Kesaksian Tiga Saksi : Mobil Xenia Dikembalikan Setelah Laporan Polisi, Sidang Dugaan Penggelapan Terus Bergulir

ARBindonesia.com, Rokan Hulu – Fakta menarik terungkap dalam persidangan perkara dugaan penggelapan satu unit mobil Xenia di Pengadilan Negeri Pasir Pengaraian, Senin (21/7/2026). Tiga orang saksi yang dihadirkan di hadapan majelis hakim memberikan keterangan yang saling bersesuaian mengenai pengembalian kendaraan yang menjadi objek perkara.

Dalam persidangan, ketiga saksi secara tegas menerangkan bahwa SR telah mengembalikan mobil Xenia tersebut. Namun, pengembalian kendaraan itu, menurut kesaksian mereka, baru dilakukan setelah adanya Laporan Polisi (LP) yang diproses oleh aparat penegak hukum.

Kesamaan keterangan dari ketiga saksi itu menjadi salah satu fakta yang mencuat dalam persidangan. Pada pokoknya, seluruh saksi menyampaikan bahwa mobil baru dipulangkan setelah perkara tersebut resmi dilaporkan kepada pihak berwenang.

Meski kendaraan telah dikembalikan, proses hukum tidak serta-merta berhenti. Pihak PT Torganda disebut tetap memilih melanjutkan perkara hingga memperoleh kepastian hukum dan kejelasan atas dugaan tindak pidana yang sedang diperiksa di pengadilan.

Seluruh keterangan saksi akan menjadi bagian dari rangkaian alat bukti yang dinilai oleh majelis hakim bersama bukti-bukti lainnya sebelum menjatuhkan putusan. Adapun mengenai terpenuhi atau tidaknya unsur tindak pidana penggelapan serta pertanggungjawaban hukum terdakwa merupakan kewenangan penuh majelis hakim berdasarkan fakta-fakta yang terungkap selama persidangan.

Persidangan perkara ini masih akan berlanjut dengan agenda pemeriksaan berikutnya. Hingga terdapat putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap, setiap pihak yang terkait tetap memiliki hak untuk memberikan keterangan dan pembelaan, serta tetap dilindungi oleh asas praduga tak bersalah. *




Penabalan Pucuk Puak Rumah Pangkal Balai Luhak Rambah Berlangsung Khidmat, Tengku Herry Islami Resmi Emban Amanah Adat

ARBindonesia.com, Rokan Hulu – Prosesi penabalan Pucuk Puak Bangsawan Rumah Pangkal Balai Luhak Rambah berlangsung khidmat di Kecamatan Rambah, Kabupaten Rokan Hulu, Sabtu (18/7/2026). Kegiatan tersebut menjadi momentum penting dalam melanjutkan estafet kepemimpinan adat sekaligus memperkuat komitmen menjaga kelestarian tradisi Melayu di Luhak Rambah.

Acara tersebut dihadiri oleh berbagai unsur adat dan pemerintahan, di antaranya Yang Mulia Tengku Delfian Bey bergelar Tengku Sulung selaku perwakilan zuriat Raja Tambusai, Sutan Mahmud Luhak Rambah, para datuk adat Suku Nan Tujuh, pucuk suku, Sutan Nan Opat dan Mangaraja Nan Tolu dari Napituhuta, para induk buah perut, unsur Forkopimcam Rambah, jajaran TNI-Polri, alim ulama, hulubalang, ninik mamak, serta tokoh masyarakat.

Dalam prosesi tersebut, Tengku Herry Islami, S.T., M.T., yang merupakan cucu tertua Tengku Ilyas, resmi ditabalkan sebagai Pucuk Puak Rumah Pangkal Balai. Penabalan dilakukan langsung oleh perwakilan zuriat Raja Tambusai, Tengku Delfian Bey bergelar Tengku Sulung, dan disaksikan para tokoh adat serta unsur pemerintahan Kecamatan Rambah. Pemerintah kecamatan diwakili oleh Yusmar yang menyampaikan sambutan mewakili Camat Rambah.

Dalam sambutannya, Tengku Herry Islami mengungkapkan rasa syukur kepada Allah SWT atas amanah yang diberikan. Menurutnya, penabalan tersebut bukanlah bentuk pengagungan terhadap seseorang, melainkan pengukuhan tanggung jawab untuk memimpin dan menjaga adat istiadat.

“Orang tua-tua Melayu mengajarkan, didahulukan selangkah, ditinggikan seranting, bukan untuk diagungkan, melainkan untuk memikul amanah,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa sebelum prosesi penabalan, telah dilaksanakan rangkaian adat selama sepekan, mulai dari ziarah ke makam para pendahulu, penyembelihan seekor kerbau sebagai bagian dari tradisi, hingga pembayaran adat bagi zuriat yang bergabung ke dalam puak.

Menurutnya, seluruh tahapan tersebut dilaksanakan sebagai bentuk penghormatan terhadap adat serta menjaga kesinambungan kepemimpinan, bukan untuk mempertontonkan kemewahan.

Pada kesempatan itu, Tengku Herry Islami juga menanggapi persoalan sengketa kepengurusan adat yang sempat mencuat. Ia menegaskan bahwa pihaknya tetap mempertahankan hak anak kemenakan dalam menentukan pucuk puak berdasarkan garis zuriat dan ketentuan adat yang berlaku.

Ia mengungkapkan telah menyampaikan keberatan secara resmi kepada sejumlah lembaga adat, termasuk Lembaga Adat Melayu (LAM) Rokan Hulu dan Raja Luhak Tambusai, terhadap keputusan yang dinilai belum melalui proses mufakat. Meski demikian, ia menegaskan tetap membuka ruang musyawarah demi tercapainya penyelesaian adat yang adil, bijaksana, dan bermartabat.

Lebih lanjut, Tengku Herry Islami mengingatkan bahwa Puak Rumah Pangkal Balai merupakan milik bersama seluruh anak kemenakan yang menaungi beberapa induk buah perut. Karena itu, setiap kebijakan dan pengelolaan adat harus dilaksanakan melalui musyawarah dengan penuh rasa tanggung jawab.

Ia juga memohon doa, dukungan, dan bimbingan dari alim ulama, para pemangku adat, ninik mamak, serta seluruh anak kemenakan agar mampu menjalankan amanah tersebut dengan sebaik-baiknya.

Prosesi penabalan ditutup dengan harapan agar nilai-nilai adat tetap dijunjung tinggi, marwah masyarakat Melayu terus terpelihara, serta persaudaraan di tengah masyarakat semakin erat. Suasana khidmat yang menyelimuti jalannya prosesi mencerminkan komitmen masyarakat Luhak Rambah dalam menjaga warisan budaya dan menyelesaikan setiap persoalan adat melalui mekanisme musyawarah dan kerapatan adat.(Adv)




Wasit Dijadikan Jualan untuk Kenaikan Harga Tiket! Mengintip Bobroknya Pesta Rakyat Berganti Jadi ‘Pesta Cuan’ di Bupati Cup Inhil

ARBindonesia.com, INDRAGIRI HILIR – Final Bupati Cup Inhil yang semestinya menjadi pesta rakyat pada Mild Inhil ke-61 tahun kini berubah menjadi sorotan tajam publik. Harga tiket yang melonjak hingga dua kali lipat membuat atmosfer meriah bergeser menjadi kontroversi.

Di lapangan, masyarakat merasa dikecewakan. Banyak penonton yang sebelumnya antusias kini harus berpikir ulang. “Kami ingin menonton, tapi harga tiket sudah tidak masuk akal. Pesta rakyat jadi pesta cuan,” keluh seorang warga.

Fenomena ini menimbulkan kesan bahwa olahraga rakyat telah dikomersialisasi. Alih-alih mempererat kebersamaan, kebijakan ini justru menimbulkan jurang antara panitia penyelenggara dan masyarakat.

Kini, sorotan publik bukan hanya pada siapa yang akan mengangkat trofi juara, tetapi juga pada siapa yang paling diuntungkan dari lonjakan harga tiket.

Final Bupati Cup Inhil pun terkesan berubah menjadi panggung kontroversi. Pesta rakyat dalam perayaan Milad Inhil yang kehilangan ruhnya, berganti wajah menjadi pesta cuan.

Disalah satu media, Ketua PSSI Kabupaten Indragiri Hilir, Yusrizal,
berdalih bahwa kenaikan harga tiket diperlukan untuk menutup biaya mendatangkan wasit liga dan pembiayaan lainnya.

“Keputusan penetapan harga tiket final ini diambil setelah melalui koordinasi bersama seluruh stakeholder. Jadi bukan keputusan sepihak dari panitia maupun PSSI,” ujar Yusrizal kepada BualBual.com, Jumat (17/7/2026).

Ia menjelaskan, panitia mempertimbangkan berbagai kebutuhan agar partai final dapat berlangsung aman, tertib, dan berkualitas.

Salah satu pertimbangan utama adalah menghadirkan perangkat pertandingan terbaik, termasuk wasit berlisensi yang berpengalaman memimpin laga di kompetisi level nasional.

“Kami juga memperhatikan kondisi yang ada. Pada partai final ini kami menghadirkan wasit yang biasa bertugas di kompetisi skala liga, sehingga tentu membutuhkan biaya operasional yang lebih besar dibanding pertandingan sebelumnya,” jelasnya di kutip dari Bualbual.com.

Namun, alasan ini justru memantik tanda tanya besar, apakah benar demi kualitas pertandingan, atau ada kepentingan lain yang lebih menguntungkan pihak tertentu?

Dari penelusuran dan sumber terpercaya arbindonesia.com, mengungkapkan bahwa dalih Ketua PSSI Inhil dalam menaikan harga tiket diperlukan untuk menutup biaya mendatangkan wasit level nasional adalah sesuatu yang memalukan.

Menurutnya, mendatangkan wasit berlisensi sama sekali tidak berkaitan dengan pembiayaan dari kenaikan harga penjualan tiket. Karena segala bentuk pembiayaan sepenuhnya telah dikeluarkan, mulai dari hadiah utama, doorprize, hingga mendatangkan wasit berlisensi.

“Ya heran saja..! padahal pembiayaan seluruhnya telah ditanggung oleh (M), termasuk mendatangkan wasit berlisensi dari pekanbaru 3 orang,” tutur sumber ARBindonesia.com, Sabtu (18/7/2026).

Hingga berita ini ditayangkan, Ketua PSSI Kabupaten Indragiri Hilir, Yusrizal belum menanggapi upaya konfirmasi yang awak media lakukan. (Redaksi)




Pecahkan Rekor, Bupati Anton Sukses Amankan Rp154 Miliar dari PT SMI demi “Wajah Baru” Rokan Hulu!

ARBindonesia.com, JAKARTA – Di saat daerah lain terkesan “tiarap” menghadapi dinamika keuangan yang menjepit, Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) justru membuat gebrakan luar biasa yang menghentak publik.

Ogah pasrah dengan keadaan, Bupati Rohul, Anton, ST, MM, mengambil langkah super berani dan strategis demi memacu pembangunan infrastruktur yang bakal mengubah total wajah pelayanan publik di negerinya!

Komitmen membara ini resmi terkunci dalam sebuah prosesi sakral penandatanganan Perjanjian Pembiayaan dan Perjanjian Cash/Collection Account Management Agreement (CAMA) secara notarial bersama raksasa pembiayaan BUMN, PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) (Persero). Pertemuan tingkat tinggi ini digelar di Ruang Rapat PT SMI, Sahid Sudirman Center Lt. 48, Jakarta, Jumat (17/7/2026).

Langkah Bupati Anton ini terbilang luar biasa dan memicu decak kagum. Bagaimana tidak? Mendapatkan kepercayaan dari BUMN di bawah Kementerian Keuangan ini ibarat lolos dari lubang jarum. Direktur Pembiayaan Publik dan Pengembangan Proyek PT SMI, Faaris Pranawa, membongkar fakta mengejutkan: tahun ini ada lebih dari 60 pemerintah daerah yang “mengemis” pinjaman. Namun, PT SMI bertindak sangat selektif dan hanya meloloskan 29 pemda.

Hebatnya, Rokan Hulu sukses menyingkirkan puluhan daerah lain dan keluar sebagai salah satu yang terpilih!

“Kabupaten Rokan Hulu termasuk dalam kelompok pelopor yang berani mengambil inisiatif, tidak hanya diam dalam kegelapan, demi perkembangan dan kemajuan daerah,” puji Faaris Pranawa yang blak-blakan mengagumi nyali dan progresivitas Bupati Anton.

Kerjasama kakap yang merujuk pada dua Surat Penawaran Fasilitas Pembiayaan bertanggal 9 Juli 2026 ini bukan main-main. Dana segar fantastis senilai Rp 154.988.488.149 (Rp154,9 Miliar lebih) dipastikan bakal menggelontor deras untuk menyuntik pembangunan di “Negeri Seribu Suluk”.
Anggaran raksasa tersebut didistribusikan secara agresif ke dua sektor vital:

Upgrade RSUD (Rp 146.108.488.149): Untuk mendongkrak kualitas fasilitas kesehatan sekunder habis-habisan beserta pengawasannya.

Mal Pelayanan Publik / MPP (Rp 8.880.000.000): Demi membangun pusat pelayanan administratif terpadu yang modern dan antiribet.

Bupati Rohul, Anton, ST, MM, dengan penuh emosi positif menyampaikan apresiasi mendalam atas kepercayaan elite PT SMI. Baginya, penandatanganan ini bukan sekadar urusan coret-coret kertas formalitas belaka.

“Penandatanganan perjanjian ini bukan sekadar memenuhi tahapan administratif, tetapi merupakan langkah strategis dalam mempercepat pembangunan daerah!” tegas Bupati Anton membakar semangat.

Ia meyakini bahwa menyembuhkan sektor kesehatan dan mempermudah urusan rakyat lewat MPP adalah harga mati untuk mendongkrak derajat hidup warga Rohul.

“Kami berkomitmen mengelola pembiayaan ini secara akuntabel, transparan, dan tepat sasaran. Setiap rupiah yang dimanfaatkan harus benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat!” tambahnya dengan nada sangat optimistis.

Sederet pejabat teras tampak hadir mengawal momentum bersejarah ini, mulai dari Kepala Cabang PT BRK Syariah Pasir Pengaraian, Hasbulahadi, hingga para kepala dinas strategis seperti Kadis Kominfo Suharman Nst, Kadis Kesehatan dr. Bambang Triono, Plt Kadis DPMPTSP H. Munandar, Plt Kadis PUPR H. Zulfikri, Kabag Hukum H. Erinaldi, Kabid IKP Diskominfo Dr. Rudy Fadrial, Direktur RSUD dr. Zuldi Afki, serta Kabid Infrastruktur Perkim Taufik Kurniawan.

Gebrakan epik ini ditutup dengan hangat lewat pertukaran plakat antara Bupati Anton dan manajemen PT SMI, menjadi simbol lahirnya kemitraan kokoh yang siap membawa Kabupaten Rokan Hulu melesat lebih maju, kompetitif, dan makmur! (Adv)




Tiket Final Bupati Cup Inhil Makin Tak Ramah, Masihkah Berselogan Pesta Rakyat

ARBindonesia.com, TEMBILAHAN – Demam sepak bola menjelang laga puncak Bupati Cup Indragiri Hilir (Inhil) tampaknya harus dibayar mahal secara harfiah oleh para pencinta sepak bola lokal. Alih-alih menjadi hiburan rakyat yang merakyat, harga tiket masuk untuk partai final justru melonjak tajam hingga bikin netizen berang.

Lonjakan drastis ini sontak memicu kegaduhan dan keluhan massal dari para pecinta bola yang merasa “dipalak” di tanah sendiri.

Slogan “Pesta Rakyat” yang selama ini digaungkan dalam turnamen tahunan ini pun mulai dipertanyakan efektivitasnya. Apakah ini masih pesta untuk rakyat, atau justru beralih menjadi tontonan eksklusif bagi kalangan tertentu?

Harga Tak Ramah
Berdasarkan kasak-kusuk di media sosial dan laporan dari para pencinta bola di Tembilahan, harga tiket yang awalanya Rp.15.000 untuk Tribun Tertutup kini menjadi Rp.40.000, dan Tribun Terbuka mulanya Rp.5.000 kini menjadi Rp.20.000 untuk laga final.

Kenaikan hingga berkali-kali lipat dari laga penyisihan awal, bagi masyarakat lokal, angka ini dinilai sudah tidak masuk akal untuk ukuran turnamen tingkat kabupaten.

Geliat protes pun membara di jagat maya. Banyak netizen meluapkan kekesalannya dengan komentar-komentar pedas nan menggelitik.

“Tiket 10.000 saya diam, tiket 20.000 saya diam. Tapi ini 40.000 akan saya lawan,” ujar salah satu akun Facebook @budak Indragiri dalam mengomentari postingan @Ndi Putra di Grub Berita Inhil.

Meski banyak komentar prostes, juga terdapat netizen yang masih berpositif thinking bahwa kenaikan harga tiket tersebut dikarenakan ada doorpriz satu unit sepeda motor untuk penonton saat laga final nanti.

Kendati demikian, netizen lainnya langsung mengklarifikasi bahwa doorprize satu unit honda scoopy tersebut merupakan dari seseorang bukan dari panitia.

“Panitia terlalu banyak ngambil untung, hadian honda scoopy itu sudah jelas dari bos maskur. Rp 40.000×1.200 tiket berapa duit itu, udh bisa pula buka turnamen lagi. Saya sebagai pencinta bola sangat keberatan dengn harga tiket segitu,” cuit komentar lainnya dari pemilik akun @Herman Pelangy.

Panitia vs Jeritan Suporter
Hingga berita ini diturunkan, awak media tengah berupaya mengkonfirmasi pihak panitia penyelenggara apakah kenaikan harga tiket ini dilakukan demi mengantisipasi membludaknya penonton (overcapacity), atau untuk menutupi biaya operasional lainnya

Jika hal itu benar demikian, alasan tersebut dinilai klasik dan kurang berpihak pada masyarakat kecil. Banyak warga khawatir, stadion justru akan sepi atau hanya diisi oleh kalangan elit, sementara suporter yang loyal dari awal turnamen justru terpaksa gigit jari di luar pagar.

Jika pihak promotor dan penanggung jawab Bupati Cup Inhil tidak segera mengambil tindakan atau mengevaluasi tarif ini, laga final yang seharusnya menjadi pesta olahraga masyarakat dalam rangka memperingati Milad Inhil, terancam berubah menjadi panggung protes dan kekecewaan.

Apakah panitia akan menurunkan ego (dan harga tiket) demi rakyat, atau tetap kokoh dengan tarif “langit” mereka? Kita lihat saja di hari H. (Redaksi)




Takdir Gila Finalissima: Sempat Kandas di Timur Tengah, Kini Menjelma Jadi Final Piala Dunia 2026!

ARBindonesia.com, OLAHRAGA — Takdir sepak bola memang tidak pernah ingkar janji. Ia selalu punya cara yang paling teatrikal, paling dramatis, untuk melunasi utang masa lalu

Publik tentu belum lupa kekecewaan mendalam pada Maret lalu. Laga akbar bertajuk Finalissima 2026 yang begitu dinantikan, terpaksa runtuh dan batal digelar akibat memanasnya geopolitik di Timur Tengah. Banyak yang mengira duel impian itu telah mati. Namun alam semesta ternyata punya rencana yang jauh lebih megah: menggeser panggung tersebut ke titik tertinggi peradaban sepak bola.

Argentina dan Spanyol resmi berjodoh di laga pamungkas paling prestisius di planet ini: Final Piala Dunia FIFA 2026! Ini bukan lagi sekadar perebutan trofi emas seberat enam kilogram, tapi adalah perang antara dua filosofi sepak bola yang paling diagungkan abad ini.

Di satu sisi, kita akan menyaksikan La Roja Spanyol dengan kolektivitas taktisnya yang dinamis, cair, dan mematikan. Di sisi lain, sang juara bertahan La Albiceleste Argentina siap menghadang dengan kedalaman mentalitas juara yang tak kenal takut.

Meadowlands Stadium akan menjadi saksi sejarah. Siapa yang akhirnya berhak menggenggam bumi? Apakah takdir baru Spanyol, atau keabadian Argentina? Jodoh itu kini telah bertemu di depan mata.

Analisis Kekuatan: Siapa yang Unggul?

Pertemuan kedua raksasa sepak bola modern ini membawa peta kekuatan yang sangat berimbang. Berikut adalah komparasi mendalam kekuatan kedua tim:
1. Spanyol (La Roja), Kolektivitas Tanpa Cela (Peluang Unggul: 52%)
Anak asuh Luis de la Fuente melangkah ke final setelah menyikat Prancis dengan skor meyakinkan 2-0 di semifinal. Mereka memamerkan kestabilan luar biasa di seluruh lini.

Senjata Utama
Penguasaan bola yang cair yang kini dikombinasikan dengan tusukan sayap mematikan melalui talenta muda fenomenal Lamine Yamal dan kestabilan lini tengah yang dikomandoi Rodri.

Benteng Pertahanan
Spanyol baru kebobolan satu gol sejak fase gugur dimulai, berkat kedisiplinan koordinasi Aymeric Laporte dan Pau Cubarsí.

Mengapa Mereka Unggul?
Spanyol lebih diunggulkan karena mereka tidak menunjukkan kelemahan mencolok sepanjang turnamen. Organisasi permainan mereka sangat teratur dan tidak bergantung pada satu sosok sentral saja.

2. Argentina (La Albiceleste) Sang Raja Comeback (Peluang Unggul: 48%)
Langkah Argentina ke final dipenuhi drama tinggi. Mereka sempat tertinggal dari Inggris di semifinal sebelum akhirnya berbalik menang secara dramatis lewat gol Enzo Fernandez dan Lautaro Martinez di menit-menit akhir.

Senjata Utama
Lionel Messi yang terus berperan sebagai konduktor utama serangan. Namun kini, Argentina tak lagi ‘cuma’ Messi. Dukungan masif dari gelandang pekerja keras seperti Alexis Mac Allister, serta ketajaman Julian Alvarez dan Lautaro Martinez membuat lini depan mereka tak tertebak.

Faktor X
Mentalitas tidak mau menyerah dan pengalaman memenangi laga-laga bertekanan tinggi di babak gugur.

Mengapa Mereka Unggul?
Argentina memiliki Emiliano “Dibu” Martinez di bawah mistar gawang—seorang kiper dengan mentalitas adu penalti terbaik di dunia, dan keberadaan Messi yang selalu bisa menghadirkan magis dari situasi mustahil.

Prediksi Jalannya Laga
Laga ini diproyeksikan akan dikontrol oleh lini tengah Spanyol. Rodri dkk akan mencoba mendikte tempo pertandingan dan meredam kreativitas lini tengah Argentina.

Di sisi lain, Lionel Scaloni diperkirakan akan membiarkan Spanyol menguasai bola, sembari mengandalkan serangan balik kilat lewat kecepatan Julian Alvarez serta umpan-umpan presisi dari Lionel Messi.

Jika laga berjalan ketat tanpa gol hingga 90 menit, keunggulan psikologis perlahan akan bergeser ke pihak Argentina yang lebih terbiasa dengan tekanan perpanjangan waktu dan drama adu penalti.

Namun, jika Spanyol mampu mencuri gol cepat di babak pertama, kedisiplinan pertahanan mereka diyakini sanggup mematahkan ambisi Argentina untuk meraih gelar back-to-back.

Pertandingan final yang bersejarah ini akan disiarkan langsung dari Stadion MetLife pada Senin, 20 Juli 2026, pukul 02:00 WIB. (Arb)