Rutan Dumai Gelar Jumat Berkah Berbagi Kepada Warga Binaan.

ARBindonesia,com.Dumai-Wujud kepedulian dan semangat berbagi terhadap sesama Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Dumai berbagi Jumat Berkah kepada warga binaan sebagai bentuk perhatian kepada warga binaan.

Kegiatan ini menjadi momentum bagi seluruh petugas Rutan Dumai untuk menumbuhkan nilai-nilai kemanusiaan, mempererat kebersamaan, serta menghadirkan kebahagiaan melalui aksi berbagi yang sederhana namun penuh makna.

Pelaksanaan Jumat Berkah ini merupakan hasil sumbangan dari seluruh pegawai Rutan Dumai yang secara sukarela menyisihkan sebagian rezekinya untuk berbagi.

Kepala Rutan Kelas IIB Dumai, Enang Iskandi, menyampaikan bahwa kegiatan Jumat Berkah merupakan salah satu bentuk kepedulian jajaran terhadap warga binaan sekaligus upaya menanamkan nilai kebersamaan dan rasa syukur.

“Melalui kegiatan Jumat Berkah ini, kami ingin menumbuhkan semangat berbagi dan kepedulian terhadap sesama. Semoga apa yang diberikan dapat bermanfaat, membawa kebahagiaan, serta menjadi keberkahan bagi kita semua,” ujarnya.(zul)** Team




KRB Poros Bumi Ayu dan Yayasan Bumi Alam Hijau Gelar Seminar Lingkungan, Dorong Sinergi Industri Dan Permukiman Sehat.

ARBindonesia,com.DUMAI – Mendorong terwujudnya lingkungan permukiman yang sehat di tengah perkembangan kawasan industri menjadi perhatian serius berbagai pemangku kepentingan di Kota Dumai. Melalui kolaborasi insan pers dan pegiat lingkungan, Kantor Redaksi Bersama (KRB) Poros Bumi Ayu bersama Yayasan Bumi Alam Hijau menggelar Seminar Lingkungan bertema “Mewujudkan Lingkungan Permukiman yang Sehat di Sekitar Kawasan Industri”, Kamis (22/10/2026), di Hotel Grand Zuri, Jalan Jenderal Sudirman, Dumai.

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi momentum peluncuran KRB Poros Bumi Ayu sebagai wadah kolaborasi insan pers yang diharapkan mampu memperkuat fungsi kontrol sosial, edukasi publik, serta komunikasi konstruktif antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat.

Seminar dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), perwakilan BUMN dan perusahaan swasta, jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) Pemerintah Kota Dumai, akademisi, aktivis lingkungan, mahasiswa, serta insan pers.

Kegiatan secara resmi dibuka oleh Wali Kota Dumai yang diwakili Asisten III Bidang Administrasi dan Umum Sekretariat Daerah Kota Dumai, Handayani, S.H.

Dalam sambutannya, pemerintah daerah mengapresiasi inisiatif KRB Poros Bumi Ayu dan Yayasan Bumi Alam Hijau yang menghadirkan ruang dialog mengenai tantangan lingkungan di sekitar kawasan industri.

Perkembangan industri dinilai memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan membuka lapangan pekerjaan. Namun, pertumbuhan tersebut perlu diiringi upaya perlindungan lingkungan, pengawasan yang konsisten, serta perhatian terhadap kualitas hidup masyarakat di sekitar kawasan operasional.

Sinergi pemerintah, perusahaan, dan masyarakat menjadi salah satu kunci agar pembangunan ekonomi dapat berjalan beriringan dengan perlindungan kesehatan dan kelestarian lingkungan.

Sementara itu, perwakilan Dewan Pembina KRB Poros Bumi Ayu, Faisal Sikumbang, menegaskan pentingnya peran media sebagai kontrol sosial yang konstruktif dan berorientasi pada solusi.

Menurutnya, kehadiran KRB Poros Bumi Ayu diharapkan menjadi ruang kebersamaan insan pers untuk mengangkat persoalan strategis daerah secara berimbang sekaligus membangun komunikasi yang produktif antara pemangku kepentingan.

Ketua Panitia Pelaksana, Bambang Eka Setiawan yang akrab disapa Baim, menegaskan bahwa seminar tersebut bukan dimaksudkan untuk mempertentangkan kepentingan industri dengan masyarakat, melainkan mendorong lahirnya kesepahaman dan komitmen bersama.

“Seminar ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi ruang dialog untuk membangun komitmen bersama. Kita memahami bahwa industri memiliki peran penting bagi perekonomian daerah. Karena itu, yang ingin kita dorong adalah bagaimana pembangunan dapat berjalan seiring dengan perlindungan kesehatan masyarakat dan kelestarian lingkungan,” ujar Baim.

Ia menambahkan, persoalan lingkungan membutuhkan keterlibatan semua pihak, mulai dari pemerintah sebagai regulator dan pengawas, perusahaan sebagai pelaku usaha, akademisi sebagai sumber kajian ilmiah, hingga masyarakat dan media sebagai bagian dari pengawasan publik.

Baim juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut, terutama PT Pertamina Patra Niaga RU II Dumai selaku sponsor utama.

Ucapan terima kasih turut disampaikan kepada sponsor pendukung, yakni Pemerintah Kota Dumai, PT Pertamina Hulu Rokan (PHR), Kantor Imigrasi Dumai, KPPBC TMP B Dumai atau Bea Cukai, Bank Riau Kepri Syariah, dan PT Wilmar.

“Dukungan seluruh pihak menunjukkan bahwa persoalan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama. Keberhasilan pembangunan tidak cukup diukur dari pertumbuhan ekonomi, tetapi juga perlu dilihat dari kualitas lingkungan dan kesehatan masyarakat yang hidup di sekitarnya,” tambahnya.

Tiga Narasumber Bahas Pengendalian Pencemaran hingga Tata Ruang

Diskusi dipandu moderator Ahmad Bilal, S.T., dengan menghadirkan tiga narasumber dari unsur industri, pemerintah, dan akademisi.

Pertama, Rachmat Harris Firmansyah, S.T., Section Head Environment PT Pertamina Patra Niaga Dumai. Ia memaparkan aspek pengelolaan lingkungan dari perspektif operasional industri, termasuk pengelolaan limbah, pengendalian emisi, serta program tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR).

Pembahasan tersebut menempatkan kepatuhan terhadap ketentuan lingkungan dan pelaksanaan program berkelanjutan sebagai bagian penting dari tanggung jawab perusahaan di kawasan industri.

Kedua, Wahyu Ratna, SKM., M.Kes., Analis Kebijakan Ahli Muda Dinas Lingkungan Hidup Kota Dumai. Ia hadir mewakili Kabid Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan, Vera Chynthiana, S.T., M.Ling.

Dari perspektif pemerintah daerah, pembahasan mencakup pentingnya pengawasan emisi secara berkala, pemantauan kualitas udara, serta pencegahan pembuangan limbah ke saluran drainase, sungai, dan perairan laut.

Pemantauan kualitas udara, termasuk melalui fasilitas pemantauan yang berada di depan RSUD dr. Suhatman, menjadi salah satu aspek yang disoroti dalam upaya menyediakan informasi lingkungan dan mendukung pengawasan pencemaran.

Ketiga, Dr. Elviriadi, S.Pi., M.Si., akademisi dan pakar lingkungan hidup. Ia mengulas keterkaitan tata ruang, keberadaan kawasan industri, dan keselamatan lingkungan permukiman, termasuk pentingnya penataan buffer zone atau zona penyangga.

Pembahasan zona penyangga menekankan perlunya mempertimbangkan kesesuaian tata ruang, karakteristik industri, potensi paparan pencemaran, kondisi lingkungan, serta ketentuan teknis yang berlaku. Penentuan jarak aman antara industri dan permukiman perlu didasarkan pada kajian yang relevan, bukan semata-mata perkiraan umum.

Ketiga perspektif tersebut memperkaya diskusi mengenai perlunya pendekatan terpadu dalam pengelolaan kawasan industri agar kepentingan pembangunan dan perlindungan masyarakat dapat berjalan beriringan.

Delapan Rekomendasi Strategis untuk Lingkungan Permukiman Sehat

Sebagai tindak lanjut dari diskusi, KRB Poros Bumi Ayu bersama Yayasan Bumi Alam Hijau merumuskan delapan poin rekomendasi strategis pengelolaan dan pengawasan lingkungan permukiman di sekitar kawasan industri Kota Dumai.

  1. Pengendalian pencemaran lingkungan. Mendorong pemantauan kualitas udara, air, dan tanah secara berkala, disertai tindak lanjut terhadap indikasi pencemaran dan potensi dampak kegiatan industri.
  2. Pengelolaan sampah dan limbah. Memperkuat pengelolaan sampah serta limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) sesuai ketentuan, sekaligus mencegah pembuangan limbah ke drainase, sungai, dan laut.
  3. Penyediaan sanitasi dan air bersih. Mendorong peningkatan akses masyarakat terhadap air bersih dan fasilitas sanitasi yang layak, khususnya di lingkungan permukiman sekitar kawasan industri.
  4. Pengembangan ruang terbuka hijau. Mendorong penyediaan dan pemeliharaan ruang terbuka hijau (RTH) sesuai ketentuan tata ruang dan kebutuhan lingkungan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas kawasan permukiman.
  5. Pengawasan aktivitas industri. Mendorong pengawasan lingkungan secara berkala, pemantauan emisi, serta penyampaian informasi yang transparan sesuai ketentuan kepada masyarakat.
  6. Penguatan tanggung jawab lingkungan perusahaan. Mendorong kepatuhan perusahaan terhadap kewajiban pengelolaan dan pemulihan lingkungan, termasuk pelaksanaan tanggung jawab sosial dan lingkungan atau TJSL/CSR secara terarah dan berkelanjutan.
  7. Penguatan pengawasan pemerintah. Mendorong peningkatan transparansi informasi kualitas lingkungan, tindak lanjut pengaduan masyarakat, serta koordinasi antarlembaga dalam menangani dugaan pencemaran.
  8. Partisipasi dan edukasi masyarakat. Memperkuat kesadaran warga mengenai kebersihan dan perlindungan lingkungan, termasuk mendorong partisipasi aktif dalam pelaporan indikasi pencemaran melalui saluran pengaduan resmi.

Delapan rekomendasi tersebut diharapkan menjadi bahan masukan bagi pemerintah daerah, pelaku usaha, dan pemangku kepentingan lainnya dalam memperkuat upaya pengelolaan lingkungan di Kota Dumai.

Seminar lingkungan ini menjadi langkah awal untuk mempertemukan berbagai perspektif dalam membahas persoalan lingkungan di tengah aktivitas industri. Forum tersebut juga menegaskan pentingnya keterbukaan informasi, pengawasan yang konsisten, serta tindak lanjut yang terukur terhadap berbagai persoalan lingkungan.

Melalui KRB Poros Bumi Ayu, insan pers diharapkan dapat terus menjalankan fungsi informasi, edukasi, dan kontrol sosial secara profesional, berimbang, serta berorientasi pada kepentingan publik.

Bagi penyelenggara, tujuan akhirnya bukan mempertentangkan industri dan masyarakat, melainkan membangun ekosistem pembangunan yang bertanggung jawab, sehingga pertumbuhan ekonomi dapat berjalan beriringan dengan lingkungan yang terjaga dan permukiman yang sehat.

(Rilis KRB Poros Bumi Ayu / Yayasan Bumi Alam Hijau)




BPBD Dumai Luncurkan Aplikasi Adinda Idaman, Perkuat Kesiap siagaan Hadapi Bencana.

ARBindonesia,com.Dumai – melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menggelar puncak peringatan Bulan Pengurangan Risiko Bencana (PRB) Tahun 2026 di Citimall Dumai, Selasa (13/10/2026). Kegiatan ini menjadi momentum memperkuat kesiapsiagaan masyarakat sekaligus meningkatkan upaya mitigasi dan pencegahan bencana di Kota Dumai.

Wali Kota Dumai diwakili Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kota Dumai, Muhammad Yunus. Turut hadir Ketua DPRD Kota Dumai Agus Miswandi, Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kota Dumai Wahyu Wicaksono, serta camat dan lurah se-Kota Dumai.

Sebagai kota pesisir sekaligus kawasan industri, Dumai memiliki sejumlah potensi ancaman bencana, mulai dari banjir, banjir rob, abrasi, cuaca ekstrem, kebakaran hutan dan lahan (karhutla), hingga risiko kegagalan teknologi. Karena itu, penguatan sistem peringatan dini, edukasi masyarakat, dan kolaborasi lintas sektor menjadi langkah penting dalam mengurangi risiko bencana.

Dalam laporannya, Kalaksa BPBD Kota Dumai Wahyu Wicaksono menyampaikan bahwa puncak peringatan Bulan PRB 2026 menjadi bagian dari upaya memperkuat sistem mitigasi bencana daerah.

Salah satu inovasi yang diluncurkan dalam kegiatan tersebut adalah aplikasi informasi kebencanaan Adinda Idaman. Aplikasi ini diharapkan memudahkan masyarakat memperoleh informasi yang cepat, akurat, dan mudah dipahami mengenai potensi ancaman bencana, peringatan dini, serta panduan kesiapsiagaan.

Selain penguatan teknologi, BPBD Dumai juga mendorong keterlibatan generasi muda melalui pengukuhan Tim Putri Idaman Siaga Bencana (PISB). Program ini bertujuan menumbuhkan peran aktif pelajar, khususnya perempuan, sebagai pelopor budaya sadar bencana di lingkungan keluarga dan sekolah.

Upaya tersebut akan dilanjutkan melalui pencanangan program Sekolah/Madrasah Aman Bencana (SMAB) di empat sekolah percontohan pada 16 Oktober 2026, yakni SMPN 2, SD Binsus, SDN 04, dan SDN 05.

Rangkaian kegiatan Bulan PRB juga mencakup upaya pelestarian lingkungan dan peningkatan kesiapsiagaan masyarakat. Sebelumnya, BPBD Dumai telah meresmikan sistem peringatan dini atau Early Warning System (EWS) untuk memantau ketinggian air serta melaksanakan penanaman mangrove di kawasan pesisir.

BPBD juga membagikan ribuan masker KN95 kepada masyarakat melalui kolaborasi bersama PT Pertamina Patra Niaga RU II Dumai, Basarnas, dan komunitas Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI).

Sementara itu, Muhammad Yunus menegaskan bahwa penanggulangan bencana bukan hanya menjadi tanggung jawab BPBD, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh unsur pemerintahan dan masyarakat.

Ia mengimbau perangkat daerah, kecamatan, kelurahan, dunia usaha, akademisi, relawan, dan masyarakat untuk memperkuat koordinasi serta mengesampingkan ego sektoral. Pengurangan risiko bencana juga perlu diintegrasikan ke dalam perencanaan pembangunan daerah secara berkelanjutan.

Kegiatan tersebut turut diisi dengan sosialisasi aplikasi Adinda Idaman dan penyerahan bantuan kesiapsiagaan karhutla di Kota Dumai dari PT Pertamina Patra Niaga RU II Dumai.

Melalui penguatan teknologi, pelestarian lingkungan, edukasi, dan sinergi lintas sektor, Pemerintah Kota Dumai terus mendorong terwujudnya masyarakat yang lebih siap, tangguh, dan mampu menghadapi berbagai ancaman bencana.(dir).




Mengaji Jadi Bekal Perubahan, Warga Binaan Rutan Dumai Tekun Belajar Al-Qur’an.

ARBindonesia,com.DUMAI – Beginilah suasana di Masjid Al-Maghfirah Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Dumai setiap harinya. Sejumlah warga binaan tampak tekun belajar membaca Al-Qur’an bersama, saling membantu dan membimbing satu sama lain dalam melafalkan ayat-ayat suci.

Kegiatan mengaji ini menjadi bagian dari pembinaan kepribadian dan keagamaan bagi warga binaan selama menjalani masa pidana. Dengan semangat belajar bersama, mereka berupaya memperbaiki bacaan Al-Qur’an sekaligus memperdalam pemahaman terhadap nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari.

Di Masjid Al-Maghfirah, proses belajar berlangsung dengan penuh kebersamaan. Warga binaan yang telah lebih dahulu memahami bacaan Al-Qur’an turut membantu rekan-rekannya yang masih belajar. Suasana tersebut mencerminkan tumbuhnya kepedulian dan semangat untuk saling menguatkan dalam menjalani proses pembinaan.

Melalui kegiatan ini, warga binaan diharapkan dapat memanfaatkan waktu selama menjalani sisa masa pidana untuk memperbaiki diri, meningkatkan keimanan, serta menanamkan nilai-nilai kebaikan sebagai bekal ketika kembali ke tengah masyarakat. ***tm.




Pertandingan Parade Sound System sebanyak 27 Daerah Di Kota Dumai. RAGA 1. GD CUP KE 2, Kecamatan Bukit Kapur.

ARBindonesia,com.Dumai-Selasa, tanggal 13 Oktober 2026, bertempat di lapangan Simp Murini, buat Para peserta Sound System di berbagai daerah sebanyak 27 Peserta Sound Sistem yang bernama

  1. Annisa Musik daerah Mahato
    2 RKA Elektro Musik, Mahato
    3.AR Pro Audio, Jayamukti.
    4.ALS Musik, Tanah Putih
    5.Hadi S Pro Bagan siapi2
    6.Bintang Musik, Sumpah. Murini
    7.Raja Musik Dumai.
    8.Cinde Laras, Duri
    9.ARRA Audio, Pinggir.
    10.Sufia Musik, Pinggir.
    11.Ganesa Audio, Dumai.
    12.Dua Putra, Bahan Keladi.
    13.Sila Audio, Bagan Keladi.
    14.Setia Maju, Gurun Panjang.
    15.Aufa Musik, Gurun Panjang.
    16.El Audio, Gurun Panjang
    17.AFF Musik, Bukit Kapur.
  2. SR Audio, Air Besar.
  3. Millenium, Bukit Kapur.
    20.Mardi CS, Pinggir.
    21.Asyfa Musik, Kulim.
    22.Aldy Audio, Bagan Siapi api
    23.Simponi Musik, Bagan Siapi
    24.Pelangi Musik, Bagan siapi2
    25.Sovia Musik, Kandis.
    26.Eva Musik, Bagan Siapi api
    27.Eko Audio, Bagan Siapi api.

Dari sebanyak 27 Sound System, Hasil Tes SPL PARADE RAGA 2, DBA dan DBD yaitu

  1. DBA = 112, DBC = 124.11
    2.DBA = 112, DBC = 123.7
    3.DBA = 112, DBC = 128.8
    4.DBA = 112, DBC = 128.4
    5.DBA = 117, DBC = 114.8
    6.DBA = 112, DBC = 117.6
    7.DBA = 112, DBC = 126.0
    8.DBA = 112, DBC = 124.2
    9.DBA = 112, DBC = 124.7
    10.DBA = 112, DBC = 130.7
    11.DBA = 112, DBC = 123.5
    12.DBA = 112, DBC = 120.8
    13, DBA = 105, DBC = 119.7
    14.DBA = 102, DBC = 118.5
  2. DBA = 102, DBC = 114.6
    16.DBA = 112, DBC = 125.3
    17.DBA = 111, DBC = 119.0
    18.DBA = 111, DBC = 122.5
  3. DBA = 112, DBC = 127.2
    20.DBA = 112, DBC = 128.7
    21.DBA = 112, DBC = 130 3
    22.DBA = 112, DBC = 124.6
    23.DBA = 110, DBC = 125.1
  4. DBA = 112, DBC = 121.7
  5. DBA = 107.3, DBC = 126.7
    26.DBA = 109.6, DBC = 123.6
    27.DBA = 110.2, DBC = 123.9.

Dari hasil kemenangan Sound System, Untuk Juara 1, di Pegang oleh Peserta No 10, dari 27 Peserta, yang bernama Adi Gobel, Sond System SUFIA Musik dari Desa Pinggir. Selamat Sukses buat Adi Gobel, untuk Meraih Kemenangan Juara 1 di Sound System Parade Sound System Kota Dumai, Kecamatan Bukit Kapur.(dir).




Konsisten Dukung Ketahanan Pangan, Lahan SAE Rutan Dumai Kembali Ditanami Kacang Panjang.

ARBindonesia,com.Dumai – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Dumai dalam mendukung ketahanan pangan terus berlanjut. Setelah melalui masa panen, lahan Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) kembali dimanfaatkan untuk penanaman kacang Panjang sebagai bagian dari program pembinaan kemandirian warga binaan pemasyarakatan (WBP).

Penanaman kembali ini menjadi bagian dari upaya Rutan Dumai menjaga produktivitas lahan SAE secara berkelanjutan. WBP turut dilibatkan dalam proses pengelolaan lahan, mulai dari persiapan, penanaman, perawatan hingga nantinya memasuki masa panen.

Melalui keterlibatan tersebut, kegiatan pertanian tidak hanya diarahkan untuk menghasilkan komoditas pangan, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran bagi WBP dalam mengembangkan keterampilan dan etos kerja. Bekal tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan ketika mereka kembali ke tengah masyarakat.

Kepala Rutan Dumai, Enang Iskandi mengatakan keberlanjutan program pertanian di lahan SAE merupakan bentuk komitmen Rutan Dumai dalam mengembangkan pembinaan yang produktif dan memberikan manfaat nyata.

“Lahan SAE akan terus kami optimalkan sebagai ruang pembinaan yang produktif. Penanaman Kembali ini merupakan bagian dari upaya mendukung ketahanan pangan sekaligus memberikan keterampilan kepada WBP agar mereka memiliki bekal yang dapat dikembangkan setelah kembali ke masyarakat,” ujar Enang.

Dengan kembali ditanaminya lahan SAE, Rutan Dumai memastikan siklus pemanfaatan lahan tetap berjalan. Program pertanian ini juga menjadi bagian dari langkah Lapas untuk mendorong pembinaan kemandirian yang berkelanjutan sekaligus mendukung program ketahanan pangan. ***