Bupati dan Wabup Inhil Ikuti Pawai Ta’aruf MTQ XXXVII Riau di Pekanbaru

Pekanbaru, detikriau.org – Bupati Inhil HM Wardan dan Wakil Bupati H Syamsuddin Uti mengikuti rangkaian pawai Ta’aruf Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXXVII Provinsi Riau Tahun 2018, Rabu (12/12/18).

Pelepasan pawai yang dipusatkan di Jalan Gajah Mada Pekanbaru ini dilakukan oleh Gubernur Riau H Wan Thamrin Hasyim.

Rombongan pawai dari kafilah Kabupaten Inhil yang berjumlah 190 orang ini dipimpin langsung Wakil Bupati H Syamsuddin. Diawali dengan tarian Syair Ibarat Kabar Kiamat yang merupakan sastra religi karya Syekh Abdurrahman Siddiq, mufti Kerajaan Indragiri.

Dalam kesempatan ini juga dilakukan pemberian cenderamata berupa kaligrafi dan buku Syair Ibarat Kabar Kiamat oleh Bupati HM Wardan kepada Gubernur Riau H Wan Thamrin Hasyim.

Bersama rombongan kafilah Inhil juga ditampilkan kendaraan hias yang menggambarkan miniatur masjid dengan arsitektur modern, hal ini melambangkan agama Islam yang terus berkembang dan selalu relevan di segala zaman.

Di mobil hias tersebut juga dipajang Visi Kabupaten Indragiri Hilir 2018-2023 di bawah kepemimpinan Bupati HM Wardan dan Wakil Bupati H Syamsuddin Uti, yakni ‘Untuk Kejayaan Inhil yang Semakin Maju, Bermarwah dan Bermartabat’ dengan Program Unggulan di Bidang Keagamaan, diantaranya Gerakan Masyarakat Maghrib Mengaji dan Satu Desa Satu Rumah Tahfiz.

Bupati HM Wardan mengatakan, di ajang MTQ Tingkat Provinsi Riau ini, Inhil mengikuti semua cabang yang diperlombakan.

“Kita berharap Kabupaten Inhil bisa meraih prestasi yang lebih baik lagi dari tahun-tahun sebelumnya,” harapnya.

Selain itu, Wardan juga berharap kepada seluruh masyarakat Inhil, terutama kepada kafilah agar berdoa dan berusaha dengan semaksimal mungkin agar bisa melaksanakankan seluruh perlombaan dengan baik, lancar dan sukses.

Ia merasa bangga atas apiknya penampilan para kafilah Inhil yang disertai dengan penampilan tarian religi dan mobil hias yang melambangkan Kabupaten Inhil sebagai kota IBADAH dan semaraknya kegiatan keagamaan di daerah ini.

Pada pawai Ta’aruf MTQ XXXVII Provinsi Riau ini, hadir juga Ketua DPRD Inhil H Dani M Nursalam, unsur Forkopimda Inhil, para pejabat Pemkab Inhil dan Ketua TP PKK Hj Zulaikhah Wardan.




Hilangkan Dualisme Kewenangan, Pemerintah Bubarkan BP Batam

Menko Perekonomian Darmin Nasution menjawab wartawan usai rapat terbatas, di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (12/12) sore. (Foto: JAY/Humas)

Jakarta, detikriau.org – Setelah mendengarkan informasi dari dunia usaha, keterangan dari Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Pemerintah memutuskan untuk membubarkan Badan Pengusahaan (BP) Batam. Kewenangan yang selama ini melekat pada BP Batam dialihkan kepada Pemerintah Kota Batam.

“Tadi Presiden dan Wapres memutuskan dualisme itu harus segera dihilangkan. Itu berarti hanya ada satu, enggak boleh dua.  Segera hilang,” kata Menko Perekonomian Darmin Nasution usai mengikuti Rapat Terbatas tentang Pengembangan Batam, di kantor Presiden, Jakarta, Rabu (12/12) sore dilansir melalui laman resmi SETKAB

Artinya, lanjut Darmin, untuk jalan cepatnya, kewenangan sebagai BP Batam sebagai tangan pemerintah di daerah itu akan dilaksanakan, akan dirangkap oleh Walikota Batam. “Sehingga jadi satu dia tangannya, enggak dua”.Ujar Menko

Mengenai masalah perizinan, Darmin mengatakan dari sekarang pun disana sudah ada Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP). Kalau sekarang masih ada 2 lantai nantinya mungkin jadi satu lantai.

Menurutnya, Pengalihan kewenangan BP Batam kepada Pemerintah Kota Batam itu akan dilaksanakan segera.

Diakuinya saat ini masih harus ada pencatatan macam-macam yang harus diselesaikan dan disiapkan legalnya. Tapi Darmin meyakinkan, akan diselesaikan segera. “Kita akan usahakan ya begitu tahun baru sudah satu tangan,” tegasnya.

Saat ditanya apakah dengan demikian BP Batam dibubarkan, Menko Perekonomian Darmin Nasution, menjawab singkat, “Lebih kurang akan begitu.”

Beri Dampak Positif Bagi Investasi

Dilansir detikriau.org melalui liputan6.com, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menyatakan, pembubaran Badan Pengusahaan (BP) Batam akan berdampak positif bagi investasi di Batam. Terlebih sejumlah industri kini siap menambah investasinya di wilayah yang berbatasan laut dengan Singapura tersebut.

Dia mengungkapkan, sejumlah industri di Batam merupakan industri dengan teknologi tinggi. Industri-industri tersebut ingin terus meningkatkan investasinya asalkan iklim investasi di Batam terus membaik.

“Di Batam ini sudah ada industri 4.0, seperti ada Schneider Electric, ada Infineon, itu semua mereka ingin lakukan ekspansi. Dan kawasan Nongsa akan menjadi Digital Hub. Tentu ini akan kita perbaiki situasi iklim yang kondusif,” ujar dia di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (12/12/2018).

Airlangga mengatakan, selain ekspansi, ada sejumlah investor baru yang ingin masuk ke Batam. Investor tersebut umumnya di sektor industri digital.

“Industri digital, tapi ini kan menunggu revisi PP 82 ini yang sedang dibahas. (Komitmen investasi di Batam) Kayak McDermott mereka ada tambahan order lagi, jadi mereka nambahkan tenaga kerja. (Total investasinya)‎ Kita lagi hitung,” ungkap dia.

Sementara terkait dengan pembentukan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Batam, menurut Airlangga hal tersebut bukan menjadi masalah bagi investor. Yang diinginkan oleh para investor di Batam adalah kemudahan izin investasi.

“Pengusaha yang paling penting ingin tidak ada dualisme, ease of doing business ada kepastian,” tandas dia.




Proyek infrastruktur diklaim ‘masif’, tenaga kerja Papua yang terserap tetap minim

Proyek jalan lintas Papua disebut membutuhkan tenaga terampil, terutama yang telah lulus sertifikasi pemerintah.
Image caption; KEMENTRIAN PUPR

detikriau.org – Pemerintah berulang kali menyatakan menggiatkan beragam proyek infrastruktur di Papua. Namun warga lokal yang ikut bekerja dalam berbagai proyek itu sangat minim.

Proyek pembangunan dua jembatan di Kabupaten Nduga yang diserang kelompok bersenjata awal Desember lalu pun disebut tak melibatkan warga lokal.

BBC Indonesia mewartakan, Fakta itu diakui Dirjen Bina Konstruksi pada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Syarif Burhanuddin. Ia berkata, keterampilan yang rendah menghambat warga Papua terserap menjadi tenaga kerja infrastruktur.

“Proyek dengan biaya APBN cenderung menggunakan tenaga terampil yang lulus uji kompetensi. Itu terbatas sekali di Papua, jadi lebih banyak tenaga kerja dari luar.”

“Untuk pekerjaan jembatan misalnya, memang membutuhkan tenaga terampil,” kata Syarif saat dihubungi, Selasa (11/12).

Syarif menuturkan, situasi serupa sebenarnya tidak hanya terjadi di Papua, tapi juga sejumlah kawasan lain, salah satunya Nusa Tenggara Barat.

Perusahaan pemenang lelang proyek, kata dia, biasanya telah memiliki sederet pekerja terampil, baik bersertififat maupun tidak. Para pekerja itulah yang datang ke lokasi proyek.

Meski begitu, Syarif menyebut perusahaan pemenang lelang biasanya juga mempekerjakan warga lokal sebagai tenaga pembantu, tentu dengan standar upah yang berbeda.

“Jadi ada proses pembelajaran agar warga lokal nantinya juga jadi tenaga terampil,” tuturnya.

Tidak ada data resmi tentang jumlah warga lokal Papua yang bekerja dalam proyek APBN, terutama setelah pemerintahan Joko Widodo menggenjot pembangunan Papua.

Pada pengerjaan jembatan Kali Aorak dan jembatan Kali Yigi di Nduga, sebagian besar pekerja berasal dari Sumatera dan Sulawesi. Proyek itu bagian dari pembangunan jalan lintas Papua.

Sebanyak 17 pekerja proyek itu dinyatakan tewas ditembak kelompok bersenjata pada 1 Desember lalu. Otoritas keamanan menyebut dua pekerja lainnya hingga kini belum ditemukan.

Dalam data Badan Pusat Statistik (BPS) Papua tahun 2016-2017, 100% warga Nduga bekerja di sektor informal, tertinggi di antara provinsi lainnya. Mereka bekerja di sektor pertanian.

Secara umum, BPS mencatat jumlah penangguran di Papua mencapai 53.818 orang pada Februari 2018.

‘Ingin terlibat tapi tak mampu’

Sejumlah kelompok mendesak pemerintah melibatkan warga Papua dalam berbagai proyek. Namun ada pula yang tak memungkiri rendahnya daya saing warga lokal di pasar tenaga kerja, salah satunya Ibrahim Huba, Kepala Kampung Musaima di Kabupaten Jayawijaya.

“Tukang selama ini memang dari Toraja, Makassar atau Jawa. Orang Papua belum baik, belum tahu bikin rumah atap kering atau bangunan lain.”

“Karena tidak tahu, jadi kami tidak ikut bekerja,” kata Ibrahim Huba.

Situasi itu, kata Ibrahim, memaksa muda-mudi di kampungnya menganggur. Ia menyebut, keterampilan warga Musaima terbatas pada hal dasar yang tak berbasis pendidikan.

“Kalau bikin jembatan di kampung, masyarakat tahu caranya, tinggal tebang satu pohon, dibaringkan jadi jembatan. Itu bisa dilakukan masyarakat sendiri,” ujarnya.

Adapun, dosen ilmu sosial dan politik di Universitas Cenderawasih, Hiskia Sapioper, menyebut warga lokal tak terampil semestinya tetap direkrut sebagai tenaga kasar.

“Sektor padat karya, harusnya warga lokal dilibatkan. Dalam pengerjaan jalan, ahli harus didatangkan dari luar, tapi kalau proses pengaspalan, libatkan saja warga setempat,” ucapnya.

Hiskia menilai peluang kerja dapat berkorelasi dengan sentimen negatif masyarakat Papua terhadap pemerintah pusat, terutama di kawasan pegunungan yang minim fasilitas publik, dari pendidikan hingga kesehatan.

“Kesenjangan ekonomi bisa membuat orang mempunyai niat macam-macam. Itu bisa mengurangi ketimpangan yang menyebabkan masyarakat kerap minta merdeka,” ucapnya.

‘Instruksi jalan di tempat’

Bagaimanapun, rendahnya penyerapan tenaga kerja asli Papua disebut muncul karena pejabat daerah tak menjalankan kebijakan pemerintah pusat.

Staf Khusus Presiden Kelompok Kerja Papua, Lenis Kagoya, menyebut Presiden Joko Widodo menerbitkan sejumlah ketentuan yang mendorong pelibatan warga Papua dalam pembangunan provinsi itu.

Instruksi Presiden 9/2017 menyatakan percepatan pembangunan kesejahteraan Papua harus dicapai dengan pendekatan yang fokus pada warga lokal.

Beleid itu menyebut, pemberdayaan dan pelibatan aktif masyarakat lokal vital, khususnya dalam peningkatan kualitas pelayanan publik: akses transportasi hingga pendidikan.

“Ada arahan presiden kepada Kementerian PUPR dan Balai Bina Konstruksi untuk membina pengusaha agar melibatkan warga Papua, jadi pekerja subkontraktor misalnya.”

“Tapi sampai detik ini, masyarakat Papua justru terus mengeluh,” kata Lenis.

“Kalau pemenang lelang perusahaan dari Jakarta, semua tukang dibawa dari Jawa. Kalau pemenang lelang dari Makassar, semua tukang dibawa dari Makassar,” lanjutnya.

 




Pernah diteror Atau Diisengi Nomor Telpon Tak Dikenal ?, Lima Aplikasi Ini Bisa Digunakan Untuk Melacak Pemiliknya

Ilustrasi: Internet

Detikriau.org – Mungkin diantara pembaca pernah mengalami kejadian di teror atau di isengi lewat nomor telepon yang tak dikenal. Hal ini tentu saja sangat mengganggu.

Jika hanya sekali atau dua kali mungkin kita masih maklum, namun jika intensitas “meneror” sudah kelewat batas hingga menganggu privasi kita, maka harus segera di ambil tindakan. Hal pertama yang bisa kalian lakukan adalah mengetahui siapa pemilik nomor telepon tersebut.

Dilansir detikriau.org melalui recode.id, untuk pengguna smartphone dengan basis sistem operasi Android, nomer pemilik telepon pengganggu tersebut bisa dilacak dengan beberapa aplikasi berikut;

  • Truecaller

Aplikasi pertama yang bisa digunakan untuk melacak no telepon/sms iseng adalah aplikasi bernama Truecaller. Hanya dengan memasukan no telepon di peneror, maka secara otomatis aplikasi ini akan menampilkan informasi mengenai lokasi si penelpon.

Beberapa informasi tentang no penelpon, mulai dari kode area, koordinat lokasi akan di tampilkan dalam aplikasi ini. Oh iya, pastikan koneksi internet anda aktif ya saat menggunakan aplikasi ini.

  • Mobile Number Tracker

Apliksi kedua untuk melacak no telepon/sms iseng bernama Mobile Number Tracker. Sedikit berbeda dengan aplikasi sebelumnya yang membutuhkan koneksi internet untuk melakukan pengecekan, aplikasi Mobile Number Tracker ini tak membutuhkan jaringan internet ketika di gunakan.

Selain itu, aplikasi ini diklaim tak hanya akan menampilkan informasi nama siapa nomor yang kerap meneror tapi juga provider apa yang digunakan oleh peneror dan juga areanya.

  • Mobile Caller Location Tracker

Aplikasi berikutnya yang bisa kalian unduh adalah aplikasi bernama Mobile Caller Location Tracker. Aplikasi ini bersifat offline, artinya kalian tidak membutuhkan koneksi internet ketika menjalankan aplikasi untuk melacak no telepon/sms dari orang iseng.

Aplikasi akan memberikan informasi nama, kota, serta provider yang digunakan si peneror. Selain itu, kalian juga juga bisa menggunakan aplikasi ini untuk mem-block no telepon tersebut jika nomor tersebut sudah sangat-sangat mengganggu kenyamanan anda.

  • Mobile Number Locator

Masih sama dengan aplikasi sebelumnya, dengan Mobile Number Locator kalian dapat menggunakannya untuk melacak no telepon asing yang kerap kali menghubungi untuk mengisengi kalian.

Dengan aplikasi ini, kalian akan disuguhi informasi berupa nama, kode area, dan kota sipenelepon gelap tersebut. Tak hanya itu, dengan aplikasi ini juga dapat membantu kalian untuk mengidentifikasi siapa yang akan berbicara denganmu sebelum kamu menjawab telepon.

  • Glympse

Aplikasi yang terakhir adalah Glympse. Aplikasi ini khusus di gunakan untuk malacak lokasi pengguna BBM (BlackBerry Mesengger). Jika kalian adalah pengguna layanan Instant Mesengger BBM dan kerap mendapat teror dari akun fake BBM, maka dengan aplikasi ini kalian bisa melacak lokasi pengguna akun tersebut.

Jadi, jika ada chatting dari orang yang tidak jelas memakai fake akun BBM dan sering meneror atau menggangu lewat chat di BBM, maka kalian bisa melacak dimana lokasinya sehingga kalian bisa melaporkannya kepada yang berwenang jika dirasanya sudah kelewat batas dan benar-benar mengganggu privasi anda.

Bagaimana, ternyata cukup mudah bukan untuk melacak no telepon seseorang yang menggangu kalian. Hanya berbekal sebuah aplikasi yang terinstall di smartphone android kesayangan, kalian bisa menjadi detektif dadakan untuk melacak si penelepon yang kerap menelepon anda. Selamat Mencoba.




Aksi Egianus di Nduga Atas Perintah Panglima Berinisial PU

Aparat gabungan membawa anggota Brimob yang terluka karena tertembak Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Wamena, Papua, 5 Desember 2018. (ANTARA FOTO/Iwan Adisaputra)

Jakarta, — Mabes Polri menyebut aksi penembakan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) atas pekerja PT Istaka Karya di Nduga, Papua telah direstui Panglima Komando Daerah Pertahanan (Kodap) III Ndugama yang berinisial PU.

CNN Indonesia  mengabarkan, Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo mengatakan berdasarkan hasil pemetaan Polri diketahui bahwa PU merupakan atasan dari Egianus Kogoya (EK). Selama ini Egianus diduga sebagai sosok yang selama ini disebut otak penembakan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) atas pekerja PT Istaka Karya di Nduga.

“Salah satu pelakunya yang mengomandoi langsung di lapangan adalah EK. Di atasnya, kami sudah berhasil mengidentifikasi anggotanya juga. Diduga ikut merestui terjadinya penyerangan tersebut, panglima atas nama PU,” kata Dedi di Markas Besar (Mabes) Polri, Jakarta Selatan pada Rabu (12/12).

Dedi menerangkan berdasarkan hasil pemetaan Polri, Egianus merupakan salah satu anak buah PU untuk yang ditunjuk sebagai pemimpin untuk wilayah Mugi dan Alguru.

Selain Egianus, PU juga memiliki tujuh anak buah lagi yang ia tugaskan untuk memimpin sejumlah wilayah berbeda.

Mereka adalah PL dan OW di wilayah Mapenduma dan Kenyam; RL di wilayah Mbua, Habema, dan Ilkema; A di wilayah Paro dan Nduga; NT di wilayah Habema dan Ilkema; BT di wilayah Nduga; serta GT di wilayah Kali Dumit dan Kali Min.

Dedi menegaskan aparat gabungan TNI dan Polri masih terus melakukan pengejaran terhadap anggota KKB di Papua tersebut hingga saat ini.

“Saat ini pasukan gabungan TNI Polri dan dengan penuh semangat tanpa pantang menyerah terus melakukan pengejaran terhadap kelompok KKB tersebut,” kata mantan Wakapolda Kalimantan Tengah itu.

Sebelumnya, pada 2 Desember 2018 terjadi aksi penembakan oleh KKB terhadap pekerja proyek Istaka Karya. Penembakan tersebut terjadi di Kali Yigi dan Kali Aura Distrik Yigi Kabupaten Nduga.

Wakil Kepala Penerangan Kodam XVII/Cendrawasih, Letkol Inf Dax Sianturi mengatakan pihaknya telah memastikan seluruh korban tewas kasus penembakan di jembatan di jalur Trans Papua di Kabupaten Nduga, Papua yang dilakukan KKB merupakan pekerja PT Istaka Karya.

“Seluruh 16 jenazah telah berhasil diidentifikasi. Iya semuanya pekerja PT Istaka Karya,” kata Dax saat dikonfirmasi wartawan, Jumat (7/12).

Dax mengatakan seluruh korban tewas tersebut telah berhasil diidentifikasi dan dilakukan otopsi di RS Charitas, Timika, Papua usai dilakukan evakuasi sejak Selasa (3/12) hingga Jumat (7/12).




Lagi, Ribuan KTP-el ditemukan Tercecer, Kali Ini di Pekarangan Rumah Warga Pariaman

Kapolsek Pariaman, Kompol Adang (kanan) menunjukkan KTP-E tercecer yang ditemukan warga di Kota Pariaman, Rabu (12/12). (ANTARA SUMBAR / Aadiaat M.S)

Detikriau.org — Ribuan keping kartu tanda penduduk berbasis elektronik (KTP-el) kembali ditemukan berceceran. Kali ini di pemukiman warga di  Desa Kampung Baru, Pariaman Tengah, Padang, Sumatera Barat.

Ribuan KTP-el diduga kadarluarsa itu ditemukan di pekarangan rumah warga sekitar pukul 17.00 sore.

Temuan ribuan KTP-el itu kemudian dilaporkan ke pihak kepolisian setempat.

dilansir melalui sumbar.antaranews.com, Sekretaris Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Padang pariaman, Martoni mengakui ada unsur kelalaian pihaknya dalam kasus tercecernya KTP elektronik di wilayah kota Pariaman.

“permasalahan ini merupakan keteledoran kami, karena memasukkan KTP-el yang sudah tidak terpakai kedalam karung,” kata dia di Polsek Pariaman, rabu.

ia menjelaskan KTP-el yang akan dimusnahkan tersebut disimpan digudang dokumen terlebih dahulu, namun karena sudah lama karung wadah penyimpanan lapuk.

Permasalahn timbul saat pihaknya akan membersihkan gudang dan memisahkan dokumen penting dengan yang tidak.

“Dokumen yang tidak penting tersebut dibuang dan dibakar, sedangkan yang penting kami simpan,” ujarnya

Namun karena sudah lama, lanjutnya karung penyimpanan KTP-el tersebut telah lapuk, bahkan sudah dimakan rapay sehingga petugasnya menganggap dokumen didalamnya tidak penting.

Ia menyampaikan sesuai aturannya KTP-el yang tidak terpakai ini disimpan baik-baik, dan dimusnahkan dengan cara digunting.

“proses pemusnahan KTP-el tersebut telah kami lakukan semenjak beberapa bulan terakhir,” katanya.

Kapolres Pariaman, AKBP Andry Kurniawan mengatakan KTP-el tersebut ditemukan oleh Zainal Arifin yang merupakan warga kampung baru, Kecamatan Pariaman Tengah, Kota Pariaman.

“Zainal melaporkan kepada kami sekitar pukul 17.00 Wib pada selasa (11/12),” katanya.

Ia mengatakan pihaknya langsung berkoordinasi dengan dinas terkait untuk pemeriksaan data sehingga ditemukan KTP-el memang tidak dipergunakan lagi.

Ia menjelaskan tidak dipakainya KTP-el karena terjadi perubahan alamat pemilik, status pekerjaan dan pernikahan.

“Apalagi Padang Pariaman baru-baru ini melaksanakan pemekaran nagari sehingga ahrus diubah dan diberikan KTP-el yang baru,” ujar dia.

Ia memastikan tercecernya KTP-el tersebut tidak ada kaitannya dengan isu pemilihan umum yang akan dilaksanakan pada 2019.

Zainal Arifin mengatakan KTP-el tersebut ditemukan di semak-semak dikebunnya saat menebang bambu.

“Pada saat itu tanpa sengaja saya menginjak karung dan karung tersebut robek, lalu keluarlah KTP-el tersebut,” katanya

Lokasi penemuan tersebut berada di tempat pembakaran sampah yang dikelilingi semak dikebunnya.