Gelar Pelepasan Peserta Magang Kemnaker Batch ll Penuh Ke akraban.

ARBindonesia, com. Dumai-Rumah tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Dumai mengadakan acara pelepasan peserta magang Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) Batch II yang telah menyelesaikan masa tugasnya di lingkungan Rutan Dumai. Kegiatan tersebut berlangsung penuh kehangatan dan suasana kekeluargaan di lapangan serbaguna Rutan Dumai, Sabtu (23/5).

Acara dihadiri langsung oleh Kepala Rutan Dumai, Enang Iskandi, beserta jajaran pejabat struktural, staf, dan seluruh peserta magang yang selama ini turut membantu pelaksanaan tugas dan pelayanan pemasyarakatan di Rutan Dumai.

Dalam sambutannya, Kepala Rutan Dumai menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta magang atas dedikasi, semangat, dan kerja sama yang telah diberikan selama mengikuti program magang.

“Terima kasih atas kontribusi dan pengabdian yang telah diberikan selama berada di Rutan Dumai. Semoga pengalaman dan ilmu yang diperoleh di sini dapat menjadi bekal berharga untuk masa depan,” ujar Enang Iskandi.

Sementara itu, perwakilan peserta magang juga menyampaikan rasa terima kasih kepada pihak Rutan Dumai yang telah memberikan kesempatan untuk belajar serta memperoleh pengalaman langsung di dunia kerja.

“Kami sangat berterima kasih kepada jajaran Rutan Dumai atas bimbingan dan pengalaman yang diberikan selama program magang berlangsung. Banyak ilmu yang kami dapatkan dan tentu akan menjadi modal penting bagi kami ke depannya,” ucap salah seorang peserta magang.

Kegiatan kemudian ditutup dengan penyerahan cendera mata, sesi foto bersama, dan pemberian ucapan selamat kepada seluruh peserta magang sebagai bentuk penghargaan atas kebersamaan yang telah terjalin selama masa magang.

Selain itu, acara juga diisi dengan hiburan sederhana yang semakin mempererat hubungan antara peserta magang dan jajaran pegawai Rutan Dumai. Suasana haru dan penuh keakraban terlihat mewarnai momen perpisahan tersebut, dengan harapan pengalaman selama magang dapat menjadi bekal positif bagi para peserta dalam menatap masa depan.***team




Pertamina Patra Niaga Perluas Program Pengelolaan Mangrove Dan Pelatihan Vokasi Di Dumai,Komitmen Nyata Dukung Pembangunan Berkelanjutan.

ARBindonesia,com.Dumai, 08 Mei 2026 — PT Pertamina Patra Niaga melalui Fungsi Project R&P Dumai terus memperkuat komitmennya dalam mendukung keberlanjutan lingkungan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di wilayah operasional Kota Dumai. Komitmen ini dibuktikan melalui Penandatanganan Perjanjian Kerjasama (PKS) Project Sustainability & Community Development Initiative antara Pertamina Patra Niaga dengan Universitas Riau dan Badan Latihan Kerja Provinsi Riau Tahun 2026.

Penandatanganan PKS dilaksanakan di Gedung Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Riau pada 30 April 2026 oleh Sr. Project Manager New DHT Complex Dumai, Basuki Winarno dengan dan Kepala LPPM Universitas Riau Prof. Dr. Mubarak, M. Si serta Ketua pengurus KPRI BLK Provinsi Riau, Andy Kurniawan, ST.

Kolaborasi ini menjadi bentuk komitmen nyata perusahaan dalam mendukung pembangunan berkelanjutan di Kota Dumai yang difokuskan pada dua sektor utama, yakni pengelolaan biodiversitas melalui konservasi mangrove dan pengembangan kawasan eco-eduwisata, serta pemberdayaan dan peningkatan kapasitas masyarakat. Program tersebut mencakup pelatihan keterampilan, pendampingan masyarakat, penguatan kewirausahaan, hingga pengembangan model pembangunan berbasis keberlanjutan yang nantinya akan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional Perusahaan.

Sr. Project Manager New DHT Complex Dumai, Basuki Winarno mengatakan bahwa Kolaborasi ini diharapkan mampu menjadi salah satu bentuk implementasi Program Strategic Initiative Direktorat Infrastruktur, Proyek & Asset Integrity PT Pertamina Patra Niaga yaitu PRASAKTI KARYA SADHANA. “Kolaborasi ini diharapkan menjadi wadah transfer pengetahuan, penguatan kompetensi, serta menciptakan dampak sosial yang berkelanjutan melalui pendekatan partisipatif dan inklusif,” ujar Basuki.

Ia menambahkan, penandatanganan PKS ini menjadi langkah awal dalam membangun ekosistem kolaboratif antara dunia industri, akademisi, dan lembaga pelatihan vokasi dalam menghadirkan program-program yang relevan dengan kebutuhan masyarakat sekaligus menjawab tantangan pembangunan berkelanjutan

“Dengan adanya kerja sama ini, diharapkan implementasi program sustainability dan community development dapat berjalan secara efektif, terukur, dan memberikan kontribusi positif bagi pembangunan daerah secara berkelanjutan,” tambah Basuki.

Pada sektor lingkungan, PT Pertamina Patra Niaga bersama Universitas Riau melanjutkan program pengelolaan biodiversitas mangrove yang telah berjalan sejak 2023 untuk mendukung pengembangan Eco Edupark Dumai sebagai pusat edukasi, penelitian, dan wisata mangrove berbasis lingkungan. Sejak program tersebut bergulir, Fungsi Project R&P Dumai Pertamina Patra Niaga turut berkontribusi mendukung pelestarian ekosistem mangrove melalui program biodiversitas dan forestasi lewat kegiatan penanaman, pemeliharaan, dan pembibitan secara berkelanjutan.

Pada tahun ini, program pengelolaan mangrove tersebut diperkuat melalui penanaman 2.000 bibit mangrove serta pembangunan infrastruktur jembatan di kawasan pesisir Kampus UNRI Purnama. Inisiatif ini tidak hanya mendukung pelestarian biodiversitas pesisir, tetapi juga memperkuat fungsi mangrove sebagai pelindung alami kawasan pantai dari abrasi dan dampak perubahan iklim. Langkah tersebut menjadi bagian penting komitmen Perusahaan dalam implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) perusahaan sekaligus mendukung target Net Zero Emission (NZE) 2060.

Di sektor pembangunan sosial, melalui kerjasama dengan BLK Provinsi Riau, Pertamina Patra Niaga Fungsi Project R&P Dumai akan menghadirkan program pelatihan operator listrik industri untuk masyarakat di lima kelurahan ring 1 Perusahaan, diantaranya yaitu Kelurahan Tanjung Palas, Jaya Mukti, Buluh Kasap, Laksamana, dan Bukit Datuk.

Program ini dirancang untuk meningkatkan kompetensi teknis sekaligus memperkuat daya saing.(dir).




Rutan Dumai Gelar Ikrar Bersih Dari Handphone Ilegal, Narkoba,Dan Penipuan.

ARBindonesia,com.Dumai – Kepala Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Dumai, Enang Iskandi, memimpin pelaksanaan Ikrar Pemasyarakatan Bersih dari Handphone Ilegal, Narkoba, dan Penipuan, Jumat (8/5). Kegiatan ini bukan sekadar seremonial, tetapi merupakan wujud komitmen moral, institusional, dan pengabdian kepada bangsa dan negara dalam menjaga marwah Pemasyarakatan, khususnya di lingkungan Rutan Dumai.

Dalam arahannya, Kepala Rutan menegaskan bahwa tidak boleh ada toleransi terhadap segala bentuk pelanggaran yang dapat merusak integritas institusi. Ia menyampaikan bahwa tantangan Pemasyarakatan saat ini semakin kompleks, sehingga diperlukan pengawasan yang ketat, deteksi dini, serta pengendalian yang konsisten oleh seluruh jajaran.

“Tidak boleh ada toleransi terhadap handphone ilegal di dalam blok hunian, tidak boleh ada ruang bagi peredaran narkoba di Rutan, serta tidak boleh ada pembiaran terhadap praktik penipuan dalam bentuk apa pun,” tegas Enang.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh unsur Aparat Penegak Hukum dan stakeholder terkait, di antaranya dari Kodim 0320 Dumai, Polres Dumai, dan BNN Kota Dumai.

Seluruh jajaran Rutan Dumai diminta untuk memperkuat pengawasan internal, meningkatkan kontrol rutin, melaksanakan razia secara konsisten dan humanis, serta memperkuat sinergi dengan Aparat Penegak Hukum (APH) dan stakeholder terkait.

Kegiatan dilanjutkan dengan penggeledahan kamar hunian Warga Binaan sebagai bentuk deteksi dini dan penguatan pengawasan terhadap keberadaan barang-barang terlarang. Penggeledahan dilaksanakan secara humanis dan sesuai prosedur dengan sasaran handphone ilegal, narkoba, senjata tajam rakitan, serta barang lain yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban (kamtib).

Selain itu, sebagai bentuk komitmen nyata dalam pemberantasan narkoba, Rutan Dumai juga melaksanakan tes urine kepada seluruh pegawai dan Warga Binaan. Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan tidak adanya penyalahgunaan narkoba di lingkungan Rutan serta sebagai langkah deteksi dini.

Pada kesempatan yang sama, juga dilaksanakan sosialisasi dan edukasi mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba dengan menghadirkan narasumber dari Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Dumai yang memberikan pemahaman terkait dampak penyalahgunaan narkoba terhadap kesehatan, psikologis, dan kehidupan sosial.

Melalui kegiatan ini, Rutan Dumai menegaskan komitmennya dalam mendukung program prioritas nasional pemberantasan narkoba dan penipuan, serta mewujudkan lingkungan Pemasyarakatan yang bersih, aman, tertib, dan kondusif. ***




“Pertamina Patra Niaga Dumai Bersiap Produksi SAF Lewat Persiapan Sarfas Pengolahan Minyak Jelantah,Cikal Bakal Ekonomi Berkelanjutan Lewat JELMA

ARBindonesia,com.Dumai, 03 Mei 2026 — Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Dumai (Kilang Pertamina Dumai) menegaskan komitmennya mendukung pemerintah dalam memperkuat transisi energi baru terbarukan melalui Commissioning Fasilitas Co-processing UCO (Use Cooking Oil) atau minyak jelantah, yang dilaksanakan pada Sabtu 2/5.

Penyiapan sarana dan fasilitas (sarfas) untuk pengolahan minyak jelantah ini menjadi tonggak awal penting yang perlu dipersiapkan dalam pengembangan produksi bioavtur Pertamina Sustainable Aviation Fuel (SAF), sebagai komitmen Pertamina mendukung ketahanan energi nasional sekaligus memenuhi kebutuhan pasar aviasi yang lebih ramah lingkungan.

General Manager PT Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai, Iwan Kurniawan, menegaskan bahwa penyiapan fasilitas ini menjadi bagian krusial dalam memastikan kesiapan operasional kilang dalam mengembangkan produk energi berkelanjutan secara aman dan berkelanjutan. “Ini menjadi milestone penting bagi Kilang Pertamina Dumai dalam mempersiapkan teknologi dan infrastruktur kilang untuk memproduksi bahan bakar pesawat ramah lingkungan (SAF). Oleh karena itu, penyiapan fasilitas co-processing UCO kami lakukan secara menyeluruh dan terencana, guna memastikan seluruh proses berjalan sesuai standar keselamatan, ketentuan operasional, serta regulasi yang berlaku,” ujar Iwan.

Commissioning Fasilitas Co-processing UCO merupakan bagian dari rangkaian program pengumpulan minyak jelantah bertajuk “JELMA” (Jelantah Menjadi Manfaat). Pada kegiatan ini, Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai melalui Agent of Change (AOC) mengumpulkan minyak jelantah dari masyarakat untuk selanjutnya diolah menjadi Bahan Bakar Minyak (BBM). Sejak 17 April 2026, minyak jelantah dengan kriteria tidak tercampur air maupun kotoran dan disimpan di wadah yang bersih dikumpulkan di Bank Jelantah dengan skala pilot project, yang dipusatkan di kawasan Komperta Bukit Datuk, Kota Dumai. Masyarakat yang telah memberikan minyak jelantah pun tak pulang dengan tangan kosong, mereka diberi insentif berupa minyak baru sebagai bentuk apresiasi.

Minyak jelantah yang terkumpul selanjutnya diolah di Kilang Pertamina Dumai yang telah melalui serangkaian modifikasi dan Management of Change (MOC) untuk mengakomodasi proses injeksi UCO secara aman, andal, dan efisien. Tentunya melanjutkan proses co-processing menjadi BBM berkelanjutan.

Program JELMA Kilang Pertamina Dumai ini hadir sebagai solusi nyata dalam mengurangi pencemaran lingkungan akibat pembuangan minyak jelantah ke saluran air dan tanah, mendukung transisi energi melalui produksi BBM yang sustainable dan rendah emisi, serta mewujudkan ekonomi sirkular yang memberikan nilai tambah ekonomi langsung bagi masyarakat penyetor. Selain itu, inisiatif ini juga memperkuat hubungan sosial antara perusahaan dengan masyarakat sekitar sebagai bagian dari tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL).

Area Manager Communication, Relations, & CSR Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai, Tengku Muhammad Rum, menyampaikan program ini mengedepankan pendekatan bertahap dan berbasis evaluasi, dan akan dirancang sebagai program jangka panjang sehingga menjadi bagian dari kegiatan masyarakat sekitar

“Pengumpulan dilakukan secara rutin disesuaikan dengan animo dan tingkat partisipasi masyarakat. Pilot test akan dilaksanakan setelah penyelesaian modifikasi fasilitas injeksi UCO di kilang. Inisiatif ini diharapkan dapat mendorong kebiasaan masyarakat untuk mengelola limbah yang lebih bertanggung jawab,” kata Muhammad Rum.

Program JELMA ini tidak hanya menandai kesiapan Kilang Pertamina Dumai dalam memproduksi SAF berbasis minyak jelantah, tetapi juga sekaligus menjadi wujud nyata penerapan prinsip ekonomi sirkular, yang mengubah limbah rumah tangga menjadi energi bernilai tinggi dan berkelanjutan, serta memberikan manfaat lingkungan dan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat.(dir).




Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai Pastikan Perempuan Mampu Ambil Peran Strategis Di Seluruh Proses Produksi Kilang.

ARBindonesia.com.Dumai, 21 April 2026 — Stigma bahwa perempuan hanya identik dengan peran domestik dan tidak mampu bekerja di lingkungan berisiko tinggi kini mulai terpatahkan. Anggapan itu seperti tak lagi punya tempat, dengan melihat realitas di lapangan hari ini. Dibalik raksasa operasional kilang-kilang PT Pertamina Patra Niaga (PPN) Refinery Unit Dumai yang beroperasi 24 jam tanpa henti, terdapat kontribusi nyata dari para perempuan yang menunjukkan keberanian, ketangguhan, dan profesionalisme.

Kehadiran pekerja perempuan, yang lebih akrab disapa Pertiwi, kini menjadi bagian penting dari denyut operasional kilang yang selama ini kerap dipandang sebagai sektor maskulin. Tidak lagi terbatas di balik meja administrasi, para perempuan di Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai kini hadir dan mengambil peran di seluruh lini operasi perusahaan, termasuk di garis depan area produksi yang menuntut ketelitian tinggi dan kesiapsiagaan penuh.

Pertiwi tangguh ini mengisi berbagai fungsi strategis, mulai dari produksi dan utilitas air yang memastikan kelancaran pengoperasian kilang, engineering yang menjaga keandalan sarana dan fasilitas (Sarfas) kilang, hingga fungsi Health, Safety, Security, and Environment (HSSE).

Tak berhenti sampai disitu, perempuan juga mengambil peran di bagian Oil Movement yang mengurusi aktivitas lifting dan perkapalan, serta laboratorium yang memastikan kualitas produk agar sesuai dengan standar mutu yang berlaku dan dapat digunakan oleh masyarakat sehari-hari.

Bahkan, berkat kinerja dan kapabilitasnya, Pertiwi di Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai kini juga dipercaya mengisi posisi strategis di level pucuk kepemimpinan, seperti Section Head dan Manager Produksi, yang berperan dalam memimpin tim sekaligus mengambil keputusan penting. Tak hanya di unit operasi Kilang Dumai, hal demikian juga berlaku di unit operasi Kilang Sungai Pakning yang berlokasi di Kabupaten Bengkalis.

Sebagai bentuk apresiasi terhadap peran perempuan, pada peringatan Hari Kartini, para pekerja perempuan yang tergabung dalam Pertiwi melaksanakan kegiatan pembagian cokelat kepada pekerja di Main Office Kilang Dumai pada Selasa (21/4). Kegiatan ini menjadi simbol kebersamaan sekaligus penguatan budaya kerja yang inklusif di lingkungan perusahaan.

Manager Production Kilang Sungai Pakning sekaligus Ketua Pertiwi RU II, Ririanti Safrida, mengungkapkan bahwa makna perjuangan perempuan terus berkembang seiring dinamika zaman. Jika dahulu Kartini memperjuangkan akses pendidikan bagi perempuan, saat ini perempuan dituntut untuk mampu mengelola informasi secara bijak.

“Emansipasi saat ini bukan lagi soal ingin sama dengan laki-laki, melainkan tentang kesetaraan akses, memiliki keberanian untuk mengambil keputusan atas hidupnya sendiri, dan saling mendukung,” ujar Ririanti.

Peringatan Hari Kartini yang diperingati setiap 21 April menjadi momentum bagi Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai untuk menegaskan komitmennya terhadap inklusivitas bagi seluruh pekerja, khususnya perempuan. Melalui Pertiwi, perusahaan terus mendorong terbukanya ruang yang lebih luas bagi pekerja perempuan untuk berkarya, berinovasi, dan berprestasi di bidangnya.

Area Manager Communication, Relations & CSR RU II Dumaii, Muhammad Rum, menyampaikan bahwa perusahaan berkomitmen untuk terus mendorong kesetaraan dan inklusivitas di lingkungan kerja.

“Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai meyakini bahwa inklusi dan keberagaman, termasuk peran perempuan di dalamnya, merupakan kekuatan penting dalam mendorong inovasi dan kinerja yang berkelanjutan. Perusahaan terus memberikan ruang yang setara bagi setiap individu untuk berkembang, serta memastikan lingkungan kerja yang aman dan bebas dari kekerasan maupun pelecehan,” pungkas Muhammad Rum.( ***)




Rutan Dumai Gelar Apel Ikhrar Anti Narkoba Dan HP Ilegal

ARBindonesia.com.Dumai-seluruh pegawai Rutan Kelas IIB Dumai menggelar ikrar bersama menolak peredaran narkoba dan handphone ilegal, Senin (20/4).

Kegiatan dipimpin langsung Kepala Rutan Dumai, Enang Iskandi di lapangan serbaguna Rutan Dumai dengan suasana berlangsung khidmat.

Ikrar diikuti seluruh jajaran pegawai sebagai bentuk komitmen institusional yang tegas. Para petugas mengucapkan penolakan terhadap segala bentuk penyalahgunaan narkoba serta praktik penggunaan handphone ilegal di dalam Rutan.

Karutan Dumai, Enang Iskandi dalam amanatnya menegaskan komitmen ini tidak hanya seremonial, tetapi harus diwujudkan melalui tindakan nyata. Ia menekankan integritas petugas menjadi kunci utama dalam menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang bersih, aman, dan terbebas dari gangguan keamanan.

Karutan menambahkan keberhasilan pemberantasan narkoba di dalam Rutan Dumai sangat bergantung pada konsistensi pengawasan serta kedisiplinan seluruh pegawai. Ia juga mengingatkan bahwa pelanggaran sekecil apa pun dapat membuka celah terjadinya praktik ilegal yang merusak sistem pembinaan. (***)