Hadi Irawan Tak Terselamatkan, Isu Minim Penanganan Medis di Lapas Tembilahan Dibantah

ARBindonesia.com, INDRAGIRI HILIR – Suasana duka menyelimuti Lapas Klas IIA Tembilahan. Seorang narapidana kasus narkoba, Hadi Irawan (26), menghembuskan napas terakhir setelah mengalami sakit berulang di dalam tahanan.

Kepergiannya bukan hanya meninggalkan tanda tanya, tetapi juga menyisakan luka mendalam bagi keluarga serta sesama warga binaan.

Pemuda asal Kelurahan Teluk Pinang ini diketahui telah menjalani lebih dari empat tahun masa hukuman dari vonis 12 tahun 6 bulan, dan memiliki riwayat penyakit hipertensi.

Menurut informasi yang beredar, sebelum meninggal dunia pada Kamis (4/6/2026), Hadi sempat mengeluhkan sakit kepala. Rekan sekamarnya berulang kali meminta bantuan kepada petugas agar segera diberikan obat atau pemeriksaan medis.

Namun, hingga tiga kali panggilan dilakukan, penanganan medis disebut tak kunjung datang. Kondisi Hadi pun semakin memburuk hingga akhirnya ia menghembuskan napas terakhir di kamar tahanan.

Pihak Lapas membantah kabar tersebut. Aldino, Humas Lapas Klas IIA Tembilahan, menegaskan bahwa penanganan medis terhadap Hadi telah dilakukan sesuai prosedur.

“Kami membantah isu yang beredar bahwa almarhum tidak mendapatkan pelayanan medis di Lapas serta meninggal di dalam tahanan. Semua itu tidak benar,” tegas Aldino, Selasa (9/6/2026).

Ia menjelaskan, pada Kamis pagi sekitar pukul 10.00 WIB, petugas menerima laporan bahwa Hadi mengalami tubuh lemas dan muntah-muntah. Hadi kemudian dibawa ke poliklinik Lapas, dan sempat menunjukkan perbaikan kondisi sebelum dikembalikan ke kamar tahanan.

“Memang saat diperiksa kesehatannya, almarhum saat itu tensinya agak tinggi, sekitar 140 lebih. Ia juga memiliki riwayat Hipertensi sejak Juli 2022 lalu,” ujar Aldino sembari menunjukkan rekam mediknya, Selasa (9/6/2026).

Pada malam harinya, sekitar pukul 22.00 WIB, Hadi kembali mengalami keluhan serupa. Petugas kembali membawanya ke poliklinik dan kembali memberikan penanganan medis.

“Melihat kondisinya semakin memburuk, sekitar pukul 23.00 WIB Hadi dirujuk ke RSUD PH Tembilahan. Sayangnya, sekitar 20 menit setelah mendapat perawatan di ruang IGD, ia dinyatakan meninggal dunia,” ungkap Aldino.

Usai kejadian, pihak Lapas langsung menghubungi keluarga dan menjelaskan kronologi sakit hingga meninggalnya Hadi. Jenazah kemudian diserahkan kepada keluarga dengan santunan serta bantuan pemulangan ke kampung halamannya di Teluk Pinang. (Arbain)