Air Hujan Menggenang di Jalan, Praktisi Hukum ini Pinta Pemda Inhil Buat Perda Pengelolaan Sistem Drainase - Arbindonesia
Maret 7, 2022

Air Hujan Menggenang di Jalan, Praktisi Hukum ini Pinta Pemda Inhil Buat Perda Pengelolaan Sistem Drainase

IMG_20220307_115921

Genangan Air Hujan beberapa hari lalu di Jalan Lingkar, Tembilahan.

Bagikan..

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Praktisi Hukum Yudhia Perdana Sikumbang meminta agar Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir untuk segera membuat Peraturan Daerah (Perda) tentang Pengelolaan Sistem Drainase.

Hal tersebut mengingat ketika intensitas hujan tinggi, maka genangan air hujan tersebut bisa berhari-hari menggenangi badan jalan di wilayah Kota Tembilahan.

Menurut Yudhia, pemerintah harus mengakui secara tegas perihal sistem drainase jalan di Kota Tembilahan masih buruk, hal tersebut bisa dilihat ketika intensitas hujan tinggi.

“Seperti beberapa minggu belakangan, beberapa kawasan jalan dan pemukiman di Kota Tembilahan. Kita ambil saja contoh jalan lingkar sekitarnya, Tanjung Harapan, Trimas, Pekan Arba dan jalan lainnya.Terlihat ketika hujan turun deras, setelah itu kerap terjadi genangan air yang berlebihan yang menyebabkan banjir. Silahkan saja cek turun kelapangan,” ungkap Pengacara Muda ini kepada ARB, Senin (7/3/2022).

Padahal jelas didalam Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 12 Tahun 2014 tentang Penyelenggaraan sistem drainasee perkotaan sudah diatur sebagaimana di BAB VI Pengaturan Daerah Pasal 34 ayat (1) menyebutkan “Pemerintah Daerah Kabupaten dapat menetapkan Peraturan Daerah mengenai sistem Drainase Perkotaan sesuai dengan karakteristik wilayahnya, dengan Pedoman pada peraturan menteri ini”.

“Sementara didalam JDIH Inhil saya sudah mencari dan tidak menemukan satupun prodak hukum daerah tentang sistem drainase tersebut, ya harapan saya sebagai putra asli daerah ini, saya berharap pemerintah bisa membuat dan menyelenggarakan drainase sesuai karakteristik daerah Kota Tembilahan ini,” papar Praktisi Hukum yang acap disapa Bung YPS.

“karena apabila selesai hujan deras yang cukup lama genangan airnya tersebut bisa berhari-hari dikawasan tertentu. Ini persoalan serius yang harus dipecahkan,” tambahnya

Menurutnya juga, Ia sering juga melihat petugas dr DLHK membersihkan Drainase saluran air got di Kota Tembilahan secara rutin. Tetapi dilain sisi hal tersebut tidak mempengaruhi genangan air jika intensitas hujan tinggi.

“Dimana sebenarnya persoalannya, maka pihak terkait lah yang dapat menjawab, saya berharap ini menjadi PR Pemerintah untuk menuntaskan hal tersebut, saya yakin Pemerintah bisa menyelesaikan persoalan ini,” imbuh Bung YPS.

Selain itu, Yudhia juga memberi saran agar pemda lebih serius menangani hal tersebut, tinggal dibuat prodak hukumnya. Apalagi Peraturan menteri yang mengatur sudah ada tinggal membuat prodak hukum daerahnya saja lagi, bagaimana sistem pengelolaan drainase yang cocok untuk di daerah Kota Tembilahan ini khususnya.

“Saya berharap Anggota DPRD khusus Komisi yang manangani persoalan ini, segera memberikan pandangan untuk membuat produk legislasi sesuai tugasnya,” tutup Yudhia. (Arb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.