Gempa Bumi 6,1 SR Guncang Papua

 

detikriau.org – Gempa bumi berkekuatan 6,1 Skala Richter mengguncang Kabupaten Keeron Provinsi Papua pada pukul 16:42 WIB, minggu (16/12/2018).

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengabarkan bahwa pusat  gempa berada di darat, 52 km Barat Daya Keerom atau pada titik koordinat 3.78 LS – 140.57 BT pada kedalaman 106 km.

“tidak berpotensi Tsunami,” terang BMKG

Dilansir dari Antara Gempa itu terasa hingga ke Kabupaten dan Kota Jayapura.

“Gempanya cukup lama sekitar 20 hingga 30 detik, dan cukup kuat,” kata Melani seorang warga Kampkey, Distrik Abepura, Kota Jayapura.

Hingga saat ini belum diperoleh informasi dampak atas kejadian gempa bumi ini.




Pileg 2019, Demokrat Inhil Targetkan Rebut 10 Kursi DPRD Inhil

Laporan: Rul    Editor: Faisal

Pekanbaru, detikriau.org – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Kabupaten Indragiri Hilir targetkan merebut 10 kursi di DPRD Inhil pada Pemilu Legislatif 2019 mendatang.

Hal ini disampaikan oleh Ketua DPC Demokrat Inhil periode 2018 – 2023, Syamsuddin Uti usai dilantik oleh Ketua DPD Partai Demokrat Riau, Asri Auzar disalah satu aula Hotel di Pekanbaru, sabtu (15/12/2018)

Acara pelantikan secara serentak seluruh kepengurusan DPC Demokrat se Riau itu juga dihadiri langsung oleh Ketua DPP Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudoyono beserta Istri didampingi sejumlah petinggi partai berlambang Mercy ini.

“Sekarang kita punya lima kursi di DPRD Kabupaten Indragiri Hilir , 2019 saya punya target 10 kursi,” ujar Syamsuddin

Pengusaha sukses yang kini juga menjabat sebagai Wakil Bupati Inhil itu nyatakan bahwa pelantikan ini merupakan kepercayaan sekaligus amanah bagi seluruh jajaran kepengurusan DPC Demokrat Inhil. Untuk itu, ia meminta kepada seluruh jajaran pengurus dibawahnya agar berusaha keras untuk mengembalikan kejayaan Partai Demokrat.

“Insyaalah saya akan turun sendiri untuk memberikan semangat kepada caleg-caleg Demokrat Inhil untuk merebut 10 kursi DPRD Inhil sekaligus mengembalikan kejayaan Partai,” Ditegaskannya

untuk sekedar diketahui, DPC Demokrat Inhil periode 2018-2023 dikomandoi oleh Ketua H. Syamsuddin Uti, Sekjen Taufiqurahman, dan Bendahara Zulkipli.




KPU: Pemilih yang Belum Masuk DPT Akan Masuk ke DPK

Foto: Ketua KPU Arief Budiman (Ari Saputra/detikcom)

Jakarta – KPU telah menetapkan Daftar Pemilih Tetap Hasil Perbaikan ke 2 (DPTHP-2) Pemilu 2019 sebanyak 192 juta pemilih. Tapi jangan khawatir, bagi pemilih yang belum masuk ke dalam DPT ini, akan dimasukkan ke dalam Daftar Pemilih Khusus (DPK).

“Jadi kalau tidak ada di DPT, maka dia akan masuk di DPK,” kata Ketua KPU Arief Budiman, di Menara Peninsula, Palmerah, Jakarta Barat, Sabtu (15/12/2018) dikabarkan detikcom

Arief menjelaskan apa saja yang perlu dibawa oleh si pemilih yang masuk ke DPK. Salah satunya adalah Kartu Tanda Penduduk (KTP). Selain itu, DPK juga hanya bisa menyoblos di TPS tempat dia tinggal.

“Iya (membawa KTP), itukan regulasinya harus terapkan begitu. Dia bawa identitasnya, dan dia hanya boleh menggunakan hak pilihnya di tempat di mana dia tinggal, dan itu diatur jammya pada jam terakhir (pemilihan),” jelasnya.

Arief menegaskan jumlah DPTHP-2 ini sudah tetap dan tidak bisa diganggu gugat untuk Pemilu di 2019 nanti. “Kalau mereka belum masuk DPT, mereka bisa masuk menggunakan hak pilihnya yang disebut DPK, kalau ini (DPTHP-2) sudah selesai,” ucapnya.

Diketahui, hari ini KPU sudah menetapkan jumlah Daftar Pemilih Hasil Perbaikan ke 2 (DPTHP-2) Pemilu 2019 sebanyak 192.828.520. Terdiri dari 514 Kabupaten Kota, 7.201 Kecamatan, dan 83.405 Kelurahan di Indonesia.

“Dengan demikian DPT dalam negeri dan luar negeri hasil DPTHP-2 adalah 192.828.520, dengan rincian laki-laki 96.271.476 dan perempuan 96.557.044,” ujar Ketua KPU Arief Budiman saat membacakan berita acara.




Bantah Rusak Bendera di Riau, PDIP Sindir Bus Mewah Demokrat

PDIP: Bus Kampanye Demokrat yang ‘Lux’ Aman Melintas di BasisAtribut dan bendera Partai Demokrati dirusak di Pekabaru, Riau. (Dok. Partai Demokrat)

Jakarta — Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto membantah memerintahkan pihak lain untuk merusak atribut Partai Demokrat di Pekanbaru, Riau. Terlebih, kata Hasto kejadian tersebut di Riau yang bukan menjadi basis partai besutan Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri.

Hasto lantas menyinggung keberadaan bus kampanye Demokrat yang eksklusif, lux, dan mahal. Menurutnya, bus tersebut ketika melintas di wilayah yang menjadi basis PDIP selalu aman dikabarkan CNN Indonesia

“Ketika Bus Kampanye Demokrat yang eksklusif, lux dan mahal melintas di wilayah yang menjadi basis PDI Perjuangan pun semua aman-aman saja,” kata Hasto lewat keterangan tertulis, Sabtu (15/12).

PDIP, kata Hasto mengutuk keras berbagai provokasi yang mengganggu jalannya tahapan pemilihan umum (Pemilu), termasuk cara-cara kotor dengan merusak atribut kampanye partai lain. Menurut Hasto, tak ada keuntungan yang didapat PDIP bila merusak atribut partai lain.

“Apalagi demokrat. Sebab kami tidak punya ilmu merusak. Secara survei, terbukti tidak ada irisan pemilih antara Demokrat dan PDI Perjuangan. Sebab jika elektoral Demokrat turun, larinya ke Gerindra, bukan ke PDI Perjuangan,” ujarnya.

Hasto menyatakan bahwa dirinya menjalankan perintah Megawati selaku Ketua Umum PDIP untuk menjaga disiplin anggota dan kader partai. Menurut dia, tidak ada anggota PDIP yang punya perilaku merusak atribut partai lain lantaran sanksinya sangat tegas dan berat, yakni pemecatan.

Hasto lantas menyinggung penyerangan Kantor PDIP pada 27 Juli 1996 atau yang dikenal dengan peristiwa ‘Kuda Tuli’. Hasto menyatakan pihaknya ketika itu tidak melodramatik dan tidak latah menuduh Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono(SBY), yang saat itu menjabat Kepala Staf Komando Daerah Militer Jaya.

“Kami menempuh jalur hukum dan yang kami tuduh adalah pemerintahan yang antidemokrasi-otoriter, meskipun saat itu Pak SBY mungkin mengetahui hal ikhwal serangan itu,” kata dia.

Atas kejadian perusakan atribut Demokrat di Pekanbaru, Hasto meminta polisi bertindak tegas dan tuntas. Dia juga mengingatkan agar seluruh anggota dan kader partai semakin waspada terhadap berbagai bentuk adu domba.




KPU: Jumlah Pemilih Tetap Pemilu 2019 Capai 192 Juta

DPT Pemilu 2019 kembali diperbarui oleh KPU. (CNN Indonesia/Safir Makki)

Jakarta, — Komisi Pemilihan Umum (KPU) menetapkan jumlah pemilih untuk pemilu 2019. Jumlahnya mencapai sekitar 192 juta pemilih.

Daftar Pemilih Tetap (DPT) ditetapkan dalam rapat pleno terbuka rekapitulasi DPT Hasil Perbaikan ke 2 (DPTHP-2) yang digelar di Hotel Menara Peninsula, Slipi, Jakarta Barat, Sabtu (15/12). DPT yang ditetapkan hari ini merupakan penyempurnaan dari penetapan sebelumnya.

“KPU hari ini akan menetapkan DPT hasil perbaikan ke-2 dengan tetap memperhatikan catatan dan rekomendasi yang diberikan,” ujar Arief dikabarkan CNN Indonesia

Adapun jumlah pemilih secara keseluruhan, baik di dalam serta luar negeri, adalah 192.828.520 pemilih.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 190.770.329 merupakan pemilih di dalam negeri. Sedangkan pemilih di luar negeri sebanyak 2.058.191 pemilih. Jumlah pemilih luar negeri ini tersebar di 130 perwakilan RI di seluruh dunia.

Mengenai pemilih laki-laki secara total, baik di dalam negeri maupun luar negeri, adalah 96.271.476 pemilih. Sedangkan perempuan sebanyak 96.557.044 pemilih.

Lebih rinci lagi, jumlah pemilih laki-laki di dalam negeri sebanyak 95.368.749 pemilih. Sedangkan jumlah perempuan sebanyak 95.401.580 pemilih.

Sementara itu, jumlah pemilih laki-laki di luar negeri sebanyak 902.727 pemilih. Sedangkan perempuan sebanyak 1.155.464 pemilih.

Perihal mekanisme pemilihan di luar negeri ada tiga metode, yakni melalui pemungutan di tempat pemungutan suara (TPS), kotak suara keliling, dan melalui pos.

Arief mengatakan jumlah pemilih yang akan memilih di TPS sebanyak 606.381 pemilih. Sedangkan jumlah TPS yang tersedia sebanyak 783 TPS.

Adapun jumlah pemilih melalui metode Kotak Suara Keliling (KSK) sebanyak 638.040 pemilih. Sedangkan jumlah KSK yang tersedia adalah 2.345 KSK.

Sementara itu, pemilih yang menggunakan hak suaranya melalui surat atau pos 813.770. Sedangkan kantor pos yang memfasilitasi sebanyak 429.

Arief mengatakan KPU tetap membuka diri bagi siapapun untuk memberikan masukan dan catatan tentang DPT. Demikian juga bila pihak-pihak lain ingin mendapatkan informasi terkait DPT.

“Hal-hal lebih detil yang ingin didapatkan dari KPU tentu kami bersedia memberikan data tersebut sepanjang informasinya bukan atau tidak dalam kategori yang dikecualikan,” ujarnya.

Sebelumnya penetapan DPT sudah beberapa kali dilakukan KPU. Pertama kali, penetapan DPT dilakukan pada Rabu, 5 September 2018.

Kemudian, KPU kembali menetapkan DPT pada Minggu 16 September 2018. Selanjutnya, DPT kembali ditetapkan pada Kamis 15 November 2018.

Ketika penetapan DPT terakhir, yakni pada Kamis 15 November 2018, jumlah pemilih dari 28 provinsi yang terdiri dari 418 Kabupaten/Kota sebanyak 141.412.533 pemilih. Secara rinci, jumlah itu terdiri dari 70.586.944 pemilih laki-laki dan 70.825.549 pemilih perempuan.




Kiai Buchori Amin Meninggal Saat Sedang Berceramah di Malang

Kiai Buchori Amin saat berceramah, sebelum meninggal (Foto: Tangkapan video)

detikriau.org  – Wakil Rais Syuriah PCNU Kabupaten Malang KH M Buchori Amin meninggal. Kiai Buchori meninggal saat memberikan mauidloh hasanah atau ceramah di ponpes Al Islahiyah Singosari, Malang dalam rangka Maulid Nabi Muhammad SAW. 

Tubuh Kiai Buchori yang duduk tegak di kursi mendadak terhuyung ke belakang setelah berceramah sekitar 13 menit. Mengetahui itu, para jemaah langsung berlarian ke atas panggung untuk menolong Kiai Buchori.

dikabarkan detikcom, Ketua PCNU Kabupaten Malang Umar Usman saat dikonfirmasi membenarkan bahwa Kiai Buchori wafat dalam acara tersebut.

“Kejadiannya sekitar pukul 15.30 sore. Naik panggung baru sekitar setengah jam. Karena di sebelah (tempat acara) ada klinik Muslimat NU lalu dibawa ke sana. Di klinik kemudian dipastikan bahwa beliau sudah meninggal. Tapi beliau memang diketahui sudah meninggal pas di atas panggung,” kata Umar Usman kepada detikcom, Sabtu (15/11/1018).

Dari klinik, jenazah Kiai Buchori langsung dibawa ke kediamannya di Desa Druju, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang. Sedangkan untuk rencana pemakaman, Umar mengaku belum mengetahui apakah langsung malam harinya atau besok.

“Masih dirundingkan sepertinya. Mungkin besok dimakamkan. Tapi ini masih menunggu kepastian dari keluarga karena tadi putranya juga ikut mengawal beliau,” beber Umar.

Untuk dugaan meninggalnya Kiai Buchori, Umar menyebutkan kemungkinan sakit jantung. Karena sebelumnya, almarhum diketahui mempunyai riwayat sakit jantung.

“Pernah mengalami itu (sakit jantung). Tapi itu sudah lama sekitar 5 tahun lalu. Setelah itu tidak pernah kambuh dan aktif berdakwah lagi. Saat dakwah juga penampilannya selalu terlihat segar,” ujar Umar.

Di mata jemaah, tutur Umar, almarhum merupakan sosok yang lurus dalam beragama. Selain itu hari-harinya selalu dipenuhi dengan dakwah dan undangan berceramah dari satu tempat ke tempat lain.

Dalam berdakwah, gaya komunikasi almarhum enak dan disukai oleh jamaah. Sehingga banyak jamaah yang menanti setiap tausiah-tausiah keagamaan yang dibawakan oleh almarhum Kiai Buchori.

“Sebagai Ketua PCNU Kabupaten Malang, Kami merasa kehilangan. Beliau ini salah satu kyai sepuh kapundut (wafat) dan tentu kita sangat kehilangan karena kita masih membutuhkan siraman siraman rohani dari beliau,” terang Umar.

“Tapi melihat beliau kapundut dalam keadaan sedang ceramah menyampaikan dakwahnya. Kita bangga. Insyaallah husnul khotimah,” pungkas Umar.