkan black box semata.

“Semua kan diperiska keseluruhan, pusatnya kan di kotak hitam, tetapi yang di lapangan juga penting. Nanti kalau diduga ada pidana nanti larinya ke puslabfor. Polisi langsung ambil alih,” tuturnya.

Barang-barang yang diambil dimasukkan ke dalam empat kantong berwarna coklat. Beberapa diperiksa menggunakan alat tim puslabfor.

“Kantong cokelat empat, hasil swipe ada tujuh yang dilap itu diperiksa pakai alat,” tandasnya./merdeka.com




Istana soal kasus Novel: Jangan semua ke Presiden

500 hari kasus Novel. ©2018 Merdeka.com/Dwi Narwoko

Detikriau.org – Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko memastikan bahwa kasus penyerangan terhadap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan masih diselidiki. Dia mengatakan bahwa domain untuk menuntaskan perkara tersebut ada di Polri.

“Jangan semua ke presiden, kan masing-masing punya otoritas yang mesti diberesin di lingkungan kerjanya,” kata Moeldoko di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Jumat (2/11).

Moeldoko mengatakan bahwa Presiden sudah meminta Polri untuk menyelesaikan kasus tersebut. Bahkan, kata dia, pemerintah berkomitmen penuh mendorong penyelesaian kasus itu secara jelas.

“Kalau masih dalam batas kemampuan ya mesti diserahkan pada teknis, kalau di luar batas kemampuan ya negara ambil atau presiden ambil, itu saja rumusnya,” ucap Moeldoko.

Sebelumnya, penyidik KPK Novel Baswedan diserang sejumlah orang tak dikenal di dekat rumahnya, Kelapa Gading, Jakarta Utara pada 11 April 2017 silam.

Pelaku diduga menyerang Novel dengan menggunakan air keras. Akibatnya, mata kiri mantan anggota kepolisian itu mengalami luka. Namun hingga kini, lebih dari 500 hari pasca-peristiwa penyerangan, Polri belum bisa menangkap pelaku./ merdeka.com




Banjir Rendam 600 Rumah di Padang

Banjir di Padang. ©2018 Merdeka.com

Jakarta — Banjir disebut melanda enam kecamatan di Kota Padang, Sumatera Barat, Jumat (2/11). Sekitar 600 rumah terendam dan satu jembatan besi roboh karenanya. Belum ada laporan korban jiwa dalam peristiwa itu.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan enam kecamatan yang terendam itu adalah Lubuk Kilangan, Lubuk Begalung, Bungus Teluk Kabung, Padang Selatan, Padang Utara, dan Pauh.

“Banjir melanda beberapa tempat. Penanganan darurat masih dilakukan di lokasi bencana,” kata Sutopo dalam akun Twitter-nya @Sutopo_PN, Jumat (2/11).

Menurutnya, banjir itu terjadi karena hujan deras yang melanda area hulu dan hilir sungai. Tinggi muka air disebut mencapai 80 – 150 cm.

“Akibat hujan deras di bagian hulu dan hilir sehingga menyebabkan sungai meluap dan banjir,” ucapnya.

Sejauh ini, lanjut Sutopo, banjir itu membuat sekitar 600 unit rumah terendam, satu unit jembatan hanyut, dan dua unit jembatan putus.

“Belum ada laporan adanya korban jiwa,” imbuh Sutopo.

Ia juga menautkan sebuah video yang berdurasi 7 detik dan sudah ditonton orang sebanyak 7 ribu kali per pukul 17.50 WIB. Video tersebut menayangkan gambar banjir besar yang menghantam sebuah jembatan besi.

“Jembatan pun roboh diterjang banjir di Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang Sumatera Barat pada 2/11/2018. Hujan deras akibatkan debit sungai meningkat dan banjir melanda beberapa tempat. Waspadalah banjir dan longsor,” tulis Sutopo.

Karena banjir yang besar, infrastruktur jalan dari jembatan itu tidak terlihat. Banjir pun berwarna cokelat seperti bercampur dengan lumpur. Sementara, situasi di sekitar area itu tengah hujan.

Di sekitar jembatan terlihat pula pohon-pohon yang meliuk diterpa angin, serta ranting dan batang pohon yang terjatuh di dekat aliran air.

Pada video kedua yang berdurasi 46 detik mengambarkan jembatan besi yang roboh. Terlihat air dari sungai meluap hingga hampir kedaratan. Sementara para warga yang tak jauh dari lokasi terdengar berteriak dan kebingungan.

“BPBD Kota Padang telah meninjau lokasi kejadian untuk melakukan pendataan dan penanganan darurat,” tandas Sutopo./ CNN Indonesia




Sering Terjadi Gempa, Pertanda Kiamat?

detikriau.org – Salah satu tanda kiamat dan akhir zaman adalah banyaknya terjadi gempa bumi. Terdapat beberapa nash yang menjelaskan hal ini.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لاَ تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى تَكْثُرَ الزَّلاَزِلُ

‘Tidak akan tiba hari Kiamat hingga banyak terjadi gempa bumi.” (HR. Bukhari)

Dalam riwayat yang lain disebutkan gempa bumi terjadi dalam waktu yang cukup lama selama beberapa tahun.

Dari sahabat Salamah bin Nufail as-Sakuni radhiallahu ‘anhu, beliau berkata,

كُنَّا جُلُوسًا عِنْدَ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. (وَذَكَرَ الْحَدِيْثَ وَفِيْهِ) وَبَيْنَ يَدَيِ السَّاعَةِ مُوتَانٌ شَدِيدٌ وَبَعْدَهُ سَنَوَاتُ الزَّلاَزِلِ

“Kami pernah duduk-duduk bersama Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam… (lalu beliau menuturkan haditsnya) dan sebelum Kiamat ada dua kematian yang sangat dahsyat, dan setelahnya terjadi tahun-tahun yang dipenuhi dengan gempa bumi.” (HR. Ibnu Majah, shahih)

Ibnu Hajar Al-Asqalani menjelaskan gempa bumi terjadi hampir di seluruh penjuru bumi. Beliau berkata,

قد وقع في كثير من البلاد الشمالية والشرقية والغربية كثير من الزلازل، ولكن الذي يظهر أن المراد بكثرتها: شمولها، ودوامها

“Sungguh gempa banyak terjadi pada negara-negara di utara, timur dan barat, namun yang nampak dari maksudnya lafadz ‘banyak’ adalah mencakup keseluruhan dan terjadi terus-menerus.” (Fahul Bari 31/93-94)

Apabila kita mendengar kabar adanya orang yang terperosok ke dalam belahan bumi akibat gempa yang dahsyat, maka ini juga termasuk tanda dekatnya hari kiamat.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda:

بَيْنَ يَدَيِ السَّاعَةِ مَسْخٌ وَخَسْفٌ وَقَذْفٌ

“Menjelang tibanya hari Kiamat akan ada (orang-orang) yang dirubah bentuknya, ditenggelamkan ke dalam bumi, dan dilempari batu.” (HR. Ibnu Majah, shahih)

Secara umum tanda kiamat adalah terjadinya gempa bersama bencana dan masalah-masalah yang besar.

Abdullah bin Hawalah radhiallahu ‘anhu berkata,

وَضَعَ رَسُـوْلُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَدَيْ عَلَى رَأْسِي -أَوْ عَلىَ هَامَتِي- فَقَالَ: يَا ابْـنَ حَوَالَةَ! إِذَا رَأَيْتَ الْخِلاَفَةَ قَدْ نَزَلَتِ الأَرْضَ الْمُقَدَّسَةَ، فَقَدْ دَنَتِ الزَّلاَزِلُ وَالْبَلاَيَـا وَاْلأُمُورُ الْعِظَامُ، وَالسَّاعَةُ يَوْمَئِذٍ أَقْرَبُ إِلَى النَّاسِ مِنْ يَدَيَّ هَذِهِ مِنْ رَأْسِكَ

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam meletakkan kedua tangannya di atas kepalaku, lalu beliau berkata, ‘Wahai Ibnu Hawalah! Jika engkau melihat kekhilafahan telah turun di atas bumi-bumi yang disucikan, maka telah dekatlah gempa, bencana dan masalah-masalah besar, dan hari Kiamat saat itu lebih dekat kepada manusia daripada dekatnya kedua tanganku ini dari kepalamu.’” (HR. Ahmad, shahih)

Hendaknya kita banyak intropeksi diri apabila terjadi banyak gempa di daerah kita. Bisa jadi ini merupakan tanda dan peringatan kepada kita semua agar kembali kepada Allah dan bertaubat.

Ibnu Mas’ud berkata ketika terjadi gempa,

يا أيها الناس ! إن ربكم يستعتبكم فأعتبوه

“Wahai manusia, sesungguhnya Allah menginginkan kalian untuk kembali, maka kembalilah pada-Nya.” (Tafsir At-Thabari 17/478)

Demikian semoga bermanfaat

Artikel ini sudah tayang di laman muslim.or.id / https://muslim.or.id/42830-sering-terjadi-gempa-pertanda-kiamat.html