Agenda Rutin, IKBOT Kembali Peringati Maulid Nabi Besar Muhammad SAW
Laporan : Rul Editor: Faisal
Tembilahan, detikriau.org – Puluhan Seniman Musik yang bergabung dalam Ikatan Keluarga Besar Orgen Tunggal (IKBOT) Tembilahan,memperingati Maulid Nabi Muhammad Saw 1440 H di Rumah Kediaman Ucok,Jalan Batang Tuaka Simpang 3 Pekan Arba,Tembilahan Jum’at (7/12/2018) malam.
Melalui kegiatan bertemakan “Dengan Memperingati Maulid Nabi Besar Muhammad SAW Mari Kita Tingkatkan Iman, Taqwa, Kebersamaan dan Kekompakan Dalam Berorganisasi” ini, Ketua panitia pelaksana Hendri Budi mengajak kepada semua anggota IKBOT untuk menjadikan ajaran dan keteladanan Nabi Muhammad SAW sebagai panutan dan sumber inspirasi.
Juga diharapkan hikmah peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dapat dijadikan sebagai panutan dalam setiap beraktivitas.
“Kehadiran kita pada peringatan Maulid ini adalah untuk lebih meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah SWT, serta menanamkan kecintaan yang mendalam kepada Nabi Besar Muhammad SAW,” katanya.
Dia juga mengucapkan ribuan terimaksih kepada seluruh Kerabat dari Ikatan Keluarga Besar Orgen Tunggal Tembilahan yang telah berupaya memberikan sumbangsih baik itu berupa dukungan moril maupun fikiran sehingga acara ini dapat dilaksanakan.
“Alhamdulilah acara peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw sukses berkat kebersamaan anggota Ikatan keluarga besar orgen tunggal tembilahan,”tambahkannya.
Kegiatan ini menurut Hendri merupakan agenda rutin IKBOT baik acara 1 Muharram, maulid nabi saw dan isra miraj Nabi Muhammad SAW.
Mudah-mudahan dengan peringatan Maulid nabi muhammad saw ini mendapatkan berkah dari pada Allah SWT.
” Harapan kami terutama kepada panitia, kepada anggota IKBOT, mudah-mudahan hari besar islam ini kita ambil sisi positifnya , IKBOT bukan haya saja bergoyang di pentas tapi Ikbot segi ke agamaan bisa menjadikan iman dan taqwa kepada allah swt dan rasa solidaritas kebersamaan kita antara sesama pemain, penyanyi dan punya alat, “harapnya.
Kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang diawali dengan pembacaan ayat suci al qur’an oleh Nurlela Toni juga diisi dengan rangkaian tausyiah oleh Ahmad Rais Anuawar, BA.
Saling Klaim Perbatasan Laut, Hubungan Malaysia-Singapura Memanas
RSS Justice dalam upacara di Pangkalan Angkatan Laut Tuas, Singapura, 26/9/2018. (photo credit: Indranee Rajah)
SINGAPURA – Pemerintah Singapura mendesak Malaysia untuk menghentikan apa yang mereka sebut tindakan provokatif ke wilayah perairan Tuas, yang diklaim oleh Singapura sebagai wilayah mereka.
Pada gilirannya, Malaysia mengajukan dua nota protes dengan Singapura, keberatan dengan prosedur penerbangan baru yang akan dilaksanakan untuk Bandara Seletar bulan depan dan menegaskan bahwa batas pelabuhan baru Johor Baru berada di wilayah perairannya sendiri , klaim yang ditolak Singapura sebelumnya.
“Menteri Luar Negeri Singapura, Vivian Balakrishnan dalam pembicaraan melalui telepon dengan Menteri Luar Negeri Malaysia, Saifuddin Abdullah menekankan bahwa ada kebutuhan mendesak untuk menghindari meningkatnya ketegangan di lapangan dan untuk mematuhi hukum internasional,” kata Kementerian Luar Negeri Singapura.
Dalam pembicaaran tersebut, seperti dilansir Strait Times pada Kamis (6/12), Vivian mengatakan serangkaian gangguan provokatif oleh kapal pemerintah Malaysia telah terjadi meskipun ada protes diplomatik dari Singapura.
Vivian, dalam pembicaraan itu juga mengatakan kepada Saifudin bahwa batas pelabuhan Johor Baru sekarang bahkan melampaui batas-batas klaim laut teritorial Malaysia di daerah itu, sebagaimana ditetapkan dalam peta 1979 Malaysia sendiri, yang belum pernah diterima Singapura.
Berdasarkan peta tahun 1979, menunjukkan bahwa wilayah Pedra Branca jatuh di bawah wilayah Malaysia, yang diprotes Singapura. Dalam putusan 2008, Mahkamah Internasional menghadiahkan pulau itu ke Singapura.
Pembicaran ini sendiri terjadi tidak setelah terus memanasnya perselisihan antara Singapura dan Malaysia mengenai pengelolaan perairan dan wilayah udara.
Menteri Transportasi Malaysia, Anthony Loke kemarin mengatakan klaim Singapura bahwa batas baru pelabuhan Johor Baru yang masuk ke perairan Singapura tidak akurat. Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad juga mengatakan bahwa Malaysia masih berada di perairannya sendiri dengan perpanjangan itu.
Menyanggah ini, Kementerian Transportasi Singapura mengatakan bahwa perairan teritorial Singapura membentang ke barat batas pelabuhan Johor Baru saat ini, yang berada di sekitar wilayah Tuas.
“Oleh karena itu, perpanjangan pelabuhan Johor Baru akan melanggar batas wilayah perairan Singapura di wilayah tersebut dan merupakan pelanggaran serius terhadap kedaulatan Singapura dan hukum internasional,” kata Kementerian Transportasi Singapura.
sumber; sindonews.com
Siapa Presiden Pilihan Etnis Tionghoa Pada Pilpres 2019
Foto ilustrasi: kompasiana.com
SEBUAH pepatah kuno Cina menyatakan : “Saya mendengar itu baik. Saya melihat itu lebih baik.” Jumat (7/12) malam lebih dari seribu orang pengusaha Tionghoa bertemu dengan capres Prabowo Subianto di kawasan Sun City, Jalan Hayam Wuruk, Jakarta.
Grand Ballroom Sun City penuh sesak, meluber bahkan sampai ke luar ruangan. Dilihat dari penampilannya, mereka rata-rata adalah kelas menengah dan pengusaha mapan. Bukan hanya orang tua, tapi juga anak-anak muda yang hadir nampak antusias mendengar Prabowo memaparkan visi misinya, bila terpilih menjadi presiden.
Sejumlah muda-mudi dengan dandanan yang cukup menor, ikut nimbrung dan berebut selfi dengan Prabowo usai acara. Mereka nampaknya baru dari diskotek, tak jauh dari tempat itu.
Malam itu mereka tidak hanya mendengar, dan melihat, tapi sekaligus bisa berkomunikasi dengan Prabowo. Uniknya Prabowo malam itu juga mengajak para pengusaha itu nontan bareng, saat dia pidato pada Reuni 212 di Monas.
Hasilnya? Ketika acara selesai, dukungan, doa dan sumbangan mengalir untuk Prabowo. Seorang pengusaha bernama Kasidi atau biasa dipanggil dengan nama Ahok menjadi penyumbang terbesar, Rp 250 juta.
“Kami mendoakan dan mendukung Pak Prabowo menjadi Presiden Indonesia,” ujar Harti Hartijah dari Tim 9 pengusaha Tionghoa koordinator acara tersebut.
Secara politik, peristiwa yang dikemas dalam gala dinner di kawasan Pecinan Jakarta itu sangat menarik dan memiliki tafsir khusus. Komunitas Tionghoa di Indonesia dikenal cenderung tidak mau terbuka soal aspirasi politiknya. Mereka sangat berhati-hati, dan wait and see.
Pada saat Pilkada DKI 2017, saat Ahok maju menjadi Gubernur DKI, komunitas Tionghoa sempat sangat antusias dan lebih terbuka menunjukkan preferensi politiknya. Namun setelah Ahok kalah, sebagian besar mulai kembali menarik diri. Sementara yang tetap aktif, hampir semua menjatuhkan pilihannya kepada Jokowi.
Prabowo selama ini digambarkan sebagai sosok anti Cina dan lebih dekat dengan kelompok Islam radikal. Dia banyak dikait-kaitkan dengan peristiwa kerusuhan Mei 1998. Pasca kerusuhan itu banyak warga Tionghoa yang mengungsi dan hijrah ke luar negeri.
Pada gala dinner kali ini kasusnya justru berbeda. Mereka yang aktif mengambil inisiatif. Sejumlah pengusaha etnis Tionghoa sebelumnya mendatangi dan bertemu Prabowo di Hambalang, Bogor. Mereka menanyakan, apa yang mereka bisa bantu. Setelah mengetahui salah satu persoalan adalah pendanaan, mereka kemudian berinisiatif membuat penggalangan dana.
Jangan hanya dilihat berapa jumlah dana yang terkumpul. Munculnya aksi penggalangan dana ini menunjukkan adanya arus angin perubahan politik menjelang Pilpres 2019. Sebagai pengusaha, etnis Cina sangat sensitif dengan perubahan arah angin kekuasaan. Indra penciuman dan _sense of politic-nya sangat tajam.
Informasi mereka tentang sirkulasi elit kekuasaan baik di tingkat lokal, maupun nasional sangat akurat. Sebagai pengusaha, sangat wajar mereka harus berada dekat dalam orbit kekuasaan. Jangan sampai salah pilih.
Prabowo Di Atas Angin
Dukungan para pengusaha Tionghoa secara terbuka terhadap Prabowo ini menunjukkan sebuah indikasi, Prabowo tengah berada di atas angin dalam kompetisinya melawan Jokowi.
Peristiwa ini tentu saja tidak bisa dilepaskan dengan momen pertemuan Prabowo dengan PM Singapura Lee Hsien Loong akhir pekan lalu. Prabowo Jumat (7/12) lalu kabarnya juga baru bertemu duta besar sebuah negara besar yang sangat dekat dengan Singapura. Namun pertemuan tersebut tidak dipublikasikan.
Survei internal kubu Prabowo-Sandi menunjukkan elektabilitas mereka sudah mulai mendekati pasangan Jokowi-Ma’ruf. Saat ini selisih mereka tinggal 4%, dan Prabowo-Sandi sudah menyentuh 40%. Dengan trend elektabilitas Jokowi-Ma’ruf yang cenderung turun, pada bulan Januari diperkirakan elektabilitas dua kandidat sudah akan sama (crossing), atau bahkan Prabowo-Sandi bisa melampaui.
Sebaliknya ada tanda-tanda Jokowi mulai kehilangan pesonanya. Sejumlah media, termasuk Kompas, dan Tempo Jumat (7/12) menurunkan berita menarik sepinya acara yang akan dihadiri Jokowi. Ketika Jokowi meresmikan pembukaan BTN Digital Start-up 2018 di Balai Kartini, Jakarta Pasukan Pengaman Presiden (Paspampres) terpaksa menyingkirkan bangku-bangku yang kosong.
Ruangan berkapasitas 2.000 orang itu hanya terisi kurang dari setengahnya. Padahal panitia sudah mengerahkan pengunjung dan para penjaga stand pameran untuk mengisi tempat duduk.
Ketika Jokowi berkunjung ke Lampung dan berkampanye pada hari Sabtu (24/11) yang dibungkus dalam acara gerak jalan, massa yang hadir memang cukup ramai. Belakangan seperti diungkap Bawaslu Lampung, para Kepala Dinas mengakui mengerahkan para pegawai pemerintah (ASN) untuk meramaikan acara.
Para camat dan lurah diminta mengerahkan para ibu-ibu PKK, kelompok pengajian, masyarakat, bahkan marbot masjid, untuk hadir. Sebuah edaran dari seorang lurah terungkap, setiap ketua RT diwajibkan mengerahkan 25 orang warganya. Mereka juga diwajibkan membuat daftar hadir.
Besar dugaan pola serupa juga dilakukan oleh tim kampanye Jokowi ketika melakukan kunjungan, maupun kampanye di sejumlah daerah.
Perubahan arus angin, dan signal-signal politik itulah yang mungkin ditangkap secara jeli oleh para pengusaha Tionghoa itu. Mereka mengambil langkah yang berani dan terukur dengan bertemu dan melakukan penggalangan dana untuk Prabowo.
Sebagai pedagang yang penuh kalkulasi, paham perhitungan untung dan rugi (cost and benefit) mereka pasti paham dengan pepatah Cina lainnya “Kesalahan pada satu waktu menjadi kesedihan selama hidup.” [***]
Detikriau.org – Budi daya gurami biasa dilakukan di kolam yang relatif luas dengan kedalaman minimum 80 cm. Kolam gurami dibangun dengan dinding tembok. Selain itu, air mengalir sepanjang tahun mesti tersedia. Bagi petani ikan yang tidak memiliki lahan luas dan debit air yang banyak tentu hal ini bisa menjadi kendala.
Lalu, bisakah gurami dibudidayakan di kolam sempit dengan air yang menggenang? Jawabannya bisa dan memungkinkan. Mau tahu rahasia pembenihan gurami metode terpal air dangkal?
Pembenihan gurami metode terpal air dangkal memang tergolong baru. Bermula dari hasil coba-coba seorang pembenih ikan gurami dari Purbalingga. Dialah Soimun, pencetus pertama metode pembenihan gurami kolam terpal plastik air dangkal. Lebih dari tiga tahun ia mempraktikan teknik tersebut, hingga sampai saat ini, ia memiliki 12 petak kolam. Ukuran kolam terbesar 8 x 6 meter. Soimun dalam waktu 3 tahun mampu memanen telur gurami dengan tingkat penetasan mencapai 98%.
Pada dasarnya, budi daya ikan gurami air dangkal ini memanfaatkan air tergenang yang bersumber dari air hujan dan air tanah. Dengan metode ini penghematan air sekitar 70% dibandingkan dengan metode budi daya di kolam biasa.
Keunggulan lain pembenihan gurami metode kolam terpal air dangkal dibandingkan dengan metode konvensional adalah budi daya metode kolam terpal air dangkal tidak mengenal musim. Dengan begitu, produksi telur ikan tetap berjalan ketika menghadapi cuaca ekstrem.
Teknis Pemijahan Gurami di Kolam Terpal Plastik
Pada prinsipnya, pemijahan gurami ini sama dengan metode konvensional di kolam biasa. Sebagai gambaran, jika kita memiliki 6 pasang induk gurami dengan perbandingan 1 : 3 (6 ekor jantan dan 18 ekor betina), diperlukan 6 kolam terpal dengan luas masing-masing 2 x 4 m, sehingga total luas lahan yang dibutuhkan berkisar 48 meter persegi.
Usaha pemijahan gurami akan menguntungkan jika pembudidaya membuat juga kolam terpal untuk pemeliharaan larva minimum 6 unit dengan ukuran 2 x 3 m. Asumsinya, satu unit kolam pemeliharaan larva bisa menampung 2.500 benih gurami hingga berukuran biji oyong. Jadi, pemijahan bukan hanya menjual telur gurami, tetapi juga menjual benih dengan ukuran maksimum.
Artikel di atas diambil dari buku “Pembenihan Gurami Metode Terpal Air Dangkal Tanpa Anjang-ajang & Sosog.” Buku ini ditulis oleh Marbowo Leksono dan Mahmud Efendi, keduanya adalah penyuluh perikanan. Buku ini berisi panduan praktis membudidayakan gurami dengan hemat waktu, tempat, modal investasi pun relatif murah jika dibandingkan dengan cara konvensional.[agromedia.net]
Penasaran? Yuk, pelajari caranya melalui buku ini dan video panduannya.
Patut Dicontoh, Penuhi Ketahanan Pangan Sendiri lewat Pekarangan
Foto: lintasgayo.co
detikriau.org — Lahan pekarangan memiliki potensi besar dalam mewujudkan ketahanan pangan berbasis keluarga. Seperti bisa dilihat Desa Percontohan di Desa Berkah, Kecamatan Bojong Genteng, Sukabumi. Di daerah ini, untuk menghasilkan sayur-sayuran tidak perlu dengan lahan sawah atau berskala luas.
“Kami punya program khusus ada 12 inovasi, salah satunya Pirus yakni Pipir Diurus. Artinya wajib memanfaatan pekarangan baik di depan maupun belakang rumah untuk tanam sayur-sayuran,” ujar Kepala Desa Berkah, Andriyansyah.
Program ini sudah berjalan 2 tahun lalu, sehingga hingga saat ini kebutuhan sayuran masyarakat dipenuhi sendiri.
Pria yang akrab disapa Andri ini mengatakan merealisasikan program pemanfaatan pekarang ini tidak begitu sulit karena masyarakat memiliki semangat dan kesadaran yang tinggi untuk menyediakan pangan sendiri dari pekarangan.
Foto: lintasgayo.co
Karenanya, pemerintah desa hanya menyediakan bibit sayuran, sementara masyarakat menyediakan sendiri sendiri polibag yang terbuat dari limbah bangunan.
“Target kami 2019 swasembada sayuran dari pekarangan. Masyarakat tidak perlu lagi beli di pasar. Sepenuhnya dipenuhi dari budidaya sendiri di pekarangan dan masyarakat pun malah bisa pasok sayuran ke pasar,” tuturnya.
Inisiatif pemerintah dan masyarakat desa ini diapresiasi oleh Kementerian Pertanian (Kementan) sebab mampu mendorong pemanfaatan pekarangan secara optimal guna menyediaan pangan yang cukup seperti cabai dan sayur-sayuran. Bahkan, mendorong pemanfaatan pekarangan yang lebih luas untuk ditanam komoditas buah-buah dan juga kopi, di antaranya klengkeng, jeruk dan durian.
Demikian diungkapkan Direktur Jenderal Hortikultura, Suwandi saat meninjau pemanfaatan lahan pekarangan di Desa Berkah, Kecamatan Bojong Genteng, Sukabumi, Minggu (21/10).
Suwandi menjelaskan pemanfaatan pekarangan sangat potensial sekali menyediaan pangan yang cukup dan beragam, minimal bagi keluarga, sehingga produksi pangan tidak hanya pada lahan sawah. Dengan demikian, pekarangan jika dikelola dengan baik dari aspek hulu sampai hilir, dipastikan juga meningkatkan pendapatan masyarakat.
foto: lintasgayo.co
“Pemanfaatan pekarangan agar dilakukan maksimal. Masyarakat untuk memanfaatkan lahan pekarangannya. Kita optimalkan dapat ditanami beragam jenis tanaman yang bisa memenuhi ketersediaan pangan bagi keluarga,” jelas Suwandi.
Pada aspek hulu, dijelaskan Suwandi, Kementan menyalurkan bibit secara gratis disertai dengan pendampingan yang intensif. Di Desa Berkah ini, Kementan memberikan bantuan bibit cabai, klengkeng, jeruk, durian untuk ditanam di pekarangan rumah.
“Selanjutnya akan diberikan bantuan berupa ribuan bibit kopi, cengkeh, bibit kakao dan bibit pala pun bagikan. Semuanya gratis,” sebutnya.
Ke depan, Kementan akan membangun pasar lelang dan industri kecil yang siap menampung hasil panen. “Jadi selain hasilnya bisa cukupi kebutuhan rumah tangga, juga kelebihan bisa dijual sehingga memberikan pendapatan,” pungkasnya.
sumber: tabloidsinartani.com
Ma’ruf Amin Yakin 1000 Persen, Jelang Pilpres Elektabilitasnya Bersama Jokowi Akan Naik Signifikan
Calon Wakil Presiden Nomor Urut 02 Ma’ruf Amin. Foto: Tribunnews.com
JAKARTA – Calon Wakil Presiden Ma’ruf Amin meyakini elektabilitasnya bersama pasangannya, Joko Widodo, menjelang Pilpres 2019 akan naik signifikan pada Januari mendatang.
“Sangat yakin seribu persen,” kata Ma’ruf di kediamannya di Jalan Situbondo, Jakarta Pusat, Sabtu (8/12) sebagaimana dilansir melalui jpnn.com.
Ma’ruf mengaku memang baru akan bergerak lagi ke luar kota pada Januari. Selama ini, pada pendukung dan relawan cukup intens mendatanginya di Jakarta.
Ma’ruf pun sudah sudah menjalin komunikasi secara informal dengan berbagai kelompok masyarakat sejak sebelum menjadi cawapres.
“Sebenarnya start kampanyenya saja nanti. Namun, komunikasinya sudah bertahun-tahun. Makanya saya yakin elektabilitas bakal naik,” kata Ma’ruf.